Tarif Pengiriman Kontainer Melonjak 80 Persen sejak Perang Iran, Guncang Rantai Pasok Global

Rate this item
(0 votes)
Tarif Pengiriman Kontainer Melonjak 80 Persen sejak Perang Iran, Guncang Rantai Pasok Global

 

Sejak dimulainya perang agresif dan ilegal AS dan rezim Zionis terhadap Iran pada akhir Februari 2026, tarif pengiriman kontainer secara spot (instan) telah melonjak sekitar 80 persen.

Dilansir IRNA, 5 Juni 2026, lonjakan ini terjadi saat volume perdagangan melalui Selat Hormuz telah turun hingga sekitar 90 persen di bawah tingkat normal karena ketidakpastian yang terus berlanjut, yang disebabkan oleh tindakan agresif AS.

Perang tersebut telah menyebabkan gangguan besar pada arus perdagangan di Selat Hormuz, sementara biaya bahan bakar kapal yang lebih tinggi dan biaya tambahan bahan bakar semakin menekan tarif angkutan.

Angka yang Mengejutkan

Lembaga Penelitian Maritim Drewry melaporkan bahwa Indeks Kontainer Dunia (World Container Index/WCI) untuk kontainer 40 kaki pada tanggal 4 Juni 2026 telah mencapai $3.344. Angka ini melonjak drastis dibandingkan $1.899 pada tanggal 26 Februari 2026 (sebelum perang).

Kenaikan ini terutama didorong oleh melonjaknya tarif di rute Trans-Pasifik dan Asia-Eropa, serta berkurangnya kapasitas karena kapal kontainer yang terhenti di Hormuz.

Rute Shanghai-New York: Hampir dua kali lipat, naik 98 persen menjadi $5.505.

Rute Shanghai-Los Angeles: Naik 108 persen menjadi $4.565.

Rute Shanghai-Rotterdam: Naik 71 persen menjadi $3.570.

Dampak Global: Bisnis dan Konsumen Merana

Gangguan di Hormuz bukanlah satu-satunya penyebab. Perusahaan juga memesan barang lebih awal untuk mengantisipasi tarif AS baru yang dijadwalkan pada bulan Juli, dan permintaan pengiriman telah melonjak menjelang Piala Dunia 2026.

Sebuah laporan Reuters mengungkapkan bahwa perang AS-Israel terhadap Iran sejauh ini telah membebankan biaya tambahan setidaknya 25 miliar dolar AS kepada perusahaan-perusahaan di seluruh dunia.

Setidaknya 279 perusahaan multinasional secara resmi menyebutkan perang ini sebagai salah satu faktor utama di balik keputusan ekonomi mereka baru-baru ini, termasuk:

Menaikkan harga produk.
Mengurangi produksi.
Menangguhkan rencana ekspansi.
Memotong pembayaran dividen.
Meminta bantuan darurat dari pemerintah.
Perang yang dimulai dengan dalih "tekanan maksimum" terhadap Iran kini telah menjadi mimpi buruk logistik global. Biaya perang tidak lagi hanya ditanggung oleh para jenderal dan politisi, tetapi juga oleh konsumen yang membayar harga lebih tinggi, oleh pekerja yang kehilangan jam kerja, dan oleh ekonomi global yang terus berjalan di atas es tipis. Inflasi, utang global yang memecahkan rekor, dan ketidakpastian adalah harga yang harus dibayar untuk petualangan militer yang tidak pernah memberikan "perdamaian" atau "stabilitas", hanya lebih banyak kekacauan.

Mereka mengira perang hanya tentang bom dan tank. Ternyata, perang juga tentang kontainer yang tidak bergerak, harga barang yang melambung, dan bisnis yang tercekik. 25 miliar dolar biaya tambahan bagi perusahaan global adalah angka yang dingin, tetapi efeknya nyata: dari supermarket di Eropa hingga toko perlengkapan sekolah di Asia, konsumen akhir yang membayar. Inilah perang modern, di mana medan perang yang sebenarnya adalah dompet Anda.

Read 1 times