کمالوندی
Transparansi terhadap IAEA, Komitmen Nuklir Iran
Tim inspektur Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengunjungi Iran untuk meninjau langsung situs nuklir negara itu. Bersamaan dengan masuknya tim inspektur IAEA ke reaktor nuklir Arak, yang merupakan bagian dari kesepakatan nuklir antara Iran dan IAEA, Juru Bicara Organisasi Energi Atom Iran (AEOI), Behroush Kamalvandi hari Sabtu (17/12) menyatakan bahwa pengujian pertama terhadap generasi terbaru sentrifugal sudah selesai. Kamalvandi menegaskan sikap Iran untuk melanjutkan pengolahan uranium demi memenuhi kebutuhan energi listrik dan medis.
Organisasi Energi Atom Iran (AEOI) dalam sebuah pernyataan hari Rabu (4/12) mengatakan, "kunjungan Inspektur IAEA adalah indikasi niat baik Tehran untuk menghapus ambiguitas tentang status damai program nuklirnya." Sebelumnya, Direktur AEOI, Ali Akbar Salehi dan Direktur Jenderal IAEA, Yukiya Amano pada tanggal 12 November lalu menandatangani pernyataan bersama di Tehran mengenai peta jalan bagi kerjasama yang lebih luas mengenai nuklir Iran.
Berdasarkan kesepakatan tersebut, Iran, secara sukarela, mengizinkan inspektur IAEA mengunjungi situs air berat, Arak dan tambang Gachin di Bandar Abbas, Iran selatan. Di sisi lain, Iran juga meminta IAEA bersikap objektif terkait masalah nuklir sipilnya.
Analis politik Iran mengatakan, tim penyelidik Badan Energi Atom Internasional (IAEA) harus menunjukkan sikap netralnya dalam melakukan inspeksi di instalasi nuklir Iran. Selain itu, tim inspektur IAEA juga harus menjaga kerahasiaan informasi mengenai instalasi nuklir Iran sesuai dengan perjanjian pelarangan produksi dan perluasan senjata nuklir (NPT), serta tidak menyerahkannya kepada pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
Di saat Iran menunjukkan sikap kooperatifnya dengan membuka jalan bagi inspektur IAEA mengunjungi situs nuklirnya, para pejabat AS melancarkan statemen kontraproduktif yang berada dalam pengaruh lobi Zionis, sebagaimana yang dikemukakan oleh Menlu AS John Kerry dan Menhan Chuck Hagel. Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Barack Obama hari Sabtu (7/12) mengungkapkan sikapnya mengenai diplomasi nuklir Iran dengan menyebut perundingan tersebut akan memberikan keuntungan lebih besar bagi Israel dan AS daripada aksi militer. Berbicara di Brookings Institution, Obama menjelaskan beberapa perbedaan antara dirinya dan Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu, yang terus menentang kesepakatan nuklir Iran.
Berdasarkan kesepakatan Jenewa, AS dan lima negara lainnya sepakat untuk mengurangi beberapa sanksi ekonomi terhadap Iran. Kesepakatan sementara tersebut juga memberikan waktu dan ruang untuk membahas perjanjian jangka panjang di mana Iran akan terus memperkaya uranium dalam "tingkat rendah", sedangkan enam kekuatan dunia akan mencabut sanksi terhadap Tehran.
"Tidak ada kubu politik di Tehran yang mentolerir apapun kecuali sebuah ‘solusi yang bermartabat' untuk sengketa nuklir selama satu dekade," tegas Obama. Pada kesempatan itu, Obama juga mengatakan AS tetap berkomitmen bagi kepentingan keamanan Israel.
Militer Suriah Kontrol Penuh Kota Al-Nabk
Militer Suriah dalam operasi pembersihan teroris di seluruh wilayah negara itu terutama di al-Qalamoun telah mengalami berbagai kemajuan termasuk pengontrolan kembali sebuah daerah di kawasan pegunungan tersebut.
Pasukan Suriah pada Sabtu (7/12) berhasil mengontrol kembali sebuah daerah di wilayah al-Qalamoun dekat kota al-Nabk, utara Damaskus, ibukota negara itu.
Menurut pejabat Suriah, pasukan telah berada di dalam kota al-Nabk yang terletak di 81 kilometer sebelah utara Damaskus.
Selama beberapa bulan terakhir, tentara Suriah telah merebut kembali berbagai daerah dan kota dari tangan para militan yang disponsori oleh berbagai pihak asing.
Militer Suriah pada tanggal 3 Desember menggelar operasi sapu bersih di daerah al-Arqoub yang terletak di sebelah timur laut al-Nabk dan berhasil menghancurkan sejumlah perangkat peledak militan.
BBC pada Sabtu melaporkan bahwa kelompok-kelompok teroris yang berafiliasi dengan al-Qaeda menggunakan "rumah-rumah persembunyian" di Turki selatan untuk mengirim militan asing ke Suriah.
Laporan tersebut menambahkan, Turki kini menjadi rute pasokan yang semakin terorganisir untuk militan-militan asingyang berusaha menggulingkan pemerintahan legal Presiden Suriah, Bashar al-Assad.
Seorang militan Perancis yang dikutip BBC mengatakan, ada ribuan dari kami yang berasal dari seluruh penjuru dunia.
Aktivitis Bahrain: Rezim Al Khalifa Tidak akan Bertahan Lama
Pemimpin Gerakan Kemerdekaan Bahrain mengatakan,perubahan regional dan internasional akan memaksa rezim Al Khalifa memenuhi tuntutan rakyat atau mengundurkan diri.
"Rezim bersikeras tidak akan memberikan hak-hak rakyat, tetapi pada saat yang sama perubahan regional akan memaksa rezim untuk ... runtuh," kata Saeed Shehabi dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Press TV, Sabtu (7/12).
Ia menambahkan, rezim Al Khalifa mengandalkan Arab Saudi untuk menumpas demonsran dengan brutal, tetapi kekuatan regional itu posisinya menjadisangat lemah secara politik, internal, regional dan internasional.
"Jadi saya tidak yakin rezim Bahrain akan bertahan lama, terutama jika rezim itu gagal untuk mengatasi tuntutan rakyat secepatnyasebelum terlambat," ujarnya.
Menurut Aktivis HAM itu, perubahan situasi internasional akan berpihak kepada rakyat Bahrain dan bertentangan dengan kepentingan rezim Al Khalifa.
Shehabi menyatakan optimis bahwa perubahan akan segera menyelesaikan situasi di Bahrain, namun ia mengatakan bahwa masyarakat Bahrain mungkin harus membayar mahal atas reformasi demokratis yang mereka perjuangkan.
Pemimpin Gerakan Kemerdekaan Bahrain lebih lanjut menekankan pentingnya kunjungan Menteri Pertahanan Amerika SerikatChuck Hagel baru-baru ini ke Bahrain ketika gejolak di negara pesisir Teluk Persia itu meningkat.
Menurutnya, Dialog Manama seharusnya membicarakan tentang hak-hak rakyat Bahrain dan membahas isu tersebut sebagai prioritas.
Hagel dan Menteri Luar Negeri Inggris, William Hague pada Jumat dan Sabtu menghadiri pertemuan keamanan selama dua hari di Manama, ibukota Bahrain, yang dikenal dengan Dialog Manama.
Bom Guncang Pasar, Lima Orang Tewas
Ledakan bom di sebuah pasar di Baghdad, ibukota Irak telah menewaskan lima orang dan melukai belasan lainnya.
Insiden itu terjadi Ahad (8/12) pagi di pasar yang ramai di kawasan Amil, barat daya Baghdad.
Menurut keterangan polisi, serangantersebut juga melukai belasan orang.
Belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan keji itu.
Pemboman tersebut terjadi sehari setelah 14 orang tewas dan beberapa lainnya terluka dalam serangkaian serangan dan pemboman di seluruh Irak.
Pemerintah Irak mengatakan,militan al-Qaeda telah meluncurkan sebuah perang terbukauntuk mengobarkan kekacauandi Negeri Seribu Satu Malam itu.
Sejauh bulan Desember ini, lebih dari 80 orang tewas dalam pemboman dan kekerasan di Irak.
Sejak awal tahun 2013, kekerasan di seluruh Irak telah menewaskan lebih dari 6.200 orang.
Penyelundupan Narkotika Melalui Bandara Soekarno-Hatta Meningkat
Kepala Kantor Bea dan Cukai Soekarno-Hatta Okto Irianto mengatakan kasus penyelundupan narkotika pada 2013 melalui Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, alami peningkatan drastis.
"Sejak awal Januari hingga 5 Desember, tercatat telah 89 kasus upaya penyelundupan narkotika yang berhasil digagalkan, kata Irianto di Tangerang, Minggu.
Sedangkan pada 2012, jumlah kasus penyelundupan narkotika yang berhasil digagalkan oleh Kantor Bea dan Cukai dan Polisi yakni sebanyak 39 kasus.
"Dibandingkan tahun 2012, jumlah penyelundupan kasus narkotika tahun ini alami peningkatan yang sangat drastis," ujarnya.
Sementara itu, nilai estimasi barang bukti hasil penindakan narkotika dengan jumlah 89 kasus yakni tercatat Rp316.963.475.000
Ia menjelaskan, dari 89 kasus penyelundupan yang berhasil digagalkan, terdiri atas berbagai jenis narkotika yang diamankan dengan rincian 414.585,5 tablet dan 133.115,8 gram.
Adapun jenis narkotika tersebut yakni shabu, ketamine, heroin, biji ganja, ekstasi, amphetamine, kokain, dan methylone.
Untuk tersangka, Okto menjelaskan, Warga Negara Indonesia (WNI) tercatat sebanyak 57 orang dan juga ada WNA (warga negara asing) dengan rincian dari Afrika Selatan dua orang, China (14), Filipina (4), Nigeria (4), Taiwan (7), USA (1), Malaysia (7), India (4), Vietnam (1), Jerman (2) dan warga negara Austria satu orang.
"Untuk tersangka, warga negara Indonesia paling banyak ditangkap karena bertugas sebagai kurir membawa narkotika dari luar negeri ke dalam negeri," katanya.
Para tersangka dan barang bukti telah diserahkan kepada Penyidik Polres Bandara Soekarno-Hatta, Penyidik Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri dan Penyidik Badan narkotika Nasional (BNN).
Para tersangka dijerat sesuai UU No 35 Tahun 2009 tentang narkotika pasal 113 ayat 1 dan 2 pidana penjara paling lama 15 tahun penjara dan pidana denda Rp10 Miliar. Karena barang bukti melebihi lima gram maka dipidana mati dan denda RP10 Miliar ditambah 1/3.
Hadis-Hadis Pilihan: 18 Azab Bagi yang Mengentengkan Shalat
عَن ابْنُ مَسْعُوْد قَالَ سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللَّهِ يَقُوْلُ
مَنْ تَهَاوَنَ فِي الصَلَاةِ مِنَ الرِّجَالِ وَالنِسَاءِ عَاقَبَهُ اللّه تَعَالَي بِثَمَانِيَّةَ عَشَرَ عُقُوبَةًسِتَّةٌ فِي الدُّنْيَا وَ تَلَاثَةٌ عِنْدَ مَوتِه وَ ثَلَاثَةٌ فِي قَبْرِهِ وَ ثَلَاثَةٌ فِي مَحشَرِهِ وَ ثَلَاثَةٌ عِنْدَ الصِّرَاطِ فَاَمّاَ فِاالدُّنْياَ ذِهَابُ البَرَكَةِ مِنْ رِزْقِهِ وَ ذِهَابُ البَرَكَة فِي حَيَوتِهِ وَ ذِهَابُ النُّوْرِ مِنْ وَجْهِهِ وَ لَا حَظَّ لَهُ فِي الإِسْلَامِ وَ لَا يُشْرِكهُ اللّهُ فِي دُعَاءِ الصَالِحِيْنَ وَ لَا يُسْتَجَابُ دُعَاءُه وَ اَمَّا الَّتِي عِنْدَ المَوْتِ فَالأَوَّلُ يَمُوْتُ ذَلِيْلاً وَ عَلَيْهِ ثِقْلاً كَأَنَّهُ الجَبَلُ وَ بِهِ ضَعْفاً كَأَنَّهُ يُضْرَبُ بِالسِيَاطِ وَ الثّانِيَةُ يَمُوْتُ عَطْشَاناً وَ لَو شَرِبَ مَاءَ الدُّنْيَا لَم يَرْوِ وَ الثَالِثَةُ يَمُوْتُ جَائِعاً وَلَوْ أَكَلَ طَعَامَ الدُّنْيَا لَم يَشْبَعْ وَ اَمَّا الَّتِي فِي قَبْرِهِ فَالاَوَّلُ الغَمُّ الشَّدِيْدُ وَ يُظْلَمُ عَلَيْهِ قَبْرُهُ وَ الثَّانِيَةُ يَضِيْقُ عَلَيْهِ القَبْرُ وَ يَكُوْنُ مُعَذَّباً إِلَي يَوْمَ القٍيَامَةٍ وَ الثَّالِثَةُ لَا تُبَشِّرُهُ المَلَائِكَةُ بِالرَّحْمَةِ وَ اَمَّا الَّتِي فِي المَحْشَرِ فَإِنَّهُ يَقُوْمُ عَلَي صُوَرَةَ الحِمَارِ وَ يُعْطَى كِتَابُهُ بِشِمَلِهِ وَ يُحَاسِبُهُ اللّهُ حِسَاباً طَوِيْلاً وَ اَمَّا الَّتِى فِى الصِّرَاطِ فَلاَ يَنْظُرُ اللّهُ إِلَيْهِ وَ لاَ يُزَكِّيهِ وَ لاَ يَقْبَلُ مِنْهُ صَرَفاً وَ لاَ عَدَلاً وَ يُحَاسِبُهُ اللّهُ عَلَى الصِّرَاطِ أَلْفَ عَامٍ ثُمَّ يَأْمُرُ بِهِ إِلَى النَّارِ مَعَ الدَّخِلِيْنَ وَ هُوَ قَوْلُهُ تَعَالَى مَا سَلَكَكُمْ فِى سَقَرٍ قَالُوْ لَمْ نَكُ مِنَ
المُصَلِّيْنَ
Diriwayatkan Ibnu Mas'ud mengatakan aku mendengar Rasulullah Saw bersabda: Barang siapa dari laki-laki dan perempuan yang mengentengkan shalat, Allah Swt akan menghukumnya dengan 18 hukuman, enam di dunia, tiga ketika maut menjemput, tiga dalam kubur, tiga pada hari kebangkitan dan tiga lainnya ketika melintas shirat.
Adapun hukuman di dunia adalah lenyapnya berkah dari rejekinya dan lenyapnya berkah dari hidupnya dan hilangnya sinar dari wajahya, dan tidak ada jalur baginya dalam Islam dan Allah Swt tidak meliputinya dalam doa orang-orang saleh dan Allah Swt tidak mengabulkan doanya.
Adapun hukuman ketika maut menjemput, pertama dia akan mati dalam keadaan hina dan dia akan merasakan keberatan seperti menahan gunung dan dia akan merasa lemah seperti tercambuk, kedua dia akan mati dalam keadaan dahaga yang tidak akan hilang meski meminum air sedunia, ketiga dia akan mati dalam keadaan lapar yang makanan sedunia tidak akan mengenyangkannya.
Adapun hukuman di dalam kubur, pertama adalah kesedihan hebat dan kegelapan dalam kuburnya, kedua kuburannya akan sangat sempit baginya yang akan membuatnya tersiksa hingga hari kiamat, ketiga malaikat tidak akan menemuinya dengan wajah ramah.
Adapun hukuman di hari kebangkitan, dia akan dibangkitan dengan muka hewan, catatan amalnya akan diberikan di tangan kiri dan Allah Swt akan menghisabnya dengan perhitungan yang sangat panjang.
Adapun hukuman ketika melintasi shirat, Allah Swt tidak akan memperhatikannya, tidak akan membersihkan dosa-dosanya, tidak menerima ganti apapun darinya, dan Allah Swt akan menghisabnya di atas shirat selama seribu tahun, kemudian Allah Swt akan memerintahkannya masuk ke neraka bersama para penghuni neraka, dan Allah Swt bertanya (kepada para penghuni neraka) apa yang menyebabkan kalian masuk neraka, mereka menjawab kami bukan termasuk orang-orang yang shalat.
*Al-Mawaidz Al-Adidah halaman 68, Al-Bab Tsalits, Al-Fashl Tsalits.
Hadis-Hadis Pilihan: Empat Golongan yang Mendapat Jaminan Syafaat
قَالَ النَّبى (ص)؛ اَرْبَعَةٌ اَنَا الشَّفِيْعُ لَهُم يَوْمَ القِيَامَةِ وَلَوْ آتُوْنِى بِذُنُوْبٍ؛ اَهْلِ الاَرْضِ مُعِيْنُ اَهْلِ بَيْتِي وَ القَاضِى لَهُمْ حَوَائِجُهُمْ عِنْدَ مَا اضْطَرُّوا اِلَيْهِ وَ المُحِبُّ لَهُم بِقَلْبِهِ وَ لِسَانِهِ وَ الدَّفِعُ عَنْهُمْ بِيَدِهِ رَوَاهُ عَلِيٌّ (ع) ١
Nabi Muhammad (Saw) bersabda: Ada empat golongan yang aku menjadi pensyafaat mereka di hari kiamat walaupun mereka mendatangiku dengan penuh dosa: penghuni bumi yang menolong Ahlul Baitku, dan yang membantu mereka dalam kesulitan, dan yang mencintai mereka dengan hati dan lisannya, dan yang membela mereka dengan tangannya, [hadis ini] diriwayatkan oleh Ali (as).
١-المواعظ العددية ص١١٣، باب رابع فصل اوّل
Tafsir Al-Quran, Surat Yunus Ayat 5-10
Ayat ke 5-6
هُوَ الَّذِي جَعَلَ الشَّمْسَ ضِيَاءً وَالْقَمَرَ نُورًا وَقَدَّرَهُ مَنَازِلَ لِتَعْلَمُوا عَدَدَ السِّنِينَ وَالْحِسَابَ مَا خَلَقَ اللَّهُ ذَلِكَ إِلَّا بِالْحَقِّ يُفَصِّلُ الْآَيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ (5) إِنَّ فِي اخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَمَا خَلَقَ اللَّهُ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ لَآَيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَّقُونَ (6)
Artinya:
Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui. (10: 5)
Sesungguhnya pada pertukaran malam dan siang itu dan pada apa yang diciptakan Allah di langit dan di bumi, benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan-Nya) bagi orang-orang yang bertakwa. (10: 6)
Setelah berbicara mengenai dasar akidah dan ma'ad pada penjelasan sebelumnya, ayat-ayat ini menyinggung suatu sisi tanda-tanda kebesaran Allah Swt dalam menciptakan Jagat Raya ini. Setelah itu mengetengahkan peranan matahari dan bulan, dimana matahari telah berperan dalam bergairahnya kehidupan bumi dan makhluk yang hidup di atasnya dengan cahaya dan kehangatan sinarnya. Sedangkan bulan dengan sinarnya yang indah merupakan lampu tidur bagi makhluk bernyawa dan umat manusia, sekaligus merupakan penerang dan penunjuk jalan bagi orang-orang yang berada di padang pasir luas. Selain terhadap sinarnya yang terang dan menghangatkan, perputaran bumi mengelilingi matahari, dan bulan mengelilingi bumi akan menciptakan sebuah batasan waktu bagi alam semesta, yang dengan berlalunya 4 musim akan terhitung sebagai satu tahun matahari.
Sementara itu dari sisi lain, dengan berbagai perkembangan bulan yakni sejak bulan berbentuk garis melengkung, terus berbentuk sabit hingga akhirnya ia bundar sempurna, dan kembali lagi pada bentuknya semula, maka perjalanan ini memakan waktu satu bulan. Dan hal ini membentuk sebuah penanggalan (perhitungan waktu) yang bermanfaat bagi ummat manusia sepanjang sejarah, baik bagi mereka yang terdidik maupun tidak, dari jenis ras dan kabilah manapun mereka dapat menggunakan perhitungan kerja dan kehidupan mereka. Lanjutan ayat-ayat ini menekankan kebenaran dan kecanggihan sistim penciptaan alam semesta. Ayat ini mengatakan, "Pergantian siang dan malam yang tampaknya seperti sederhana, justru ia menunjukkan Kemahakuasaan dan Kemahabijaksanaan Allah, dimana orang-orang yang berhati besih dan bertingkah laku baik selalu mengetahui hal tersebut dan mencari kebenaran.
Dari dua ayat tadi terdapat dua pelajaran yang dapat dipetik:
1. Bulan dan matahari berperan penting dalam perhitungan hari.
2. Banyak kejadian di alam ini yang dianggap manusia tidak penting, tapi hal itu tidak sederhana bila memandang kebesaran dan kemuliaan Allah Swt.
Ayat ke 7-8
إِنَّ الَّذِينَ لَا يَرْجُونَ لِقَاءَنَا وَرَضُوا بِالْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاطْمَأَنُّوا بِهَا وَالَّذِينَ هُمْ عَنْ آَيَاتِنَا غَافِلُونَ (7) أُولَئِكَ مَأْوَاهُمُ النَّارُ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ (8)
Artinya:
Sesungguhnya orang-orang yang tidak mengharapkan (tidak percaya akan) pertemuan dengan Kami, dan merasa puas dengan kehidupan dunia serta merasa tenteram dengan kehidupan itu dan orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami. (10: 7)
Mereka itu tempatnya ialah neraka, disebabkan apa yang selalu mereka kerjakan. (10: 8)
Setelah menjelaskan ayat-ayat sebelumnya dan menyinggung tanda-tanda Allah Swt, baik di bumi maupun di langit. Ayat ini mengatakan, "Mereka yang meremehkan atau bahkan melupakan tanda-tanda perwujudan, kekuasaan dan kebijaksanaan Allah Swt, dan menjadikan mereka tersibukkan dalam urusan dunia, bahkan rela dan suka terhadap dunia yang fana dan sempit ini, mereka merasa tenang dengan hal tersebut. Oleh karena itu, mereka sama sekali tidak berpikir mengenai akhirat, dan mereka tidak menganggap ada kemungkinan bertemu dengan Tuhan pencipta alam pada Hari Kiamat. Sudah barang tentu orang-orang ini telah dililit oleh kesulitan dan berbagai kecintaan dan keterikatan terhadap dunia, sehingga di akhirat kelak mereka akan dijebloskan ke dalam neraka.
Dari dua ayat tadi terdapat dua pelajaran yang dapat dipetik:
1. Melupakan dan meremehkan Hari Kiamat, cinta kepada dunia dapat memudahkan lahan kefasadan baik peribadi maupun masyarakat.
2. Neraka adalah hasil amal perbuatan umat manusia, yang kelak pada Hari Kiamat akan berubah menjadi bentuk api yang menyala-nyala.
Ayat ke 9-10
إِنَّ الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ يَهْدِيهِمْ رَبُّهُمْ بِإِيمَانِهِمْ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهِمُ الْأَنْهَارُ فِي جَنَّاتِ النَّعِيمِ (9) دَعْوَاهُمْ فِيهَا سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَتَحِيَّتُهُمْ فِيهَا سَلَامٌ وَآَخِرُ دَعْوَاهُمْ أَنِ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ (10)
Artinya:
Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, mereka diberi petunjuk oleh Tuhan mereka karena keimanannya, di bawah mereka mengalir sungai-sungai di dalam surga yang penuh kenikmatan. (10: 9)
Do'a mereka di dalamnya ialah: "Subhanakallahumma", dan salam penghormatan mereka ialah: "Salam". Dan penutup doa mereka ialah: "Alhamdulilaahi Rabbil 'aalamin". (9: 10)
Setelah menjelaskan kondisi penghuni neraka dari orang-orang yang cinta dunia, ayat-ayat ini menyinggung kondisi orang-orang Mukmin penghuni surga, dan menilai petunjuk Allah merupakan modal terbesar mereka di dunia dan di akhirat, yang sudah barang tentu petunjuk ini sebagai hasil dari iman dan amal saleh. Hidayah dan petunjuk Tuhan itu adalah cahaya yang dianugerahkan oleh Allah Swt, sehingga dalam berbagai kesulitan dan kegelapan, tidak sampai menjadikan seseorang kebingungan dan menyeleweng, yang pada gilirannya mereka dapat menentukan jalan yang lurus dan benar. Sudah barang tentu seseorang yang menyandarkan dirinya hanya kepada Allah Swt dan merasa cukup dengan Allah, maka kelak pada Hari Kiamat akan mendapatkan nikmat-nikmat Allah. Lanjutan dari ayat ini menyinggung puji-pujian penghuni surga, dengan mengatakan, "Subhanallah dan Alhamdulillah dan seterusnya. Ucapan-ucapan ini menjadi tanda-tanda mereka. Karena secara alami, mengucapkan kata-kata ini tidak cukup dengan lisan, tapi keyakinan kepada Allah akan membersihkan segala aib, kekurangan dan kezaliman. Hal ini akan menyiapkan lahan yang kondusif di hati manusia untuk bersyukur kepada Allah Swt.
Dari dua ayat tadi terdapat dua pelajaran yang dapat dipetik:
1. Orang mukmin masih tetap membutuhkan petunjuk dan bimbingan Allah Swt, di manapun dan kapan pun.
2. Salam merupakan pernyataan penghuni surga. Dan suasana di surga dipenuhi dengan kata salam, yaitu masing-masing mengucapkan salam dari sisi Allah dan dari para malaikat, dan penghuni surga.
Tafsir Al-Quran, Surat Yunus Ayat 1-4
Setelah sebelumnya telah menyelesaikan pembahasan dan pengkajian surat at-Taubah, maka kita akan mulai membahas dan mengulas surat ke 10 dalam kitab suci al-Quran yaitu surat Yunus. Surat ini diturunkan di Mekah mulai dari ayat pertama sampai dengan ayat ke 4. Nabi Yunus adalah salah seorang Nabi utusan Allah Swt. Beliau datang setelah Nabi Nuh dan Musa as. Karena itu surat ini diberi nama dengan nama beliau.
Ayat ke 1-2
الر تِلْكَ آَيَاتُ الْكِتَابِ الْحَكِيمِ (1) أَكَانَ لِلنَّاسِ عَجَبًا أَنْ أَوْحَيْنَا إِلَى رَجُلٍ مِنْهُمْ أَنْ أَنْذِرِ النَّاسَ وَبَشِّرِ الَّذِينَ آَمَنُوا أَنَّ لَهُمْ قَدَمَ صِدْقٍ عِنْدَ رَبِّهِمْ قَالَ الْكَافِرُونَ إِنَّ هَذَا لَسَاحِرٌ مُبِينٌ (2)
Artinya:
Alif laam raa. Inilah ayat-ayat Al Quran yang mengandung hikmah. (10: 1)
Patutkah menjadi keheranan bagi manusia bahwa Kami mewahyukan kepada seorang laki-laki di antara mereka: "Berilah peringatan kepada manusia dan gembirakanlah orang-orang beriman bahwa mereka mempunyai kedudukan yang tinggi di sisi Tuhan mereka". Orang-orang kafir berkata: "Sesungguhnya orang ini (Muhammad) benar-benar adalah tukang sihir yang nyata". (10: 2)
Sebagaimana telah disebutkan dalam permulaan surat al-Baqarah, 29 surat dari 114 surat al-Quran dimulai dengan huruf-huruf muqattha'ah yakni huruf-huruf terpenggal, yang merupakan suatu rumus bagi Allah dan Nabi-Nya, namun hingga saat ini rumus dan huruf-huruf tunggal tersebut belum tersingkap. Biasanya setelah huruf-huruf ini diiringi dengan pernyataan kebesaran al-Quran. Sebagian mufassir menyebut bahwa huruf-huruf itu sebagai hujjah terhadap para penentang, dalam artian meski Allah Swt menurunkan al-Quran dengan huruf-huruf alfabet, namun kalian tidak akan bisa mendatangkan kitab yang sepertinya. Salah satu dari sifat Allah yang tersebut dalam al-Quran ialah "Hakim", karena kalimat "Ahkam" yang tersebut dalam kitab suci ini dibangun pada dasar yang kokoh, sedang poin yang dikandung didalamnya mengajarkan kebijaksanaan dan hikmah.
Setelah menjelaskan posisi dan kedudukan al-Quran, Allah Swt pada ayat kedua menyinggung posisi Nabi-Nya Muhammad Saw, dengan mengatakan, "Masyarakat selalu menunggu bahwa Allah telah mengirimkan malaikat-Nya untuk memberi petunjuk kepada umat manusia. Sudah jelas para nabi itu haruslah berasal dari jenis manusia, bangsa dan bahkan satu bahasa, sehingga pernyataan mereka dapat menjadi suri teladan bagi mereka. Selain itu para nabi dalam melaksanakan seruan dan dakwahnya tidak menginginkan sesuatu. Karena jika mereka menginginkan sesuatu, pastilah manusia akan menjauhkan diri. Pekerjaan para nabi adalah memberi berita gembira kepada orang-orang yang berbuat baik dan saleh, serta memberi peringatan kepada para pendosa dan pelaku kejahatan. Adapun ketika nabi mengeluarkan mukjizatnya, disebabkan sebagian orang telah menuduh kepada para nabi tersebut sebagai telah menyihir dan memperdaya mereka.
Dari dua ayat tadi terdapat dua pelajaran yang dapat dipetik:
1. al-Quran adalah sebuah kitab suci yang kokoh, lestari dan abadi, nilai dan kedudukan kitab suci ini tidak akan pernah berkurang dengan berlalunya zaman.
2. Tujuan para nabi ialah memberikan kemuliaan kepada umat manusia, dan mengangkat dan memuliakan kedudukan mereka.
Ayat ke 3
إِنَّ رَبَّكُمُ اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ يُدَبِّرُ الْأَمْرَ مَا مِنْ شَفِيعٍ إِلَّا مِنْ بَعْدِ إِذْنِهِ ذَلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ فَاعْبُدُوهُ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ (3)
Artinya:
Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah Yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy untuk mengatur segala urusan. Tiada seorangpun yang akan memberi syafa'at kecuali sesudah ada izin-Nya. (Dzat) yang demikian itulah Allah, Tuhan kamu, maka sembahlah Dia. Maka apakah kamu tidak mengambil pelajaran? (10: 3)
Salah satu Sunnatullah dari penciptaan alam semesta ini dilakukan secara bertahap. Meski Allah Swt Maha Berkuasa untuk menciptakan semua isi alam semesta ini dalam sebuah tahap, namun langit-langit dan bumi dibangun dalam jangka waktu 6 masa (putaran) yang berbeda. Perkembangan dan penyempurnaan semua makhluk alam semesta ini, juga sejak saat diciptakannya hingga mencapai kesempurnaan mengalami perkembangan secara bertahap. Bayi akan berada di dalam kandungan ibunya selama 9 bulan 10 hari, sehingga sampai pada tahap yang menjadikan bayi tersebut bisa hidup di dunia ini. Padahal Allah Swt dapat melaksanakan semua ciptaannya tersebut dalam satu masa. Dari situlah orang-orang Musyrik baik yang hidup tempo dulu maupun sekarang meski menerima Tuhan sebagai pencipta alam semesta ini, namun mereka mengatakan bahwa Tuhan memiliki sekutu dalam mengatur jagat raya ini.
Karena itu lanjutan ayat-ayat ini mengatakan, "Segala urusan jagat raya ini di tangan Allah Swt dan seluruh pekerjaan itu dilakukan atas perintah-Nya. Karena itu tiada satupun yang dapat menjadi perantara dalam mengatur dan mengelola jagat raya ini, bahkan para malaikat pun dalam mengatur segala sesuatu di alam raya ini, selalu di bawah kehendak dan perintah Allah. Para wali Allah juga dengan ijin-Nya memiliki kemungkinan untuk menguasai dan menundukkan undang-undang alam.
Dari ayat tadi terdapat dua pelajaran yang dapat dipetik:
1. Penciptaan alam dilakukan dengan program yang telah terkaji sebelumnya, dan dengan perhitungan waktu yang tepat. Karena itu penciptaan alam semesta ini bukan perkara yang kebetulan, artinya tanpa rancangan sebelumnya.
2. Alam semesta ini berjalan sesuai dengan undang-undang dan tujuan. Karena itu pencipta alam semesta ini adalah satu-satunya zat yang mengatur ciptaan-Nya.
Ayat ke 4
إِلَيْهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًا وَعْدَ اللَّهِ حَقًّا إِنَّهُ يَبْدَأُ الْخَلْقَ ثُمَّ يُعِيدُهُ لِيَجْزِيَ الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ بِالْقِسْطِ وَالَّذِينَ كَفَرُوا لَهُمْ شَرَابٌ مِنْ حَمِيمٍ وَعَذَابٌ أَلِيمٌ بِمَا كَانُوا يَكْفُرُونَ (4)
Artinya:
Hanya kepada-Nya-lah kamu semuanya akan kembali; sebagai janji yang benar daripada Allah, sesungguhnya Allah menciptakan makhluk pada permulaannya kemudian mengulanginya (menghidupkannya) kembali (sesudah berbangkit), agar Dia memberi pembalasan kepada orang-orang yang beriman dan yang mengerjakan amal saleh dengan adil. Dan untuk orang-orang kafir disediakan minuman air yang panas dan azab yang pedih disebabkan kekafiran mereka. (10: 4)
Ayat sebelumnya telah menyinggung ke-Maha Kuasaan Allah Swt dalam menciptakan langit dan bumi. Ayat ini juga menyinggung mengenai penciptaan kembali alam raya pada Hari Kiamat, sekaligus untuk menghapus segala bentuk syak dan keraguan, mengatakan, "Ini adalah janji Allah yang pasti. Dia akan memberi pahala kepada orang-orang yang berbuat kebajikan, sedang terhadap orang-orang Kafir Allah akan memberi balasan siksa dan azab. Memang Tuhan telah membuka pintu bagi manusia untuk melakukan apa saja termasuk dosa dan kejahatan, sehingga hari demi hari manusia yang mengumbar perbuatan dosa dan kejahatan itu akan semakin tenggelam dalam fasad dan dosa. Dan kelak pada Hari Kiamat Allah Swt akan menyediakan makanan dan minuman bagi manusia-manusia pendosa ini dengan api neraka.
Dari ayat tadi terdapat dua pelajaran yang dapat dipetik:
1. Filsafat hari kebangkitan atau Ma'ad merupakan manifestasi keadilan Ilahi. Karena itulah dunia bukan menjadi tempat pemberian pahala atau siksaan secara keseluruhan dari amal perbuatan manusia.
2. Sebagaimana kita ketahui di dunia, maka seluruh yang ada di jagat raya ini diciptakan untuk umat manusia. Kemudian kelak di akhirat alam semesta ini akan diciptakan kembali untuk memberikan pahala dan siksa bagi umat manusia.
Tafsir Al-Quran, Surat At-Taubah Ayat 127-129
Ayat ke 127
وَإِذَا مَا أُنْزِلَتْ سُورَةٌ نَظَرَ بَعْضُهُمْ إِلَى بَعْضٍ هَلْ يَرَاكُمْ مِنْ أَحَدٍ ثُمَّ انْصَرَفُوا صَرَفَ اللَّهُ قُلُوبَهُمْ بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لَا يَفْقَهُونَ (127)
Artinya:
Dan apabila diturunkan satu surat, sebagian mereka memandang kepada yang lain (sambil berkata): "Adakah seorang dari (orang-orang muslimin) yang melihat kamu?" Sesudah itu merekapun pergi. Allah telah memalingkan hati mereka disebabkan mereka adalah kaum yang tidak mengerti. (9: 127)
Ayat yang merupakan ayat terakhir surat at-Taubah yang berbicara tentang kaum Munafikin akan tersingkapnya kedok dan kebusukan wajah mereka yang sebenarnya, dan mengatakan, "Setiap kali mereka berada di sisi Rasulullah, dan ketika Allah Swt menurunkan ayat-ayat suci-Nya kepada beliau, mereka saling memberikan isyarat dengan kerdipan mata, mengisyaratkan agar segera keluar dari majlis tersebut, dan berhati-hati agar tidak ada siapapun yang mengetahui langkah keluar mereka itu. Oleh karena itu, setelah mereka yakin bahwa tak ada seorang pun yang memperhatikan, mereka segera keluar dari majlis Rasulullah Saw.
Selanjutnya ayat tersebut mengatakan, bahwa keluarnya orang-orang Munafik dari majlis Nabi Saw tidak lain disebabkan hati mereka yang kotor, keras dan penuh dengan dosa, maka mereka pun menyimpang dari kebenaran, sehingga mencapai sikap permusuhan terhadap kebenaran. Sedemikian kerasnya permusuhan mereka terhadap Islam, sehingga mereka tidak lagi mampu memahami hakikat.
Dari ayat tadi terdapat dua pelajaran yang dapat dipetik:
1. Menjauh dan lari dari ayat-ayat al-Quran menunjukkan adanya sejenis kemunafikan dan penyakit hati.
2. Berpaling dari kitab suci al-Quran dan ajaran-ajaran yang terkandung di dalamnya, merupakan faktor yang dapat mengubah hati manusia dan membuatnya tidak mampu memahami hakikat.
Ayat ke 128
لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ (128)
Artinya:
Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin. (9: 128)
Ayat yang menjelaskan sifat-sifat Nabi Muhammad Saw ini, mengungkapkan empat ciri-ciri khusus beliau. Ciri-ciri pertama yang ditegaskan dalam ayat ini ialah bahwa beliau berasal dari bangsa dan kalangan kalian sendiri, dan bahwa sikap beliau terhadap kalian tidak sama dengan sikap para sultan dan raja-raja yang menganggap dirinya lebih baik daripada rakyatnya, sehingga para raja itu tidak pernah bersedia duduk dan hidup bersama rakyat jelata.
Ciri-ciri kedua beliau ialah bahwa Nabi mengetahui segala problema dan kesulitan kalian, dan beliau juga ikut merasakan sedih, susah dan payah yang kalian alami. Beliau ikut susah dengan kesusahan kalian, dan beliau bersedih hati melihat kesedihan yang menimpa kalian. Ciri ketiga yang disebutkan dalam ayat ini ialah bahwa beliau sangat ingin memberi petunjuk kepada kalian, dan sangat mengharapkan keimanan kalian. Sesungguhnyalah beliau sangat mencita-citakan kebahagiaan dan kesejahteraan kalian. Karena itu beliau tidak pernah berhenti berusaha untuk mencapai keinginan beliau itu.
Adapun ciri-ciri keempat ialah bahwa beliau Saw mencintai orang-orang Mukmin, dan semua perintah yang beliau keluarkan tak lain didasarkan pada cinta dan kasih beliau kepada umat manusia. Sebagaimana seorang ayah yang baik, selalu memberikan perintah dan pekerjaan kepada anak-anaknya, sekalipun sulit, tetapi semua perintah itu diberikan atas dasar cinta dan kasih kepada anak-anaknya, agar mereka dapat mencapai kebahagiaan.
Dari ayat tadi terdapat dua pelajaran yang dapat dipetik:
1. Para pemimpin Islam, harus selalu sehati dan memiliki solidaritas yang tinggi terhadap masyarakat, dan menyertai mereka dalam menghadapi berbagai kesulitan dan problema.
2. Sikap merakyat, kasih sayang dan menginginkan kebaikan adalah sifat-sifat yang harus dimiliki oleh seorang mubaligh Islam, agar mereka berhasil sebagaimana Nabi Saw dalam urusan tabligh dan penyampaian ajaran agama Islam.
Ayat ke 129
فَإِنْ تَوَلَّوْا فَقُلْ حَسْبِيَ اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ (129)
Artinya:
Jika mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah: "Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki 'Arsy yang agung". (9: 129)
Ayat yang merupakan ayat terakhir surat at-Taubah ini, menghibur hati Nabi Muhammad Saw dan seluruh mukmin, dengan mengatakan bahwa jika sebagian masyarakat berpaling dari kebenaran meninggalkan kalian, maka janganlah kalian khawatir. Karena kalian memiliki Tuhan yang menguasai seluruh alam semesta. Bumi dan langit yang sedemikian megah ini adalah milik-Nya. Dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Maka bertawakallah kepada-Nya, karena tiada kekuatan apa pun yang mampu menandingi kekuatan-Nya, dan tiada pula orang yang memberi rahmat dan kecintaan kepada kalian melebihi rahmat dan kecintaan-Nya.
Dalam doa hari Arafah, Imam Husein as memanjatkan doanya kepada Allah Swt sebagai berikut, "Ya Allah! Ketika seseorang tidak memiliki-Mu, lalu apakah yang ia miliki? Sebaliknya, ketika seseorang telah memiliki-Mu, lalu apa lagi yang tidak ia miliki?" Begitulah, jika semua manusia memalingkan dirinya dari Allah dan ajaran-ajaran-Nya, maka hal itu tidak berpengaruh apa pun pada Allah. Sebagaimana jika semua orang membelakangi matahari, maka hal itu tidak ada pengaruhnya bagi matahari, kecuali mereka sendirilah yang tidak mendapatkan sinar matahari."
Dari ayat tadi terdapat dua pelajaran yang dapat dipetik:
1. Banyaknya orang yang tidak beriman, tidak boleh menyebabkan syak dan keraguan mengenai kebenaran agama Allah, atau menyebabkan keputusasaan dalam melaksanakan tugas dan kewajiban agama.
2. Tawakal kepada Allah merupakan kunci kemenangan dalam menghadapi segala macam kesulitan, dan merupakan sandaran yang kuat dalam menghadapi musuh.




























