کمالوندی

کمالوندی

Senin, 07 Januari 2013 19:17

Langkah Rusia Melawan Ekspansi NATO

Juru bicara Pasukan Ruang Angkasa Rusia, Kolonel Alexei Zolotukhin pada Ahad (6/1) mengatakan Rusia akan mulai membangun sejumlah stasiun radar baru kelas Voronezh di tiga wilayah tahun ini.

Dia menjelaskan bahwa pembangunan sejumlah stasiun radar baru dari kelas Voronezh itu akan dimulai di wilayah Krasnoyarsk (Siberia timur) dan Republik Altai, Siberia selatan serta di wilayah Orenburg, Rusia tengah. Empat generasi baru stasiun radar Voronezh menggunakan teknologi modern yang sudah menjadi bagian dari sistem peringatan dini serangan peluru kendali.

Wakil Menteri Pertahanan Rusia, Jenderal Oleg Ostapenko pada 27 Desember 2012 mengatakan, studi kelayakan dilakukan untuk pembangunan yang direncanakan dan akan dimulai sesuai jadwal. Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Rusia menegaskan bahwa tentara Rusia tidak akan lagi menyewa stasiun radar Gabala di Azerbaijan.

Kontrak, yang ditandatangani tahun 2002, berlaku sampai 24 Desember 2012. Rusia menggantikan stasiun radar Gabala – yang telah memainkan peran penting dalam sistem pertahanan rudal – dengan sistem baru yang berbasis di Armavir di Krasnodar, wilayah Rusia selatan.

Radar-radar baru tersebut merupakan unsur kunci bagi sistem peringatan dini rudal Rusia. Menurut seorang pejabat Kementerian Pertahanan, generasi baru stasiun radar Voronezh dapat melakukan semua misi yang selama ini diperankan oleh stasiun radar Gabala.

Rusia mengambil sebuah langkah untuk memutuskan ketergantungan pada sistem radar Gabala dan juga mengurangi kebutuhan kepada Azerbaijan di bidang keamanan nasional, yaitu pencegahan terhadap potensi serangan rudal yang diarahkan ke wilayah Rusia.

Stasiun radar Gabala merupakan salah satu elemen penting dari sebuah sistem pertahanan rudal Uni Soviet. Setelah Azerbaijan memperoleh kemerdekaan, sistem radar tersebut menjadi aset negara baru itu. Menyusul kebuntuan dalam negosiasi, Rusia akhirnya menolak untuk menggunakan stasiun radar di Azerbaijan karena peningkatan biaya sewa menjadi 300 juta dolar per tahun.

Para pejabat Azerbaijan sepertinya mengetahui bahwa tawaran tersebut tidak akan diterima oleh Rusia. Oleh karena itu, keputusan pemerintah Baku bertujuan untuk mengurangi pengaruh Moskow di negara itu.

Meski demikian, Rusia ingin mengesankan bahwa masalah tersebut tidak akan menganggu hubungan antara Moskow dan Baku. Namun, Azerbaijan dalam beberapa tahun terakhir meningkatkan upayanya untuk mendekati Barat. Mereka bahkan mulai memperluas kerjasama militernya dengan Barat dan Israel dan saat ini juga membangun kerjasama luas dengan NATO.

Selama ini, Moskow aktif menyuarakan pembagian kontrol sistem rudal NATO di Eropa Timur dan menegaskan bahwa tujuan dari perisai aliansi itu adalah untuk mengepung Rusia. Meski demikian, Amerika Serikat menolak usulan pembagian kontrol perisai rudal itu dengan pihak ketiga.

Pasukan multinasional NATO yang dipimpin oleh AS, mengklaim bahwa sistem rudalnya bertujuan mencegat segala kemungkinan serangan dari negara "nakal" di kawasan. Sistem perisai rudal tersebut akan dilanjutkan meski ada kekhawatiran dari Rusia.

Senin, 07 Januari 2013 19:15

Ancaman Serius Taliban di Afghanistan

Milisi Taliban di statemennya memperingatkan jika pasukan asing pasca tahun 2014 masih terus bercokol di Afghanistan maka perang di negara ini akan terus berlanjut.

Di statemen tersebut dijelaskan, jika pemerintah Afghanistan menyepakati kehadiran pasukan asing, meski hanya satu orang, setelah tahun 2014 di negara ini maka ia akan menjadi pihak yang bertanggung jawab atas seluruh korban dan kerusakan akibat keputusannya tersebut. Statemen ini sangat penting dikaji khususnya ketika dirilis satu hari sebelum lawatan Presiden Hamid Karzai ke Amerika Serikat guna membicarakan kesepakatan keamanan bilateral.

Perundingan Karzai dengan Barack Obama terkait kesepakatan keamanan mencakup penempatan sejumlah pasukan Amerika di Afghanistan pasca tahun 2014 dan pemberian kekebalan hukum kepada mereka serta pembangunan pangkalan militer tetap Amerika Serikat di negara ini.

Berdasarkan strategi pemerintah Amerika Serikat untuk mempertahankan sejumlah pasukannya di Afghanistan setelah penarikan pasukan asing dari negara ini dua tahun mendatang, baru-baru ini Jend. John Allen, komandan militer AS dan NATO di Afghanistan menggelontorkan tiga usulan.

Jend. Allen mengajukan tiga prakarsa kepada Leon Panetta, Menteri Pertahanan Amerika terkait jumlah pasukan AS yang bakal ditempatkan di Afghanistan pasca tahun 2014. Ia mengusulkan jumlah antara enam, sepuluh dan dua puluh ribu personil.

Mengingat ancaman Taliban terkait berlanjutnya perang di Afghanistan jika pasukan asing masih ditempatkan di negara ini setelah tahun 2014 maka kondisi yang dihadapi pemerintah Kabul semakin rumit.

Di sisi lain Karzai saat ini tengah memperioritaskan program rekonsiliasi nasional dan meski Taliban menyatakan kesiapannya untuk berdamai serta menghadiri sidang terbaru, namun sejumlah milisi bersenjata, kubu oposisi dan wakil pemerintah Kabul di Paris berulang kali menekankan pra syarat untuk ikut di perundingan damai. Syarat mereka adalah penarikan pasukan asing dari Afghanistan.

Karzai yang tengah dihadapkan pada pra syarat Taliban, kini juga didesak sikap Amerika yang berniat menempatkan sejumlah pasukannya di negara ini pasca penarikan pasukan asing dua tahun lagi. Penempatan sejumlah pasukan Amerika di Afghanistan pasca tahun 2014 selain mengancam proses rekonsiliasi nasional dan membuka peluang berlanjutnya perang juga membangkitkan protes luas warga, kubu politik, etnis suku dan mazhab di negara ini.

Sejak satu bulan lalu ketika babak pertama perundingan Kabul dan Washington terkait nota kesepahaman keamanan digelar, isu kehadiran pasukan Amerika khususnya kekebalan hukum bagi mereka menuai protes luas dari berbagai kubu Afghanistan.

Di kondisi seperti ini, Karzai di lawatannya mendatang ke Amerika dan dialognya dengan Barack Obama terkait kesepakatan keamanan akan dihadapkan pada kendala besar. Urgensitas mempertahankan kepentingan nasional Afghanistan khususnya proses perdamaian di negara ini lebih penting dari dialog Karzai dengan Obama. Hal ini juga dapat mempengaruhi karir politik Karzai.

Mengingat kemampuan keamanan pemerintah dengan didukung 350 ribu militer dan polisi, rakyat Afghanistan optimis Karzai sebelum memikirkan kerjasama dengan Amerika mengedepankan isu lebih urgen yakni perdamaian dan rekonsiliasi nasional di negara ini. (IRIB Indonesia/MF/NA)

Presiden Amerika Serikat Barack Obama Senin dijadwalkan mengenalkan Chuck Hagel dari kubu Republik sebagai Menteri Pertahanan baru negara ini menggantikan Leon Panetta.

Mantan senator negara bagian Nabraska yang tercatat sebagai pengkritik utama kubu Demokrat dan Republik memiliki jalan sulit untuk memasuki Pentagon. Sikap Hagel terkait Rezim Zionis Israel dan kurangnya pengalaman merupakan dua isu utama yang diangkat para kritikus atas kecakapannya memimpin departeman pertahanan Amerika.

Pemimpin kubu minoritas di Senat Amerika, Senator Mitch McConenell seraya menekankan bahwa menteri pertahanan selain harus memiliki pengenalan tepat terkait hubungan Washington-Tel Aviv, memprediksikan Hagel akan dihadapkan pada pertanyaan serius terkait sikapnya terhadap hubungan AS dengan Israel.

John Cornyn, senator Republik dari negara bagian Texas menyebut pengangkatan Hagel sebagai menteri pertahanan sebagai pesan paling buruk yang dapat disampaikan kepada sekutu Washington di Timur Tengah, khususnya Israel.

Senator Lindsey Graham dari kubu Republik juga mengklaim jika Hagel sampai berhasil memasuki Pentagon maka ia akan tercatat dalam sejarah Amerika sebagai menteri pertahanan yang paling keras sikapnya terhadap Israel.

Hagel merupakan orang kedua yang mendapat kritikan pedas dari kubu Republik sebelum dikenalkan Obama secara resmi. Sebelumnya kubu Republik juga menentang keras pencalonan Susan Rice, dubes AS di PBB sebagai menteri luar negeri.

Penentangan luas kubu Republik memaksa Rice mengundurkan diri dari pencalonan menlu dan akhirnya Senator John Kerry ditunjuk untuk menempati posisi menteri luar negeri Amerika Serikat.

Setelah kemungkinan ditunjuknya Hagel sebagai menteri pertahanan semakin kuat, ia pun mulai dikecam sesama anggota partainya sendiri. Bedanya, Hagel tidak seperti Rice yang tidak mendapat dukungan penuh dari kubu Demokrat. Hagel juga dikabarkan tidak mampu menarik simpati Kongres untuk menduduki Pentagon maka dipastikan ia akan menghadapi kendala besar.

Pemangkasan bujet pertahanan Amerika dan penarikan pasukan negara ini dari Afghanistan dapat dicermati sebagai kendala utama menteri pertahanan baru Amerika. Hagel ketika berada di Senat juga mendukung serangan militer Amerika ke Afghanistan dan Irak, namun kemudian ia berubah menjadi kubu anti perang. Oleh karena itu, diharapkan Hagel jika menduduki pos menteri pertahanan Amerika akan mendukung percepatan penarikan pasukan negara ini dari Afghanistan.

Sikap Hagel terkait Rezim Zionis Israel juga mendapat kritik pedas di AS. Hal ini dapat juga menjadi faktor kekhawatiran utama sekutu Washington di Timur Tengah. Hagel saat di Senat berulang kali mendukung bantuan militer ke Israel. Meski ia berbicara mengenai perundingan damai antara Israel dan Palestina, namun mengklaim bahwa perundingan ini tidak seharusnya mempertanyakan keamanan Tel Aviv.

Selain itu, menteri pertahanan Amerika sebagai pelaksana kebijakan pertahanan nasional tidak akan mampu mewarnai dan berperan dalam mengubah garis kebijakan ini.

Oleh karena itu, penolakan penunjukan Hagel sebagai menteri pertahanan Amerika sebelum dinilai sebagai kekhawtiran atas lemahnya hubungan Washington dan Tel Aviv, dapat dicermati sebagai alasan untuk menguji dua kubu Amerika ini. (IRIB Indonesia/MF)

Aktor Perancis Gerard Depardieu, yang baru saja mendapat paspor Rusia, Senin, bertolak ke Swiss guna menghadiri pemberian penghargaan sepakbola terkenal Ballon D'Or.

Sehari setelah disambut dengan terbuka oleh Presiden Rusia, Vladimir Putin, pasca-protesnya atas rencana peningkatan pajak di negara asalnya, Depardieu dijadwalkan hadir dalam acara Senin malam itu, kata juru bicara FIFA, Alex Stone.

Depardieu terbang dari wilayah Mordovia di bagian tengah Rusia pada Minggu malam, kata Kantor Berita Interfax, yang mengutip sumber pemerintah setempat.

Selama kunjungannya ke Saransk, ibu kota Mordovia, ia disambut penari setempat dan dijamu panekuk (pancake) tradisional, seiring dengan undangan gubernur Mordovia agar Depardieu menetap di wilayah tersebut.

Siaran televisi Rusia menampilkan tayangan Depardieu menunjukkan paspor berwarna merah, setelah Putin langsung memberikan kewarganegaraan Rusia. Putin disebut-sebut sebagai kawan akrab Depardieu.

Putin juga berhubungan baik dengan Presiden FIFA, Sepp Blater. Rusia akan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2018 setelah upaya kampanye yang dipimpin langsung Putin.

Depardieu adalah penggemar fanatik sepakbola, bahkan pernah bermain sebagai penjaga gawang untuk tim Chatearoux pada masa mudanya dan hingga kini menjadi pendukung setia tim Auxerre.

Ia berkunjung ke markas FIFA di Zurich pada pertengahan Oktober guna bertemu dengan Blatter. Kehadirannya ke acara Bola Emas itu pun merupakan undangan langsung dari pemimpin FIFA tersebut.

Bersama pesohor lain, aktor berusia 64 tahun itu akan menyaksikan satu dari ketiga finalis -Cristiano Ronaldo dari Portugal, Lionel Messi dari Argentina, atau Andres Iniesta dari Spanyol- meraih penghargaan bergengsi itu.

Depardieu mengancam melepas kewarganegaran Prancis-nya setelah Perdana Menteri Perancis, Jean-Marc Ayrault, menyebutnya "menyedihkan", karena berencana pindah kewarganegaraan guna menghindari pajak penghasilan 75 persen.

Upaya tersebut disambut tangan terbuka oleh Kremlin, yang menawarkan kewarganegaraan bagi aktor dan sutradara tersebut serta kesempatan baginya untuk hanya membayar pajak 13 persen jika tinggal di Rusia lebih dari setengah tahun. (IRIB Indonesia / Antara / SL)

Angkatan Darat Mesir, Senin (7/1/2013), menggagalkan upaya serangan terhadap sebuah Gereja Koptik di kota Rafah yang berbatasan dengan Jalur Gaza. Warga pemeluk Kristen Koptik di Mesir memang baru memperingati hari Natal pada Senin ini.

"Unit-unit angkatan darat berhasil menggagalkan serangan terhadap gereja Rafah pada pukul 01.00 (Senin, 06.00 WIB) dan menahan sebuah mobil berisi bahan peledak dan senjata api di dekat gereja," demikian laporan kantor berita Mesir, MENA.

Sementara itu, sebuah mobil lain yang berisi para pria bertopeng melarikan diri ketika tentara berhasil mengamankan mobil berisi bahan peledak itu.

Peringatan Natal umat Kristen Koptik ini adalah yang pertama di bawah pemerintahan Ikhwanul Muslimin dan di tengah kebimbangan akan masa depan kelompok minoritas di Mesir. Kekhawatiran itu tetap muncul meski Presiden Mohammed Morsi menyatakan dirinya adalah presiden untuk seluruh bangsa Mesir.

Pada September lalu, dilaporkan sejumlah keluarga Koptik meninggalkan Rafah karena mendapatkan ancaman pembunuhan dari kelompok Islam garis keras.

Presiden Morsi, yang didukung Ikhwanul Muslimin, mengunjungi Sinai sebulan setelah ancaman itu muncul. Di Sinai, Morsi menegaskan kepada warga Koptik bahwa pemerintah menjamin keamanan dan keselamatan mereka.

Pemeluk Kristen Koptik yang berjumlah 10 persen dari 83 juta rakyat Mesir, berulang kali mengeluhkan adanya diskriminasi dan marjinallisasi dari pemerintah. Selain itu mereka kerap menjadi sasaran kekerasan sektarian.

Salah satu insiden terburuk terjadi pada 1 Januari 2011 saat sebuah gereja Koptik di Aleksandria diserang dan menewaskan 23 orang. (IRIB Indonesia / Kompas / SL)

Senin, 07 Januari 2013 19:08

Pakistan Protes Serangan Tentara India

Pakistan mengajukan protes resmi kepada pemerintah India, Senin (7/1/2013), terkait serangan pasukan India di perbatasan Kashmir yang menewaskan satu prajurit Pakistan.
Pasukan India dan Pakistan, pada Minggu (6/1/2013), terlibat baku tembak di perbatasan yang memisahkan kawasan sengketa, Kashmir. Kedua pihak saling menuding lawannya sebagai pemicu baku tembak.
Pakistan mengatakan pasukan India melintasi perbatasan de facto yang dikenal sebagai Garis Kendali dan langsung menyerang sebuah pos militer Pakistan. Tudingan itu dibantah India.
Kementerian Luar Negeri Pakistan mengatakan sudah menyerahkan "nota protes atas serangan India" kepada wakil komisioner tinggi India.
"Kami mendesak pemerintah India untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mencegah kejadian serupa di masa depan," demikian sebagian isi nota protes Pakistan.
Sementara itu, seorang juru bicara militer India menuding pasukan Pakistan terlebih dahulu menembakkan mortir ke sebuah desa di Distrik Uri, Kashmir India.
Kashmir, yang penduduknya mayoritas Muslim, adalah sebuah kawasan di pegunungan Himalaya yang diperebutkan India dan Pakistan. Perebutan Kashmir menjadi pemicu tiga kali perang antara kedua negara sejak merdeka dari penjajahan Inggris pada 1947.
Kedua negara yang memiliki senjata nuklir ini sudah menandatangani kesepakatan gencatan senjata sejak 2003, namun kerap terjadi bentrokan sporadis dan tuduhan pelanggaran perjanjian dari kedua pihak.
India menunda semua pembicaraan dengan Pakistan setelah sekelompok orang bersenjata menyerang Mumbai dan menewaskan 166 orang pada November 2008 lalu. New Delhi dan Washington menuding kelompok militan Lashkar-e-Taiba yang berada di Pakistan menjadi dalang serangan maut itu.
Pembicaraan damai kedua negara kembali berlanjut pada Februari 2011 dan kedua pihak mencapai sejumlah kemajuan dalam beberapa hal non-krusial seperti perdagangan. Namun, pembicaraan terkait Kashmir tetap menemui jalan buntu. (IRIB Indonesia / Kompas / SL)
Senin, 07 Januari 2013 19:07

Presiden SBY Minta Presiden Assad Mundur

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta agar Presiden Suriah Bashar Al Assad mengundurkan diri. SBY berharap Suriah dipimpin oleh orang yang dicintai rakyatnya.

Hal itu disampaikan Presiden SBY ketika menerima sejumlah ulama ahli tafsir di Istana Bogor, Senin (7/1), yang dipimpin Syekh Muhammad Ali Ash-Shobuni. Ash-Shobuni adalah ulama asal Suriah yang kini mengajar tafsir Alquran di Universitas King Abdul Azis, Arab Saudi. Ia pernah dinobatkan sebagai Tokoh Muslim Dunia pada 2007 oleh DIQA.

Ash-Shobuni datang bersama Ahmad Mujahid bin Muhammad Ali Ash-Shobuni dari Arab Saudi, H. Kechik (Malaysia), serta Salin Hasan Barakwan, Nopel Abdullah Al-Kaff, Abbas, dan Ustadz Kamal Hasan dari Indonesia.

Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha menerangkan, dalam pertemuan itu SBY menyampaikan tiga hal pandangannya terhadap konflik di Suriah. Salah satunya adalah meminta Presiden Assad mundur dari posisinya.

"Hendaknya Presiden Assad mengundurkan diri karena Suriah membutuhkan pemimpin lain yang lebih mencintai rakyatnya. Dengan begitu akan membuat, memberikan kedamaian yang bisa diterima, dan keadaan akan menjadi lebih baik," kata Julian di Istana Bogor.

Julian menerangkan, Presiden SBY juga meminta agar konflik dan kekerasan di Suriah segera dihentikan. Presiden SBY, dikatakan Julian menekankan agar bantuan kemanusiaan diteruskan di Suriah.

"Bantuan kemanusiaan harus terus ditingkatkan, dilanjutkan, dijamin bahwa saudara-saudara kita yang berada di sana tetap mendapatkan bantuan kemanusiaan," ujar Julian.

Tiga pandangan Presiden SBY itu ditegaskan Julian mendesak untuk dilakukan di Suriah. Ia mengingatkan jangan sampai Suriah yang menjadi salah satu peradaban Islam justru hancur oleh negaranya sendiri.

"Tiga hal tadi yang dipandang presiden sangat mendesak dilakukan di Suriah. Hentikan konflik kekerasan di sana dan menggembalikan Suriah, karena kita juga berkepentingan untuk menjaga peradaban Islam yang sangat maju dan tua di sana," sebut Julian.

Senada dengan Julian, Staf Khusus Presiden Bidang Internasional Teuku Faizasyah menekankan bahwa Presiden SBY juga sudah membicarakan penanganan konflik di Suriah dengan beberapa negara lain termasuk PBB. Ia menegaskan, posisi Indonesia sudah jelas agar Suriah kembali damai.

"Bapak Presiden menggarisbawahi posisi Indonesia, menjelaskan bahwa sudah berbicara dengan tokoh-tokoh dari negara muslim, seperti Turki, Mesir dan Pakistan, untuk bagaimana PBB dan masyarakat internasional mencari solusi bagi masalah di Suriah," kata Faizasyah dikesempatan yang sama. (IRIB Indonesia / Metrotvnews / SL)

Senin, 07 Januari 2013 19:06

Ulang Tahun, Kim Jong-Un Bagi Permen

Anak-anak di Korea Utara bakal mendapat satu kilo permen dari pemimpin negeri itu, Kim Jong-Un. Permen itu akan dibagikan untuk menandai hari ulang tahunnya, Selasa besok, 8 Januari 2012. Dia meneruskan tradisi yang dilaksanakan oleh kakeknya.

Media pemerintah setempat melaporkan, Kim telah memobilisasi pesawat pengangkut untuk memastikan setiap anak yang berusia 10 tahun atau kurang untuk menerima permen itu tepat waktu.

"Penduduk desa di pulau-pulau terpencil mendapat ledakan kebahagiaan dengan gula-gula di pesawat angkut itu," demikian bunyi laporan tersebut.

Tradisi memberikan permen kepada anak-anak ini dimulai sejak pemerintahan kakeknya, yang juga pendiri negeri itu, Kim Ill-Sung pada 1980. Tradisi itu juga diteruskan oleh ayah Kim Jong-Un, yang memerintah negeri itu pada 1994. Perayaan ulang tahun mereka ini dirayakan sebagai hari nasional.

Kim Jong-Un lahir pada 8 Januari. Namun berbagai variasi menyebutkan tahun kelahiran pria bertubuh tambun ini. Ada yang menyebut 1982, 1983, dan 1984.

Seorang analis di Institut Riset Ekonomi IBK Seoul, Cho Bong Hyun, menyebutkan, kebaikan hati Kim Jong-Un ini bertujuan untuk pencitraan pemimpin negeri itu. "Sebagai pemimpin yang baik hati, peduli kepada negerinya, dan membangun kultus kepribadian di sekitar pemimpin muda," ujarnya. (IRIB Indonesia / Tempointeraktif / SL)

Senin, 07 Januari 2013 18:58

Besok, Kebakaran Besar Ancam Australia

Warga Australia, Selasa, 8 Januari 2013, bersiap menghadapi ancaman kebakaran terbesar dalam sejarah. Bahaya terutama mengancam negara bagian New South Wales, wilayah berpenduduk paling besar di benua kanguru itu. Sebab, suhu Kota Sydney dan sekitarnya yang diprediksi akan mencapai 43 derajat Celsius disertai angin kencang dapat memicu kebakaran hebat.
"Hari ini bukan hari biasa. Mungkin hari ini kita menghadapi ancaman kebakaran terbesar dalam sejarah," kata Perdana Menteri New South Wales, Barry O'Farrell, Senin, 7 Januari 2013. Suhu yang sangat panas dan angin kencang dikhawatirkan menyebabkan kebakaran pada rumput dan tanaman yang kini mengering karena minimnya hujan.
Ribuan petugas pemadam kebakaran dan 70 pesawat pembawa air telah disiagakan. Sekitar 90 titik api telah menyala di selatan Sydney--20 di antaranya terlalu besar untuk ditangani. Kondisi ekstrem juga diprediksi akan berlangsung di Negara Bagian Victoria. Sebanyak 13 juta dari total 23 juta penduduk Australia tinggal di Victoria dan New South Wales.
Perdana Menteri Australia Julia Gillard meminta rakyat untuk waspada menghadapi ancaman ini. Gillard mendesak warga dan pemerintah yang berada dalam zona bahaya untuk membuat rencana evakuasi jika kebakaran terjadi. "Ini adalah kejadian ekstrem. Kita tinggal di negara yang panas dan kering serta ancaman kebakaran," ujar Gillard saat mengunjungi korban kebakaran di Hobart, Tasmania.
Kebakaran hebat yang terjadi di Tasmania sejak Kamis pekan lalu menyebabkan ratusan bagunan hangus dan 500 warga dilaporkan hilang. Namun, kepolisian Tasmania mengatakan hingga kini belum ditemukan jasad korban dalam insiden tersebut. "Kemungkinan warga yang hilang selamat, tapi menemukan mereka merupakan prioritas kami," tutur Scott Tilyard, pelaksana tugas komisioner polisi Tasmania.
Kebakaran semak kerap terjadi di Australia, terutama pada musim panas Desember-Februari. (IRIB Indonesia / Tempointeraktif / SL)
Senin, 07 Januari 2013 18:57

Wartawan Cina Tuntut Kebebasan Pers

Kerumunan orang itu nampak berdiri di depan kantor pusat koran Cina, Senin, 7 Januari 2013, guna mendukung protes para jurnalis yang mulai terusik kebebasannya oleh pemerintah. Mereka menuntut kebebasan pers dan dihilangkannya sensor.

Para jurnalis di Southern Weekly, koran yang bermarkas di Guangzhou Cina bagian selatan, mengklaim bahwa editorial mereka yang berisi tuntutan reformasi politik telah disensor dan ditulis ulang dengan isi puja puji terhadap penguasa Partai Komunis.

Foto-foto yang diterbitkan South China Morning Post dan diedarkan secara meluas oleh situs ternama Cina, Sina Weibo, menunjukkan puluhan orang hadir di luar kantor pusat koran, beberapa di antaranya memegang poster berisi tuntutan kebebasan pers.

Salah seorang jurnalis dari Southern Media Group, pemilik Southern Weekly, mengatakan kepada CNN bahwa koleganya telah bergabung dengan para pengunjuk rasa guna mengekspresikan kemarahannya.

"Kami berdiri sekarang ini karena kami ditekan dan dibatasi," kata seorang jurnalis yang tak bersedia disebutkan namanya.

Selama ini koran-koran di Cina kerap menjadi sasaran sensor penguasa. Para jurnalis dalam suratnya mengatakan, tulisan mereka terlalu banyak diubah dan diganti setelah disetujui oleh editor. Juru bicara pemerintah Guangdong menolak memberikan komentar atas insiden sensor koran. Sensor terhadap Southern Weekly juga datang dari pemerintahan Provinsi Guangdong, tampat koran ini berkantor. (IRIB Indonesia / Tempointeraktif / SL)