کمالوندی

کمالوندی

 

Menteri Kesehatan pemerintah penyelamatan nasional Yaman memperkirakan 90 persen warga Yaman akan tertular virus korona jika virus ini sampai masuk ke Yaman.

Fars News (6/4/2020) melaporkan, Taha Al Mutawakkil mengatakan, jika Covid-19 sampai masuk ke Yaman, 90 persen penduduk negara ini akan tertular.

Stasiun televisi Al Masirah mengabarkan, jika rata-rata penyebaran virus korona seperti sekarang, maka satu warga akan menulari tiga warga lainnya, sehingga dalam waktu 8 minggu akan ada 28 juta penduduk Yaman terinfeksi Covid-19.

Taha Al Mutawakkil menambahkan, kondisi yang ada menuntut dukungan dari semua warga baik di utara maupun selatan Yaman, dan semua pihak harus duduk bersama membahas upaya memerangi korona.

Ia menegaskan, rumah sakit-rumah sakit Yaman, hanya memiliki 1500 ranjang dan jika virus korona menyebar, minimal 1 juta orang membutuhkan tempat tidur.

Pejabat lokal Yaman, Senin (6/4) mengumumkan pihaknya berhasil mendeteksi seorang pengemudi asal Pakistan yang dicurigai terinfeksi korona sebelum masuk Yaman. (

 

Presiden Lebanon Michel Aoun, meminta para donor internasional untuk membantu negaranya mengatasi dampak yang dipicu oleh krisis ekonomi dan penyebaran wabah virus Corona.

 Dilansir dari IRNA, dia menyampaikan hal itu dalam pertemuan dengan delegasi Kelompok Dukungan Internasional untuk Lebanon di Beirut, Senin (6/4/2020).

Aoun menekankan pentingnya dukungan finansial internasional untuk melewati krisis ekonomi dan efek yang ditimbulkan oleh virus Corona di Lebanon.

“Mengingat bahaya situasi keuangan kita saat ini serta dampak ekonomi yang signifikan bagi warga negara dan pengungsi, maka program reformasi kita akan membutuhkan dukungan keuangan eksternal," tegasnya.

Mata uang Lebanon semakin terpuruk di hadapan dolar Amerika, yang diikuti dengan naiknya harga kebutuhan pokok dan kekhawatiran tentang penyebaran virus Corona. 

 

Presiden Lebanon Michel Aoun, meminta para donor internasional untuk membantu negaranya mengatasi dampak yang dipicu oleh krisis ekonomi dan penyebaran wabah virus Corona.

Dilansir dari IRNA, dia menyampaikan hal itu dalam pertemuan dengan delegasi Kelompok Dukungan Internasional untuk Lebanon di Beirut, Senin (6/4/2020).

Aoun menekankan pentingnya dukungan finansial internasional untuk melewati krisis ekonomi dan efek yang ditimbulkan oleh virus Corona di Lebanon.

“Mengingat bahaya situasi keuangan kita saat ini serta dampak ekonomi yang signifikan bagi warga negara dan pengungsi, maka program reformasi kita akan membutuhkan dukungan keuangan eksternal," tegasnya.

Mata uang Lebanon semakin terpuruk di hadapan dolar Amerika, yang diikuti dengan naiknya harga kebutuhan pokok dan kekhawatiran tentang penyebaran virus Corona. 

 

Setelah beberapa hari berlalu sejak teror terhadap komandan Hizbullah, Mohammed Ali Younes, media-media Lebanon menduga kuat ada keterlibatan dinas intelijen rezim Zionis Israel, Mossad dalam kejahatan ini.

Mohammed Ali Younes hari Sabtu (5/4/2020) gugur diteror di selatan Lebanon. Komandan Hizbullah ini diketahui bertugas mengejar orang bayaran dan mata-mata Israel.

Meski sampai kini informasi akurat terkait teror Ali Younes masih ditutup-tutupi oleh Israel, namun surat kabar Al Quds Al Arabi menulis, sampai sekarang belum terungkap apa motif teror Mohammed Ali Younes, tapi sikap Hizbullah yang mengucapkan duka cita dan selamat atas kesyahidan komandannya itu menunjukkan adanya kaitan antara teror ini dengan operasi keamanan Hizbullah.

Sepertinya teror Mohammed Ali Younes juga ada kaitannya dengan perkembangan yang terjadi di Lebanon dalam sebulan terakhir. Bulan lalu, salah satu orang bayaran Israel di Lebanon, Amer Al Fakhoury dibebaskan dari penjara karena desakan Amerika Serikat, dan dibawa ke negara itu.

Pada kenyataannya, pemindahan Amer Al Fakhoury ke Amerika dilakukan secara ilegal, dan tanpa sepengetahuan pemerintah Lebanon.

Hal ini memunculkan dugaan bahwa Amerika dibantu kelompok penentang Hizbullah di Lebanon, dan Israel dalam melakukan aksinya. Sejumlah pengamat meyakini, pemindahan ilegal Amer Al Fakhoury ke Amerika, kemudian tuduhan bahwa Hizbullah telah melakukan transaksi, sebenarnya adalah perang keamanan dan intelijen yang dilancarkan terhadap Hizbullah.

Ali Al Amin salah seorang jurnalis surat kabar Nida Al Watan, mengungkap kaitan teror Mohammed Ali Younes dengan kasus spionase mata-mata Israel di Lebanon, Amer Al Fakhoury. Menurutnya, Hizbullah sudah terjun ke dalam sebuah perang keamanan dan intelijen lunak.

Pendapat lain menyatakan bahwa Israel sedang berusaha menjebak Hizbullah untuk terjun ke dalam sebuah perang fisik. Indikasinya, pembebasan Amer Al Fakhoury tidak berhasil memprovokasi Hizbullah untuk perang, karena kelompok ini memilih bersabar. Maka dari itu teror Mohammed Ali Younes dilakukan agar Hizbullah bereaksi dan memulai perang.

Al Quds Al Arabi menulis, teror Mohammed Ali Younes menegaskan dugaan adanya konspirasi untuk memprovokasi Hizbullah dan anggotanya serta mendorong kelompok itu untuk melakukan balas dendam terhadap Israel, dan orang bayarannya di Lebanon.

Di sisi lain, Benjamin Netanyahu yang gagal membentuk kabinet bersatu, memilih opsi perang untuk menekan rival-rival politiknya serta membuka kembali peluang pembentukan kabinet baru. Hal ini pernah dilakukan Netanyahu sebelumnya, ia melancarkan perang terhadap kelompok perlawanan di Palestina dan Lebanon untuk memenangkan pemilu parlemen Israel.

Sementara pendapat berikutnya memandang pembebasan Amer Al Fakhoury, disusul teror Mohammed Ali Younes adalah fitnah terhadap Hizbullah untuk menyulut kekacauan baru di Lebanon.

Para penentang Hizbullah di dalam dan di luar Lebanon terutama Israel gagal meraih tujuan politiknya di Lebanon baik melalui pemilu maupun kerusuhan, dan berusaha kuat mencegah terbentuknya sebuah kabinet yang pro-Hizbullah.

Oleh karena itu, teror dan fitnah terhadap Hizbullah, juga upaya menyulut kerusuhan diharapkan bisa menjerumuskan kembali Lebanon ke dalam instabilitas yang ujung-ujungnya dapat menekan Hizbullah.

Israel khususnya sejak medio tahun 2018 demi membalas kekalahannya, mulai meningkatkan teror terhadap pejabat dan komandan kelompok perlawanan Palestina. Surat kabar Haaretz, Agustus 2018 menulis, Israel bermaksud mengulang skenario teror petinggi kelompok perlawanan daripada melancarkan operasi militer.

Pada 12 November 2019, Baha Abu Al Ata, salah satu komandan Jihad Islam Palestina gugur diteror Israel, dan skenario yang sama kali ini digunakan pada Hizbullah, sebagaimana yang kita saksikan baru-baru ini Israel meneror Mohammed Ali Younes.

 

Pemerintah Keselamatan Nasional Yaman, menyatakan bahwa pihaknya menyetujui proposal PBB tentang proses dua tahap pertukaran tawanan dengan koalisi Arab Saudi.

Seperti dikutip laman Farsnews, Selasa (7/4/2020), Ketua Komite Nasional Urusan Tawanan Yaman, Abdul Qader al-Murtada mengatakan, setelah adanya masalah dalam kesepakatan pertukaran tawanan, PBB mengusulkan proses dua tahap pertukaran tawanan dan Gerakan Ansarullah juga menyetujuinya.

Sebelumnya, Ansarullah Yaman dan pemerintahan terguling Mansour Hadi, sepakat untuk menukarkan 1.420 tawanan dari kedua pihak di bawah pengawasan PBB, tapi rencana ini tidak terlaksana.

"Berdasarkan proposal PBB, tahap pertama 1.030 tawanan dari kedua pihak akan ditukarkan dan tahap kedua mencakup 390 tawanan sisanya," ujar al-Murtada.

Menurut kesepakatan Stockholm yang dicapai pada Desember 2018, Ansarullah Yaman dan pemerintahan Mansour Hadi sepakat untuk membebaskan tawanan dan mengumumkan gencatan senjata di Provinsi al-Hudaydah. 

 

Perdana Menteri rezim Zionis, Benjamin Netanyahu mengumumkan lockdown selama liburan hari raya Pesakh (Paskah) di seluruh wilayah pendudukan Palestina.

Seperti dikutip Mehrnews, Netanyahu dalam sebuah pernyataan, Senin (6/4/2020) malam, mengatakan lockdown tiga hari di Israel akan diberlakukan untuk mencegah mobilitas orang-orang mengikuti perayaan dan jamuan.

"Selain lockdown penuh di Israel dari hari Rabu, patroli militer juga akan dilakukan," tegasnya.

Kementerian Kesehatan Israel mengumumkan bahwa warga Zionis yang terinfeksi virus Corona telah mencapai 9,006 orang dan 59 pasien meninggal dunia. 

 

Pasukan koalisi anti-Daesh pimpinan Amerika Serikat dilaporkan telah meninggalkan pangkalan Abu Ghraib di utara Baghdad, Irak.

Seperti dikutip laman Farsnews, situs televisi RT Arabic pada Selasa (7/4/2020) melaporkan pangkalan Abu Ghraib akan diserahkan kepada militer Irak setelah pasukan pimpinan AS mengosongkan tempat itu.

AS telah menarik pasukannya dari pangkalan Habbaniyah di Provinsi al-Anbar pada Sabtu lalu dan menyerahkannya kepada militer Irak.

AS menyerahkan beberapa pangkalannya kepada militer Irak dalam beberapa hari terakhir. Beberapa pihak mengatakan, AS memilih mundur karena mengkhawatirkan berlanjutnya serangan terhadap pangkalannya di Irak. 

 

Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) menekankan, tiba saatnya masyarakat internasional, khususnya di saat penyebaran wabah Corona, untuk selamanya mencabut blokade Jalur Gaza.

Menurut laporan Pusat Informasi Palestina, Abdul Latif al-Qanu, jubir Hamas Selasa (07/04/2020) mengatakan, masyarakat dunia menetapkan hari tertentu sebagai hari kesehatan dunia harus menyadari blokade zalim terhadap Gaza yang menghalangi pengiriman peralatan medis dan urgen untuk melawan wabah Corona.

"Tiba saatnya masyarakat internasional menyerahkan obat-obatan dan peralatan yang dibutuhkan untuk melawan Corona kepada rakyat Gaza dengan mencabut blokade," paparnya.

Rezim Zionis Israel memblokade Gaza sejak tahun 2006 setelah kemenangan Hamas di pemilu parlemen dan mencegah masuknya kebutuhan mendasar dan pokok termasuk bahan bakar, makanan, obat-obatan dan material bangunan.

Departemen Kesehatan Palestina di laporan terbarunya menyebutkan sembilan kasus baru Corona dan bertambahnya jumlah penderita virus ini menjadi 226 orang.

Selain itu sampai saat ini 13 orang di Gaza dilaporkan terinfeksi Corona dan enam di antaranya sembuh serta kondisi sisanya cukup baik.

 

Juru bicara Biro Politik Taliban, Suhail Shaheen mengatakan perundingan dengan pemerintah Afghanistan terkait pembebasan tahanan telah dihentikan.

Seperti dikutip laman Tasnimnews, Shaheen dalam sebuah pernyataan, Selasa (7/4/2020) menuturkan Taliban telah mengirimkan tim teknis ke Kabul untuk mengkonfirmasi pembebasan tahanan, karena berdasarkan kesepakatan dan komitmen pemerintah, pembebasan mereka akan dimulai, tapi sayangnya proses ini ditunda dengan berbagai alasan.

Oleh karena itu, lanjutnya, tim teknis Taliban mulai besok tidak akan lagi menghadiri pertemuan-pertemuan yang sia-sia.

Namun, seorang pejabat Afghanistan, Matin Bik mengatakan proses pertukaran tahanan antara kedua pihak tertunda karena Taliban menuntut pemerintah Kabul untuk membebaskan 15 pemimpin mereka.

Pekan lalu, perwakilan pemerintah Kabul dan Taliban memulai perundingan mengenai pembebasan tahanan dan upaya mengakhiri perang di Afghanistan.

 

وَمَن يَتَوَلَّ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ فَإِنَّ حِزْبَ ٱللَّهِ هُمُ ٱلْغَٰلِبُونَ

Dan barangsiapa menjadikan Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman sebagai penolongnya, maka sungguh, pengikut (agama) Allah itulah yang menang.