کمالوندی

کمالوندی

Jumat, 18 Oktober 2019 17:36

Pesan Pawai Arbain Imam Husein as

Tradisi berjalan kaki untuk memperingati Hari Arbain Imam Husein as memiliki sejarah panjang dalam Islam, tetapi kegiatan ini telah mendunia dalam beberapa tahun terakhir.

Pawai jutaan manusia untuk memperingati Hari Arbain membawa beberapa pesan penting antara lain: menyebarkan makrifat insani, menafikan rasisme, mempromosikan perdamaian, menanamkan nilai-nilai etika dalam hubungan sosial, menegaskan keberanian para pengikut Imam Husein as, dan juga menunjukkan kekuatan poros perlawanan di wilayah Timur Tengah.

Pesan pertama pawai Arbain adalah ekspresi kecintaan kepada Imam Husein as yang menjadi penyatu para pengikut Syiah. Kesyahidan Imam Husein dan para sahabatnya di Karbala telah menjadi landasan ideologis di tengah komunitas Syiah.

Peringatan kesyahidan imam ketiga Syiah ini bahkan telah mendunia, di mana masyarakat dari berbagai negara dan bahkan non-Muslim juga mengikuti pawai Arbain. Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Sayid Ali Khamenei mengatakan pawai Arbain adalah bukti dari penyebaran makrifat Huseini.

Pesan kedua pawai ini adalah menafikan rasisme. Kegiatan ini tidak hanya dihadiri oleh komunitas Syiah, tetapi juga oleh masyarakat Sunni dan pengikut agama lain terutama Kristen, serta warga Afrika dan kulit putih.

Ini menunjukkan bahwa agama Islam tidak hanya menolak rasisme, tetapi juga menganggapnya sebagai perkara batil. Ayatullah Khamenei dalam pertemuan dengan para tokoh Irak, pemilik posko pelayanan peziarah baru-baru ini, mengatakan Imam Husein as bukan hanya milik Syiah, tetapi milik semua mazhab Islam baik Syiah maupun Sunni serta milik umat manusia. Oleh karena itu, kita juga menyaksikan kehadiran non-Muslim dalam pawai Arbain.

Pesan ketiga pawai besar Arbain adalah menyerukan perdamaian dan ketenangan di dunia. Kegiatan ini diikuti oleh masyarakat dari berbagai negara dan beragam latar belakang, tetapi sama sekali tidak ditemukan kekerasan, gesekan, dan gangguan keamanan di tengah mereka.

Padahal pawai ini berlangsung di Timur Tengah, sebuah wilayah yang terjebak dalam konflik antar-negara dan perang melawan teroris. Namun, pawai ini berjalan damai dan jauh dari segala bentuk kekerasan. Inilah ajaran Islam murni yang bertolak belakang dengan Islam ala Amerika.

Pertemuan Ayatullah Khamenei dengan para tokoh Irak, pemilik posko pelayanan peziarah di Tehran.
Imam Husein dan Arbain mampu menyatukan hati kaum Muslim di sebuah tempat, berdampingan dalam persahabatan, meninggalkan segala bentuk fanatisme, menanggalkan segala perbedaan budaya, semua etnis dan kelompok dengan persoalannya masing-masing berkumpul bersama untuk menghayati perjuangan cucu baginda Rasulullah Saw.

Pesan keempat pawai Arbain adalah tegaknya nilai-nilai moral dalam hubungan sosial masyarakat. Para peserta pawai meninggalkan egoisme dan memilih saling menghormati dan saling membantu, serta bertutur dengan sopan.

Para peserta pawai Arbain memegang teguh nilai-nilai moral dalam hubungan sosial. Mereka tidak mengenal lagi strata sosial, latar belakang etnis, suku bangsa, dan bahkan agama, semua berbaur dalam satu barisan umat manusia. Dari setiap penjuru yang berujung ke Karbala, nilai-nilai kemanusiaan tertancap kuat dalam diri mereka seperti berlomba untuk mengabdikan diri kepada para peziarah.

Mereka melakukan semua itu bukan atas dasar pertimbangan materi, tetapi semata-mata mencari keridhaan Allah Swt, mengangungkan syiar-syiar agama, dan menyebarkan nilai-nilai perjuangan Imam Husein as.

Pesan kelima pawai Arbain adalah bahwa para penerus jalan dan pemikiran Imam Husein tidak pernah gentar terhadap konspirasi dan kekerasan yang disusun oleh musuh.

Kegiatan ini berlangsung semakin meriah dari tahun ke tahun meskipun para penentangnya berusaha mencegah kehadiran pecinta Imam Husein di Karbala dengan mengobarkan kekerasan dan kekacauan.

Di tahun-tahun sebelumnya, Daesh dan kelompok teroris lain menebarkan teror di setiap sudut Irak, tetapi para pecinta Sayyidu Syuhada tidak gentar dengan aksi mereka dan tetap menggelar pawai Arbain. Para peziarah datang untuk menyebarkan pesan perdamaian, persaudaraan, toleransi, dan saling menghormati dalam hubungan sosial.

Salah seorang peserta pawai Arbain dari Thailand.
Di tahun ini, beberapa kota di Irak juga menyaksikan aksi protes anti-pemerintah bersamaan dengan pelaksanaan pawai Arbain. Campur tangan asing dan ulah provokator telah mengubah protes damai itu menjadi aksi kekerasan, yang menewaskan lebih dari 100 orang dan melukai lebih dari 6.000 lainnya.

Protes yang disertai kekerasan ini juga bertujuan untuk menggagalkan pelaksanaan pawai Arbain tahun ini. Pawai ini dianggap sebagai kekuatan lunak poros perlawanan di Timur Tengah, di mana jumlah pesertanya terus bertambah setiap tahun.

Namun, tujuan itu tidak terwujud dan pawai Arbain tahun ini tetap berlangsung dengan jumlah peserta yang meningkat dari tahun lalu.

Para pengikut Imam Husein as memiliki kearifan dan mereka tidak takut terhadap kekerasan terencana. Pada dasarnya, pawai besar Arbain telah menjadi sebuah pentas menuntut keadilan dan anti-penindasan, bukan hanya untuk kaum Muslim, tetapi untuk seluruh penuntut kebebasan di dunia.

"Jika kapasitas besar bangsa-bangsa Muslim di Timur Tengah dan Afrika Utara kita gabungkan dan menunjukkan aksi nyatanya, maka makna hakiki kemuliaan Ilahi dan peradaban besar Islam akan tampak jelas bagi dunia," kata Ayatullah Khamenei.

Pesan keenam pawai Arbain adalah untuk menunjukkan kekuatan poros perlawanan di Timur Tengah. Sejarah pawai ini berakar dari ideologi Muslim Syiah dan menjadi salah satu unsur kekuatan lunak mazhab Syiah di Dunia Islam dan internasional. Selain sebagai elemen persatuan dan interaksi umat, juga memiliki banyak pengaruh di bidang politik.

Pawai Arbain diikuti oleh jutaan manusia dan dilakukan di tengah adanya ancaman dari kelompok-kelompok Salafi-Takfiri. Pelaksanaan kegiatan ini memperlihatkan kekuatan poros perlawanan di Timur Tengah, sebuah kekuatan yang berakar dari budaya dan pesan-pesan Asyura.

Budaya Asyura tidak menerima penindasan dan juga menolak melakukan penindasan terhadap orang atau negara mana pun. Memerangi kezaliman memiliki kedudukan khusus dalam budaya ini dan salah satu landasan budaya ini adalah membela orang-orang tertindas. 

Jumat, 18 Oktober 2019 17:35

Ziarah Arbain (10)

Pada bagian kesepuluh "Ziarah Arbain" dari 20 bagian ini, sejumlah pelayan peziarah yang dikenal dengan "Pelayan Imam Husein as" menyampaikan pengalaman mereka selama melayani para peziarah yang datang dari berbagai negara dunia.

Arbain adalah peringatan mengenang 40 hari Kesyahidan Imam Husein as, cucu Baginda Nabi Muhammad Saw yang dibantai oleh pasukan Yazid di Karbala pada tanggal 10 Muharram 61 H.

Setiap tahun, jutaan peziarah Arbain dari berbagai kota di Irak dan negara-negara dunia, terutama dari negara-negara Muslim mengunjungi Karbala untuk menghadiri peringatan Arbain Huseini as.

Setelah tiba di Irak, mereka berjalan kaki dari kota Najaf menuju Karbala yang berjarak sekitar 82 km untuk menghadiri acara Arbain Huseini as. Masyarakat Irak menyediakan makanan, minuman dan tempat istirahat gratis di sepanjang rute ini.

Namun tak hanya penduduk Irak, para pelayan peziarah Arbain juga datang dari negara-negara lain seperti Iran, Pakistan, Kuwait dan Lebanon. Mereka menyediakan posko-posko pembagian makanan dan minuman serta posko kesehatan.

Berikut di antara komentar para pelayan peziarah Arbain dari Irak dan Lebanon:

Pelayan Peziarah Arbain dari Irak: "Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahirrabbil'alamin. Sesungguhnya jalan menuju Imam Husein as seperti meniti jalan yang lurus menuju jalan surga. Kami di sini  memberikan pelayanan kepada para peziarah Imam Husein as secara gratis dan tanpa mengharap imbalan. Kami tidak hanya memberikan pelayanan kepada penduduk lokal dan peziarah Irak, namun juga kepada semua peziarah dari berbagai negara: dari Iran, negara bersahabat dan bertetangga, dari Bahrain, dan dari sebagian negara Muslim, negara-negara Arab, dan dari negara-negara Eropa. Kemarin saya melihat para peziarah dari Meksiko, Amerika, Jerman dan negara-negara lainnya. Sesungguhnya Imam Husein as tidak hanya untuk umat Islam saja, namun juga untuk semua lapisan masyarakat, dan beliau menyerukan semua kepada persatuan dan perdamaian."

Pelayan peziarah Arbain dari Irak: "Dengan rahmat Allah Swt, kita telah belajar bahwa dunia ini adalah sementara, dan dunia ini adalah fana. Imam Ja'far Shadiq as berkata, 'Ambillah dari tempat berlalu ini sebagai (bekal) untuk tempat tinggal abadi'. Melayani para peziarah Imam Husein as adalah sebaik-baiknya bekal untuk akhirat."

Pelayan peziarah Arbain dari Lebanon: "Kami datang ke sini setiap tahun dan kami melihat beberapa perubahan terjadi di sini. Contohnya, tujuh tahun lalu, tak terlihat bangunan di sini, dan yang ada adalah tenda-tenda. Kini masyarakat membangun Huseiniyah-huseiniyah seperti hotel bintang lima untuk para peziarah. Kami berharap semua umat Islam datang untuk berziarah."

Jumat, 18 Oktober 2019 17:35

Pelayanan Medis kepada Peziarah Arbain

Peringatan Arbain di Karbala setiap tahunnya diikuti oleh jutaan peziarah dari berbagai negara dunia, terutama peziarah dari negara-negara Muslim.

Setelah para peziarah tiba di Irak, mereka berjalan kaki dari kota Najaf menuju Karbala yang berjarak sekitar 82 km untuk menghadiri acara Arbain Huseini as.  

Penduduk Irak sebagai tuan rumah menyiapkan berbagai pelayanan kepada para peziarah  dari penyediaan makanan dan minuman gratis hingga penjagaan keamanan serta pelayanan-pelayanan lainnya, termasuk pelayanan medis.

Mereka menyediakan posko-posko (Mokeb) pelayanan peziarah Arbain di berbabagai sudut kota Karbala dan rute perjalanan yang dilalui peziarah dari kota Najaf ke Karbala.

Namun tak hanya penduduk Irak, tim medis dari beberapa negara seperti Republik Islam Iran dan Pakistan  menyediakan posko-posko kesehatan dan menyiapkan puluhan dokter dan perawat untuk melayani peziarah yang sakit.

Pada tahun ini, Republik Islam Iran mengirim 160 ton obat dan peralatan medis ke Irak beserta tenaga medis untuk melayani para peziarah Arbain di Karbala.

Seperti halnya penyediaan makanan dan minuman secara gratis, pelayanan kesehatan tersebut juga tidak dipungut biaya.

Para peziarah dari beberapa negara dunia termasuk dari Oman, Kuwait, Pantai Gading dan India mengapresiasi pelayanan medis yang telah disiapkan. Mereka memuji pelayanan medis dan berterimakasih atas pelayaan tersebut.

Arbain adalah peringatan mengenang 40 hari Kesyahidan Imam Husein as, Cucu Baginda Nabi Muhammad Saw yang dibantai oleh pasukan Yazid di Karbala pada tanggal 10 Muharram 61 H.

Tanggal 20 Safar yang tahun ini bertepatan dengan tanggal 19 Oktober 2019 adalah hari Arbain.

Jumat, 18 Oktober 2019 17:30

Ziarah Arbain (9)

Pada bagian kesembilan "Ziarah Arbain" dari 20 bagian ini, sejumlah pelayan peziarah yang terdiri dari polisi, koki dan petugas medis dari berbagai negara menceritakan sedikit tentang Arbain. Mereka juga mengajak umat Islam untuk bergabung dan menziarahi Imam Husein as

Arbain adalah peringatan mengenang 40 hari Kesyahidan Imam Husein as, Cucu Baginda Nabi Muhammad Saw yang dibantai oleh pasukan Yazid di Karbala pada tanggal 10 Muharram 61 H.

Setiap tahun, jutaan peziarah Arbain dari berbagai kota di Irak dan negara-negara dunia, terutama dari negara-negara Muslim mengunjungi Karbala untuk menghadiri peringatan Arbain Huseini as.

Mereka berkumpul di Karbala untuk memperingati Arbain atau 40 hari kesyahidan Imam Husein as, cucu tercinta Rasulullah Saw.

Setelah tiba di Irak, mereka berjalan kaki dari kota Najaf menuju Karbala yang berjarak sekitar 82 km untuk menghadiri acara Arbain Huseini as. Masyarakat Irak menyediakan makanan, minuman dan tempat istirahat gratis di sepanjang rute ini.

Selama bertahun-tahun, ulama dan para wali Allah Swt menekankan pentingnya dan besarnya keutamaan berziarah ke makam Imam Husain as pada Hari Arbain yang dilakukan dengan berjalan kaki dari arah Najaf ke Karbala.

Berziarah ke tempat-tempat suci merupakan sebuah ritual ibadah yang kembali ke masa nabi pertama yaitu Nabi Adam as. Dinukil dari riwayat bahwa ia sudah 70 kali mengunjungi Baitullah.

Jika ibadah dibarengi dengan kesulitan dan kepayahan – terlepas dari pahala yang besar – ia akan memberi kelezatan yang luar biasa dan semua kesulitan ini dengan sendirinya akan terasa mudah.

Kecintaan kepada Allah Swt, Rasul Saw dan Ahlul Baitnya akan meringankan langkah kaki manusia di jalan ini dan mengantarkan mereka pada kelezatan spiritual.

Menziarahi makam Imam Husein as, cucu baginda Nabi Muhammad Saw di Karbala memiliki keutamaan yang tinggi. Para imam maksum berkata, "Kami semua adalah bahtera keselamatan, tetapi bahtera Husein bergerak lebih cepat."

Berziarah ke makam para imam maksum as adalah bukti nyata dari kecintaan seseorang kepada Ahlul Bait as. Kegiatan ini akan menumbuhkan ketaatan kepada mereka dan memperbaiki janji setia dengan para manusia suci tersebut. Ziarah hari Arbain Imam Husein as juga termasuk salah satu dari kesempatan yang langka.

Berikut di antara cerita, ungkapan dan ajakan para pelayan peziarah Arbain dari Irak, Kuwait, Lebanon, Iran dan Pakistan:

Pelayan peziarah dari Lebanon: "Setiap tahun kami melihat banyak orang dari berbagai kebangsaan dan negara berada di jalan Imam Husein as. Ada orang Lebanon, Amerika, Kanada dan dari semua negara. Kami berharap semua Syiah di dunia atau Sunni akan datang ke jalan Imam Hussein as ini. Sebab, di sini adalah obat bagi semua."

Pelayan peziarah dari Kuwait: "Kami mengajak kepada yang belum berziarah untuk datang dan berziarah. Mereka bisa melihat masyarakat dan menyaksikan apa yang dilakukan masyarakat untuk melayani para peziarah Imam Husein as."

Pelayan peziarah dan polisi Irak: "Isya Allah kita menjadi tentara Imam Husein as, dan bisa melaksanakan tugas dan kewajiban kita serta melayani para peziarah. Kami akan  mengerahkan segala kemampuan kami untuk melayani para peziarah Aba Abdillah Husein as."

Pelayan peziarah dari Irak: "Kami mengatakan kepada saudara-saudara kami turis dan saudara-saudara kami dari Barat di semua sudut dan titik dunia bahwa kami melayani Anda dan melayani Imam Husein as. Kami menyambut Anda dan setiap langkah yang Anda lakukan setara dengan seribu langkah."

Pelayan pezirah dan petugas medis dari Iran: "Tidak ada pasien sendirian di sini, baik itu dari kebangsaan atau agama apapun atau dari mana saja di dunia."

Pelayan peziarah dan petugas medis dari Pakistan: "Saya mengatakan bahwa mereka yang beraktivitas di bidang medis, jika mereka ingin, mereka bisa mendapat pengalaman kunjungan ini sebagai peziarah, dan mereka juga bisa mendapat pengalaman ini melalui cara yang terbaik. Mereka bisa memperoleh pahala lebih, dan kamp medis ini adalah kesempatan terbaik untuk melakukannya." 

Khatib Shalat Jumat kota Tehran menyebut pawai Arbain Imam Hussein as sebagai barisan para penuntut kebebasan dunia dalam menghadapi musuh. Menurutnya, pawai Arbain saat ini sudah berubah menjadi mimpi buruk bagi musuh.

Hujatulislam Mohammad Javad Haj Ali Akbari, Jumat (18/10/2019) mengapresiasi kerja keras pemerintah dan rakyat Irak dalam menyelenggarakan pawai akbar Arbain Imam Hussein dan menuturkan, ketika jutaan orang meneriakkan 'Labaik Ya Hussein' dalam pawai Arbain, maka tubuh kubu arogan bergetar.
 
Ia menegaskan, Arbain Imam Hussein, adalah sarana ampuh untuk mempercepat keruntuhan imperialisme global.
 
Menurut Haj Ali Akbari, logika Arbain Imam Hussein akan memenangkan Islam. Logika Arbain adalah perlawanan, harapan, perjuangan tak kenal lelah, kemenangan total, garis pemisah dengan musuh, keberanian dan kasih sayang para pecinta kemanusiaan.
 
Tanggal 20 Safar yang bertepatan dengan 19 Oktober 2019 adalah 40 hari kesyahidan Imam Hussein as dan sahabat setianya di Karbala, atau lebih dikenal dengan hari Arbain.

Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, Mohammad Javad Zarif Kamis (17/10/2019) sore dalam kontak telepon terpisah dengan sejawatnya dari Irak, Rusia dan Suriah membahas transformasi terbaru kawasan khususnya utara Suriah.

Menurut laporan IRNA, di kontak terpisah menlu Iran Kamis sore dengan sejawatnya dari Rusia, Irak dan Suriah, kedua pihak menilai penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah Suriah sebagai keharusan untuk meraih stabilitas berkesinambungan dan jangka panjang kondisi di tepi timur Furat.

Di kontak telepon ini juga ditekankan untuk membentuk dialog antara Damaskus dan Ankara serta antara petinggi Suriah dan perwakilan Kurdi.

Menurut laporan Deplu Iran, dialog antara Zarif dengan petinggi berbagai negara kawasan untuk menghentikan total invasi Turki ke utara Suriah masih terus berlanjut.

Turki pekan lalu memulai invasi militernya ke utara Suriah dan Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa tujuan operasi ini untuk menghancurkan Partai Buruh Kurdistan (PKK) dan Unit Pertahanan Rakyat (YPG).

Agresi militer Turki ke utara Suriah meski mendapat penentangan luas regional dan internasional tetap dilaksanakan. 

Angkatan Bersenjata Suriah setelah berhasil menguasai kota Ayn Al Arab (Kobane) terus bergerak ke wilayah Souq Al Hal di utara Kobane, yang berjarak 100 meter dari perbatasan Turki.

IRNA (17/10/2019) mengutip surat kabar Al Watan melaporkan, pemerintah Suriah setelah 7 tahun, berhasil merebut kembali kontrol bagian utara negara itu di dekat garis perbatasan Turki.

Sebagaimana diberitakan Al Watan, saat ini bendera Suriah sudah berkibar di seluruh wilayah perbatasan Turki.

Militer Suriah, Rabu (16/10) masuk ke kota Ayn Al Arab di perbatasan Turki, dan sebelumnya menguasai penuh kota Manbij dan distrik-distrik di sekitarnya. 

Presiden Suriah saat bertemu Penasihat Keamanan Nasional Irak, memperingatkan Turki dan agresi militer negara itu ke wilayah-wilayah di timur Sungai Eufrat.

Fars News (17/10/2019) melaporkan, Bashar Assad mengatakan, Suriah akan melawan agresi militer Turki di utara negara ini.

Presiden Suriah dalam pertemuan dengan Penasihat Keamanan Nasional Irak, Falih Al Fayyadh di Damaskus, memprotes keras langkah militer Turki di utara Suriah.

Menurutnya, kerakusan sebagian negara asing di kawasan sepanjang sejarah tidak pernah berhenti, dan serangan Turki ke Suriah dilakukan dalam kerangka kebijakan ini, meskipun Ankara meneriakkan slogan-slogan bohong.

Assad menilai operasi militer Turki di utara Suriah sebagai agresi nyata dan menjelaskan, Suriah di berbagai wilayah sudah membalas dengan menyerang para teroris dukungan Turki, dan di wilayah Suriah manapun, Damaskus akan melawan serangan Turki dengan cara-cara konstitusional dan mungkin. 

Jumat, 18 Oktober 2019 17:26

Reaksi Assad atas Serangan Militer Turki

Presiden Suriah Bashar al-Asssad dalam mereaksi serangan militer Turki ke wilayah utara negaranya, mengatakan Damaskus akan membalas serangan tersebut.

Dalam pertemuan dengan Penasihat Keamanan Nasional Irak, Falih al-Fayyad di Damaskus, Kamis (17/10/2019), Assad menegaskan Damaskus akan menghadapinya di wilayah mana pun di Suriah melalui semua cara yang sah.

Dia menganggap serangan militer Turki ke Suriah Utara sebagai agresi terang-terangan.

Militer Turki menggempur Suriah Utara dengan tujuan memerangi milisi Kurdi dan mengatasi gangguan keamanan di perbatasan kedua negara. Operasi Mata Air Perdamaian ini dilakukan atas perintah Presiden Recep Tayyip Erdogan.

Pemerintah Ankara percaya bahwa perbatasan Turki-Suriah tidak aman dan masalah ini perlu diatasi dengan menggelar sebuah operasi baru. Ankara menghadapi dua persoalan utama yaitu kehadiran milisi Kurdi di daerah perbatasan dan hilir-mudik teroris antara perbatasan Turki-Suriah.

Turki dan Suriah sebenarnya memiliki Perjanjian Adana 1998 untuk memerangi kehadiran teroris di perbatasan. Kerja sama kedua pihak untuk menumpas teroris ini juga didukung oleh Republik Islam Iran dan Rusia. Pelaksanaan perjanjian itu dianggap sebagai cara terbaik untuk mengatasi kekhawatiran Turki.

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif dalam pembicaraan telepon dengan mitranya dari Rusia, mengatakan Damaskus dan Ankara harus melakukan dialog, demikian juga dengan pemerintah Suriah dan perwakilan Kurdi.

"Tehran dan Moskow siap memfasilitasi pembicaraan ini," tambahnya.

Tindakan sepihak di negara lain, tidak akan membantu mengakhiri kekhawatiran Turki, tetapi justru menambah kekacauan di kawasan. Memerangi terorisme adalah tuntutan semua negara dan dalam hal ini, pemerintah Suriah membutuhkan dukungan internasional, dan Turki harus melakukan perang ini bersama dengan militer Suriah.

Kerja sama konstruktif ini menuntut semua pihak untuk menghormati kedaulatan dan integritas teritorial negara lain, namun Turki mengabaikan prinsip mendasar ini. Oleh sebab itu, Presiden Assad mereaksi keras tindakan sepihak Turki.

Keamanan yang berkelanjutan di perbatasan Turki dan Suriah akan tercipta dengan melibatkan pemerintah Damaskus dan melaksanakan langkah-langkah yang disepakati oleh kedua pihak.

Ditambah lagi, Turki, Iran, dan Rusia yang terlibat dalam perundingan Astana, berulang kali menekankan pentingnya menghormati kedaulatan nasional dan integritas teritorial Suriah.

Kedutaan Besar Kanada dan Australia di Beirut ditutup sebagai dampak dari aksi unjuk rasa warga Lebanon, Kamis (17/10/2019) malam.

Mehr News (18/10) melaporkan, menyikapi aksi unjuk rasa warga Lebanon yang semakin meluas, Kedubes Kanada di Beirut, Jumat (18/10) mengumumkan penutupan kedubes hingga waktu yang belum ditentukan.
 
Dubes Australia untuk Lebanon, Rebekah Grindlay mengatakan, Canberra memutuskan untuk menutup kedubesnya di Beirut sampai situasi benar-benar pulih kembali.
 
Sementara itu Kedubes Arab Saudi dan Uni Emirat Arab di Beirut menghimbau warganya untuk berhati-hati dan mengikuti perkembangan situasi di Lebanon.
 
Sejumlah kota Lebanon dilanda aksi unjuk rasa pada hari Kamis (17/10) untuk memprotes penerapan pajak pada panggilan telepon berbasis internet. (