کمالوندی
Tafsir Al-Quran, Surat Al-Baqarah Ayat 37-39
Ayat ke 37
Artinya:
Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.
Setelah keluar dari lingkungan yang tenang dan penuh kenikmatan, dan turun ke bumi yang penuh jerih payah, Adam memahami kesalahannya akibat tipuan Setan. Karena itu, ia menyesali perbuatannya dan bertekad untuk bertaubat. Namun bagaimana ia harus bertaubat sehingga diterima oleh Allah? Di sini Allah juga tidak melepaskan Adam. Allah mengajarkan beberapa kata dan kalimat untuk melahirkan penyesalan hatinya.
Kalimat-kalimat ini termaktub dalam surat al-A'raf ayat 23 yang artinya, "Keduanya berkata, "Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami, dan apabila Engkau tidak mengampuni kami dan tidak mengasihani kami, maka kami benar-benar termasuk orang-orang yang merugi."
Ungkapan-ungkapan seperti ini tidak khusus diajukan kepada Adam. Ungkapan serupa juga datang berkenaan dengan Nabi Yunus dan Musa, sebagaimana al-Quran menyebutkan berkenaan dengan Nabi Musa as, "(Nabi Musa) berkata, "Tuhanku, Sungguh aku menzalimi diriku, maka ampunilah aku." Intinya, agar taubatnya diterima, Nabi Adam menyebutkan nama para pemberi syafaat yang diajarkan Allah Swt. Sebagaimana Jalaluddin Suyuthi menukil banyak riwayat dalam tafsirnya ad-Durul Mantsur bahwa Adam besumpah kepada Allah dengan nama Muhammad dan keluarganya hingga Allah menerima taubatnya.
Dalam sebuah riwayat dari Ibnu Abbas disebutkan, (Saala bihaqqi Muhammadin wa ‘Aliyin wa Fatimah wal Hasani wal Husain) yakni, Adam bersumpah kepada Allah demi hak Muhammad beserta keluarga beliau yang terdekat hingga taubatnya diterima.
"Taubat" menurut bahasa berarti kembali. Sewaktu kata ini dinisbatkan kepada manusia dimaksudkan kembali dari dosa, dan sewaktu dinisbatkan kepada Allah berarti kembalinya rahmat ilahi. Yakni, suatu rahmat yang dicabut oleh Allah lantaran dosa yang diperbuat oleh seseorang, dikembalikan kepadanya sebagai lanjutan kembalinya orang itu dari dosa.
Allah juga "Tawwab" (Maha Penerima Taubat), sebagaimana disebutkan di dalam ayat ini: (Innallaha tawwabur rahim) artinya, "Sesungguhnya Dia Maha Penerima Taubat Maha Penyayang." Allah juga mencintai "Tawwabin" (orang-orang yang bertaubat) seperti disebutkan dalam surah al-Baqarah ayat 222, (Innallaha yuhibbut tawwabin) artinya, "Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat."
Oleh sebab itu manusia tidak boleh putus asa dari rahmat ilahi, bahkan harus senantiasa sebagai orang yang bertaubat dan memohon ampun. Karena bila hal itu dilakukannya, maka rahmat ilahi senantiasa bersamanya.
Dari ayat tadi terdapat empat poin pelajaran yang dapat dipetik:
1. Sebagaimana taufik untuk bertaubat berasal dari Allah, cara dan jalan pelaksanaannya pun harus kita ambil dari Allah. Hal ini diajarkan Allah terkait ayat mengenai taubat Adam, kalimat dan kata-kata taubat diajarkan Allah kepadanya.
2. Apabila manusia benar-benar bertaubat, maka Allah akan menerima taubatnya, sebab Dia Maha Penerima taubat.
3. Penerimaan ampunan Allah diikuti dengan rahmat dan kasih sayang, bukan cacian, umpatan dan pencemaran harga diri.
4. Apabila kita merusak taubat dan melakukan dosa, maka janganlah kita berputus asa dari rahmat Allah, sebab Dia Maha Penerima taubat. Apabila kita bertaubat lagi, maka Allah menerima taubat kita lagi.
Ayat ke 38-39
Artinya:
Kami berfirman: "Turunlah kamu semua dari surga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati."
Adapun orang-orang yang kafir, dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka
itu penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.
Kelanjutan dari taubat Adam dan diterimanya taubat tersebut oleh Allah, sekali lagi dijelaskan dengan adanya perintah "Ihbituu yang berarti turunlah". sehingga jangan disangka bahwa taubat akan menyebabkan Adam, kembali ke taman surgawi itu. Ampunan Allah menghilangkan hukuman dosa, adapun akibat-akibat alami dosa tersebut tidak hilang dengan ampunan ilahi. Keluarnya Adam dari taman surgawi adalah akibat alami dari memakan buah terlarang, yang tidak dapat hilang dengan taubat.
Pada intinya, Adam dan isterinya harus keluar dari surga, dan tinggal di bagian lain bumi yang tidak memiliki sarana-sarana seperti itu. Keluarnya Adam dari taman itu mengakibatkan keluarnya keturunannya selama-lamanya. Karena itu, perintah "turunlah" ditujukan kepada semua manusia, tetapi selanjutnya disebutkan hidayah manusia, dimana Allah berfirman, "Aku mengirimkan sarana-sarana hidayah untuk kamu, baik kitab petunjuk maupun rasul petunjuk. Namun manusia menjadi dua kelompok; satu kelompok mengikuti, sedangkan kelompok yang lain mengingkari."
Pada permulaan penciptaan, Allah mengajarkan nama-nama segala sesuatu dan hakikat-hakikat wujud kepada Adam. Allah meletakkan potensi penyerapan ilmu, yang ilmu tersebut menjadi dasar kelebihannya dari para malaikat. Namun pengetahuan dan naluri akal ini tidak menjadi dasar keselamatan dirinya dari rayuan dan godaan setan, dan pada permulaan tersebut Adam tertipu dan tersesat. Lantaran itu, setelah menerima taubatnya dan menetapkannya di Bumi, Allah menyiapkan sarana-sarana petunjuk-Nya sehingga manusia dapat membedakan yang hak dari yang batil dan kebaikan dari kejahatan.
Turunnya wahyu adalah nikmat besar ilahi yang dikaruniakan Allah kepada manusia di samping akal. Meskipun turunnya wahyu dan sarana-sarana hidayah adalah suatu kelaziman bagi Allah, namun hidayah dapat diperoleh dengan ikhtiar manusia, bukan hidayah takwini dan ijbari (paksaan). Karena Allah tidak memaksa manusia untuk menerimanya. Jadi manusia bebas memilih jalannya dan ia dapat mengikuti petunjuk ilahi atau berpaling darinya. Kegelisahan terbesar manusia ialah kegelisahan terhadap masa depannya, baik masa depan di dunia maupun di akhirat.
Perhatian terhadap masa lalu dan umur yang telah terbuang menyebabkan kesedihan dan penyesalan atas hilangnya pelbagai kesempatan dan sarana. Namun setiap orang yang menerima hidayah ilahi, maka Allah pasti menjamin masa depannya dan ia tidak perlu lagi merasa gelisah. Demikian pula ia tidak akan mempersoalkan masa lalunya. Sebab ia berbuat segala sesuatu menurut tugasnya, meski perbuatannya belum mencapai hasil dan belum membuahkan keberhasilan-keberhasilan secara lahiriah.
Di samping mereka yang menerima hidayah ilahi melalui ikhtiar dan berakhir dengan kebaikan, terdapat segolongan manusia yang berpaling dari ayat-ayat ilahi dan mendustakannya atas dasar pengingkaran dan kekufuran. Sebab-sebab hidayah Allah adalah ayat-ayat-Nya yang jelas dan terang. Namun orang yang memandangnya atas dasar kekufuran dan penolakan kebenaran, tidak hanya menolaknya, bahkan mendustakan kebenarannya dan membohongkan kedatangan wahyu tersebut dari Allah Swt.
Akhirnya, pada Hari Kiamat orang-orang seperti ini merupakan korban api neraka. Karena pengingkaran dan pembangkangan merupakan sifat dan perilaku mereka selamanya, maka neraka akan menjadi tempat abadi bagi mereka. Ayat di atas mengajarkan kepada kita bahwa Allah juga menyiapkan sebab-sebab hidayah untuk orang-orang kafir, tapi mereka tidak mau menerima hidayah tersebut. Akibatnya api nerakalah yang menjadi bagian mereka untuk selama-lamanya.
Dari dua ayat tadi terdapat lima poin pelajaran yang dapat dipetik:
1. Terkadang satu perbuatan salah, akibatnya meliputi satu keturunan dan bangsa. Adam tidak melakukan lebih dari satu kesalahan, namun ia dan keturunannya dikeluarkan dari surga.
2. Allah sama sekali tidak menjauhkan rahmat-Nya dari manusia, meski Adam melanggar. Tapi Allah juga menetapkan jalan taubat dan menyediakan sarana-sarana hidayah baginya.
3. Hidayah ilahi bermula dan bersamaan dengan tinggalnya manusia di muka bumi. Satu-satunya hidayah hakiki ialah yang berasal dari sisi Allah.
4. Ikhtiyar merupakan kekhususan manusia. Manusia tidak dipaksa menerima hidayah. Oleh karena itu, di antara mereka ada yang menjadi kelompok mukmin dan kelompok kafir.
5. Orang-orang yang mendapat hidayah dan petunjuk ilahi berakhir dalam kebahagian hakiki dan jauh dari segala bentuk kegelisahan dan kegoncangan. (IRIB Indonesia)
Kesempatan Terakhir Yunani Tetap di Zona Euro
Yunani di antara negara-negara zona euro, kondisi ekonominya paling parah dan menghadapi jalan tersulit untuk keluar dari kondisi saat ini yang tengah dihadapinya. Oleh karena itu, tak heran jika beredar isu santer dan peringatan atas keluarnya negara ini dari zona euro.
Ketua sidang menteri keuangan zona euro, Jean-Claude Juncker mengingat kondisi berbahaya Yunani dan kemungkinan keluarnya negara ini dari zona euro memperingatkan rakyat Athena bahwa ini merupakan kesempatan terakhir bagi negaranya. Juncker sendiri sebenarnya menentang Yunani keluar dari zona euro. Saat berdialog dengan Perdana Menteri Yunani, Antonis Samaras mengatakan bahwa Athena harus menjalankan tuntutan Komisi Eropa, IMB, dan Bank Central Eropa (ECB) (Kelompok Trioka).
Dalam reaksinya atas pernyataan Juncker, Antonis Samaras menandaskan, dengan usaha rakyat negarnaya dan bukannya sekedar berbicara, mereka akan membuktikan bahwa Yunani tidak perlu keluar dari zona euro.
Juncker menjelaskan, seluruh tuntutan kelompok trioka harus dilaksanakan oleh Yunani dan keberhasilan Athena keluar dari krisis ekonomi sangat tergantung oleh bangsa serta usaha pemerintah negara ini. Ia mengingatkan bahwa pemberiaan sejumlah hutang oleh kelompok trioka kepada Yunani masih bersyarat. Syarat tersebut adalah kinerja dan pelaksanaan tuntutan mereka oleh pemerintah Yunani.
Kelompok trioka tahun lalu sepakat mengucurkan hutang kepada Yunani sebesar 130 miliar Euro yang akan diberikan secara bertahap. Antonis Samaras saat jumpa pers menandaskan, Yunani akan mengerahkan segenap usahanya untuk keluar dari krisis finansial yang dihadapinya dan akan menjalankan seluruh tuntutan kelompok trioka. Di sisi lain, ia menyatakan bahwa Yunani membutuhkan waktu lebih lama untuk mengembalikan hutang-hutangnya.
Antonis Samaras juga dijadwalkan melakukan pertemuan dengan Kanselir Jerman, Angela Merkel dan Presiden Perancis, Angela Merkel pekan ini. Pertemuan ini untuk menentukan apakah Yunani layak untuk menerima cicilan hutang ketiga senilai 31,5 miliar euro atau tidak. Salah satu syarat yang ditetapkan kelompok trioka kepada Yunani bahwa Athena dalam dua tahun mendatang harus mampu menghemat anggaran publik sebesar 11,5 miliar Euro.
Yunani sejak tahun 2010 telah menerima bantuan senilai 110 miliar Euro dan selanjutnya juga menerima bantuan senilai 130 miliar Euro yang diberikan secara bertahap. Yunani juga memiliki obligasi senilai 107 miliar Euro di para investor swasta.
Menurut para pengamat, Perdana Menteri Antonis Samaras harus bertanggung jawab atas ketidakpuasan sejumlah warga Yunani yang memilih kubu oposisi dan menentang kebijakan penghematan ekonomi seperti yang terapkan kubu kiri. Sejatinya Yunani saat ini tengah mengadapi kondisi yang sangat rumit dan komplek.
Di satu sisi Yunani mendapat tekanan berat dari Uni Eropa akibat kondisi krisis parah yang dialaminya untuk meningkatkan kebijakan penghematan ekonominya dan dari sisi lain, mengingat dampak negatif dari pelaksanaan kebijakan pengetatan ekonomi sehingga pemerintah mengadapi protes rakyat, maka isu keluar atau tidaknya negara ini dari zona euro pasti berdampak terhadap negara lain seperti Spanyol dan Italia yang juga tengah menghadapi kondisi yang sama. (IRIB Indonesia/MF)
Mesir Baru yang Dikhawatirkan Israel
Naiknya Mursi sebagai presiden Mesir menandai babak baru hubungan Kairo-Tel Aviv. Selama beberapa dekade di bawah kekuasaan rezim Mubarak, Mesir menjadi mitra dekat Israel. Berkat rezim diktator itu, Israel mendapat pasokan gas murah. Tidak hanya itu, Mubarak juga menjadi mediator berbagai perundingan antara Israel dan bangsa-bangsa Arab yang selalu berakhir dengan pemberian poin lebih besar bagi Tel Aviv.
Tapi, itu cerita lama sebelum revolusi rakyat menumbangkan rezim boneka Barat di negeri seribu menara itu. Kini, Mesir baru di bawah kepemimpinan Mursi mulai mengubah arah yang membuat Israel ketar-ketir. Baru hitungan minggu menjabat sebagai presiden, Mursi sudah menempatkan sejumlah pasukan yang disertai persenjataan berat di perbatasan Israel-Mesir.Terang saja tindakan ini memicu kekhawatiran Tel Aviv. Rezim Zionis mendesak Mesir segera menarik senjata-senjata beratnya dari wilayah gurun Sinai. Radio Israel melaporkan bahwa Israel terus memantau tindakan Mesir di wilayah Sinai dengan penuh kekhawatiran.
Sebelumnya, Koran Zionis Haarezt Jumat (17/8) mengungkapkan bahwa sekelompok pasukan militer Mesir masuk ke wilayah Sinai dengan persetujuan Israel, namun pengerahan sejumlah pasukan lainnya ke wilayah tersebut tanpa kesepakatan dengan Tel Aviv. Koran rezim Zionis menegaskan, berdasarkan perjanjian damai Camp David, Kairo tidak diperbolehkan mengirim tank ke sejumlah wilayah Sinai dan el-Arish. Namun beberapa hari lalu Mesir telah mengerahkan puluhan tank ke wilayah itu. Bahkan Kairo bersikeras tetap menempatkan pasukannya di Sinai hingga operasi militer di wilayah tersebut selesai. Pasca tewasnya 16 pasukan penjaga perbatasan Mesir di Sinai, Kairo mengerahkan pasukannya ke wilayah itu untuk menumpas milisi bersenjata.
Sejumlah pakar politik Mesir menilai Israel sebagai pihak yang bertanggung jawab atas penyerangan di perbatasan itu. Cara itu ditempuh Tel Aviv untuk mencegah berlanjutnya hubungan antar Mesir dan Palestina. Dengan demikian, Israel dapat melanjutkan blokadenya atas Jalur Gaza.
Panik menyikapi kondisi terbaru tersebut, rezim Zionis menempatkan sistem anti rudalnya di wilayah yang berbatasan dengan Mesir. Juru bicara militer Israel Senin (20/8) mengatakan, Israel dalam koridor program anti-rudal Iron Dome menempatkan rudal pelacaknya di dekat kota Eilat, di perbatasan bersama dengan Mesir. Jubir militer Israel ini mengklaim, langkah tersebut ditujukan untuk mempertahankan diri dari serangan roket dan rudal di perbatasan kolektif ini.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Israel Avigdor Lieberman mengatakan, penempatan tank-tank militer Mesir di Gurun Sinai adalah pelanggaran nyata terhadap perjanjian Camp David.
Dalam situasi panik itu, Israel semakin murung menyikapi perubahan besar di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara. Dukungan Mesir terhadap Iran sebagai tuan rumah KTT GNB ke-16 menorehkan luka baru bagi Israel. Kini, negara sohib lamanya telah berkoalisi dengan musuh. Dan segala cara ditempuh Israel untuk menggagalkan dukungan publik internasional terhadap koalisi baru di Tehran. Untuk kepentingan itu, Netanyahu harus rela menelpon Ban Ki-moon supaya Sekjen PBB itu menggagalkan kehadirannya di KTT GNB akhir Agustus ini. Tapi semua seperti tidak mendengarkannya. Meminjam tangan AS pun sudah tidak terlalu ampuh. Mesir bersama Iran di GNB dan negara lainnya akan menjadi sebuah koalisi baru yang akan membuat Israel kian terkucil melebihi sebelumnya. (IRIB Indonesia/PH)
Dampak Buruk Penangkapan Sheikh Nemr Bagi Rezim Al-Saud
Kekhawatiran terkait kondisi Sheikh Baqir al-Nemr, ulama Syiah Arab Saudi setelah satu bulan setengah melakukan aksi mogok makan semakin meningkat. Lebaga HAM al-Sharq baru-baru ini menyatakan kekhawatirannya atas keselamatan Sheikh Nemr.
Lembaga HAM ini meminta masyarakat dunia menghubungi petinggi Arab Saudi untuk mengizinkan keluarga, pengacara dan aktivis HAM menemui ulama Syiah ini. Al-Shaqr menuding pemerintah Arab Saudi bertanggung jawab atas setiap bencana yang menimpa Sheikh Nemr dan menuntut Riyadh segera membebaskannya tanpa syarat.
Lembaga HAM ini menambahkan, Sheikh Nemr tidak membatasi aksi mogok makannya dan sipir penjara mengikatnya ke ranjang serta memaksanya untuk makan. Pasukan keamanan Arab Suadi bulan lalu menciderai Sheikh Nemr di pahanya baru kemudian menangkap ulama Syiah ini.
Situs al-Ahrar al-Qatif juga menyatakan bahwa Arab Saudi timur terus bergejolak memprotes penangkapan Sheikh Nemr. Arab Pers dalam sebuah analisanya berusaha membongkar tujuan rezim al-Saud menangkap Sheikh Nemr. Menurut situs ini, Sheikh Nemr termasuk tokoh yang kerap membuat rezim al-Saud berada dalam kesulitan dan ia menuntut penggulingan rezim despotik ini.
Majalah Foreing Policy, cetakan Amerika Serikat menulis, keluarga al-Saud berusaha mencitrakan kerusuhan yang tengah berlangsung adalah friksi antarmazhab (Sunni-Syiah) dengan menangkap Sheikh Nemr serta menutupi tujuan politik rakyat yang tengah melakukan aksi protes.
Televisi al-Manar melaporkan, penangkapan Sheikh Nemr yang didakwa oleh Departemen Dalam Negeri Arab Saudi sebagai pengobar fitnah, mungkin dapat disebut sebagai kesalahan terbesar rezim al-Saud, karena setelah penangkapan ini aksi gelombang protes rakyat semakin meningkat dan berkesinambungan. Televisi ini mengingatkan, sumber-sumber diplomatik Barat juga menekankan bahwa penangkapan Sheikh Nemr, ulama besar Syiah di Arab Saudi timur dan oposan terbesar pemerintah Riyadh termasuk langkah keamanan dan politik paling berbahaya bagi stabilitas di kawasan timur Arab Saudi ini.
Press TV dalam lapornnya terkait berlanjutnya kekerasan terhadap rakyat revolusioner Arab Saudi oleh rezim al-Saud menulis, meski kekerasan terhadap kubu revolusioner terus digalakkan, namun mereka tetap konsisten dengan aksinya serta tuntutanya untuk menggulingkan rezim al-Saud. Rakyat juga menuntut dibentuknya pemerintahan sipil.
Meluasnya aksi protes ke seluruh wilayah Arab Saudi dan dibarengi dengan keputusan sejumlah kelompok untuk membentuk pasukan bersenjata melawan rezim al-Saud telah memaksa Riyadh menghadapi krisis serius. Jika perlawanan ini telah dimulai maka dipastikan kita akan menyaksikan bentrokan berdarah di berbagai kota antara kubu anti pemerintah dan pasukan rezim al-Saud. Hal ini selain mengakibatan kerugian yang besar, juga pasti membuat sendi-sendi pemerintahan Arab Saudi goyah. (IRIB Indonesia/MF)
Propaganda Barat dan Israel Menjelang Perundingan Nuklir Iran-IAEA
Babak baru perundingan Iran dan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) diselenggarakan hari ini (Jumat, 24/8) di tempat perwakilan tetap Iran di Wina, Swiss. Ali Asghar Soltaniyeh, Wakil Tetap Iran di IAEA dan Herman Nackaerts, Wakil Dirjen IAEA yang sekaligus ketua tim perundingan IAEA akan melakukan perundingan terkait masalah nuklir Iran.
Menjelang pelaksanaan perundingan ini, media-media Barat dan Israel mulai melakukan propaganda dan menyebarkan isu anti Iran, tapi pada saat yang sama mereka menyebut penyelenggaraan KTT GNB Ke-16 di Tehran sebagai kekalahan Amerika dan sekutunya menghadapi Iran.
Barat tetap menggelar propaganda ini, sekalipun Yukiya Amano, Dirjen IAEA menjelang perundingan ini menyatakan bahwa IAEA akan memanfaatkan setiap kesempatan untuk berunding dengan Tehran. Menurutnya, IAEA akan berusaha sekuat tenaga dalam meraih kesepakatan dengan Iran dalam situasi yang kondusif. Dari laporan-laporan yang ada menyebutkan IAEA meminta perlunya pemeriksaan terhadap instalasi militer Parchin di Iran. IAEA mengklaim bahwa gambar satelit menunjukkan adanya kemungkinan operasi pembersihan dan penggalian tanah di kawasan ini. Oleh karenanya, harus dilakukan pemeriksaan terkait masalah ini.
Para diplomat IAEA mengatakan bahwa gambar-gambar satelit menunjukkan ada aktivitas yang dilakukan setelah aksi pembersihan di Parchin dan meminta Iran untuk memberikan penjelasan lebih lengkap. Mereka mengatakan bahwa kunjungan ke Parchin merupakan prioritas perundingan hari Jumat dengan Iran dan para penyidik IAEA ingin melakukan pemeriksaan seluruh daerah ini.
Tampaknya IAEA ingin melakukan pemeriksaan instalasi militer keluar dari kerangka undang-undang organisasi ini sendiri. Sementara Iran sendiri menolak adanya aktivitas yang berhubungan dengan program nuklir di Parchin dan menyatakan bahwa IAEA harus memperjelas apa yang diinginkan untuk mengunjungi instalasi militer Parchin, sehingga berdasarkan kerangka itu mereka dapat melakukan kunjungan. Sebelumnya, Iran dan IAEA telah melakukan dua putaran perundingan untuk mempersiapkan konsep Medalite dan koridor untuk menyelesaikan masalah yang tersisa dari masalah nuklir Iran, tapi hingga kini perundingan ini tidak membawa hasil apapun.
Begitu juga pasca pertemuan Dirjen IAEA, Yukiya Amano bulan lalu dengan para pejabat Iran, termasuk Saeed Jalili, Sekretaris Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran dan Fereydoon Abbasi, Ketua Badan Energi Atom Iran di Tehran kedua pihak menyatakan harapannya untuk berunding demi mencapai kerangka kerjasama untuk menyelesaikan masalah yang ada.
Dewan Gubernur IAEA rencananya akan bersidang pada 10-14 Septembermendatang. Sepekan sebelumnya, Dirjen IAEA akan membagikan laporannya tentang Iran secara tidak resmi kepada 35 angota Dewan Gubernur IAEA. Kemungkinan dalam laporan Yukiya Amano bakal disinggung juga mengenai hasil perundingan Iran dan IAEA yang dilakukan pada 24 Agustus. Perundingan Iran dan IAEA terus berlanjut, sementara Iran dengan tegas menolak klaim Barat yang berusaha menyebut ada penyimpangan dalam program nuklir Iran. Karena selama ini program nuklir Iran ditempuh hanya dengan tujuan damai. (IRIB Indonesia / SL)
Media AS Rilis Foto Pembunuh Osama
Dengan semakin dekatnya penerbitan buku tentang serangan yang menewaskan Osama bin Laden oleh anggota Navy SEAL Team Six, media-media Amerika untuk pertama kalinya mempublikasikan foto-foto dari seorang mantan anggota pasukan elite Angkatan Laut AS itu.
Situ televisi al-Alam melaporkan, buku yang berjudul "No Easy Day: The Firsthand Account of the Mission That Killed Osama bin Laden" ini ditulis oleh seorang anggota Navy SEAL, dengan menggunakan nama samaran.
Penulis buku itu menggunakan nama Mark Owen. Namun, Fox News memberitakan bahwa Owen sebenarnya adalah Matt Bissonnette, asal Alaska, berusia 36 tahun.
Personel SEAL yang menulis buku itu kini tidak lagi aktif bertugas. Dia keluar dari dinas militer enam bulan setelah melakukan Operation Neptune Spear di Abbottabad, Pakistan, pada Mei 2011 yang bertujuan membunuh Osama.
Buku itu dijadwalkan akan diluncurkan pada tanggal 11 September, berbarengan dengan peringatan serangan teroris yang meruntuhkan menawa kembar WTC.
Bissonnette berusaha menguak sisi-sisi baru tentang operasi membunuh pemimpin Al Qaeda itu. Dia sepertinya akan menghadapi masalah besar karena menyebarkan informasi rahasia operasi tersebut tanpa izin Pentagon. (IRIB Indonesia/RM)
Harga BBM Spanyol Mencapai Rekor
Harga bahan bakar di Spanyol mencapai rekor hingga 1,4 euro untuk per liter solar dan 1,5 euro untuk per liter bensin.
IRNA (24/8) melaporkan, harga tersebut melampaui rekor kenaikan harga bahan bakar pekan lalu.
Dengan demikian, untuk memenuhi tangki sebuah kendaraan berbahan bakar bensin yang rata-rata berkapasitas 55 liter warga Spanyol harus merogoh kocek hingga 83,10 euro, atau dua euro lebih mahal dari harga pekan lalu. Sementara untuk satu tangki penuh kendaraan berbahan bakar solar diperlukan dana sebesar 78,10 euro yang pekan sebelumnya mencapai 76,72 euro.
Kenaikan harga bahan bakar semakin meningkatkan kekhawatiran warga Spanyol yang telah cukup menghadapi kesulitan akibat krisis ekonomi. Kenaikan harga BBM terjadi menjelang berakhirnya masa liburan akhir bulan Agustus dan dimulainya aktivitas publik dan perdagangan.
Meski demikian, harga BBM di Spanyol masih lebih rendah dibandingkan harga rata-rata BBM di negara-negara anggota Uni Eropa. Rata-rata harga bensin, di Uni Eropa dipatok 1,70 euro per liternya dan solar 1,54 euro.(IRIB Indonesia/MZ)
Rusia Tetap Mengutamakan Prakarsa Annan dan Dokumen Jenewa untuk Suriah
Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov kepada Utusan Khusus PBB-Liga Arab untuk Suriah, Kofi Annan menekankan kembali bahwa solusi untuk krisis Suriah adalah prakarsa enam poin Annan dan dimulainya perundingan.
Fars News (25/8) melaporkan, Lavrov menyatakan bahwa sikap negaranya menyangkut Suriah sangat mendasar dan menegaskan bahwa Moskow mengharapkan percepatan upaya penghentian kekerasan di Suriah serta dimulainya dialog.
Lavrov menilai peta jalan untuk penyelesaian krisis Suriah adalah prakarsa enam poin Kofi Annan dan dokumen yang ditandatangani tanggal 30 Juni di Jenewa, serta resolusi PBB.
Sidang tanggal 30 Juni di Jenewa dihadiri oleh lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB ditambah Turki, Qatar, Kuwait, Irak, Uni Eropa, wakil PBB dan Kofi Annan. Di akhir sidang ditetapkan dokumen solutif krisis di Suriah melalui pembentukan pemerintahan nasional bersatu.
Kementerian Luar Negeri Rusia dalam statemennya menyatakan bahwa pernyataan Lavrov ini disampaikan dalam percakapan teleponnya dengan Akhdar Brahimi, utusan PBB untuk Suriah menggantikan Kofi Annan. Brahimi juga menegaskan bahwa dirinya akan bekerjasama dengan semua negara penting dalam rangka menyelesaikan krisis Suriah.(IRIB Indonesia/MZ/RM)
Meski Diundang, Partisipasi Turki di KTT Tehran Masih Belum Jelas
Turki yang bukan anggota Gerakan Non-Blok (NAM) menyatakan bahwa partisipasinya pada KTT NAM di Tehran tidak akan di tingkat presiden atau menteri kabinet.
Fars News (25/8) melaporkan, sejumlah pejabat Turki menyatakan bahwa Ankara tidak akan menghadiri KTT NAM di Tehran.
Seorang pejabat di kantor kepresidenan Turki yang menolak menyebutkan namanya mengatakan, "Presiden Turki (Abdullah Gul) tidak berencana menghadiri KTT NAM meski Presiden Iran telah mengundangnya."
Pejabat Turki ini mengatakan, "Sejak awal Turki tidak berencana menghadiri KTT NAM mengingat bukan termasuk di antara anggota 120 negara anggota lembaga tersebut. Akan tetapi meski Turki memutuskan untuk menghadirinya, akan muncul berbagai faktor yang menghalanginya."
Seorang pejabat di Kementerian Luar Negeri Turki secara anonim mengatakan, "Menlu (Ahmet Davutoglu) tidak akan hadir karena sibuk, namun jika Turki memutuskan untuk hadir, belum jelas tingkat partisipasinya."(IRIB Indonesia/MZ/RM)
Muqawama Suriah Pelajaran Penting Bagi Negara-Negara Arab dan Muslim
Kepala Staf Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran, Mayor Jenderal Hassan Firouzabadi memuji kemenangan muqawama Suriah dan menilainya sebagai pelajaran penting bagi negara-negara Arab dan Muslim.
Dikatakan Firouzabadi Jumat (24/8) bahwa kemenangan resistensi di Suriah merupakan pelajaran penting bagi negara-negara Arab dan Muslim dalam memahami nilai dan kedudukan muqawama Islam.
Ditambahkannya bahwa negara-negara Arab dan Muslim harus menjadikan Iran dan Suriah sebagai contoh dalam melawan arogansi dan dalam mempertahankan independensi dan kebudayaan nasional-islaminya.
Pejabat militer Iran ini juga menyampaikan optimismenya bahwa Kebangkitan Islam di kawasan akan menjamin independensi dan kepentingan nasional negara-negara Arab dan Muslim, serta mencegah aksi penjarahan aset dunia Islam oleh kekuatan imperialis.(IRIB Indonesia/MZ/RM)




























