کمالوندی

کمالوندی

Ayatullah Khamenei, Pemimpin Besar Revolusi Islam, dalam pertemuan besar dan agung salat Jumat di Tehran, menyebut persatuan dan solidaritas umat Islam sebagai alasan untuk menikmati rahmat dan kehormatan ilahi serta kemenangan atas musuh.

Pemimpin Besar Revolusi Islam menekankan, Berdasarkan aturan pertahanan Islam, UUD Republik Islam dan hukum internasional, tindakan cemerlang Angkatan Bersenjata Iran dalam menghukum rezim penghisap darah Zionis sepenuhnya legal dan sah, dan Republik Islam akan melaksanakan tugas apa pun yang dirasakan di bidang ini dengan kekuatan, keteguhan dan tekad, tanpa penundaan atau tergesa-gesa.

Salat Jumat kali ini disertai dengan acara peringatan syahadah Sayid Hassan Nasrullah dan mereka yang menyertainya sebelum khutbah Jumat dan dihadiri oleh Pemimpin Besar Revolusi Islam, pejabat tinggi negara dan banyak warga yang terlihat memanjang beberapa kilometer di sekitar Mosalla Imam Khomeini ra di Tehran.

Ayatullah Khamenei menyebut Mujahid Syahid Sayid Hassan Nasrallah sebagai sumber kebanggaan dan wajah yang populer di dunia Islam serta memiliki bahasa yang lugas bangsa-bangsa di kawasan, dan mengatakan, Pengaruh pembawa panji perlawanan dan pembela kaum tertindas yang berani akan meningkat setelah kesyahidannya. Sementara pesan kesyahidannya bagi bangsa-bangsa di kawasan dan para pejuang di jalan Allah adalah iman dan tawakal yang lebih banyak, persatuan yang lebih kokoht, kelanjutan perjuangan yang lebih kuat dan tidak diragukan lagi mereka akan mengikuti perjuangan hingga kekalahan dan kehancuran musuh Zionis dengan segenap kekuatannya.

Dalam menjelaskan kebijakan Al-Qur’an tentang “Solidaritas Muslim”, Pemimpin Besar Revolusi Islam mengatakan, Wilayah Muslimin berarti persatuan, empati dan kerja sama, yang diikuti dengan pertolongan Allah yang memuliakan dan bijaksana, di mana hasilnya adalah mengatasi hambatan dan kemenangan atas musuh.

Imam Khamenei, Khatib Salat Jumat Tehran
Beliau menilai kebalikan dari kebijakan ilahi ini adalah politik memecah-belah dari kubu arogan dan agresor di dunia, seraya menambahkan, Umat Islam telah banyak menderita karena kebijakan yang memecah-belah dan dominasi dari kekuatan arogan, tapi hari ini adalah hari kebangkitan umat Islam dan politik jahat ini tidak boleh terulang kembali.

Mengacu pada kebijakan militer, politik, ekonomi, sosial dan budaya yang berbeda dari musuh-musuh pemecah belah, Ayatullah Khamenei mengatakan, Musuh bangsa Iran sama dengan musuh bangsa Palestina, Lebanon, Mesir, Suriah, Irak, Yaman dan negara-negara Islam lainnya, dan semua perintah agresif dan memecah belah itu berasal dari satu ruang komando yang sama dan satu-satunya perbedaan adalah metode yang berbeda yang diterapkan di negara-negara Islam.

Rahbar menekankan, Jika setiap bangsa ingin menghindari blokade musuh yang melumpuhkan, maka bangsa itu harus sadar dan segera setelah musuh menyerang suatu bangsa, maka bangsa itu harus segera membantu bangsa tersebut, jika tidak maka bangsa itu akan menjadi korban berikutnya.

Menurut Rahbar, Kita harus mengencangkan sabuk pertahanan, independensi dan kehormatan mulai dari Afghanistan hingga Yaman dan dari Iran hingga Gaza dan Lebanon di semua negara Islam.

Menyinggung aturan pertahanan Islam yang jelas mengenai legitimasi dan rasionalitas mempertahankan tanah, rumah dan kepentingan diri, Ayatullah Khamenei menambahkan, Sesuai dengan UUD dan juga hukum internasional, pembelaan diri bangsa-bangsa, termasuk bangsa Palestina, melawan agresor dan penjajah, sepenuhnya sah dan memiliki logika yang kuat dan tidak seorang pun dan tidak ada pusat atau organisasi internasional yang berhak memrotesnya.

Ayatullah Khamenei juga menyebut keabsahan membantu negara yang mempertahankan diri melawan penjajah berdasarkan Islam, akal sehat dan hukum internasional.

“Karena alasan ini, tidak ada seorang pun yang berhak memberi tahu bangsa Lebanon dan Hizbullah tentang membantu rakyat tertindas Gaza dan mendukung kebangkitan rakyat Palestina untuk melakukan protes,” ujar Rahbar.

Pemimpin Besar Revolusi Islam menyebut operasi Badai Al-Aqsa yang terjadi di hari-hari ini pada tahun lalu adalah gerakan yang tepat, logis dan sesuai dengan hukum internasional dan hak bangsa Palestina serta memuji kegigihan rakyat Lebanon dalam membela rakyat Palestina.

Atas dasar ini, Ayatullah Khamenei menyebut tindakan brilian angkatan bersenjata Iran beberapa malam yang lalu terhadap rezim Zionis sebagai tindakan yang sepenuhnya sah dan legal dan mengatakan, Tindakan angkatan bersenjata kita adalah hukuman paling ringan bagi rezim penjarah Zionis atas kejahatan yang mencengangkan rezim penghisap dara, mirip serigala, dan anjing penjaga AS di kawasan.

Rahbar menekankan bahwa apa pun tugas Republik Islam di bidang ini, akan dilaksanakan dengan kekuatan, keteguhan dan tekad, seraya menambahkan, Dalam tugas ini, kami tidak akan menunda atau terjebak dalam ketergesa-gesaan, dan apa yang masuk akal, logis dan benar menurut pendapat para pengambil keputusan militer dan politik akan ditindaklanjuti pada waktunya, sebagaimana telah dilaksanakan dan akan dilakukan di masa depan jika diperlukan.

Dalam khutbah kedua salat Jumat yang dibacakan dalam bahasa Arab, Pemimpin Besar Revolusi Islam menyeru semua umat islam di seluruh dunia dan secara khusus ditujukan kepada bangsa tercinta Lebanon dan Palestina, dan mengatakan, Saya merasa perlu menyampaikan di salat Jumat Tehran ini penghormatan kepada saudaraku, kesayanganku dan sumber kebanggaanku, wajah tercinta Dunia Islam dan bahasa fasih bangsa-bangsa di kawasan, permata Lebanon yang bersinar, Yang Mulia Sayid Hassan Nasrallah semoga Allah meridhainya.

Menekankan bahwa kita semua sangat sedih atas kehilangan besar atas kesyahidan Sayid Yang Mulia, beliau menambahkan, Tentu saja, duka kita tidak berarti depresi, kecemasan, dan keputusasaan, melainkan semacam duka untuk penghulu para syahid Husein bin Ali as, yang artinya memberi kehidupan dan pelajaran.

Imam Khamenei menyebut kepribadian hakiki dari Syahid Nasrallah, semangat, jalan dan suara lugasnya akan tetap langgeng dan mengatakan, Dia adalah panji perlawanan yang tinggi terhadap setan yang menindas dan predator. Bahasanya lugas dan pembela yang berani bagi kaum tertindas serta memberi semangat dan keberanian bagi para pejuang dan pencari hak.

Rahbar menambahkan, Popularitas dan pengaruhnya telah melampaui Lebanon, Iran dan negara-negara Arab, dan sekarang kesyahidannya akan meningkatkan pengaruhnya.

Ayatullah Khamenei membacakan pesan lisan dan perilaku terpenting Syahid Nasrallah semasa hidupnya kepada bangsa Lebanon agar terhindar dari keputusasaan dan kekhawatiran akibat kehilangan tokoh-tokoh terkemuka seperti Imam Musa Sadr dan Sayid Abbas Mousavi dan mengatakan, Pesan Syahid Nasrallah: Jangan ragu di jalan perjuangan. Tingkatkan usaha dan kekuatan. Gandakan solidaritas. Melawan musuh agresor dengan memperkuat iman dan tawakal, dan mengalahkannya. Dan hari ini, permintaan Sayid Syahid kita dari bangsanya dan dari Front Perlawanan adalah ini.(

 

Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran mengatakan, "Balasan Iran terhadap agresi rezim Zionis akan lebih jelas dan kuat."

Menurut laporan IRNA, Sayid Abbas Araghchi, Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran hari Sabtu (6/10) dalam konferensi persnya dengan berbagai media di Damaskus, ibu kota Suriah, menekankan balasan keras Iran terhadap setiap agresi rezim Zionis, dengan menyatakan bahwa pesan perjalanannya ke Damaskus dan Beirut adalah Republik Islam Iran akan tetap berada di pihak perlawanan dalam keadaan apa pun.

Menurutnya, Saya yakin bahwa darah syuhada perlawanan akan membuat pohon perlawanan semakin kuat dan akan membawa pada kemenangan akhir melawan musuh Zionis.

Pada saat yang sama, sekretaris jenderal dan pejabat kelompok perlawanan Palestina bertemu dengan Sayid Abbas Araghchi di Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Damaskus, sambil menyampaikan belasungkawa atas kesyahidan Sayid Hassan Nasrallah dan juga mengagungkan peran Sekjen Hizbullah yang tak tergantikan dalam mendukung Palestina dan Quds, serta mengapresiasi dukungan Republik Islam Iran atas perlawanan sah negara-negara di kawasan terhadap pendudukan Zionis.

Sekretaris jenderal dan pejabat kelompok perlawanan Palestina juga merujuk pada peringatan kemenangan operasi Badai Al-Aqsa dan awal serangan brutal rezim teroris Zionis terhadap Jalur Gaza dan kejahatan genosida terhadap bangsa Palestina dan Lebanon, menekankan tekad serius kelompok perlawanan dan bangsa Palestina untuk terus berdiri melawan musuh Zionis. Mereka juga memuji operasi pertahanan sah Republik Islam Iran terhadap agresi dan tindakan teroris rezim Zionis.

Dalam pertemuan tersebut, Menteri Luar Negeri Iran menekankan kelanjutan kebijakan prinsip Republik Islam Iran di pemerintah Iran dalam mendukung perjuangan Palestina dan Al-Quds serta secara komprehensif mendukung perlawanan di kawasan melawan rezim pendudukan Zionis.

 

Serangan rudal sah Iran terhadap sasaran militer rezim Zionis, yang terjadi setelah aksi teror terhadap para pemimpin perlawanan, membawa gelombang kegembiraan dan harapan di kalangan masyarakat kawasan Asia Barat.

Menurut laporan IRNA, masyarakat Lebanon menyalakan kembang api di jalan-jalan segera setelah mereka mengetahui serangan rudal besar-besaran Iran terhadap Israel.

Masyarakat Gaza pun merayakan dan menari pasca serangan rudal Iran terhadap rezim Israel.

Puluhan pemuda Palestina juga berkumpul di dekat poros Netzarim di Gaza.

Dalam gambar-gambar yang dipublikasikan di internet, masyarakat Irak dan Yordania tampak gembira dengan balasan Iran terhadap rezim Zionis dengan menari dan menghentakkan kaki.

Perlu dicatat bahwa Republik Islam Iran, setelah periode menahan diri terhadap pelanggaran kedaulatannya dan pembunuhan para syahid Ismail Haniyeh, Sayid Hassan Nasrallah, Mayor Jenderal Sayid Abbas Nilforoushan dan pembantaian orang-orang tak bersalah, perempuan dan anak-anak Palestina dan Lebanon oleh rezim Zionis, sesuai dengan hak membela diri yang sah yang tercantum dalam Piagam PBB, negara tersebut menargetkan wilayah Zionis dengan ratusan rudal balistik.

Akibat serangan rudal Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran, terhadap target-target dan fasilitas militer serta keamanan Rezim Zionis (Operasi Wa'd Sadiq 2), tiga pangkalan militer asli Israel, hancur.

Mayjen Mohammad Bagheri, Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Iran, Rabu (2/10/2024) mengatakan, "Tiga pangkalan udara asli Rezim Zionis, termasuk Mossad, sebagai pusat teror, yaitu pangkalan udara Nevatim, sebagai pangkalan udara F-35, pangkalan udara Hatzerim, dan Tel Nof, menjadi sasaran serangan rudal Korps Garda Revolusi Islam Iran, IRGC."
 
Menurut Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Iran, serangan rudal IRGC, hanya menargetkan markas-markas militer Israel, di Wilayah pendudukan.
 
Ia menambahkan, "Dalam operasi ini, radar-radar strategis dan pusat-pusat konsentrasi tank, kendaraan pengangkut personel, dan konsentrasi pasukan Zionis, di area sekitar Gaza, yang bertanggung jawab atas pembantaian rakyat Gaza, menjadi target serangan."
 
Berdasarkan informasi IRGC, meskipun ketiga pangkalan militer Israel, itu dilindungi dengan sistem pertahanan udara paling canggih dalam jumlah banyak, namun 90 persen rudal yang ditembakkan IRGC mengenai sasaran yang dituju.
 
Dalam serangan rudal Iran, sirene tanda bahaya berbunyi di kota Ummul Fahm, Yokneam, dan beberapa kota lain di utara Wilayah pendudukan.
 
Kanal 13 televisi Rezim Zionis melaporkan, Iran, melancarkan serangan rudal ke pangkalan-pangkalan militer Israel, dan rudal-rudal itu tidak mengenai wilayah-wilayah sipil.
 
Menurut Kanal 13 TV Israel, Selasa malam, mengungkapkan bahwa Perdana Menteri Rezim Zionis Benjamin Netanyahu, dan beberapa menteri Israel, beberapa jam bersembunyi di tempat aman di bawah tanah kota Al Quds.
 
Menyusul serangan rudal Iran, ke pangkalan-pangkalan militer Rezim Zionis, aktivitas bandara internasional Ben Gurion, di Tel Aviv, terhenti total.
 
IRGC pada Selasa malam mengumumkan, "Dalam rangka membalas gugurnya Ismail Haniyeh, Ketua Biro Politik Hamas, Sayid Hassan Nasrullah, Sekjen Hizbullah, dan Brigjen Abbas Nilforoushan, Penasihat militer Iran, Israel, menjadi target serangan rudal."
 
IRGC menegaskan, "Operasi ini dilakukan dalam kerangka hak bela diri sah berdasarkan hukum internasional, dan segala bentuk kebodohan musuh akan dibalas secara mematikan serta destruktif." 

 

Stasiun televisi Lebanon, dalam salah satu laporannya mengabarkan penggunaan bom-bom yang mengandung uranium oleh Rezim Zionis di Gaza dan Lebanon.

Stasiun televisi Al Mayadeen, Minggu (6/10/2024) mengungkap penggunaan bom-bom yang mengandung uranium oleh pasukan Israel, terhadap penduduk Gaza dan Lebanon.
 
Menurut Al Mayadeen, warna asap yang ditimbulkan dari ledakan-ledakan bom Israel, di Gaza dan Lebanon, menunjukkan warna antara oranye dan kuning.
 
Hal ini, kata Al Mayadeen, mengindikasikan bahwa ledakan itu bukan disebabkan oleh bom-bom biasa, tapi bom-bom yang mengandung uranium dalam kapasitas besar dengan pengayaan rendah.
 
Ledakan bom-bom Israel, tersebut membawa banyak dampak negatif bagi warga sipil. Sejumlah laporan menyebutkan, Israel, sejak setahun lalu telah menggunakan jenis bom ini di Gaza, dan beberapa hari lalu menggunakannya terhadap penduduk Lebanon.
 
Berdasarkan hasil penyelidikan yang telah diakukan, bom-bom tersebut adalah MK-84 yang memiliki bobot hingga 2.000 pon atau setara dengan 907 kilogram.

 

Terorisme teknologi adalah bentuk baru yang belum lama ini menjadi metode teror mengerikan yang dilakukan Israel, di Lebanon.

Sebagaimana diketahui, Rezim Zionis minggu lalu melancarkan peledakan luas dalam waktu dua hari dengan menggunakan peralatan-peralatan komunikasi di Lebanon.
 
Oleh karena itu, pada kesempatan kali akan diulas secara singkat seputar bahaya menjalin hubungan perdagangan dengan Israel, dan dampak-dampak aksi teror terhadap perekonomian Rezim Zionis.
 
 
Ketidakamanan Pasar Dunia
 
Salah satu instrumen yang digunakan negara-negara Barat, adalah mengendalikan pasar. Kenyataannya kendali atas semua yang dijual, diproduksi, dan diberikan izin, ada di tangan negara-negara Barat.
 
Akan tetapi saat ini muncul pertanyaan besar, apakah ada jaminan bahwa negara-negara Barat, dan Rezim Zionis, tidak memasang bom di produk-produknya?
 
Bruce Schneier, pakar keamanan teknologi di Harvard Kennedy School, dalam catatannya di surat kabar New York Times menulis, "Masih tidak jelas bagaimana kita bisa melindungi diri dari serangan-serangan semacam ini. Rantai jaminan hi-tech (teknologi tinggi), kompleks dan global."
 
Paolo Triolo, pakar masalah kebijakan di bidang teknologi meyakini bahwa serangan teror terbaru Israel, di Lebanon, kemungkinan telah menciptakan kekhawatiran di negara lain bahwa rantai jaminan peralatan elektronik akan menjadi sensitif, dan evaluasi atas bahaya potensial bersandar pada para pemasok tak dikenal, harus dilakukan kembali.
 
Surat kabar New York Times menulis, "Komputer-komputer kita rentan bahaya, oleh karena itu dapat dikatakan bahwa kendaraan, lemari es, termostat rumah, dan banyak peralatan lainnya di sekitar kita, tidak terkecuali dari bahaya ini."
 
 
Dampak Negatif Terorisme Teknologi bagi Ekonomi Israel
 
Para analis mengatakan serangan terbaru Israel, bukan hanya merugikan kepentingan strategis rezim ini, tapi juga ekspor produk-produk teknologi negara-negara Barat dan Israel.
 
Patrick Kingsley, jurnalis surat kabar New York Times, menulis, "Israel, dalam pandangan kawan dan lawan, dari sisi teknologi, kuat, tapi dari sisi strategi, nampak kebingungan."
 
Mantan Perdana Menteri Rezim Zionis Ehud Olmert, meyakini bahwa para pejabat tinggi Israel, gagal dalam melakukan langkah-langkah efektif.
 
 
Runtuhnya Kuasa Dolar Seiring Hilangnya Kepercayaan Dunia
 
Terorisme teknologi yang buktinya terlihat dalam peledakan peralatan komunikasi di Lebanon, di sampaing penyalahgunaan Amerika Serikat, atas pengaruh dolar, secara perlahan sedang menggerus kepercayaan dunia terhadap Barat.
 
Sekarang hegemoni AS, sebagai pedukung terbesar Israel, sedang jatuh, dan dengan ditemukannya model-model alternatif serta aliansi-aliansi ekonomi non-Barat, seperti BRICS atau Organisasi Kerja Sama Shanghai, yang menempuh upaya-upaya lebih adil dalam menumbuhkan ekonomi negara-negara dunia, telah menempatkan AS, pada posisi sulit dalam menjaga pengaruh globalnya.

Pengguna jejaring sosial X seraya merilis tweet, memuji mendiang sekjen Hizbullah Lebanon, Syahid Sayid Hassan Nasrullah.

Kesyahidan sekjen Hizbullah Lebanon memicu gelombang di media sosial termasuk medsos X, dan laporan Parstoday berikut ini memuat sejumlah tweet tersebut:

 

Sayid Hassan Nasrullah, Gunung yang Kokoh

 

Tasaduq Hussain seraya merilis gambar Syahid Sayid Hassan Nasrullah menyebutnya seperti gunung yang kokoh, dan menulis:

 

83 ton bom digunakan untuk menggugurkanmu, karena kamu adalah gunuh yang kokoh. (83 tons of explosives Because you are a mountain).

 

Bangkit untuk Gaza

 

Akun Uncle Hoz seraya merilis gambar gugurnya Sayid Hassan Nasrullah menulis:

 

Apa pun pandangan Anda tentangnya, Hassan Nasrullah terbunuh karena ia membela Gaza. Di saat tidak ada Pemimpin Arab yang mau melakukannya.

 

Nasrullah; Syuhada di pihak yang benar dalam sejarah

 

Kim Iversen, seorang presenter TV terkenal Amerika, menerbitkan sebuah postingan di jejaring sosial X dan menggambarkan Syahid Sayid Hassan Nasrullah sebagai berikut:

 

Apa pun pendapat Anda tentang Hizbullah, penting bagi kita untuk mengingat alasan mereka menargetkan Israel adalah untuk menekan rezim ini agar menghentikan genosida terhadap warga Palestina. Nasrullah gugur sebagai syuhada sejati saat membela mereka yang tak berdaya. Ia berada di pihak yang benar dalam sejarah.

 

Unsur Pemersatu Syiah dan Sunni

 

Hussain Makke, mahasiswa ilmu-ilmu Islam seraya merilis tweet menjelaskan sosok Syahid Nasrullah sebagai berikut:

 

Pemimpin Syiah yang terbunuh dalam membela saudara-saudara Sunninya. 

 

Presiden Amerika Serikat terus memberikan lampu hijau kepada rezim Zionis untuk melanjutkan kejahatan terhadap kemanusiaan terhadap rakyat Palestina dan rakyat Lebanon, dan mengakui bahwa tidak ada pemerintah di Amerika Serikat yang membantu Israel sebanyak pemerintahannya.

“Tidak ada pemerintahan yang membantu Israel lebih dari pemerintahan saya,” kata Presiden AS Joe Biden baru-baru ini dalam sebuah pernyataan yang ditujukan kepada Zionis.

Menurut Pars Today, Biden, yang menurut pengakuannya sendiri adalah pendukung terbesar rezim Zionis dan penghasut perangnya, lebih lanjut mengklaim bahwa masalah pentingnya adalah mencegah perang skala penuh di kawasan Asia Barat.

Klaim Amerika untuk menciptakan perdamaian dan ketenangan di Asia Barat tidak sejalan dengan tindakannya dalam mendukung rezim Zionis. Sejak lama, Amerika Serikat, di bawah tekanan opini publik domestik dan global, mengaku berusaha melakukan gencatan senjata dan mencapai kesepakatan antarpihak untuk menghentikan perang di Gaza dan Lebanon.

Klaim ini dibuat ketika pemerintah AS selalu mengambil posisi ganda dan kontradiktif sejalan dengan keinginan lobi perang dan pembunuhan di Asia Barat. Permasalahan yang menyebabkan Perdana Menteri rezim Zionis tanpa rasa takut melanjutkan kejahatannya dan kini memperluas cakupan perang hingga ke Lebanon.

Pada masa pemerintahan Barack Obama, mantan Presiden Amerika Serikat, berdasarkan perjanjian antara Tel Aviv dan Washington, diputuskan bahwa Amerika Serikat setiap tahunnya akan menyumbangkan paket militer senilai 3,8 miliar dolar kepada rezim Zionis.

Di sisi lain, sejak dimulainya perang Israel dengan Hamas pada tanggal 7 Oktober 2023, Amerika Serikat telah memberlakukan undang-undang yang memberikan setidaknya $12,5 miliar bantuan militer kepada Israel, termasuk $3,8 miliar dari RUU Maret 2024 (berdasarkan nota kesepahaman saat ini ) dan $8,7 miliar dari pengesahan alokasi tambahan pada bulan April 2024.

Menurut laporan yang sama, jumlah bantuan militer AS ke Israel dari tahun 1946 hingga 2024 telah melebihi 230 miliar dolar berdasarkan nilai tukar dolar pada tahun 2022.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri AS baru-baru ini mengeluarkan pernyataan yang mengklaim alokasi paket bantuan kemanusiaan senilai 157 juta dolar untuk membantu penduduk yang terkena dampak di Lebanon dan wilayah lainnya.

Menanggapi alokasi paket reformasi kemanusiaan ini, televisi Al-Jazeera mengumumkan, Sekarang senjata yang disumbangkan oleh Amerika Serikatlah yang mendarat di warga sipil Lebanon. Dukungan diplomatik Washington yang luas juga semakin menguatkan para pejabat Tel Aviv untuk melakukan lebih banyak kekejaman di Asia Barat. Meski demikian, Amerika masih berusaha mempertahankan penampilannya yang menipu opini publik.

Terkait hal ini, Senator Demokrat Mark Kelly, anggota senior Komite Angkatan Bersenjata Senat AS mengakui bahwa rezim Zionis menggunakan bom berpemandu buatan AS dalam kejahatan baru-baru ini di Lebanon.

Surat kabar Washington Post, setelah memeriksa gambar-gambar yang diterbitkan oleh rezim Zionis, menulis, Israel kemungkinan besar menggunakan bom seberat 2.000 pon buatan Amerika Serikat dalam serangannya di Beirut yang menyebabkan kesyahidan Sayid Hassan Nasrallah, Sekretaris Jenderal Hizbullah.

 

Imam Muhammad Baqir, cucu Imam Husein dan Imam kelima Syi'ah, sangat terkenal dalam ilmu dan akhlaknya. Banyak hadits yang diriwayatkan dari beliau menjelaskan berbagai bidang seperti ilmu pengetahuan, akidah, Al-Qur'an serta bimbingan akhlak.

Tehran, Pars Today- Muhammad bin Ali bin Hussain bin Ali bin Abi Thalib yang dikenal sebagai Imam Muhammad Baqir adalah Imam Syiah kelima setelah ayahnya Imam Sajad.

Beliau merupakan keturunan Nabi Muhammad Saw dan cucu Imam Husein.

Julukannya yang paling terkenal adalah Baqir yang berarti pembelah atau pembuka, dan konon julukan ini diberikan kepadanya oleh Nabi Muhammad Saw sebelum ia dilahirkan.

Imam Baqir menjadi Imam selama kurang lebih 19 tahun.

Ia syahid pada tanggal 7 Dzulhijjah tahun 114 H dalam usia 57 tahun oleh raja Bani Umayyah karena penekanannya pada keadilan sosial.

Jenazah Imam Baqir  ini dimakamkan di pemakaman Baqi di Hijaz.

Menurut para sejarawan, Imam Muhammad Baqir menciptakan gerakan keilmuan yang mencapai puncaknya pada masa Imamah putranya Imam Sadiq.

Jumlah sahabat dan muridnya sebanyaj 462 orang.

Parstoday melaporkan, dalam rangka syahidnya tokoh agama dan akhlak ini, akan dikutip tujuh hadis berharga di bidang akhlak.

1- Zakat Ilmu

 

امام باقر(ع ): زَكاةُ العِلمِ أن تُعَلِّمَهُ عِبادَ اللّهِ .(الكافی:۱/۴۱ / ۳)

Imam Baqir berkata, "Zakat ilmu adalah mengajarkannya kepada hamba Allah,".

 

2- Memberikan bimbingan kepada orang lain

الإمام الباقر(ع ): مَن عَلَّمَ بابَ هُدىً فَلَهُ مِثلُ أجرِ مَن عَمِلَ بِهِ، ولا ینقُصُ اُولئِكَ مِن اُجورِهِم شَیئا .

Imam Baqir berkata, "Siapa pun yang mengajarkan jalan petunjuk kepada [orang lain], sebagaimana pahala akhirat (dan keberkahan duniawi) bagi siapa pun yang mengamalkannya, maka itu menjadi miliknya, dan tidak ada yang dikurangi dari pahala Ilahi bagi orang yang melakukannya,".

3- Setan lebih menyukai kematian ulama darpada ahli ibadah

الإمام الباقر(ع ): واللّهِ لَمَوتُ عالِمٍ أحَبُّ إلى إبلیسَ مِن مَوتِ سَبعینَ عابِدًا .

Imam al-Baqir berkata, "Demi Tuhan, kematian seorang yang berilmu lebih disukai Iblis daripada kematian tujuh puluh orang yang ahli ibadah,".

 

Menurut seorang peneliti, ketika manusia menderita, mereka memahami bahwa hanya Tuhan yang bisa menolongnya. Namun ketika menerima kebahagiaan dan kelapangan hidup, mereka juga memberikan peran kepada selain Tuhan, karena mereka lupa bahwa semuanya berada dalam kendali-Nya.

Memohon kepada Allah swt bukan hanya dalam kesulitan, tetapi juga untuk kebahagiaan. Doa sangat penting dalam pemikiran Islam dan Al-Quran. Dalam konteks mengkaji fungsi doa dan pengaruhnya terhadap jiwa dan ruh manusia, Dr. Mohammad Abedi, dosen Institut Kebudayaan dan Pemikiran Islam Iran, berbicara kepada kantor berita Mehr, yang dapat Anda lihat ringkasannya di situs Parstoday berikut ini.

Struktur penciptaan manusia sedemikian rupa sehingga setiap manusia dalam situasi kehidupan pribadi dan sosial, bahkan dalam kesendirian, setiap kali ia menemui jalan buntu, maka ia berpaling kepada Tuhan dan memanggilnya. Artinya, doa adalah ciri umum dan alamiah seluruh umat manusia; Tentu saja, akal sehat ini mungkin tidak terlalu terlihat pada lapisan luar kepribadian manusia, karena berbagai masalah dan hubungan di dunia. Tetapi ketika terjadi kecelakaan dan ditimpa musibah, maka tidak ada yang dapat dilakukan untuk menyelamatkan seseorang, kecuali kembali memohon kepada Allah swt.

Ayat-ayat Al-Quran memperhatikan secara seksama kondisi puncak kesulitan seluruh umat manusia, dan menarik mereka ke arah permainan hidup dan mati dengan mengingat Tuhan dan tidak melupakan-Nya dalam kehidupan normal dan sehari-hari mereka. kehidupan yang tidak bertentangan dengan tatanan individu, sosial, politik, ekonomi, budaya, dan keluarga.
Dr.Mohammad Abedi, dosen Institut Kebudayaan dan Pemikiran Islam Iran
Ketika manusia disakiti, mereka memahami bahwa hanya Tuhan yang menjadi tempat bergantung, namun ketika kebahagiaan dan kelapangan hidup menimpa, mereka juga memberikan peran kepada selain Tuhan. Al Quran surat az Zumar ayat 8 menjelaskan,

وَإِذَا مَسَّ الْإِنسَانَ ضُرٌّ دَعَا رَبَّهُ مُنِيبًا إِلَيْهِ ثُمَّ إِذَا خَوَّلَهُ نِعْمَةً مِّنْهُ نَسِيَ مَا كَانَ يَدْعُو إِلَيْهِ مِن قَبْلُ وَجَعَلَ لِلَّهِ أَندَادًا لِّيُضِلَّ عَن سَبِيلِهِ ۚ قُلْ تَمَتَّعْ بِكُفْرِكَ قَلِيلًا ۖ إِنَّكَ مِنْ أَصْحَابِ النَّارِ ‎

Dan apabila manusia itu ditimpa kemudharatan, dia memohon (pertolongan) kepada Tuhannya dengan kembali kepada-Nya; kemudian apabila Tuhan memberikan nikmat-Nya kepadanya lupalah dia akan kemudharatan yang pernah dia berdoa (kepada Allah) untuk (menghilangkannya) sebelum itu, dan dia mengada-adakan sekutu-sekutu bagi Allah untuk menyesatkan (manusia) dari jalan-Nya. Katakanlah: "Bersenang-senanglah dengan kekafiranmu itu sementara waktu; sesungguhnya kamu termasuk penghuni neraka".

Mari kita lihat beberapa contoh. Misal yang pertama ketika kita berada kapal di tengah lautan luas Salah satu tempat yang setiap manusia merasa kecil dan tidak berdaya saat pertama kali melihatnya adalah laut. Tuhan menggunakan pengalaman manusia ini untuk menyadarkannya bahwa doa adalah sifat setiap manusia. Namun ketika kondisi reda, mereka kembali menyekutukan-Nya. Surat Al-Ankabut ayat 65 menjelaskan,

فَإِذَا رَكِبُوا فِي الْفُلْكِ دَعَوُا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ فَلَمَّا نَجَّاهُمْ إِلَى الْبَرِّ إِذَا هُمْ يُشْرِكُونَ 

Maka apabila mereka naik kapal mereka berdoa kepada Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya; maka tatkala Allah menyelamatkan mereka sampai ke darat, tiba-tiba mereka (kembali) mempersekutukan (Allah)

Al-Quran memberikan contoh lain dalam surat Luqman ayat 32 yang berbunyi:

وَإِذَا مَسَّ الْإِنْسَانَ ضُرٌّ دَعَا رَبَّهُ مُنِيبًا إِلَيْهِ ثُمَّ إِذَا خَوَّلَهُ نِعْمَةً مِنْهُ نَسِيَ مَا كَانَ يَدْعُو إِلَيْهِ مِنْ قَبْلُ وَجَعَلَ لِلَّهِ أَنْدَادًا لِيُضِلَّ عَنْ سَبِيلِهِ ۚ قُلْ تَمَتَّعْ بِكُفْرِكَ قَلِيلًا ۖ إِنَّكَ مِنْ أَصْحَابِ النَّارِ

Dan apabila mereka dihantam ombak yang besar, mereka menyeru Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya maka tatkala Allah menyelamatkan mereka sampai di daratan, lalu sebagian mereka tetap menempuh jalan yang lurus. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami selain orang-orang yang tidak setia lagi ingkar.

Al-Qur'an juga menekankan pada saat ini bahwa jika manusia memohon kepada Tuhan, maka Dia akan menjawabnya, sebagaimana ditegaskan dalam al-Quran surat al-Naml ayat 62: 

أَمَّن يُجِيبُ الْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوءَ وَيَجْعَلُكُمْ خُلَفَاءَ الْأَرْضِ ۗ أَإِلَٰهٌ مَّعَ اللَّهِ ۚ قَلِيلًا مَّا تَذَكَّرُونَ

Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi? Apakah disamping Allah ada tuhan (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingati(Nya).

Ini adalah ayat yang kita semua bacakan ratusan kali, terutama di masjid-masjid dan lainnya. Kalian pasti pernah mendengar bahwa ayat ini untuk orang yang sakit, untuk orang yang ditimpa masalah besar, yaitu keadaan darurat atau ditimpa badai.

Berapa kali kita membaca doa ini yang berarti bahwa meskipun seseorang, sebuah institusi, sebuah negara, dan sebuah kekuasaan tidak menyadari keseluruhan permainan kehidupan pribadi, politik, ilmu pengetahuan, ekonomi, dan sebagainya, namun menyadari Tuhan pada puncak masalah yang dihadapinya, maka Tuhan tetap tidak akan membiarkannya. Inilah puncak kasih sayang, belas kasihan, kebaikan, berada di sisi umat manusia dan berjanji tidak akan meninggalkannya.
Dalam seluruh ayat tersebut terdapat satu hal yang penting, tauhid, yaitu kesadaran serta pemahaman bahwa seseorang hendaknya hidup hanya sesuai dengan kehendak dan hukum Tuhan. Artinya, Allah berkali-kali menekankan agar manusia berhati-hati dan yakin bahwa segala sesuatu ada di tangan-Nya, dan tidak ada selembar daun pun yang jatuh ke tanah tanpa izin-Nya. Demikian juga dalam kehidupan kita, dalam masalah ekonomi, pernikahan, politik dan lainnya penting untuk terus memohon kepada-Nya.