Jaringan CNN Amerika dalam sebuah laporan mengungkapkan: "Kerusakan kapal induk USS Gerald R. Ford dalam perang melawan Iran jauh lebih besar daripada yang diumumkan oleh militer AS."
Menurut laporan Pars Today yang mengutip Kantor Berita IRIB, jaringan CNN, dengan merilis video tentang apa yang disebut "kebakaran" di kapal induk USS Gerald R. Ford Amerika dalam perang melawan Iran, menulis bahwa militer AS telah mengumumkan tingkat kerusakan dan insiden tersebut jauh lebih rendah dari tingkat sebenarnya.
Angkatan Laut AS sebelumnya dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa api telah "dikendalikan", dua pelaut mengalami luka tidak mengancam jiwa dan sedang dirawat, dan kapal tersebut "sepenuhnya operasional." Namun demikian, CNN, mengutip gambar-gambar baru dan pernyataan saksi mata, melaporkan bahwa bagian-bagian dari area akomodasi pelaut di kapal ini dalam perang melawan Iran hancur total, dan tempat tidur berubah menjadi logam hangus dan bengkok akibat kebakaran.
Media Amerika ini selanjutnya, mengutip sumber-sumber militer, menulis bahwa kapal induk "Ford" selama penempatannya di kawasan menghadapi tekanan operasional yang berat dan terus-menerus dari rudal dan drone Iran. Dalam laporan ini, mengutip seorang pelaut yang berada di kapal, disebutkan: "Saya benar-benar mengira kami akan kehilangan kapal." Jaringan CNN mencatat bahwa kapal induk "Gerald R. Ford" setelah kembali ke pangkalannya di Virginia, memasuki periode perbaikan yang panjang, dan kemungkinan akan keluar dari siklus operasional setidaknya selama satu tahun.
Jajak Pendapat Baru; Mayoritas Warga Amerika Menginginkan Perang Melawan Iran segera Berakhir
Sementara itu, jajak pendapat baru majalah Economist dan lembaga YouGov menunjukkan bahwa sekitar 70 persen rakyat Amerika percaya bahwa AS harus "sesegera mungkin" mengakhiri perang melawan Iran dan mencari kesepakatan diplomatik dengan negara ini. Berdasarkan jajak pendapat ini, ketidakpuasan berakar pada konsekuensi ekonomi perang. Penutupan Selat Hormuz telah sangat meningkatkan harga energi, dan harga bensin per galon di AS telah meningkat menjadi lebih dari 4 dolar.
Pada hari Kamis (4/6), tekanan opini publik juga tercermin di Kongres, dan Dewan Perwakilan Rakyat mengesahkan resolusi yang mewajibkan Donald Trump, Presiden AS, untuk mengakhiri perang melawan Iran.




























