کمالوندی

کمالوندی

Kamis, 18 Oktober 2012 08:32

Imam Jawad, Mahkota Ilmu Ahlul Bait

Imam Muhammad Jawad lahir pada bulan Rajab 195 H dan mereguk cawan syahadat pada hari terakhir bulan Dzulqaidah tahun 220 H. Salah satu hal menarik dalam kehidupannya, beliau menjadi imam pada usia delapan tahun. Lalu, muncul pertanyaan mungkinkah di usia semuda itu menjadi pemimpin umat sebagai Imam kaum muslimin? Memang, akal dan fisik manusia harus menempuh tahapan-tahapan tertentu untuk mencapai kesempurnaan. Tapi, jika Allah swt berkehendak maka fase yang sangat panjang itu bisa dilalui dalam waktu yang sangat singkat oleh orang-orang tertentu.

Dalam kenabian dan imamah, faktor umur bukan suatu persyaratan. Allah Yang Maha Kuasa mampu memberikan ilmu dan kemaksuman serta segala sesuatu yang menjadi kekhususan bagi seorang nabi dan imam kepada seorang anak kecil atau bayi yang baru dilahirkan. Demikian pula dengan Imam Jawad as, dalam keadaan masih anak-anak telah menjadi imam setelah kesyahidan ayah beliau yang mulia.

Al-Quran menjelaskan orang-orang tertentu yang dipilih Tuhan menjadi pemimpin umat di usia sangat muda bahkan bayi. Nabi Yahya misalnya, menjadi pemimpin umat di usia kanak-kanak. Dalam surat Maryam ayat 12, Allah swt berfirman, "Wahai Yahya, ambillah alKitab (Taurat) itu dengan sungguh-sungguh. Dan kami berikan kepadanya hikmah selagi ia masih kanak-kanak.

Di ayat lain, al-Quran menjelaskan bahwa Nabi Isa dapat berbicara dalam keadaan masih bayi dan memberitahukan kenabiannya kepada masyarakat. Surat Maryam ayat 30 menceritakan, "Berkata Isa: Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi. Dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada. Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup. Berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka. Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali. Itulah Isa putera Maryam, yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-bantahan tentang kebenarannya."

Imam Jawad sebagaimana ayahnya Imam Ridha memainkan peran penting dalam menjaga dan menyebarkan nilai-nilai agama Islam di tengah masyarakat. Beliau menyebarkan ilmu al-Quran, akidah, fiqh, hadis, dan ilmu keislaman lainnya. Salah satunya mengenai tafsir al-Quran. Imam Jawab menjawab pertanyaan mengenai makna dan tafsir sejumlah ayat al-Quran.

Seorang sahabat Imam bernama Abu Hashim Jafari bertanya, "Apa makna kalimat ‘Ahad' dalam ayat ‘Qul Huwallahu Ahad'." Imam menjawab, "Ahad adalah keyakinan terhadap keesaan Allah yang Maha Besar. Apakah kamu tidak mendengar ayat yang artinya berbunyi, "Jika ditanya kepada orang kafir siapa yang menciptakan langit dan bumi ini ? Mereka pasti menjawab, ‘Allah'. Meskipun orang-orang kafir itu sesuai fitrah dan akalnya mengakui Tuhan, tapi mereka menyekutukannya."

Keutamaan ilmu dan kemuliaan akhlak Imam Jawad begitu harum semerbak di tengah masyarakat, hingga penguasa yang merasa terancam dengan popularitas sang Imam merancang sebuah konspirasi untuk menjatuhkan citra beliau. Pada hari yang telah ditentukan, penguasa Abbasiyah bersama Yahya bin Aktsam memasuki majelis besar yang dihadiri oleh orang-orang terhormat, bangsawan, dan para pejabat pemerintahan. Kemudian, datanglah Imam Jawad as ke majelis itu. Orang-orang yang hadir di dalam majelis itu berdiri menyambut kedatangan beliau.

Makmun berkata kepada Imam Jawad, "Yahya bin Aktsam ingin mengajukan beberapa pertanyaan kepadamu." "Silahkan bertanya apa pun yang ia ingin ditanyakan", jawab Imam as. Yahya mulai melontarkan pertanyaannya kepada Imam, "Apa pendapatmu tentang orang yang mengenakan pakaian Ihram dan berziarah ke Ka'bah, pada saat yang sama ia juga pergi berburu dan membunuh seekor binatang di sana?"

Imam Al-Jawad berkata, "Wahai Yahya, kau telah menanyakan sebuah masalah yang masih sangat umum. Mana yang sebenarnya ingin kau tanyakan; apakah orang itu berada di dalam Tanah Haram atau di luar? Apakah ia tahu dan mengerti tentang larangan perbuatan itu atau tidak? Apakah dia membunuh binatang itu dengan sengaja atau tidak? Apakah dia itu seorang budak atau seorang merdeka? Apakah pelaku perbuatan itu menyesali perbuatannya atau tidak? Apakah kejadian ini terjadi pada malam atau siang hari? Apakah perbuatannya itu untuk yang pertama kali atau kedua kalinya atau ketiga kalinya? Apakah binatang buruan itu sejenis burung atau bukan? Apakah binatang buruan itu besar atau kecil?"

Mendengar jawaban dari Imam Jawadyang saat ini berusia sangat muda, Yahya bin Aktsam, takjub dan dari raut mukanya terlihat ketidakberdayaannya. Ia pun mengakui keilmuan Imam Jawad.

Imam Jawad juga memiliki sahabat dan murid-murid yang berjasa dalam penyebaran keilmuan Islam. Di antaranya adalah Muhammad Bin Khalid Barqi yang menulis sejumlah karya di bidang tafsir al-Quran, sejarah, sastra, ilmu hadis dan lainnya.

Mengenai pentingnya Ilmu pengetahuan, Imam Jawad berkata, "Beruntunglah orang yang menuntut ilmu. Sebab mempelajarinya diwajibkan bagimu. Membahas dan mengkajinya merupakan perbuatan baik dan terpuji. Ilmu mendekatkan saudara seiman, hadiah terbaik dalam setiap pertemuan, mengiringi manusia dalam setiap perjalanan, dan menemani manusia dalam keterasingan dan kesendirian."

Imam Jawad senantiasa menyerukan untuk menuntut ilmu dan menyebutnya sebagai penolong terbaik. Beliau menasehati sahabatnya supaya menghadiri majelis ilmu dan menghormati orang-orang yang berilmu. Tentang pembagian ilmu, Imam Jawad berkata, "Ilmu terbagi dua, yaitu ilmu yang berakar dari dalam diri manusia, dan ilmu yang diraih dari orang lain. Jika ilmu yang diraih tidak seirama dengan ilmu fitri, maka tidak ada gunanya sama sekali. Barang siapa yang tidak mengetahui kenikmatan hikmah dan tidak merasakan manisnya, maka ia tidak akan mempelajarinya. Keindahan sejati terdapat dalam lisan dan laku baik. Sedangkan kesempurnaan yang benar berada dalam akal."

Imam Jawad menyebut ilmu sebagai faktor pembawa kemenangan dan sarana mencapai kesempurnaan. Beliau menyarankan kepada para pencari hakikat dan orang-orang yang mencari kesempurnaan dalam kehidupannya untuk menuntut ilmu. Sebab ilmu akan membantu mencapai tujuan tinggi baik dunia maupun akhirat.

Pada hari terakhir bulan Dzulqaidah 220 H, Imam Jawad syahid akibat racun yang disuguhkan oleh isterinya, Ummu Al-Fadhl atas perintah khalifah Bani Abbas. Makam suci beliau di samping kuburan suci kakeknya yang mulia, Imam Musa Ibn Ja`far as, di kota Kadzimain yang menjadi tempat ziarah para pecinta Ahlul Bait as.

Di akhir acara ini, kita akhiri dengan mengutip bagian dari ziarah Imam Jawad.

Salam bagimu wahai Muhammad bin Ali yang mulia, takwa dan setia !

Salam bagimu wahai tanda besar Tuhan !

Salam bagimu wahai hujah Allah bagi makhluk !

Kami segenap kru Radio Melayu suara Republik Islam Iran mengucapkan turut berduka cita atas kesyahidan Imam Jawad as.(IRIB Indonesia)

Kamis, 18 Oktober 2012 08:30

Pengaruh Personal dan Sosial Pernikahan

Salah satu kebutuhan manusia adalah kebutuhan emosional seperti, cinta, kasih sayang, ketenangan dan kedamaian batin. Semua kebutuhan itu dapat dipenuhi dalam kerangka pernikahan dan rumah tangga. Menurut Islam, di antara dampak-dampak pernikahan adalah mewujudkan sakinah, mawaddah, dan rahmah. Kisah pernikahan Imam Ali as dan Sayidah Fatimah as penuh dengan keindahan seperti kisah perkawinan Rasul Saw dan Sayidah Khadijah as. Ini adalah kisah pernikahan antara dua manusia suci dan penuh keberkahan. Pernikahan antara dua manusia suci itu berlangsung pada tanggal 1 Dzulhijjah tahun kedua Hijriyah.

Banyak orang yang berniat mempersunting Fatimah as dan menjadikannya sebagai bagian dari keutamaan mereka. Dengan berbagai cara, mereka ungkapkan keinginan tersebut kepada Nabi Saw. Abu Bakar dan Umar mengedepankan persahabatan mereka dengan Nabi Saw dan menyebutkan keutamaan mereka untuk mengambil hati beliau. Namun, Nabi Saw menolak lamaran mereka. Waktu terus berlalu hingga Imam Ali as datang menghadap Rasulullah Saw dengan tujuan yang sama, melamar Sayidah Fatimah Zahra as.

Ketika itu Nabi Muhammad Saw berkata, "Wahai Ali! Sebelum engkau datang, sudah banyak pria yang menghadapku untuk melamar Sayidah Fatimah sebagai isterinya, tapi Fatimah menolak mereka semua. Tunggulah di sini, seperti yang lain. Aku akan ke dalam menanyakan pendapat Fatimah." Rasulullah Saw menemui Fatimah dan berkata, "Fatimah, engkau telah mengenal Ali bin Abi Thalib dari sisi kedekatan keluarga, keutamaan dan keislamannya. Aku memohon kepada Allah Swt untuk mengawinkanmu dengan makhluk terbaik dan paling dicintai Allah Swt ini. Kini, Ali telah melamarmu. Apa pendapatmu?"

Fatimah kemudian terdiam, tapi ia tidak memalingkan wajahnya. Rasulullah Saw sendiri tidak melihat wajah Fatimah menunjukkan ketidaksukaan. Akhirnya Nabi Saw berdiri dan berkata, "Allahu Akbar. Diamnya Fatimah merupakan tanda kerelaannya." Ketika itu juga Malaikat Jibril turun dan berkata, "Wahai Rasulullah! Nikahkan Fatimah dengan Ali. Allah menerima Fatimah untuk Ali dan sebaliknya, Ali untuk Fatimah." Akhirnya Rasulullah Saw menikahkan Ali dengan Fatimah. Setelah mempersiapkan segala sesuatu, keduanya dinikahkan oleh Rasulullah pada tanggal 1 Dzulhijjah tahun kedua Hijriyah.

Mas kawin Sayidah Fatimah Zahra senilai 500 dirham dimana Ali membeli rumah dari setengah harga mas kawin tersebut. Sekaitan dengan hal ini Nabi berkata, "Saya menikahkan Fatimah dengan Ali sesuai dengan perintah Allah." Dengan demikian, Sayidah Fatimah as hidup serumah dengan Imam Ali as. Dari pernikahan keduanya lahir dua pemuda penghulu Surga, Imam Hasan dan Husein as dan Sayidah Zainab Kubra dan Shugra as. Pernikahan Imam Ali as dan Sayidah Fatimah sa, merupakan teladan bagi seluruh keluarga.

Salah satu fase penting kehidupan setiap individu adalah pernikahan dan pembentukan rumah tangga. Sebagaimana musim semi yang menebarkan kesegaran dan keindahan alam, fase usia manusia juga memiliki musim semi yang penuh semangat dan optimisme, yaitu masa muda. Pernikahan juga memiliki musim semi yaitu ketika seseorang telah mencapai kematangan biologis dan pemikiran. Jika pernikahan dilakukan pada masa muda, tentu ada banyak manfaat dan keuntungan yang didapat seperti, kehidupan yang harmonis, kesegaran fisik dan mental, serta buah hati yang sehat.

Salah satu karakteristik utama agama Islam adalah memberikan solusi atas semua kebutuhan manusia baik itu jasmani ataupun ruhani. Islam juga menganjurkan untuk segera menikahkan muda-mudi yang telah siap untuk membina rumah tangga. Rasul Saw menyebut pernikahan sebagai bangunan yang paling dicintai di sisi Allah Swt. Islam memberi perhatian khusus terhadap masalah pernikahan dan rumah tangga serta menganjurkan untuk mencari pasangan hidup yang setara dari segi keyakinan, akhlak, budaya, ekonomi, dan strata sosial. Jelas bahwa dalam bingkai sebuah pernikahan yang ideal, laki-laki dan perempuan akan mencapai kesempurnaan hakiki.

Jika sebuah kehidupan yang indah dimulai atas dasar keyakinan dan parameter-parameter yang benar, maka kehidupan itu juga akan berlanjut dengan penuh keindahan. Pernikahan akan menghadiahkan ketenangan dan kedamaian kepada seseorang. Dalam surat Rum ayat 21, Allah Swt berfirman, "Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah Dia menciptakan untuk kamu istri-istri dari jenis kamu sendiri, supaya kamu bersenang hati dan hidup mesra dengannya, dan dijadikan-Nya di antara kamu (suami isteri) kasih sayang dan rahmat."

Seorang peneliti, sosiolog, dan penulis Amerika, James Q. Wilson menulis, "Pernikahan adalah sebuah jawaban atas kecenderungan fundamental untuk cinta, kasih sayang, dan juga mendidik anak-anak. Mereka yang sudah menikah tampak lebih ceria dari orang-orang lajang yang seusia dengannya." Pada dasarnya, pernikahan adalah sebuah kebutuhan manusia dan orang-orang yang bangkit melawan tuntutan internal ini, mereka akan terperangkap dalam berbagai masalah seperti, gangguan mental dan spiritual.

Menurut berbagai riset, menolak menikah pada usia ideal memiliki banyak dampak negatif bagi kehidupan individu dan sosial. Menunda pernikahan berarti mengharuskan seseorang untuk menahan gejolak hawa nafsu dalam waktu yang relatif lama. Hal ini dengan sendirinya akan menciptakan tekanan mental, jiwa, depresi, dan penyakit-penyakit mental lainnya. Menunda pernikahan bahkan bisa menyeret seseorang ke dalam penyimpangan dan bahkan pergaulan bebas. Oleh karena itu, pernikahan akan meredam semua gejolak batin dan mencegah manusia terjerumus ke dalam jurang kegelapan.

Di tengah masyarakat, tidak ada interaksi yang lebih penting dari hubungan suami-istri dari segi sensitivitas dan urgensitas. Sebuah hubungan, di mana manusia menghabiskan saat-saat yang paling indah dalam hidupnya secara bersama-sama dan berdampingan. Peran mereka juga sangat penting dalam mempersiapkan sebuah masyarakat yang bermoral dan mulia. Selain itu, penyaluran kebutuhan biologis dalam kerangka pernikahan akan menciptakan lingkungan sosial yang bersih dan tenteram.

Salah satu dampak positif pernikahan adalah hidup terarah dan penuh target serta membangkitkan motivasi untuk beraktivitas. Seorang suami akan senantiasa bersemangat untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya dan membesarkan buah hatinya. Oleh sebab itu, perjuangan untuk mencari rezeki akan menggairahkan kondisi ekonomi, pasar, dan juga masyarakat.

Sementara itu, masyarakat yang bangkit melawan kebutuhan-kebutuhan fitrah manusia, mereka akan terpasung dengan berbagai problema sosial dan kerusakan mental. Salah satu faktor meningkatnya kerusakan di tengah masyarakat modern adalah menjaga jarak dari pernikahan dan tidak menyalurkan kebutuhan biologisnya dalam kerangka yang benar. Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei mengatakan, "Barat telah kehilangan keluarga sebagai sebuah poros bagi laki-laki dan perempuan untuk menciptakan lingkungan yang aman dan damai. Kebanyakan keluarga di Barat telah hancur. Banyak perempuan hidup sendiri hingga akhir hayatnya. Ada banyak laki-laki dan perempuan yang tidak menemukan pasangan yang serasi dan kebanyakan pernikahan berujung pada perceraian."

Ayatullah Khamenei menilai pilar utama dan poros segala sesuatu adalah membentuk rumah tangga. Beliau meyakini keluarga yang sehat akan memberi pengaruh besar bagi kemajuan masyarakat yang diinginkan oleh Islam. Agama suci ini ingin poros tersebut terbentuk dan eksis. Berbicara tentang urgensitas membentuk rumah tangga kaum muda, Ayatullah Khamenei mengatakan, "Bagi laki-laki, memasuki rumah, menemukan kedamaian di dalam rumah, dan kehadiran istri yang penuh kasih di sisinya, merupakan sebuah sarana memperoleh ketenangan hidup. Sementara bagi perempuan, kehadiran seorang laki-laki, seorang pelindung yang selalu menyatakan cintanya kepada istri, dan tampil sebagai benteng yang kokoh bagi istrinya, merupakan sebuah kebahagiaan. Keluarga akan memenuhi kedua kebutuhan tersebut." (IRIB Indonesia)

Kamis, 18 Oktober 2012 08:27

Akhlak Mulia dan Kesehatan Mental

Jika sejarah pernah mencatat pribadi-pribadi agung dan insan-insan mulia di jagad raya ini, mereka semua diabadikan dan dikenang karena tingkat spiritualitas dan akhlak mulianya. Sebuah masyarakat yang tidak bermoral dan tidak memiliki nilai-nilai kemanusiaan, maka masyarakat seperti itu akan tenggelam dalam lembaran kelam sejarah. Menurut para pakar antropologi, keruntuhan peradaban besar dan kehancuran bangsa-bangsa tidak semata-mata diakibatkan oleh krisis ekonomi akut, tapi lebih disebabkan oleh sirnanya nilai-nilai spiritual dan moral di tengah sebuah masyarakat. Dapat disimpulkan bahwa keruntuhan pilar-pilar spiritual dan moral memiliki peran signifikan dalam menenggelamkan sebuah masyarakat.

Landasan kepribadian setiap manusia dan nilai-nilai eksistensinya diukur menurut sifat-sifat mulia yang ia sandang. Seorang penulis Inggris, Samuel Smiles mengatakan, "Setiap kemajuan dan keberhasilan yang dicapai dalam kehidupan seseorang, berhubungan erat dengan kekuatan internal dan potensi fitrah individu tersebut. Hal itu juga berhubungan dengan akhlak mulia dan keseimbangan kepribadiannya. Pada dasarnya, kebahagiaan setiap orang memiliki hubungan erat dengan akhlak mulia dan keramahan dia dengan orang lain."

Dengan kata lain, bagian penting dari nilai-nilai kemanusiaan harus dicari dalam keutamaan-keutamaan moral. Namun perlu diingat bahwa sifat-sifat luhur kemanusiaan tersebut hanya bisa diraih melalui penyucian diri serta pendidikan mental dan moral. Oleh karena itu, para pakar psikologi dan guru akhlak menaruh perhatian besar untuk mencegah kerusakan moral dan juga bagaimana memperoleh sifat-sifat luhur kemanusiaan. Mereka juga sangat menekankan dimensi pendidikan praktis dalam masalah itu.

Para ulama telah mengajarkan banyak langkah praktis untuk memperoleh dan mengembangkan keutamaan-keutamaan moral. Selain itu, mereka juga mengajarkan umat manusia dengan memberi teladan yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Agama Islam senantiasa mengajak umatnya untuk bersikap sopan dan lemah lembut dalam berinteraksi dengan orang lain dan melarang mereka untuk berlaku kasar dan tidak sopan. Akhlak mulia dan sikap ramah termasuk di antara sifat dominan yang akan mengundang kasih sayang dan cinta di tengah pergaulan sosial. Perkataan yang lahir dari pribadi seperti itu juga memiliki dampak besar bagi pihak lain.

Salah satu faktor utama kemajuan Islam adalah akhlak mulia dan kesantunan Rasulullah Saw. Dalam surat Ali Imran ayat 159, Allah Swt berfirman "Maka disebabkan rahmat dari Allahlah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu." Rasul Saw senantiasa bersikap ramah dan memberikan kasih sayang dan perhatian kepada semua Muslim dengan kadar yang sama. Cahaya kasih sayang dan cinta senantiasa menghiasi raut wajah beliau.

Anas bin Malik, pelayan Rasulullah Saw selalu mengisahkan kemuliaan akhlak Nabi Saw dan berkata, "Selama 10 tahun melayani beliau, aku sama sekali tidak melihat raut murung di wajah Rasul Saw dan bahkan tidak pernah mengerutkan wajahnya ketika menyaksikan perbuatanku yang tidak berkenan dan juga tidak pernah menunjukkan sikap kasar." Jelas bahwa perbuatan baik dan sikap tawadhu' Rasulullah Saw semata-mata memberi pesan bahwa manusia harus berlaku seperti itu untuk mencapai kesempurnaan.

Dalam budaya Islam, manusia harus menjadi teladan moral dan cerminan akhlak di tengah masyarakat sehingga orang lain dapat berkaca kepadanya. Berakhlak mulia memiliki dampak besar dalam kehidupan individual dan sosial. Mereka yang menyandang akhlak mulia umumnya lebih sukses dalam menjalani aktivitas dan karir. Akan tetapi, manusia yang berlaku kasar dan tidak sopan selain akan mengurangi daya tarik orang-orang di sekitarnya, juga kurang sukses dalam beraktivitas dan kegiatan.

Pada dasarnya, akhlak mulia memiliki banyak dampak positif bagi kehidupan seseorang dan akan menuntun mereka meraih kebahagiaan dan kesempurnaan. Sebaliknya, akhlak buruk juga memiliki dampak destruktif bagi individu dan bahkan masyarakat.

Alkisah, ada seorang remaja yang berakhlak buruk dan menyakiti orang-orang di sekitarnya. Pada suatu hari, ayahnya memberi sebuah kotak paku kepada remaja itu sambil berkata setiap kali emosi menguasaimu, engkau harus menancapkan sebuah paku di tembok itu. Pada hari pertama, remaja itu menancapkan 37 buah paku di tembok. Beberapa pekan kemudian, jumlah paku yang ia tancapkan ke tembok semakin berkurang dan mulai memahami bahwa mengontrol emosi lebih mudah daripada menancapkan paku di tembok. Akhirnya, orang tua remaja itu mengusulkan setiap kali engkau bisa mengontrol emosi, maka cabutlah satu paku dari tembok itu.

Hari-hari berlalu dan remaja itu akhirnya mampu berkata kepada orang tuanya bahwa seluruh paku di tembok telah ia cabut. Kemudian ayahnya memegang tangan anaknya dan membawanya ke sisi tembok tersebut sambil berkata, "Wahai anakku! Engkau telah berbuat baik dan sukses mengontrol kemarahanmu. Akan tetapi, lihatlah lubang-lubang di tembok itu, dia tidak mungkin seperti dulu lagi. Ketika engkau sedang dikuasai emosi dan mengeluarkan sebuah ucapan, perkataan tersebut juga akan berbekas seperti itu. Engkau mampu menusuk sebuah pisau ke hati seseorang dan mencabutnya lagi, tapi ribuan kata maaf tidak berguna lagi, luka itu akan membekas. Luka lisan dan ucapan kasar lebih menyakitkan dari luka tusukan."

Setiap sifat mulia seseorang selain memiliki dimensi spiritual dan ukhrawi, juga punya dampak besar dalam kehidupan material dan duniawi umat manusia. Oleh sebab itu, masalah moral jangan dianggap hanya sebuah kasus pribadi dan individu serta sesuatu yang terpisah dari kehidupan sosial manusia. Namun sebaliknya, segala bentuk perubahan sosial tidak mungkin terjadi tanpa perubahan moral. Akhlak mulia adalah syarat pertama untuk mencapai kesuksesan interaksi sosial. Sifat itu menyimpan daya tarik dan membantu mengangkat kepribadian seseorang serta memiliki pengaruh besar dalam menata kehidupan individual dan sosial.

Tidak ada sifat lain yang mampu mengundang daya tarik dan mengurangi tekanan mental selain akhlak mulia. Orang yang bermental seperti ini mampu mengontrol diri dan membuat lingkungan sekitar tidak memahami problema-problema yang ia hadapi. Ia senantiasa berusaha bersikap ramah dan gembira sehingga orang lain merasa terhibur dan senang. Mereka yang berakhlak mulia selain mampu menguasai diri saat menghadapi beban hidup, juga bisa mengatasi kondisi lingkungan yang tidak mendukung. Ahklak mulia merupakan faktor yang paling dominan dalam menjamin kesuksesan seseorang. Sebagai contoh, kemajuan sebuah pusat layanan sosial sangat bergantung pada keramahan dan kesopanan para pengelolanya.

Di dunia modern saat ini, ada banyak faktor yang menyebabkan seseorang mengalami guncangan, depresi, stres, dan tekanan. Namun, akhlak mulia dan sopan santun akan mengurangi tingkat tekanan mental dan akan menyebabkan panjang usia. Imam Ali as berkata, "Tidak ada kehidupan yang lebih indah dari kehidupan yang dihiasi oleh akhlak mulia." Sementara Imam Jakfar Shadiq as berkata, "Kebaikan dan akhlak mulia akan memperpanjang usia." (IRIB Indonesia)

Tempat paling baik untuk berdakwah adalah di saat musim haji. Nabi Muhammad Saw di musim haji mendatangi para calon haji dan menyampaikan dakwah Islam kepada mereka.

Dalam hadis disebutkan bahwa Imam Shadiq as di padang Arafah di tengah-tengah banyak manusia yang melaksanakan ibadah haji berteriak dengan suara lantang ke empat penjuru angin. Di tiga arah beliau berkata:

ایّها النّاس رسول اللّه صلى الله علیه و آله كان الامام ثمّ على بن ابیطالب ثم الحسن و الحسین ثم على بن الحسین ثم محمد بن على علیهم السلام ثم هَه

Yaa Ayyuhannaas. Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wa Aalihi Kaana Al-Imaama Tsumma Aliyabnu Abi Thalib Tsumma Al-Hasana Wal Huseina Tsumma Aliyabnal Husein Tsumma Muhammadabni Ali ‘Alaihissalaam Tsumma Hah

Wahai manusia! Rasulullah Saw adalah Imam. Setelah itu adalah Ali bin Abi Thalid lalu Hasan, Husein, Ali bin Husein dan Muhammad bin Ali. Dan saat ini adalah aku! (Furu' al-Kafi, 4/466)

Kata Hah dalam hadis ini berarti "Anaa Fasaluunii" yang berarti saya dan tanyalah kepadaku.

Imam Muhammad Baqir as selama 10 tahun di Mina melakukan Azadari (ratapan duka) untuk Imam Shadiq as dan berbicara mengenai kejahatan yang telah dilakukan penguasa yang zalim terhadap Imam dan Ahlul Bait.

Imam Husein as sebelum berangkat ke arah Karbala tinggal untuk beberapa bulan di Mekah sampai para calon jamaah haji datang dan beliau dapat menjelaskan sikap politiknya terkait Yazid kepada mereka. Dengan demikian setiap dari mereka menjadi pembawa pesan beliau ke daerahnya masing-masing. Setelah itu beliau bergerak ke Karbala.

Setelah menjelaskan sedikit pendahuluan tentang kekhususan haji, tiba saatnya untuk membahas beberapa fatwa dalam masalah haji:

 

Soal:Bila seseorang dari sisi keuangan dikategorikan tidak mampu lalu melakukan nazar bahwa bila ia mendapat uang, maka akan dipakai untuk berziarah ke makam Imam Husein as dan di hari Arafah berada di Karbala. Sekarang, bila ia memiliki uang untuk melakukan haji, maka mana yang harus didahulukan, haji atau berziarah ke makam Imam Husein as?

Jawab:

Ayatullah al-Udzma Sayid Mohammad Hosseini Shahroudi: Ia harus mendahulukan ibadah haji.

 

Soal:Seorang pemuda yang belum menikah baru-baru ini terhitung mampu untuk menunaikan ibadah haji, tapi pada saat yang sama ia berpikiran untuk menikah. Bila ia pergi haji, maka pernikahannya bakal tertunda. Dalam kondisi yang demikian mana yang harus dilakukannya?

Jawab:

Ayatullah al-Udzma Sistani: Ia harus pergi haji dan menunda pernikahannya. Kecuali bila dengan penundaan itu, menikah menjadi sulit baginya, maka dalam kondisi ini ia harus mendahulukan untuk menikah.

 

Soal:Seorang pelayan kelompok terbang haji setelah melakukan umrah, ia pergi ke Arafah dan Mina untuk melihat tempat tinggal kloter dimana ia ditugaskan, setelah itu ia kembali ke Mekah. Apakah ia boleh melakukan hal ini?

Jawab:

Ayatullah al-Udzma Sistani: Tidak masalah dalam kasus yang seperti ini, dimana ia yakin dapat kembali lagi ke Mekah dengan mudah.

 

Soal:Dengan mencermati bahwa perempuan dapat melempar Jumrah pada malam hari kesepuluh, apakah harus di malam Ied ataukah di malam kesebelas juga boleh. Bila diasumsikan boleh melakukannya, bila perempuan itu melaksanakan haji sebagai wakil dari orang lain, maka bagaimana ia harus melakukannya?

Jawab:

Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei: Bila mampu melempar Jumrah Aqabah di malam Ied, maka itu harus dilakukannya, khususnya bila hajinya adalah mewakilkan orang lain. Hajinya tidak sah bila ia menundanya hingga malam hari kesebelas. Tapi tidak masalah bila di siang hari kesepuluh, yakni hari Ied ia melakukan lempar Jumrah. (IRIB Indonesia / Saleh Lapadi)

Dirjen IAEA Yukiya Amano menyatakan bahwa pertemuan antara Badan Energi Atom Internasional dan Iran bisa diadakan dalam waktu yang sangat dekat.

"Kami bersedia untuk bertemu dengan mereka di dalam waktu dekat .... Saya berharap kami dapat memiliki pertemuan yang cukup lama," kata Amano dalam kunjungannya ke London pada hari Rabu (17/10).

Pernyataan Amano datang setelah para menteri luar negeri Uni Eropa pada Senin (15/10) menyetujui putaran baru sanksi terhadap Iran, meskipun Sekjen PBB mengingatkan konsekuensi kemanusiaan dari larangan sebelumnya.

Para menteri luar negeri Uni Eropa (UE) Senin (15/10) menyetujui putaran baru sanksi terhadap Iran atas program energi nuklirnya, meskipun PBB memperingatkan konsekuensi kemanusiaan dari larangan sebelumnya.

Sanksi sepihak dan ilegal ini datang di saat kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Catherine Ashton Senin (15/10) mengatakan bahwa perundingan antara Iran dan kelompok 5 +1 bisa bergerak maju.

"Saya benar-benar berpikir ada ruang untuk negosiasi. Saya harap kami akan mampu membuat kemajuan segera, "tegas Ashton.

Para pejabat Iran telah berulang kali menggambarkan sanksi terhadap Republik Islam sebagai sia-sia dan tidak efektif. Tehran menilai langkah tersebut hanya ditujukan untuk menciptakan perang psikologis semata.

Langkah terbaru Uni Eropa ini bertentangan dengan pernyataan Sekjen PBB mengenai konsekuensi kemanusiaan dari embargo sebelumnya yang ditetapkan. Ban Ki-moon (5/10) memperingatkan bahwa sanksi Barat ini menargetkan mata pencaharian rakyat Iran.

Sanksi rekayasa ilegal yang dikenakan terhadap Iran berdasarkan tuduhan tak berdasar bahwa Tehran sedang mengejar tujuan non-sipil dalam program energi nuklirnya.

Iran menolak tuduhan tersebut. Sebagai penandatangan berkomitmen traktat Non-Proliferasi nuklir (NPT) dan anggota Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Iran berhak menggunakan teknologi nuklir untuk tujuan damai. (IRIB Indonesia/PH)

Utusan Khusus PBB-Liga Arab untuk Suriah Lakhdar Brahimi menyatakan bahwa krisis Suriah bisa membakar seluruh kawasan jika gencatan senjata tidak segera dilakukan.

Brahimi mengemukan pernyataan itu pada hari Rabu (17/10) selama kunjungannya ke Lebanon.

Tiga hari sebelumnya, Brahimi menyerukan gencatan senjata sementara selama liburan empat hari hari raya Idul Adha yang dimulai pada tanggal 26 Oktober mendatang. Pemerintah Suriah telah menyuarakan kesiapan untuk membahas usulan tersebut.

Selama kunjungannya ke Lebanon, Brahimi bertemu dengan Presiden Lebanon Michel Sleiman, Perdana Menteri Najib Mikati, dan Ketua Parlemen Nabih Berri.

Kunjungan utusan khusus PBB-Liga Arab ke Lebanon adalah bagian dari safari regionalnya yang bertujuan mencari solusi untuk mengatasi krisis Suriah. Dia juga sebelumnya sudah mengunjungi Turki, Arab Saudi, Iran, Irak dan Mesir.

Direktur Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB) Ezzatollah Zarghami mengecam pelarangan stasiun TV dan radio Iran dan menyebut tindakan itu sebagai "terorisme budaya."

Pernyataan tersebut disampaikan Zarghami dalam Sidang Umum Asia-Pacific Broadcasting Union (ABU) di Seoul, ibukota Korea Selatan, pada Rabu (17/10) sebagaimana dilaporkan Mehr News.

Ia juga menuntut organisasi-organisasi internasional, khususnya UNESCO untuk mengadopsi peraturan konkrit guna mencegah tindakan ilegal tersebut.

Menurut Zarghami, pelarangan stasiun-stasiun media Iran dimaksudkan untuk membungkam media alternatif meskipun fakta bahwa era penyensoran pers telah berakhir.

Pada Senin, satelit Eropa penyedia layanan Eutelsat SA memerintahkan perusahaan jasa media, Arqiva, untuk mencabut saluran-saluran satelit Iran dari salah satu frekuensinya, Hot Bird.

Terdapat 19 stasiun TV Iran termasuk Press TV, al-Alam, Jam-e-Jam 1 dan 2, Sahar 1 dan 2, jaringan berita Iran, Quran TV, dan al-Kawthar yang dihapus oleh perusahaan Eutelsat dari Hot Bird.

Tindakan tersebut merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap kebebasan berbicara. (IRIB Indonesia/RA)

Wakil Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran urusan Arab dan Afrika Hossein Amir Abdollahian memperingatkan konspirasi baru Amerika Serikat dan rezim Zionis Israel untuk memicu konflik etnis dan sektarian di kalangan umat Islam menyusul kegagalan mereka untuk melemahkan Kebangkitan Islam.

"Menjaga persatuan dan resistensi dalam menghadapi agresi Israel terhadap Palestina yang tertindas masih menjadi prioritas utama bagi dunia Islam," kata AmirAbdollahian dalam pertemuannya dengan anggota-anggota senior Front Aksi Islam Lebanon pada Rabu (17/10) sebagaimana dilansir Fars News.

Sementara itu, para pejabat Lebanon mengakui posisi Iran di kawasan Timur Tengah dan dukungannya terhadap Muqawama untuk melawan agresi rezim Zionis.

Mereka juga menegaskan perlunya untuk melakukan pertemuan, konsultasi, dan pertukaran ide di antara para ulama dan cendekiawan dari berbagai negara Islam.

Salain itu mereka mengatakan, kemunafikan musuh dalam menangani isu-isu dunia Islam bukan rahasia lagi dan menilai bahwa upaya media-media AS dan Israel untuk menyulut permusuhan dan perpecahan di antara umat Islam akan sia-sia saja. (IRIB Indonesia/RA)

Kamis, 18 Oktober 2012 08:08

Bentrokan Meletus di Libya, Belasan Tewas

Sedikitnya 11 orang tewas dan beberapa lainnya terluka setelah para mantan pemberontak Libya bersama tentara menyerang barat laut kota Bani Walid.

Massud al-waer, seorang pejabat lokal pada Rabu (17/10) mengatakan bahwa kota Bani Walid diserang dari tiga lini.


Serangan tersebut terjadi setahun setelah kota Bani Walid yang terletak di 170 kilometer tenggaraTripoli, ibukota Libya, dinyatakan bebas dari pasukan loyalis Muammar Gaddafi, mantan diktator terbunuh di negara itu.

Di sisi lain, sumber militer mengatakan bahwa tentara tidak mengeluarkan instruksi apapun untuk menyerang kota tersebut.

Bentrokan yang terus terjadi di Libya menjadi tantangan penguasa baru di negara itu dalam memulihkan keamanan dan ketertiban pasca tergulingnya Gaddafi yang telah berkuasa selama lebih dari empat dekade.

Rakyat Libya bangkit melawan Gaddafi pada bulan Februari 2011 dan menggulingkannya pada bulan Agustus 2011. (IRIB Indonesia/RA)

Pesawat tanpa awak rezim Zionis Israel untuk kedua kalinya harus mendarat darurat karena gangguan teknis padahal pesawat pengintai tersebut telah menjalani perbaikan dan optimasi.

Sebuah pesawat mata-mata Israel pada Rabu (17/10) terpaksa mendarat darurat di Tepi Barat saat kembali dari misinya. Demikian dilaporkan Fars News mengutip DPA.

Koran ZionisYediot Aharonot dalam situsnya menulis, pesawat tanpa awak dari jenis Sky Ryder ini terpaksa mendarat darurat di dekat Tepi Barat karena masalah teknis. Militer Israel langsung menuju lokasi pendaratan dan mulai menginvestigasi insiden tersebut.

Pesawat pengintai itu mengalami kerusakan kecil akibat tabrakan saat emergency landing dan militer rezim Zionis tengah meneliti penyebab kerusakan teknis untuk mencegah masalah ituterulang kembali.

Sky Ryder merupakan pesawat tanpa awak terkecil Israel yang digunakan untuk operasi pengintaian. Namun tampaknya pesawat ini tidak bekerja dengan baik. Beberapa bulan lalu dilakukan perbaikan dan optimasi akibat jatuhnya sebuah pesawat dari jenis ini, namun tak lama kemudian hal itu terjadi lagi.

Kesalahan teknis pesawat-pesawat tersebut menunjukkan ketidakefisienan produk ini padahal Israel mengklaim Sky Ryder adalah salah satu pesawat pengintai tercanggih dalam jajaran militernya. (IRIB Indonesia/RA)