Ramadan 1447 HQ: Awal Puasa Hari Kamis 19 Februari

Rate this item
(0 votes)
Ramadan 1447 HQ: Awal Puasa Hari Kamis 19 Februari

 

Pengamat hilal mengumumkan bahwa hilal Ramadan 1447 HQ pada senja 29 Bahman (18 Februari) di Iran dapat diamati dengan mata telanjang. Meskipun bertepatan dengan gerhana matahari cincin, diperkirakan Ramadan akan dimulai pada Kamis 30 Bahman (19 Februari) di sebagian besar negara yang menjadikan rukyat sebagai patokan.

Ali Ebrahimi Seraji, pengamat hilal dan anggota Komite Amatir Astronomi Iran serta penanggung jawab Observatorium Mahani, dalam wawancara dengan ISNA, Selasa, 17 Februari 2026, membahas visibilitas hilal Ramadan.

Ia menjelaskan bahwa kalender lunar adalah salah satu kalender tertua manusia, yang awalnya ditentukan dengan mengamati hilal pertama setelah matahari terbenam.

Kata "pekan" dan pembentukan konsepnya berasal dari empat posisi utama bulan (bulan baru, kuartal pertama, purnama, kuartal akhir) dalam orbitnya mengelilingi bumi. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya satelit alami bumi dalam kehidupan manusia.

Ebrahimi Seraji menambahkan bahwa pada masa ketika manusia membutuhkan penentuan waktu untuk bercocok tanam dan beternak, meskipun tanpa tulisan dan catatan, mereka dapat mengetahui awal bulan melalui pengamatan hilal dan memahami berapa hari telah berlalu sejak awal bulan.

Anggota Komite Amatir Astronomi Iran melanjutkan bahwa untuk menentukan awal bulan lunar, diperlukan rukyatul hilal, dan awal bulan lunar harus ditentukan dengan melihat hilal.

Meskipun teknologi telah berkembang pesat dan posisi bulan diketahui secara akurat, faktor orbit, kondisi atmosfer, dan cahaya matahari masih menyebabkan tantangan dalam melihat hilal di beberapa waktu. Oleh karena itu, rukyatul hilal terkadang menarik dan melibatkan banyak orang di Iran dan berbagai belahan dunia untuk mengamati fenomena astronomi ini.

Ebrahimi Seraji menjelaskan situasi dan kondisi hilal Ramadan 1447 HQ. Ia menyatakan bahwa untuk memeriksa visibilitas hilal ini, pertama-tama harus dihitung waktu konjungsi (ijtimak) bulan dan matahari; saat ketika pusat bulan, bumi, dan matahari berada dalam satu garis lurus, dan sejak saat itu bulan lunar baru dimulai.

Waktu konjungsi adalah pukul 15.31, Selasa, 16 Februari 2026. Bersamaan dengan itu, di sebagian Antartika akan terjadi gerhana matahari cincin.

Anggota Komite Amatir Astronomi Iran mencatat bahwa sebelumnya beredar rumor di beberapa kantor berita tentang terjadinya gerhana matahari pada 17 Februari, yang tidak benar. Namun, gerhana matahari yang dimaksud terkait dengan tanggal 18 Februari.

Ia melanjutkan bahwa setelah waktu konjungsi, bulan berangsur-angsur menjauh dari matahari. Tetapi karena kedekatan sudut akibat terjadinya gerhana matahari, pada senja hari yang sama, kecuali di sebagian Samudra Pasifik, hilal tidak akan terlihat di belahan dunia lain.

Penanggung jawab Observatorium Mahani menambahkan bahwa pada senja Rabu, 18 Maret, hilal dapat diamati dengan mata telanjang di sebagian besar dunia.

Ebrahimi Seraji menambahkan bahwa hanya di sebagian benua Australia, rukyatul hilal dapat dilakukan dengan alat bantu optik, dan Selandia Baru adalah satu-satunya kawasan yang tidak dapat melihat hilal pada hari itu. Di belahan dunia lain, hilal mudah terlihat dengan mata telanjang.

Pengamat hilal menjelaskan kondisi orbit hilal: kondisi orbit bulan dan bumi sedemikian rupa sehingga sekitar 24 jam setelah gerhana matahari, bulan dapat mencapai ketinggian signifikan dari ufuk.

Ia menyatakan bahwa di Iran, ketinggian hilal saat matahari terbenam sekitar 11-12 derajat, ketinggian yang baik untuk pengamatan. Pada waktu itu, planet Merkurius berada di atas bulan dan Venus di bawahnya, yang dapat membantu pengamat menemukan hilal.

Ebrahimi Seraji mencatat bahwa diperkirakan sekitar setengah jam setelah matahari terbenam, jika kondisi atmosfer mendukung, hilal dapat diamati dengan mata telanjang di Iran.

Berdasarkan ini, tampaknya Ramadan akan dimulai pada Kamis, 19 Februari, di sebagian besar dunia yang menjadikan rukyatul hilal dengan mata telanjang sebagai patokan.

Anggota Komite Amatir Astronomi Iran menambahkan bahwa di negara-negara seperti Arab Saudi yang menentukan kalender lunar secara hisab, kemungkinan awal bulan lunar diumumkan sehari lebih cepat karena bulan terbenam tiga menit lebih awal dari matahari. Negara-negara yang mengikuti prosedur ini juga mungkin mengumumkan awal Ramadan sehari sebelum 18 Maret.

Menjawab pertanyaan kapan tim rukyat akan dikerahkan, ia mengatakan bahwa tim pengamat hilal biasanya mulai ditempatkan di berbagai lokasi di Iran pada senja Rabu, 18 Februari, untuk melakukan pengamatan. Karena malam tanggal 29 bulan lunar adalah waktu utama rukyatul hilal Ramadan, berbagai kelompok hadir di area yang ditentukan untuk melakukan pengamatan.

Read 17 times