Lapang Dada, Bekal Terbaik dalam Memikul Beban Kehidupan

Rate this item
(2 votes)
Lapang Dada, Bekal Terbaik dalam Memikul Beban Kehidupan

 

Sejak kecil kita sering diajarkan doa Nabi

Musa as dalam Al-Qur’an yang berbunyi,

قَالَ رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي – وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي – وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِّن لِّسَانِي –

يَفْقَهُوا قَوْلِي

Dia (Musa) berkata, “Ya Tuhan-ku,

lapangkanlah dadaku, dan mudahkanlah untukku

urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari

lidahku, agar mereka mengerti perkataanku.”

(QS.Thaha:25-28)

Doa yang sangat indah, khususnya disaat kita

harus berbicara dan menghadapi sesuatu. Namun

ada satu pertanyaan, tahukah kita apa arti

lapang dada? Apakah kita selama ini berdoa

tanpa tau maksud dari doa kita sendiri?

Pada awalnya, Nabi Musa diperintahkan oleh

Allah untuk mendatangi Fir’aun, Raja yang

terkenal sangat kejam. Tapi anehnya, Nabi

Musa tidak meminta bekal senjata, pasukan

ataupun bantuan disaat itu. Beliau hanya

berdoa dan meminta agar Allah Melapangkan

dadanya, Mempermudah urusannya dan

Melancarkan bicaranya.

Dari semua doa itu, yang pertama diminta

adalah lapang dada. Karena ini adalah bekal

yang paling penting untuk memikul tanggung

jawab dan menghadapi segala rintangan.

Khususnya ketika menyampaikan kebenaran.

Lapang dada adalah perpaduan antara ikhlas,

sabar dan tawakal. Apapun yang terjadi tidak

akan membuat hatinya sempit dan menyesal.

Jika kita perhatikan, Nabi Musa meminta

kepada Allah untuk dilapangkan dadanya.

Sementara Baginda Nabi Muhammad saw telah

diberi kelapangan dada sebelum beliau

meminta. Itulah kemuliaan Rasulullah diatas

nabi-nabi yang lain.

أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ

“Bukankah Kami telah Melapangkan dadamu

(Muhammad)?” (QS.as-Syarh:1)

Karena itu, kehidupan Rasulullah saw selalu

dipenuhi kesabaran ketika dihadapkan dengan

berbagai rintangan dan masalah. Bahkan dengan

lapang dada Rasulullah saw mendoakan umat

yang memusuhi dan memerangi beliau,

“Ya Allah, berilah petunjuk kepada kaumku,

sesungguhnya mereka belum mengetahui”

 

Gambaran lapang dada yang dimiliki Rasulullah

juga terlihat ketika Fathu Mekah. Disaat

Rasulullah telah menguasai mekah, beliau

berhadapan dengan orang-orang yang memusuhi

bahkan berusaha membunuh beliau selama

bertahun-tahun.

Namun beliau tidak membalas perbuatan keji

mereka, dengan lapang dada Rasulullah saw

melepaskan dan membebaskan musuh-musuhnya.

Beliau bersabda,

“Pergilah, sungguh kalian adalah orang-orang

yang dibebaskan !”

 

Kemudian beliau membaca ayat yang dibaca oleh

Nabi Yusuf as ketika memaafkan saudara-

saudaranya,

قَالَ لاَ تَثْرَيبَ عَلَيْكُمُ الْيَوْمَ يَغْفِرُ اللّهُ لَكُمْ وَهُوَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ

Dia (Yusuf ) berkata, “Pada hari ini tidak

ada cercaan terhadap kamu, mudah-mudahan

Allah Mengampuni kamu. Dan Dia Maha Penyayang

di antara para penyayang.” (QS.Yusuf:92)

Semoga kita mendapatkan taufik untuk memiliki

hati yang lapang dalam menghadapi segala

masalah dalam hidup.

Read 487 times

Add comment


Security code
Refresh