Surat Ghafir ayat 16-20

Rate this item
(0 votes)
Surat Ghafir ayat 16-20

 

يَوْمَ هُمْ بَارِزُونَ لَا يَخْفَى عَلَى اللَّهِ مِنْهُمْ شَيْءٌ لِمَنِ الْمُلْكُ الْيَوْمَ لِلَّهِ الْوَاحِدِ الْقَهَّارِ (16) الْيَوْمَ تُجْزَى كُلُّ نَفْسٍ بِمَا كَسَبَتْ لَا ظُلْمَ الْيَوْمَ إِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ (17)

(Yaitu) hari (ketika) mereka keluar (dari kubur); tiada suatupun dari keadaan mereka yang tersembunyi bagi Allah. (Lalu Allah berfirman), “Kepunyaan siapakah kerajaan pada hari ini?” Kepunyaan Allah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan. (40: 16)

Pada hari ini tiap-tiap jiwa diberi balasan dengan apa yang diusahakannya. Tidak ada yang dirugikan pada hari ini. Sesungguhnya Allah amat cepat hisabnya. (40: 17)

Pada pembahasan sebelumnya dijelaskan mengenai ayat tentang hari Kiamat yang disampaikan Allah Swt melalui kitab suci dan para Nabi-Nya. Di ayat ini kembali dijelaskan tentang karekateristik umum hari Kiamat bahwa setiap orang diberi balasan sesuai dengan apa yang dilakukannya, dan tidak ada yang dizalimi pada hari itu. Semua terbuka dan tidak ada yang bisa ditutupi.

Di dunia, sebagian orang bisa menyembunyikan sesuatu dari pandangan orang lain. Tapi di hari Kiamat tidak bisa demikian. Sebab, setiap perbuatan terekam dengan baik dan akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah Swt.

Di hari Kiamat kelak, manusia dibangkitkan dan dikumpulkan untuk dimintai pertanggungan jawab atas setiap perbuatan yang dilakukannya. Ketika itu, Allah Swt yang akan mengadili semua  perbuatan manusia.

Di dunia juga Allah menjadi hakim atas kejadian seluruh alam semesta ini. Tapi di hari Kiamat nanti, pengadilan Tuhan tampak lebih nyata bagi manusia. Sebab, seluruh anggota badan akan menjadi saksi apa yang telah kita lakukanselama di dunia ini. Oleh karena itu tidak akan ada yang bisa memberikan pernyataan palsu, maupun kebohongan sebagaimana terjadi di dunia.

Kiamat menjadi hari pembalasan bagi setiap perbuatan yang telah kita lakukan di dunia ini. Allah Swt akan memberikan hukuman dan pahala sesuai dengan perbuatan yang dilakukan setiap manusia.

Di dunia banyak sekali terjadi kelaliman, tetapi pelakukan tidak dihukum. Sebagian orang melakukan kezaliman terhadap orang lain demi meraih kenikmatan dan kepuasan yang lebih besar. Tapi di hari Kiamat, tidak ada yang bisa melakukan kezaliman terhadap orang lain. Sebab kekuasaan mutlak berada di tangan Allah Swt dan akan memberikan ganjaran hukuman maupun pahala secara cepat sesuai dengan perbuatan yang dilakukan setiap manusia.

Berbeda dengan pengadilan di dunia yang membutuhkan proses panjang, bahkan bisa bertahun-tahun, keputusan di hari Kiamat akan diambil dengan sangat cepat dan adil.

Dari dua ayat di atas terdapat tiga pelajaran yang dapat diambil:

1. Pada hari Kiamat kelak tidak ada yang bisa disembunyikan, sebab semua akan terbuka dan dipertanggungjawabkan sesuai perbuatannya masing-masing selama di dunia.

2. Semua orang diperlakukan sama dan tidak ada yang dikecualikan dari keadilan Allah di hari Kiamat nanti. Ganjaran pahala maupun hukuman diberikan sesuai dengan perbuatan manusia di dunia.

3. Meskipun Allah Swt berkuasa secara mutlak tapi tidak pernah berlaku lalim. Oleh karena itu, keadilan ilahi dibelakukan dengan seadil-adilnya.

وَأَنْذِرْهُمْ يَوْمَ الْآَزِفَةِ إِذِ الْقُلُوبُ لَدَى الْحَنَاجِرِ كَاظِمِينَ مَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ حَمِيمٍ وَلَا شَفِيعٍ يُطَاعُ (18) يَعْلَمُ خَائِنَةَ الْأَعْيُنِ وَمَا تُخْفِي الصُّدُورُ (19) وَاللَّهُ يَقْضِي بِالْحَقِّ وَالَّذِينَ يَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ لَا يَقْضُونَ بِشَيْءٍ إِنَّ اللَّهَ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ (20)

Berilah mereka peringatan dengan hari yang dekat (hari kiamat yaitu) ketika hati (menyesak) sampai di kerongkongan dengan menahan kesedihan. Orang-orang yang zalim tidak mempunyai teman setia seorangpun dan tidak (pula) mempunyai seorang pemberi syafa'at yang diterima syafa'atnya. (40: 18)

Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati. (40: 19)

Dan Allah menghukum dengan keadilan. Dan sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah tiada dapat menghukum dengan sesuatu apapun. Sesungguhnya Allah Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (40: 20)

Melanjutkan pembahasan sebelumnya, ayat ini menjelaskan bahwa di hari Kiamat kelak manusia akan mempertanggungjawabkan seluruh perbuatannya. Ketika itu, setiap orang mengkhawatirkan apa yang telah diperbuatnya selama di dunia.

Ayat ini menggambarkan bagaimana kekhawatiran itu tampak dari setiap orang ketika menghadapi hari pengadilan ilahi. Dalam kondisi demikian, setiap orang mengharapkan bantuan yang lain, tapi tidak ada yang bisa memberikan bantuan, sebab semua orang sedang sibuk untuk mempertanggunjawabkan perbuatannya masing-masing. Oleh sebab itu, manusia harus menjaga perbuatannya selama di dunia.

Anggota badan memberikan kesaksian seperti mata yang pernah memandang sesuatu yang diharamkan, maupun mulut dan lainnya. Bahkan niat buruk maupun kedengkian pun tidak bisa ditutupi. Karena semua akan terbuka dan dipertanggungjawabkan di hari Kiamat.

Ya, Allah Swt melihat semua gerak-gerik anggota badan, bahkan hingga batin manusia. Oleh karena itu di hari Kiamat nanti, manusia akan diadili dengan seadil-adilnya, karena menggunakan bukti yang sangat akurat dan diadili oleh pengadilan ilahi. Selain Allah Swt, tidak ada yang bisa mengadili manusia dari lahir maupun batin sedemikian adilnya.

Dari tiga ayat di atas terdapat empat pelajaran yang dapat diambil:

1. Kematian sebagai pintu menuju gerbang Kiamat begitu dekat dan tidak diketahui kapan akan datang. Oleh karena itu, bersiaplah untuk menyambutnya dengan menjaga perbuatan selama hidup di dunia ini.

2. Kegelisahan dan kekhawatiran sangat jelas tampak dari setiap manusia di hari Kiamat kelak. Para pendosa berada dalam kondisi yang sulit dan terjepit, tapi mereka tidak bisa berteriak, atau mengeluh.

3. Setiap orang akan memikirkan dirinya sendiri di hari Kiamat. Di hari itu, para pendosa tidak akan memiliki teman maupun orang yang selama ini membantunya.

4. Allah Swt mengetahui semua perbuatan, bahkan motif manusia. Sehingga semuanya akan terbuka dan tidak ada yang bisa disembunyikan di hadapan pengadilan ilahi.

Read 365 times

Add comment


Security code
Refresh