کمالوندی

کمالوندی

 

Menteri Luar Negeri Lebanon menyinggung berlanjutnya pelanggaran wilayah Lebanon oleh rezim Zionis Israel dan mengatakan, kami sedang berperang dengan Israel.

Stasiun televisi Alalam (20/4/2020) melaporkan, Nassif Hitti, Senin (20/4) dalam wawancara dengan surat kabar Arab Saudi, Independent Arabia mengecam serangan Israel ke kendaraan yang mengangkut anggota Hizbullah.

Menlu Lebanon menekankan kebijakan netral dan non-intervensi di antara negara-negara Arab.

"Hal terpenting bagi Lebanon adalah memiliki hubungan terbaik dan terkuat dengan negara sahabat, serta sebuah jaringan hubungan internasional yang berlandaskan penghormatan atas kedaulatan setiap negara, dan tidak ada campur tangan", imbuhnya.

Sumber di Suriah sebelumnya mengabarkan sebuah pesawat nirawak Israel menyerang kendaraan Hizbullah Lebanon di dekat perbatasan Suriah-Lebanon.

Serangan itu diduga untuk meneror Imad Al Karimi, salah satu komandan Hizbullah Lebanon, namun gagal. 

 

Presiden Suriah dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Iran menyinggung perang kunci Jenderal Qassem Soleimani dalam memerangi terorisme di negaranya, dan berterimakasih atas bantuan Iran terhadap rakyat Suriah dalam perang ini.

Fars News (20/4/2020) melaporkan, Menlu Iran bersama delegasi hari Senin (20/4) bertemu dengan Presiden Suriah, Bashad Al Assad di Damaskus.

Di awal pertemuan, Assad menyampaikan belasungkawa pemerintah dan rakyat Suriah atas korban jiwa akibat Virus Corona di Iran.

Presiden Suriah juga menyinggung gugurnya Jenderal Qassem Soleimani, dan menekankan peran kunci Komandan Pasukan Qods, IRGC itu dalam memerangi terorisme di Suriah.

Sementara itu Menlu Iran Mohammad Javad Zarif dalam pertemuan dengan Assad berterimakasih atas belasungkawa Presiden Suriah dan menuturkan, saat ini niat asli Amerika terkait pencabutan sanksi menindas terhadap bangsa-bangsa dunia pada kondisi sulit perang melawan Corona, sudah terungkap.

 

Pasukan rezim Zionis Israel baru-baru ini menyerang laboratorium tes virus Corona, Covid-19 di daerah Baitul Maqdis Timur, dan menangkap pegawainya.

Menurut surat kabar Zionis, Haaretz, tentara Israel menyerang klinik Sivan yang menjadi laboratorium tempat pengetesan virus corona di Baitul Maqdis Timur, dan menangkap para petugas klinik tersebut karena bekerja sama dengan Palestina untuk mengidentifikasi Covid-19.

Rezim Zionis mengklaim bahwa manajemen otorita Palestina telah melanggar aturan yang ditetapkan mengenai langkah memerangi virus corona, tapi tidak menunjukkan argumentasi yang bisa dipertanggungjawabkan.

Pada 1980, rezim Zionis mendeklarasikan Baitul Maqdis yang didudukinya selama perang 1967, sebagai ibu kotanya, tetapi masyarakat internasional tidak pernah mengakuinya.

Kemudian, rezim Zionis menggunakan prakarsa rasis AS, kesepakatan abad dengan menjadikan Baitul Maqdis sebagai ibu kotanya, termasuk daerah Silvan.

Silvan terletak di dekat kota Abudis di area A yang dikelola dan diperintah oleh Otoritas Palestina sesuai dengan Kesepakatan Oslo. 

 

Pasukan Suriah mengumumkan ditemukannya sejumlah besar senjata dan amunisi buatan AS, termasuk sejumlah rudal anti-tank yang dipasok untuk kelompok teroris di negara ini.

Kantor berita Suriah, SANA hari Senin (20/4/2020) melaporkan, tentara Suriah berhasil menemukan senjata dan amunisi buatan AS dalam operasi penumpasan kelompok teroris di provinsi Damaskus dan Quneitra.

Sebelumnya, tentara Suriah juga menemukan beberapa depot senjata dan amunisi yang dibangun negara-negara Barat, termasuk Amerika Serikat  di berbagai wilayah Suriah.

Krisis Suriah dimulai sejak 2011 dengan masuknya kelompok-kelompok teroris yang didukung Saudi, Amerika Serikat dan sekutunya untuk mengubah perimbangan kekuatan regional demi kepentingan rezim Zionis.

Militer Suriah yang didukung sekutunya terutama Iran dan Rusia berhasil menumpas sebagian besar kelompok teroris Daesh, tapi sejumlah kecil anggotanya masih berada di negara ini.(

 

Sistem pertahanan anti-udara Suriah berhasil menangkis serangan rudal-rudal rezim Zionis.

Kantor berita Suriah, SANA melaporkan, jet-jet tempur Israel Selasa dini hari (21/4/2020) menembakkan sejumlah rudal provinsi Homs, tapi berhasil dicegat oleh sistem anti udara Suriah.

Dilaporkan, target serangan udara Israel adalah pangkalan militer Suriah Tiyas  (T-4).

Rezim Zionis selalu menargetkan posisi tentara dan infrastruktur Suriah demi melindungi kelompok teroris yang semakin melemah di negara ini.

Jet-jet tempur zionis menembakkan rudal-rudal ini melintasi zona udara Lebanon menuju salah satu pangkalan militer Suriah di Homs.

Rezim Zionis dan AS terus-menerus memberikan dukungan terhadap kelompok teroris yang masih tersisa di Suriah dengan melancarkan berbagai aksi, termasuk menyerang pangkalan militer Suriah dan sekutunya di negara Arab itu.

Selasa, 21 April 2020 17:08

HUT Korps Garda Revolusi Islam Iran

 

Staf Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran dalam sebuah pernyataan, mengapresiasi peran vital, risalah, dan misi penting Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dalam memperkuat, mengawal, dan mengembangkan Revolusi Islam.

Statemen ini dirilis bertepatan dengan HUT IRGC, yang jatuh pada tanggal 2 Ordibehesht atau 21 April.

"Kontribusi, heroisme, dan prestasi IRGC selama 41 tahun dari usia Revolusi Islam, telah memastikan keberlangsungan serta mengirimkan pesan dan pemikiran Islam murni Nabi Muhammad (Saw) dan Revolusi Islam ke seluruh penjuru dunia, mematahkan konspirasi dan permusuhan kekuatan arogan dan sistem hegemoni terhadap bangsa Iran di berbagai bidang," tegasnya.

Bapak Pendiri Republik Islam Iran, Imam Khomeini ra dalam sebuah langkah visioner, memerintahkan Dewan Revolusi untuk membentuk IRGC pada 2 Ordibehesht 1358 (April 1979).

Pembentukan IRGC telah menciptakan dua perubahan besar yaitu: pertama, munculnya kelompok perlawanan dalam menghadapi front musuh seperti terlihat selama delapan tahun perang pertahanan suci. Kedua, menerima peran IRGC di samping angkatan bersenjata lainnya untuk menjawab kebutuhan keamanan dan pertahanan dalam menghadapi ancaman.

IRGC memikul tanggung jawab besar dalam doktrin pertahanan yang berbasis pada kekuatan pencegahan dan siap memberikan respon militer terhadap para agresor. Mereka juga membuktikan peran strategisnya dalam melawan ancaman keamanan dan militer di luar perbatasan Iran.

Korps IRGC.
Dalam menjaga prinsip dan cita-cita Revolusi Islam, IRGC mampu menggagalkan konspirasi dan skenario jahat kekuatan hegemonik dan rezim Zionis termasuk fitnah Daesh dan terorisme Takfiri. Mereka telah menjauhkan ancaman dan bahaya dari wilayah Iran dan kawasan.

Korps Garda Revolusi Islam telah membuktikan kemampuan dan kapasitasnya dalam memajukan sektor pertahanan. Bersama pasukan-pasukan lain, IRGC memperkokoh pilar-pilar kekuatan bangsa Iran dan bergerak untuk memajukan sistem Islami.

Saat ini, pasukan IRGC membantu lembaga-lembaga lain untuk melawan wabah virus Corona di Iran dan menyalurkan bantuan kepada orang yang terkena dampak wabah ini.

Pada dasarnya, tudingan miring dan sanksi Amerika Serikat terhadap IRGC dikarenakan peran vital lembaga ini dalam memperkuat dan menjaga keamanan bangsa Iran dari konspirasi dan serangan musuh.

Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, Mayor Jenderal Mohammad Bagheri dalam sebuah pernyataan menegaskan, "Rakyat Iran benar-benar mengenali musuh dan melakukan perlawanan terhadap konspirasi mereka."

Sekarang IRGC menjadi sebuah lembaga yang tangguh dalam perang darat, laut, dan udara, yang dilengkapi dengan rudal-rudal presisi. Mereka sudah berkali-kali membuktikan kemampuannya dalam perang keras dan perang lunak.

IRGC – yang menguasai perkembangan regional dan mengawasi pergerakan kakuatan trans-regional – memiliki kesiapan penuh untuk menghadapi ancaman musuh. Mereka siap memberikan respon yang tegas dan kuat jika musuh berbuat kesalahan.

Kompleks Makam Suci Sayidah Fatimah Maksumah sa, saudari Imam Ridha as, Cicit Rasulullah Saw yang menjadi pusat ziarah di kota Qom akan tetap tutup hingga tanggal 10 Ramadhan, bahkan mungkin akan diperpanjang penutupannya.


Badan Nasional Penanganan Virus Corona (COVID-19) Iran telah menutup pusat-pusat keagamaan dan ziarah untuk mencegah penyebaran COVID-19, termasuk Kompleks Haram Suci Sayidah Maksumah sa.


Beberapa warga Iran tampak membaca doa ziarah ketika melewati lokasi sekitar kompleks tersebut. Shalat Jumat di beberapa provinsi di Iran juga telah ditiadakan sejak hampir dua bulan lalu.


Sebelumnya, juru bicara Kementerian Kesehatan Republik Islam Iran Kianoush Jahanpour mengatakan, pasien COVID-19 yang sembuh meningkat dan hingga sekarang 60.965 pasien virus ini telah sembuh dan diizinkan pulang dari rumah sakit.


"Sejak Senin siang hingga Selasa siang ini, berdasarkan hasil tes laboratorium, ada 1.297 pasien baru yang terinfeksi virus Corona, sehingga jumlah total pasien yang terinfeksi virus ini menjadi  84.802 orang," kata Jahanpour, Selasa (21/4/2020) siang.


Dia menambahkan, sayangnya selama 24 jam lalu, 88 pasien yang terinfeksi Covid-19 di Iran meningal dunia, sehingga jumlah total yang meninggal dunia hingga sekarang mencapai 5.297 orang. Sementara 3.357 pasien dalam kondisi kritis.


Virus Corona telah menyebar ke lebih dari 111 negara dan jumlah korban jiwa akibat virus ini di seluruh dunia hingga Selasa (21/4/2020) pagi telah mencapai 170.182 orang.


Lebih dari 2.477.752 orang terinfeksi COVID-19 dan 646.321 dari mereka telah sembuh. Covid-19 ditemukan pertama kali pada Desember 2019 di Wuhan, Provinsi Hubei, Cina.


Amerika Serikat berada di urutan pertama yang memiliki kasus terbanyak terkait dengan virus Corona. 787.370 warga Amerika terinfeksi COVID-19, dan 42.335 dari mereka meninggal dunia.


Spanyol berada di urutan kedua. 200.210 warga negara ini tertular COVID-19, dan 20.852 dari mereka meninggal dunia. Negara berikutnya adalah Italia. 181.228 warga negara ini terinfeksi virus Corona dan 24.114 dari mereka meninggal dunia.


Negara-negara berikutnya yang memiliki kasus terbanyak COVID-19 adalah Prancis, Jerman, Inggris, Turki, Cina, dan Iran.

 

Komisi Hak Asasi Manusia di Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mengutuk peningkatan kekerasan terhadap Muslim India ketika virus Corona menyebar ke seluruh negeri.

Komisi Permanen dan Independen HAM di OKI telah meminta New Delhi agar mengambil langkah-langkah untuk memastikan hak-hak komunitas Islam, dalam sebuah pernyataan yang menyebut Islamofobia di India sebagai tidak tahu malu dan menuduh umat Islam negara ini menyebarkan virus Corona.

Pesan Twitter komisi itu mengatakan, "Cara pandang negatif di media-media India juga menempatkan Muslim sebagai target kekerasan dan sikap diskriminatif."


Orang-orang Hindu ekstrem telah mengeksploitasi krisis Corona dalam beberapa hari terakhir dengan menuduh umat Islam berkomplot melawan negara dan menyerang mereka.

Pada bulan Februari, New Delhi menyaksikan serangan mematikan para ekstremis Hindu terhadap Muslim yang menewaskan 54 orang.

Pernyataan Komisi Permanen dan Independen Hak Asasi Manusia OKI yang menyebut Islamofobia di India sebagai tidak tahu malu dan berlanjutnya kekerasan terhadap umat Islam mengacu pada pendekatan kontroversial yang diambil sejak musim panas lalu oleh partai yang berkuasa BJP untuk menghapuskan otonomi khusus Kashmir.

Dengan dihapuskannya otonomi khusus Kashmir pada Agustus 2019, pemerintah India praktis secara resmi menerapkan tekanan dan melanggar hak-hak umat Islam dan kurangnya tanggapan serius dari lembaga-lembaga regional dan internasional, termasuk PBB, membuat para pejabat New Delhi melanjutkan tindakan-tindakan provokatif ini.

Sejak musim panas lalu, pemerintah India telah memberlakukan pembatasan yang luas terhadap umat Islam dan mencegah mereka mengadakan acara ritual keagamaan di berbagai bagian negara itu, yang melanggar prinsip-prinsip penghormatan atas hak-hak agama untuk melaksanakan ritual keagamaannya yang diakui secara internasional.

Dalam langkah lain yang jelas-jelas menerapkan diskriminasi agama terhadap umat Islam, pemerintah India hanya memberikan izin tinggal dan kewarganegaraan bagi imigran non-Muslim dan tidak untuk imigran Muslim. Tindakan ini telah membuat marah komunitas Muslim, kelompok politik dan bahkan masyarakat India.

Pendekatan anti-Islam yang diterapkan India dalam beberapa bulan terakhir, memuncak dengan diperkenalkannya Undang-Undang Kewarganegaraan sehingga puluhan kota di negara ini menjadi tempat demonstrasi rakyat terhadap kebijakan diskriminatif dan provokatif pemerintah New Delhi dalam mendukung hak-hak Muslim.

Kebijakan pemerintah India dalam menumpas dan melanggar hak-hak Muslim di India telah menyebabkan umat Hindu ekstrem melakukan tindakan mematikan anti-Muslim dengan dukungan partai BJP yang berkuasa.

Aksi kekerasan terhadap muslim India
Pembakaran sedikitnya sepuluh masjid dan tempat-tempat suci umat Islam di India adalah tindakan tidak manusiawi dan anti-Islam lainnya oleh umat Hindu ekstrem selama dua bulan terakhir. Menurut para saksi mata, polisi dan pasukan keamanan negara ini hanya menyaksikan berbagai tindakan kekerasan ini.

Dalam situasi seperti itu, dunia Islam mengharapkan Organisasi Kerja Sama Islam agark mengambil langkah segera untuk menghentikan kekerasan mematikan terhadap umat Islam dan perusakan situs-situs suci mereka di India oleh pasukan keamanan dan umat Hindu ekstrem dengan mengadakan langkah-langkah mendesak untuk mengadakan pertemuan luar biasa tingkat menteri luar negeri negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dengan tujuan membahas kebijakan anti-Islam dari pemerintah New Delhi dan mengutuknya.

Organisasi terbesar yang menghimpun para perawat dan tenaga kesehatan Amerika Serikat menggelar unjuk rasa di depan Gedung Putih untuk memprotes kelangkaan alat pelindung diri di tengah wabah Virus Corona di negara itu.

Fars News (21/4/2020) melaporkan, American Nurse Association, ANA mengumumkan, anggota ANA hari ini, Selasa (21/4) akan menggelar demonstrasi di depan Gedung Putih untuk menuntut anggaran produksi massal alat pelindung diri dalam paket ekonomi khusus Corona pemerintah Amerika.

Seperti ditulis situs The Hill, ANA yang merupakan organisasi perawat terbesar di Amerika mengatakan, selama rumah sakit di seluruh penjuru Amerika masih mengalami kelangkaan masker, sarung tangan dan alat kesehatan lainnya di tengah wabah Covid-19 ini, maka anggota ANA akan meneriakkan dengan keras nama-nama perawat yang meninggal akibat Corona di depan Gedung Putih.

Ditambahkannya, hingga kini perawat dan tenaga medis lainnya di sebagian besar rumah sakit Amerika tidak dilengkapi alat kesehatan yang cukup untuk melindungi diri dari kemungkinan tertular Covid-19. 

Senin, 20 April 2020 06:14

Iran Pamerkan Dua Radar Strategis Baru

 

Sistem radar strategis "Khalij-e Fars" dan "Moraghebat" dipamerkan dalam sebuah acara yang dihadiri oleh Komandan militer Iran, Mayjen Abdolrahim Mousavi.

IRIB (19/4/2020) melaporkan, radar jarak jauh Khalij-e Fars memiliki daya jangkau lebih dari 800 kilometer, dan merupakan radar "fuzzy array" tiga dimensi dengan teknologi mutakhir yang bisa mendeteksi semua objek konvensional, dan rudal-rudal balistik anti-radar.

Sementara radar "Moraghebat" merupakan salah satu radar kontrol tiga dimensi paling akurat, yang memiliki sistem fuzzy array dan merupakan radar canggih dengan daya jangkau 400 kilometer.

Radar ini bisa mendeteksi objek-objek udara dengan akurasi dan stabilitas yang sangat tinggi, begitu juga objek-objek kecil di ketinggian rendah, dan sedang, serta pesawat-pesawat tanpa awak anti-radar.