Surat Ghafair ayat 13-15

Rate this item
(0 votes)
Surat Ghafair ayat 13-15

 

هُوَ الَّذِي يُرِيكُمْ آَيَاتِهِ وَيُنَزِّلُ لَكُمْ مِنَ السَّمَاءِ رِزْقًا وَمَا يَتَذَكَّرُ إِلَّا مَنْ يُنِيبُ (13) فَادْعُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ (14)

Dialah yang memperlihatkan kepadamu tanda-tanda (kekuasaan)-Nya dan menurunkan untukmu rezeki dari langit. Dan tiadalah mendapat pelajaran kecuali orang-orang yang kembali (kepada Allah). (40: 13)

Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ibadat kepada-Nya, meskipun orang-orang kafir tidak menyukai(nya). (40:14)

Di kesempatan sebelumnya, kita telah membahas nasib orang musyrik dan kafir di hari Kiamat. Ayat kita kali ini mengisyaratkan ketauhidan dan tanda-tandanya. Ayat ini menyatakan; sangat banyak tanda-tanda monoteisme di penciptaan-Nya yang ada di sekitar kalian dan setiap hari kalian saksikan. Dengan kata lain, ayat dan tanda-tanda-Nya terlihat jelas di alam semesta. Langit, bumi, gunung, lembah dan laut, ikan di laut, burung dan hewan yang hidup di darat, seluruhnya tanda-tanda-Nya yang tidak tersembunyi dari pandangan kalian.

Lebih lanjut ayat ini menjelaskan bahwa Tuhan mengirimi kalian rizki dari langit. Di antara tanda-tanda terpenting-Nya yang menjadi sumber kehidupan seluruh tanaman, hewan dan manusia adalah air hujan dan cahaya matahari yang semuanya turun dari langit. Tanpa hujan dan cahaya matahari kehidupan di bumi akan sulit.

Meski seluruh ayat dan tanda-tanda yang jelas ini tersebar di seluruh alam, namun hati dan mata yang tertutup tidak menyaksikan apapun. Sejatinya seseorang ketika menyaksikan tanda-tanda ini akan sadar. Untuk kembali kepada Tuhan, ia meniti jalan Tuhan dan membersihkan jiwa serta hatinya dari polusi. Dengan kata lain, mereka yang tidur akan terbangun dengan suara bel, namun mereka yang berpura-pura tidur dan tidak berencana bangun, tidak akan terbangun meski ada teriakan yang keras.

Labih lanjut ayat ini menyatakan, kini ketika kalian memahami bahwa Tuhan tidak memiliki sekutu di penciptaan, maka jangan letakkan sekutu di penyembahan-Nya. Ikhlaslah di agamamu dan jangan tempatkan sekutu bagi-Nya di penetapan hukum.

Tak diragukan lagi hal ini membuat orang kafir yang fanatik dan keras kepala sangat geram, tapi jangan takut melakukannya meski orang kafir tidak menyukainya.

Dari dua ayat di atas terdapat empat pelajaran yang dapat diambil:

1. Dunia di sekitar kita dipenuhi tanda-tanda tauhid. Cukup kita menyaksikan alam di sekitar kita dan kita akan mengakui keberadaan pencipta.

2. Penciptaan setiap makhluk hidup salah satu tanda-tanda Tuhan dan pemberian rizki kepada makhluk untuk keberlangsungan hidup mereka juga tanda lainnya.

3. Membersihkan agama dari segala bentuk tahayul dan bida'ah serta meninggalkan tradisi batil dan menghapus aturan anti agama, merupakan tanda iman sejati dan ikhlas.

4. Di masalah akidah, jangan berpikir keridhoan orang lain. Terimalah kebenaran dan hakikat serta amalkan, meski orang kafir tidak menyukainya.

رَفِيعُ الدَّرَجَاتِ ذُو الْعَرْشِ يُلْقِي الرُّوحَ مِنْ أَمْرِهِ عَلَى مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ لِيُنْذِرَ يَوْمَ التَّلَاقِ (15)

(Dialah) Yang Maha Tinggi derajat-Nya, Yang mempunyai 'Arsy, Yang mengutus Jibril dengan (membawa) perintah-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya, supaya dia memperingatkan (manusia) tentang hari pertemuan (hari kiamat). (40: 15)

Ayat ini menjelaskan sejumlah sifat dan af'al (perbuatan) Tuhan dan melanjutkan ayat sebelumnya, mengisyaratkan ikhlas dalam agama menyatakan: semakin ikhlas seorang mukmin di agamanya, derajatnya juga akan semakin tinggi. Allah akan meningkatkan derajat seseorang sesuai dengan keikhlasannya.

Kemudian ayat ini menyebutkan: Ia pemilik Arsy dan kekuatan serta otoritasnya meliputi alam semesta. Kekuasannya tidak terbatas dan tidak ada kekuatan yang menadingi-Nya.

Ayat sebelumnya mengisyaratkan tanda-tanda penciptaan Tuhan, sementara ayat ini menyebutkan sistem tasyrii dan mengatakan: Tuhan tidak membiarkan manusia sendirian, tapi selain memberi rizki materi kepada semua makhluk, Ia juga memberi rizki maknawi kepada manusia. Sarana rizki ini adalah para malaikat dan nabi yang Tuhan memberi peringatan manusia melalui mereka serta memperingatkan bahwa hari Kiamat sebuah kepastian.

Sejatinya hari Kiamat hari pertemuan, hari pertemuan manusia dengan Tuhan alam semesta. Tapi pertemuan ini bukan dengan mata kepala , karena Tuhan tidak memiliki mata. Hari pertemuan pemimpin kebenaran dan kebatilan dengan pengikutnya. Hari pertemuan orang baik. Hari pertemuan manusia dengan amal perbuatannya. Hari ketika orang zalim dan terzalimi bertemu, tapi ia tidak pernah membayangkan hari seperti ini.

Benar tujuan dari seluruh kitab samawi dan ajaran para nabi adalah memperingatkan manusia akan hari pertemuan ini.

Dari ayat di atas terdapat empat pelajaran yang dapat diambil:

1. Jalan agama adalah jalan kesempurnaan dan Tuhan menaikkan derajat mereka yang berusaha di jalan ini.

2. Malaikat wahyu akan menurunkan wahyu sesuai dengan perintah Tuhan dan siapa yang ditunjuk oleh Tuhan.

3. Para nabi adalah orang-orang pilihan Tuhan dan Ia memilih mereka berdaarkan pengetahuan dan hikmah-Nya.

4.Para nabi memperingatkan bahaya di jalan kehidupan manusia berdasarkan kasih sayang dan kebaikan. Siapa saja yang memperhatikan peringatan ini akan mencapai kebahagiaan dan siapa saja yang mengabaikannya akan mengalami nasib buruk dan kehancuran.

Read 229 times

Add comment


Security code
Refresh