کمالوندی
Abul Qasim Ferdowsi
Tanggal 25 Ordibehest, yang bertepatan dengan 15 Mei diperingati dalam penanggalan nasional Iran sebagai "Hari Mengenang Ferdowsi" sebagai bentuk penghormatan hari wafatnya pujangga besar negara ini dengan magnum opusnya, Shahnameh.
Abul Qasim Ferdowsi diperkirakan lahir antara tahun 329 dan 330 hijriyah atau 940-941 Masehi. Tempat kelahirannya adalah desa Paj yang berada di dekat kota Tus. Menurut catatan sejarah, kota Tus dan kota Bukhara di zaman itu merupakan pusat kebudayaan Iran. Bukhara dikenal dengan pusat keilmuan resmi yang diayomi oleh pemerintahan Abbasi, sementara Tus adalah pusat kebudayaan Iran.
Banyak sejarawan yang meyakini bahwa cinta tanah air serta kecenderungan kepada masalah budaya dan kisah-kisah legendaris di kota Tus adalah faktor utama yang membuat Abu Mansur memilih kota ini sebagai tempat untuk menulis Shahnamehnya dalam bentuk prosa. Dari kota ini pula, Daqiqi, Ferdowsi, dan Asadi Tusi, para pujangga kisah-kisah heroik berasal.
Tidak ada riwayat yang jelas tentang masa kecil Ferdowsi. Nezami Aroodi, penulis besar yang hidup sekitar satu setengah abad setelah Ferdowsi, menyebut pujangga besar ini berasal dari keluarga terpandang karena status kebangsawanan dan kekayaannya. Ferdowsi sendiri mengakui kehidupannya yang berkecukupan di masa muda.
Berbekal kondisi kehidupannya yang mapan, anak-anak dari keluarga selevel Ferdowsi berkesempatan memperoleh pendidikan yang baik untuk memperkaya diri dengan ilmu dan akhlak. Mereka juga dikenalkan dengan sejarah, budaya dan tradisi yang ada. Jiwa bebas, keunggulan, keutamaan akhlak dan kesucian lisan Ferdowsi didapatkan berkat pendidikan ini. Jika dibandingkan dengan syair-syair para pujangga di zamannya nampak keunggulan syair-syair Ferdowsi.
Ferdowsi hidup di tengah keluarga bangsawan yang terhormat. Oleh karena itu, dia tak pernah tunduk kepada penguasa manapun. Dia juga dikenal berbudi luhur seperti ksatria-ksatria besar yang kisahnya diceritakan dalam Shahnameh. Sejak kanak-kanak, penyair besar ini telah menunjukkan minatnya yang besar kepada ilmu dan pendidikan. Kecenderungan ini biasa ditemukan di lingkungan keluarga bangsawan. Dia mempelajari semua ilmu yang ada di zamannya. Selain bahasa Farsi dan bahasa Arab, dia menguasai bahasa Pahlavi yang merupakan bahasa nenek moyang bangsa Iran dan bahasa naskah-naskah sastera, budaya dan sejarah masa lalu. Sang pujangga juga menguasai filsafat Yunani. Pengetahuannya akan filsafat dapat ditemukan di sela-sela Shahnameh.
Shahnameh merupakan karya legendaris Ferdowsi yang sampai saat ini masih bersinar dan menjadi rujukan akan peradaban Iran. Shahnameh secara umum berkisah tentang legenda Iran, semangat kepahlawanan, kisah-kisah sejarah dan semi sejarah, legenda dan cerita panjang atau pendek kepahlawanan. Ferdowsi menyusun seluruh cerita tersebut dengan teliti dan seimbang di bawah kisah-kisah bangsa Iran mulai terbentuknya peradaban bangsa ini hingga masuknya Islam ke Iran.
Shahnameh Ferdowsi adalah warisan budaya bangsa dan negeri Iran yang sudah berumur seribu tahun. Buku ini bisa dikategorikan sebagai ensiklopedia logika pemikiran, sejarah dan budaya bangsa Iran. Shahnameh memuat kisah-kisah legenda dan sejarah, serta kondisi sosial, tradisi, adat istiadat, pemikiran filsafat, dan semangat kepahlawanan bangsa Iran sampai masa dinasti Sasanid. Ferdowsi menceritakan cerita tokoh-tokoh legendaris dan kisah sejarah mulai dari raja pertama yang bernama Keyumars dan diakhiri dengan kisah Fereydun.
Ada juga kisah tentang kebangkitan Kaveh si pandai besi, kematian Rostam, serangan Iskandar ke negeri Persia dan kekuasaan dinasti Sasanid. Abul Qasim Ferdowsi hidup di zaman maraknya kisah-kisah legenda di tengah masyarakat yang menyatu dengan cerita yang memang memiliki akar sejarah di Iran. Kisah-kisah itu menyebar dari mulut ke mulut dan menjadi dongeng rakyat yang gemar menghibur diri dengan kenangan akan kebesaran nenek moyang mereka.
Di malam-malam panjang musim dingin, dongeng-dongeng legenda semakin marak di tengah rakyat. Dalam setiap acara dan pesta, para perawi selalu menjadi figur yang dielu-elukan untuk bercerita tentang dongeng-dongeng kepahlawanan. Tepuk tangan meriah selalu didapat oleh para perawi setelah membawakan kisah mereka. Kisah keperkasaan Rostam membuat masyarakat berbangga, sedangkan kisah duka Siavash dan Esfandiyar akan menciptakan suasana sedih yang memancing kucuran air mata.
Menurut para ahli dan peneliti, Shahnameh Ferdowsi adalah salah satu faktor penting yang melestarikan bahasa Persia. Karena itu, Shahnameh bukan hanya buku warisan budaya bangsa Iran yang sudah berumur seribu tahun tetapi juga dokumen penting yang menunjukkan kebesaran bahasa Persia dan keagungan peradaban bangsa Iran.
Shahnameh juga disebut sebagai khazanah bahasa dan kefasihan bahasa Persia. Ferdowsi menulis mahakaryanya ini di zaman ketika negeri Persia berada di bawah kendali kekhalifahan bani Abbas. Ketika itu, bahasa yang digunakan dalam setiap pertemuan resmi adalah bahasa Arab dan sasteranya. Surat menyurat, buku-buku ilmiah dan karya-karya penulisan umumnya juga ditulis dalam bahasa Arab. Lewat karyanya ini, Ferdowsi menunjukkan bahwa bahasa Persia punya kapasitas yang besar untuk menyampaikan ide-ide pemikiran.
Shahnameh telah diterjemahkan ke berbagai bahasa Eropa. Meski ideologi dan seni Shahnameh secara detail tidak dapat ditransfer ke bahasa lain dalam bentuk terjemahan dan meski Shahnameh adalah cermin budaya sebuah bangsa yang memiliki perbedaan mendasar dengan peradaban dan adat istiadat bangsa lain, namun kebesaran Shahnameh dan kekuatan seni serta pemikiran Ferdowsi telah memberi pengaruh pada seluruh bangsa. Budayawan dunia telah menangkap pesan kemanusiaan dan pemikiran lembut Ferdowsi dan mengakuinya sebagai warisan abadi budaya manusia.
Sebagian budayawan dunia menyebut Shahnameh sebagai mahakarya budaya dan pemikiran dunia. Sebagian yang fanatik bahkan menyebutnya karya terunggul. Jan Rypka, di buku sejarah sastra Persia terkait Shahnameh menulis, “Realitanya adalah di sepanjang hamparan bumi, tidak ada bangsa yang memiliki hikayat yang agung seperti ini, yang mencakup seluruh tradisi bersejarah mereka, mulai dari era gelap legenda hingga pertengahan abad ketujuh.”
Berthels, pakar Timur Tengah asal Rusia meyakini, “Selama di dunia ada konsepsi Iran, maka nama pujangga besar yang kecintaan terhadap negaranya tak pernah pudar akan tetap abadi di dunia. Ferdowsi menulis Shahnameh dengan sepenuh jiwanya, dengan demikian ia berhak mendapatkan seluruh kecintaan dan penghormatan bangsa Iran terhadap dirinya.”
Fritz Wolff, pemikir Jerman dan penulis ensklopedia Shahnameh menilai Ferdowsi sumber inspirasi pemimpin penyair epik di dunia. Menurutnya, Shahnameh Ferdowsi tak diragukan lagi adalah sebuah mahakarya yang dalam pandangan Barat dan Eropa membuktikan budaya, peradaban dan identitas bangsa Iran. Meski Shahnameh Hakim Ferdowsi merupakan simbol keyakinan bangsa Iran, namun dengan memperlajarinya maka seseorang akan mengenal legenda, geografi, sejarah, filsafat, sastra, bahasa dan seni Iran.
Lebih lanjut Wolff menambahkan, “Karya besar sastra ini tidak terbatas waktu dan geografi tertentu. Saya meyakini bahwa Ferdowsi adalah pemimpin penyair epik di dunia. Ferdowsi dalam melantunkan syair sangat menonjol dan tidak ada filosof, sejarawan dan pujangga yang mampu menyamainya. Dengan berani saya katakan bahwa kosa kata terbaik dan terindah dari perjuangan dan kemenangan dapat ditemukan di Shahnameh Ferdowsi.”
Shahnameh berkisah tentang bangsa Iran yang selalu mengedepankan budi pekerti dalam peperangannya. Bangsa ini meyakini, selama perdamaian masih bisa diusahakan, perang mesti dihindari, dan selama tidak menyerang, musuh tidak boleh diserang. Ketika musuh sudah menyerah jangan sampai dia disakiti. Jika kemenangan berhasil diraih, para tawanan harus diperlakukan dengan baik, perempuan dan anak-anak harus diamankan, kota-kota dan permukiman tidak boleh dihancurkan dan jenazah korban yang tewas dari pihak lawan juga mesti dihormati. Inilah tatakrama bangsa Iran dalam peperangannya.
Ferdowsi hingga kini harum namanya, karena berjasa melestarikan warisan budaya peradaban ribuan tahun silam. Setiap tahun, di hari wafatnya Ferdowsi digelar berbagai acara baik di makam Ferdowsi sendiri atau di universitas dan lembaga-lembaga kebudayaan Iran. Sebagaimana kisah-kisah heroik dalam Shahnameh yang menjadi legenda, Ferdowsi sendiri menjadi pujangga yang melegenda.
Sejauh Mana Partisipasi Warga di Pemilu Parlemen Lebanon Kali Ini
Pemilu parlemen ke-24 Lebanon digelar Minggu (15 Mei 2022). Sejarah partisipasi politik rakyat Lebanon sekitar satu abad.
Pertama kali rakyat Lebanon menyalurkan suaranya di pemilu parlemen pada tahun 1927 dan mereka saat itu memilih 46 anggota parlemen. Kini jumlah anggota parlemen Lebanon mencapai 128 orang dan pemilu hari Minggu (15/5/2022) merupakan pemilu parlemen ke-24.
Kursi di parlemen dibagi secara merata antara muslim dan Kristen di negara ini. Di parlemen Lebanon 64 kursi milik Kristen dan di antara kursi tersebut 34 kursi milik Kristen Maronit, 14 kursi diberikan kepada Kristen Ortodoks, 8 kursi milik Kristen Katolik, 5 kursi diberikan kepada Kristen Armenia Ortodoks, satu kursi bagi Kristen Armenia Katolik, satu kursi bagi Kristen Injil (Evangelikalisme) dan satu kursi bagi minoritas Kristen. Sementara 64 kursi parlemen Lebanon lainnya milik Muslim, 27 di antaranya diberikan kepada Syiah, 27 kursi untuk Sunni, 8 kursi untuk Druze dan 2 kursi bagi Allawi.
Berdasarkan data yang dirilis Departemen Dalam Negeri Lebanon, total jumlah warga yang berhak memilih mencapai 3.967 juta orang. 225 ribu warga negara ini mendaftarkan diri di 59 negara dunia untuk menyalurkan suara mereka. Jumlah ini sekitar 5,5 persen dari total pemilih di Lebanon. Di banding dengan pemilu sebelumnya di tahun 2018, jumlah warga Lebanon di luar negeri yang mendaftarkan diri mengalami peningkatan. Menyusul krisis ekonomi di Lebanon, banyak warga negara ini memutuskan untuk hijrah. Di pemilu parlemen Lebanon sebanyak 718 kandidat mendaftarkan diri dalam 103 list, dan pemilih hanya dapat memilih satu list.
Babak pertama pemilu parlemen Lebanon digelar Jumat lalu di 10 negara, Arab saudi, Mesir, Iran, Qatar, Yordania, Oman, Kuwait, Irak, Bahrain dan Suriah. Menurut Mendagri Lebanon, di tahap pertama pemilu parlemen Lebanon, khusus bagi warga yang berdomisili di luar negeri, tingkat partisipasi mencapai 59 persen dan di antara 30.929 orang yang mendaftarkan diri untuk menyalurkan suaranya, 18.225 orang telah menyalurkan suaranya di kotak suara.
Di tahap pertama, pemilu parlemen ini, mayoritas warga Lebanon yang berpartisipasi berada di Suria dengan 84 persen pemilih. Sementara warga Lebanon di Iran tingkat partisipasinya mencapai 74 persen, di Qatar 66 persen, Kuwait dan Yordania 60 persen, Bahrain 66 persen, Arab Saudi 40 persen, Oman 66 persen, dan Baghdad 48 persen. Tahap kedua pemilu parlemen bagi imigran Lebanon digelar hari Ahad lalu di 48 negara dunia dengan partisipasi 194.348 warga di 191 zona pemilih.
Sistem politik di Lebanon adalah parlementer. Parlemen harus menunjuk presiden dan perdana menteri. Presiden untuk satu periode enam tahun dan perdana menteri empat tahun serta dapat diperpanjang oleh parlemen. Ketua parlemen dipilih dari kubu Syiah, presiden dari kubu Kristen, dan perdana menteri dari kubu Sunni. Mengingat posisi parlemen, pemilu parlemen memiliki nilai urgen yang tinggi.
Pemilu parlemen kali ini juga memiliki nilai khusus tersendiri dari sisi persaingan antara arus politik di negara ini. Saad Hariri dan Gerakan al-Mustaqbal yang dipimpinnya, memboikat pemilu kali ini. Hariri yang ditunjuk membentuk kabinet pada tahun 2020, setelah satu tahun gagal dan mengundurkan diri dari pembentukan kabinet karena terlibat friksi dengan Presiden Michel Aoun dan kemudian menyatakan tidak akan berpartisipasi di pemilu.
Dengan demikian, kubu Ahlu Sunnah mencicipi pengalaman baru dan persaingan di antara mereka juga rumit. Persaingan utama di pemilu kali ini antara komunitas Kristen, Gerakan Kebebasan Nasional pimpinan Gibran Bassil dan Pasukan Lebanon (LF) pimpinan Samir Geagea serta Gerakan al-Marada.
Di antara tokoh politik Kristen Lebanon saat ini, Suleiman Frangieh, cucu mantan presiden Lebanon dan ketua Gerakan al-Marada juga memiliki popularitas di antara warga. Ia yang kehilangan ayah, ibu dan saudari tiga tahunnya di sebuah operasi teroris oleh pasukan Geagea selama perang saudara Lebanon, dan Geagea tercatat sebagai musuh bebuyutannya, sejak saat ini berdiri di samping Gibran Bassil, salah satu kandidat potensial presiden mendatang Lebanon serta memiliki pengaruh kuat di antara etnis Maronit di Lebanon utara. Diprediksikan bahwa di partai-partai Syiah di parlemen, koalisi pro-muqawama (Hizbullah) dan Partai Amal meraih kursi mayoritas Syiah di parlemen.
Alasan lain pentingnya periode pemilihan ini adalah ketidakpuasan yang kuat dari rakyat terhadap elit politik Lebanon. Pemilihan itu dilakukan di tengah situasi politik yang kompleks dan krisis ekonomi dan keuangan yang belum pernah terjadi sebelumnya di Lebanon, yang menderita kekurangan barang-barang pokok dan penurunan 90 persen nilai mata uang. Utang pemerintah Lebanon sebesar 92 miliar dolar adalah salah satu yang tertinggi di dunia. Lebanon sedang mengalami krisis perbankan besar, dan bahkan mereka yang memiliki simpanan bank tidak dapat lagi menarik uang mereka dari bank.
Di sisi lain, krisis bahan bakar, meningkat ke titik di mana beberapa sumber berita melaporkan pemadaman listrik total di Lebanon selatan tahun lalu. Krisis di kota-kota seperti Tripoli sedemikian rupa sehingga orang lebih memilih untuk melarikan diri dari kota-kota ini dari pada tetap tinggal, aksi pelarian yang dalam banyak kasus telah menyebabkan kematian. Situasi ini telah menyebabkan ketidakpuasan yang meluas di antara orang-orang Lebanon, dan ini adalah masalah yang akan mempengaruhi pemilihan hari Minggu ini.
Alasan lain dari urgensi pemilu parlemen Lebanon saat ini adalah pembentukan pemerintah permanen dan pemilihan presiden. Di sistem poiltik Lebanon, parlemen memilih presiden untuk periode enam tahun, dan pemilihan presiden untuk periode kedua secara berturut-turut dilarang. Presiden Lebanon saat ini, Michel Aun telah menjabat sejak 31 Oktober 2016 dan masa jabatannya akan berakhir 31 Oktober 2022.
Warga tengah menyalurkan suaranya di kotak suara pemilu parlemen Lebanon
30 hingga 60 hari sebelum masa jabatan presiden Lebanon berakhir, ketua parlemen negara ini akan menggelar sidang khusus untuk memilih presiden baru; Sidang pemungutan suara secara rahasia untuk memilih presiden, dan kandidat yang meraih dua pertiga suara parlemen akan menjadi presiden negara ini. Jika tidak ada kandidat yang mampu meraih dua pertiga suara anggota parlemen, maka akan digelar pemungutan suara putaran kedua dand di putaran ini setiap kandidat yang mampu meraih suara mayoritas akan duduk sebagai presiden. Dengan demikian, komposisi parlemen mendatang sangat penting. Sekaitan dengan ini, Lebanon sejak akhir tahun 2019 sampai saat ini dikelola oleh pemerintahan sementara, dan setelah pemilu parlemen diselenggarakan, maka harus dibentuk pemerintah permanen di negara ini, di mana masalah ini kian meningkatkan urgensitas pemilu parlemen di Beirut.
Poin terakhir terkait pemilu parlemen Lebanon yang digelar 15 Mei 2022 adalah peran pemain asing. Pemilu parlemen khususnya karena peran Hizbullah di struktur internal dan regional, memiliki nilai urgen tersendiri. Pemilu parlemen Lebanon bagi Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Republik Islam Iran dan Amerika Serikat sangat penting.
Arab Saudi dan UEA serta Amerika memberi tekanan berat kepada Lebanon, dan berusaha mencegah menguatnya posisi Lebanon di negara ini. Dengan demikian, muqawama Lebanon berulang kali menekankan urgensitas pemilu ini dan menyamakannya dengan perang politik. Hizbullah juga berulang kali memperingatkan bahwa Kedutaan Besar AS dan Arab Saudi di Beirut melalukan intervensi besar-besaran di pemilu parlemen negara ini.
Peringatan Hari Nakba ke-74 dan Tantangan Rezim Ilegal Israel
74 tahun berlalu dari Hari Nakba. Rezim Zionis Israel di peringatak ke-74 Hari Nakba menghadapi segudang kendala dan tantangan.
15 Mei bagi bangsa Palestina dikenang sebagai Hari Nakba atau hari nestapa, sementara bagi Israel adalah hari pembentukan rezim ilegal. Hari ini adalah simbol pengusiran paksa warga Palestina oleh Zionis. Nakba dalam bahasa Arab memiliki arti musibah dan nestapa. Bangsa Palestina mengenang Hari Nakba ketika mereka mengalami peristiwa tragis menyususl pendudukan tanah air mereka. Pada 15 Mei 1948 terjadi sebuah peristiwa tragis di Palestina dan hari ini dikenang sebagai Hari Nakba. Menurut bangsa Palestina, hari ini mengingatkan hari-hari pahit, yakni pendudukan tanah air, perampasan tanah mereka serta gelombang pertama arus pengungsiaan dan pengusiran paksa lebih dari 800 ribu warga Palestina dari rumah dan tempat tinggal mereka.
Selama beberapa tahun terakhir, rezim Zionis Israel dengan bantuan pemerintah Amerika melakukan banyak upaya, di bawah bayang-bayang normalisasi hubungan dengan negara-negara Arab, selain keluar dari keterkucilan politik di Asia barat, juga meningkatkan keamanannya dan menghapus Palestina dari pusat transformasi dunia Arab khususnya, dan dunia Islam secara umum. Menghidupkan hubungan dengan Turki dan kungjungan diplomat Israel ke negara-negara Arab serta Turki juga dimaksudkan untuk kebijakan ini. Berbagai pertemuan dengan melibatkan pejabat Arab juga digelar di bumi Palestina pendudukan.
Meski demikian, langkah seperti ini bukan sajat tidak membawa keamanan bagi rezim Zionis, bahkan meningkatkan konfrontasi dan bentrokan antara warga Palestina dan Zionis. Palestina setelah menyaksikan transformasi ini sampai pada kesimpulan bahwa pertahanan bukan bukan sebuah wacana yang dijamin oleh negara lain, tapi mereka sendiri harus bangkit untuk membela diri.
Faktanya, bangsa Palestina selain putus asa dari berbagai organisasi internasional, khususnya Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), juga merasa pesimis dari negara Arab serta ketidakpuasan kepada pemerintah Otorita Ramallah, kini menempatkan prinsip membela diri sendiri di pendekatan mereka. Dengan demikian, menyusul operasi mati syahid atau operasi individu Palestina, Hari Nakba tahun ini memiliki korban besar bagi rezim Zionis dan menguak kerentanan rezim Tel Aviv.
Operasi indivudu Palestina menjadi sebuah tantangan dan kendala besar serta utama bagi Zionis. Kurang dari dua bulan terakhir terjadi lima operasi individu yang menewaskan 18 Zionis, dan melukai puluhan lainnya. Operasi muqawama bangsa Palestina selama beberapa pekan terakhir mayoritasnya terjadi di bumi pendudukan 1948, di mana peristiwa ini bagi lingkaran keamanan rezim Zionis belum pernah terjadi sebelumnya.
Pada 20 Maret di sebuah operasi yang dilakukan Mohammed Abu al-Kiyan, warga Negev dengan menggunakan senjata tajam, empat warga Zionis tewas. Pada 27 Maret, Ayman Aghbariyeh dan Ibrahim Aghbariyeh menewaskan dua perwira perbatasan Zionis di distrik al-Khadira. Pada 29 Maret, Diya Hamarshe, warga Jenin di operasinya di Distrik Banei Brak menewaskan lima Zionis.
Pada 7 April 2022, operasi mati syahid Rad Hazem, warga Jenin berhasil menewaskan tiga Zionis di Tel Aviv. Pada 29 April, di sebuah operasi yang digelar di distrik Zionis di Tepi Barat, seorang tentara Zionis tewas. Pada 5 Mei sebuah operasi di Distrik El'ad di dekat Tel Aviv, tiga Zionis tewas dan 10 orang lainnya terluka.
Ada beberapa poin strategis dalam operasi ini yang menjadi lebih penting pada peringatan Hari Nakba ke-74. Yang pertama adalah bahwa setidaknya tiga dari operasi ini dilakukan oleh orang Arab yang tinggal di wilayah pendudukan. Kebijakan yang sangat diskriminatif dari rezim Zionis dan perilaku kekerasan Zionis terhadap penduduk Arab di wilayah pendudukan, serta kekerasan rezim anti-Palestina ini, menyebabkan orang-orang Arab yang tinggal di wilayah pendudukan bertindak dalam solidaritas dengan warga Palestina menentang pendudukan dan kejahatan rezim pendudukan. Dengan kata lain, keamanan rezim Zionis terancam dari dalam dan oleh penduduk wilayah pendudukan.
Kedua; Ketidakmampuan dinas intelijen dan keamanan rezim Zionis untuk menangani operasi ini terbukti. Pasukan keamanan Israel belum bisa menangkap pelaku operasi El'ad. Memang; Operasi Al-Mazira, nama Palestina untuk daerah El'ad dekat Tel Aviv, merupakan pukulan berat bagi rezim Zionis. Operasi tersebut menunjukkan kegagalan organisasi keamanan rezim Zionis untuk mencegah operasi dan menangkap pelakunya.
Operasi warga Palestina di El'ad, dekat Tel Aviv
Ketiga; operasi ini khususnya operasi El'ad telah mengubah peringatan Hari Nakba menjadi acara duka. Nir Orbach, ketua fraksi Yamina di Knesset terkait hal ini mengatakan, "Hari yang seharusnya kita berbangga, berakhir dengan rasa sakti dan penderitaan besar, kita tidak boleh merasa kalah."
Keempat; Akibat dari operasi-operasi ini, yang sangat sulit dicegah karena sifat dari operasi-operasi tersebut, perdamaian komunitas Zionis telah hancur. Menteri Luar Negeri Zionis Yair Lapid juga mengatakan bahwa salah satu konsekuensi dari operasi tersebut adalah hilangnya kedamaian komunitas Zionis dalam sekejap. Hal ini menyebabkan migrasi terbalik dari wilayah pendudukan sebagai luka lama Zionis yang kembali terbuka di wilayah pendudukan. Faktanya, elemen stabilitas keamanan Israel telah menjadi elemen paling penting dan menonjol bagi imigran Yahudi potensial dari seluruh dunia dalam beberapa dekade terakhir, tetapi fitur penting ini telah memudar dalam beberapa tahun terakhir dan sekarang setelah operasi individu Palestina berturut-turut di dalam wilayah pendudukan.
Kelima; Operasi individu ini menunjukkan bahwa rakyat Palestina tidak melepaskan hak-hak mereka, terutama terhadap Masjid al-Aqsha. Berbagai faksi Palestina telah berulang kali memperingatkan bahwa Masjid al-Aqsa adalah garis merah mereka dan bahwa mereka akan melawan agresi apa pun terhadap tempat suci ini. Dapat dikatakan bahwa peristiwa yang terjadi di kancah Palestina baru-baru ini menjanjikan masa depan yang menjanjikan dan sekaligus menunjukkan bahwa isu Palestina belum menjadi isu marginal dan telah dikembalikan oleh bangsa Palestina sendiri kembali ke jantung transformasi dunia Islam.
Selain itu, operasi individu Palestina menimbulkan tantangan penting lain bagi rezim Zionis Israel. Dijadwalkan Pemimpin Katolik Dunia, Paus Franciscus akan berkunjung ke bumi pendudukan bulan depan, tapi berlanjutnya instabilitas di wilayah pendudukan memicu potensi kuat pembatalan kunjungan tersebut. Hal ini mengindikasikan bahwa wilayah pendudukan menghadapi krisis keamanan, dan gambar yang dirilis dari pertemuan Zionis dengan pejabat Arab kian menguak citra instabilitas luas di bumi pendudukan.
Isu lain adalah operasi individu rakyat Palestina di bumi pendudukan menjadi pukulan berat bagi kabinet putar Naftali Bennett-Yair Lapid. Kabinet ini dibentuk dengan mayoritas yang rentan dan terdiri dari berbagai partai yang kontradiktif, tengah menghadapi keruntuhan dengan keluarnya sejumlah anggota koalisi dan berpotensi kuat bubar dengan operasi individu rakyat Palestina.
PM Israel Naftali Bennett
Sejumlah sumber yang dekat dengan Naftali Bennett, perdana menteri Israel, memprediksikan bahwa kabinet Bennett akan bubar dalam tempo satu bulan mendatang. Koran Maariv berbahasa Ibrani menulis bahwa tiga anggota Partai Yamina berencana keluar dari partai ini dan membentuk sebuah fraksi baru di parlemen. Aliansi Joint List Arab mengancam akan keluar dari kabinet menyusul eskalasi kekerasan kabinet Zionis. Potensi bubarnya kabinet rezim Zionis sama halnya dengan rezim ilegal ini memasuki babak baru kebuntuan dan instabilitas politik.
Omar Khayyam Neishabouri
Setiap tanggal 28 Ordibehesht, yang bertepatan dengan 18 Mei, kalender nasional Republik Islam Iran memperingatinya sebagai hari penghormatan terhadap Omar Khayyam Neishabouri, ilmuwan sekaligus penyair besar Iran.
Khayyam Neishabouri adalah salah satu cendekiawan dan pemikir terkemuka Iran akhir abad kelima dan awal keenam Hijriah, atau akhir abad ke-11 dan awal abad ke-12 Masehi.
Karya puisinya, Rubaiyat membuat Khayyam dikenal sebagai penyair besar. Tidak hanya itu, dia juga seorang ahli matematika, dan astronomi yang dikenal luas. Setelah kematiannya, puisinya diterbitkan, dan kemudian aspek puitisnya dikaji para pemikir setelahnya, selain posisinya sebagai seorang ilmuwan. Reputasi Khayyam saat ini di timur dan barat, bukan karena statusnya sebagai ilmuwan, tetapi juga karena posisinya sebagai penyair terkemuka.
Buku Rubaiyat Omar Khayyam termasuk buku puisi terkecil di dunia sastra, tetapi ketenarannya menembus batas geografi Iran dan terkenal ke berbagai penjuru dunia. Lalu apa, yang ditulis Khayyam hingga buku kecilnya ini menjadi perhatian sejak dahulu hingga kini. Apa yang tersembunyi dalam Rubaiyat Khayyam. Sebagaimana diungkapkan Will Durant, apa yang ditiupkan selain filsafat dalam puisi Khayyam dengan segenap kebesaran?
Dalam sejarah sastra Persia, ada banyak penyair yang telah menggabungkan puisi mereka dengan kebijaksanaan dan menciptakan ramuan puisi dan filsafat yang luar biasa. Tetapi reputasi mereka tidak mampu melampaui Khayyam dengan Rubaiyatnya yang menawan.
Daya tarik dan pesona Rubaiyat membuat penyair Inggris Fitz Gerald terdorong untuk menerjemahkan puisi ini pada tahun 1859. karyanya terjemahannya inilah yangmemperkenalkan Khayyam ke seluruh penjuru dunia, terutama dunia Barat..
Menurut peneliti terkemuka Arberry, terjemahan Khayyam oleh Fitzgerald diterbitkan dua puluh lima kali, antara tahun 1859 hingga akhir abad ke-19 Masehi. Pada 1929, lebih dari 410 buku Rubaiyat Khayyam dalam terjemah bahasa Inggris dicetak, dan muncul lebih dari 700 buku dan artikel maupun komposisi musik dan teater yang didasarkan pada puisi Khayyam. Tentu saja, angka-angka ini akan jauh lebih tinggi dalam beberapa dekade terakhir. Bahkan hingga kini terjemahan Rubaiyat bahasa Inggris mengisi rak-rak perpustakaan dan sebagian rumah orang-orang Inggris dan AS.
Khayyam adalah salah satu teka-teki dalam sastra Persia selama berabad-abad, terutama kontroversi tentang apakah Khayyam adalah seorang mistikus dan seorang yang religius, ataukah seorang yang menolak syariat. Kontroversi ini muncul dari kesalahan memahami Khayyam.
Khayyam adalah seorang penyair yang meyakini Allah dan berjiwa saleh. Tapi ia kritis, dan merenungkan penciptaan alam semesta. Khayyam memilih karya puisinya dalam format Rubaiyat. Dalam Rubaiyat, kalimat dicari yang paling singkat dalam bentuk empat baris.
Pada tiga baris pertama dari rubaiatnya, Khayyam memberikan landasan yang tepat untuk gagasan utamanya yang dikemukakan di baris keempat. Dalam format kecil ini, peluang untuk menjabarkan dan memperluas pemikirannya menjadi lebih luas.
Diksi yang kuat dalam Rubaiyat Khayyam menunjukkan kekuatan puitisnya. Ritme paling awal Rubaiyat Khayyam sangat efektif dalam mentransfer konsep dan pemikiran Khayyam kepada pembaca.
Karakteristik lain dari Rubaiyat Khayyam adalah kesederhanaannya dan menghindari pemujaan yang puitis, tetapi pada saat yang sama fasih dalam penyampaikan maknanaya. Seluruh puisi Khayyam tidak menggunakan retorika atau bahasa yang berlebihan.
Seluruh usaha adalah untuk menyampaikan makna dan pemikirannya dilakukan dengan memilih diksi yang singkat . Makna dalam puisi Khayyam begitu halus dan tepat, yang menunjukkan keunggulannya dari aspek imajinasi dan artistik. Puisi Khayyam serius dan tidak diresapi dengan humor.
Kata-kata kunci dalam puisi Khayyam sangat jelas. Tetapi ditafsirkan dengan banyak ragam pemikiran sesuai dengan kecenderungan ideologis masing-masing.
Kematian dan kehidupan menajadi dua masalah utama dalam pemikiran Khayyam. Kematian dibayangi oleh sebagian besar puisi Khayyam. Dalam kata pengantar untuk terjemahan Rubaiyat Khayyam dalam bahasa Prancis, Pierre Pascal menggambarkan kematian sebagai pemikiran abadi dan eksklusif dari Ru'ba'iyat Khayyam.
Pemikiran ini sangat didominasi oleh suku-suku Khayyab sehingga, bahkan ketika merekomendasikan agar manusia mengambil kesempatan untuk merampok, orang masih dapat melihat dominasi pemikiran fana. Tetapi ini tidak berarti takut akan kematian, karena menurut prinsip-prinsip psikologi, orang yang takut mati tidak begitu banyak berkeras untuk mengingat kematian, tetapi ia tidak mampu melupakannya.
Konfrontasi antara hidup dan mati, yang diwujudkan dalam sebagian besar struktur Rubaiyat Khayyab dan digambarkan dalam segala hal dengan cara artistik dan indah yang indah, tidak diragukan lagi telah dipengaruhi oleh kepeduliannya dalam misteri makhluk. Dengan mengungkap konfrontasi ini di sebagian besar kuatrainnya, Khayyam telah mencoba menunjukkan nilai momen-momen kehidupan kepada para pendengarnya dan menggunakannya untuk memanfaatkan waktu.
Khayyam secara sadar menghubungkan tanah, tanah liat dan keramik dengan sesuatu yang berharga dan indah untuk lebih memengaruhi pembaca sekaligus mendekatkan konsep yang ingin disampaikannya secara lebih artistik dan lebih efektif . Dalam karya Rubaiyatnya, Khayyam tidak mengatakan apa-apa tentang kematian, tetapi merujuk pada kehidupan yang berjalan yang digunakan untuk mengingatkan kematian yang dekat. Menurut Khayyam, setiap orang harus meyakini kadar umur yang diberikan Tuhan yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya hingga ajal menjemput.
Perang Ukraina dan Proyek Pembangunan Distrik Zionis di Bumi Palestina
Rezim Zionis Israel dua hari setelah operasi pembantaian Reporter Aljazeera, Shireen Abu Akleh, meratifikasi proyek baru pembangunan distrik Zionis di Tepi Barat lebih dari 4000 unit rumah.
Faktanya, teror Abu Akleh bukan saja balas dendam atas kekalahan sebelumnya di berbagai operasi warga Palestina di bumi pendudukan 1948 (Israel), termasuk di Tel Aviv, tapi sepertinya hal ini dimaksudkan untuk mengintimidasi media yang terus merefleksikan kebijakan rezim ini baik di bidang pelanggaran berulang terhadap Masjid al-Aqsa, atau berlanjutnya pendekatan perubahan geografi dan demografi di bumi pendudukan dalam bentuk distrik Zionis.
Proyek distrik Zionis bertentangan dengan judul menipu, dianggap sebagai pendudukan dalam pendudukan, dan bukannya memberikan wilayah pendudukan tahun 1967 kepada Palestina sesuai dengan resolusi berulang Dewan Keamanan PBB untuk membentuk negara Palestina terbatas, dan sebaliknya rezim ini mencaploknya ke wilayah pendudukan tahun 1948 dikenal sebagai Israel, dan pada tahap pertama pemukiman ini dibangun di wilayah Palestina dan pada langkah berikutnya dianeksasi ke wilayah pendudukan 1948. Sejak pengumuman eksistensi rezim Zionis pada tahun 1948, rezim selalu mengalami kekurangannya kedalaman strategis karena keterbatasan teritorialnya.
Oleh karena itu, dalam merancang strategi keamanannya, rezim Zionis telah mengambil langkah untuk menemukan cara untuk mengimbangi kelemahan ini, dan pengembangan distrik Zionis akhirnya diadopsi dan diupayakan sebagai strategi utama di bidang ini. Isunya tidak terbatas pada masalah ini, tetapi rezim Zionis, dengan melanjutkan penyelesaian atau menerapkan strategi pendudukan merayap, ingin mengubah sisa tanah Palestina di Tepi Barat menjadi pulau-pulau yang terpisah dan menghilangkan kemungkinan membentuk wilayah kecil, sehingga dapat menghilangkan integritas teritorial Palestina dan mencegah pembentukan negara kecil Palestina.
Selain itu, perampasan sumber daya air dikejar sebagai tujuan pemukiman kolonial lainnya. Sebagian besar pemukiman ini dibangun tepat di daerah subur dan kaya air, dan akses orang Palestina ke sumber daya vital dan air mereka terhalang. Cekungan air meliputi: cekungan barat, cekungan timur laut, cekungan timur, cekungan bawah tanah pesisir dan cekungan Al-Karmal. Cekungan barat dimulai dari wilayah barat provinsi Jenin dan berlanjut ke wilayah barat daya provinsi Hebron. Cekungan timur laut mencakup hampir semua perairan yang mengalir dari provinsi Nablus, Jenin dan Tubas ke utara dan timur laut.
Sementara cekungan timur berada dalam lingkungan penuh Tepi Barat dan mencakup seluruh air yang mengalir dari wilayah utara Provinsi Jenin, Tubas, Nablus, Ramallah, Jerusalem hingga wilayah terjauh di selatan Provinsi al-Khalil (Hebron) dan mengalir ke arah timur. Cekungan air bawah tanah pantai memanjang dari selatan Haifa hingga Negev, dan mayoritasnya berada di wilayah Mesir. Cekungan al-Karamal mencakum seluruh wilayah pegunungan Karmal dan Haifa yang berlanjut hingga ke dataran Marj ibn Amir.
Tujuan lain yang ingin diraih rezim Zionis dengan kedok proyek distrik Zionis adalah menguasai total kota Baitul Maqdis dan memisahkannya dari wilayah Tepi Barat melalui proyek Baitul Maqdis Raya yang mencakup seperempat total wilayah Tepi Barat. Melalui metode ini, akan terbuka bagi Zionis radikial merealisasikan mimpinya untuk membangun kuil Sulaiman di atas Masjid al-Aqsa dan menghancurkan bangunan suci umat Islam ini.
Tidak ada keraguan bahwa pembangunan pemukiman Zionis merupakan pelanggaran terhadap semua hukum internasional dan resolusi PBB, dan merupakan contoh yang jelas dari kejahatan perang di bawah Konvensi Jenewa. Piagam Jenewa Keempat tahun 1949 mencantumkan daftar panjang larangan terhadap pasukan pendudukan, termasuk pelarangan penempatan penduduk penjajah di wilayah pendudukan.
Banyak hukum internasional, termasuk resolusi Dewan Keamanan atau Majelis Umum PBB, telah melarang permukiman Zionis di Yerusalem, Tepi Barat, dan seluruh wilayah Palestina yang diduduki, serta menyerukan diakhirinya proses ini dan penghancuran permukiman ilegal Zionis. Resolusi Dewan Keamanan PBB no 465 tahun 1980 menyerukan diakhirinya dan pembongkaran distrik Zionis di wilayah pendudukan. Resolusi 446, 452, 252 dan beberapa resolusi serupa lainnya semuanya memiliki ketentuan serupa.
Namun demikian, sampai saat ini, bukan saja belum ada langkah efektif dan praktis dari negara-negara Barat untuk melawan kebijakan penjajah Zionis, bahkan berdasarkan laporan berbagai organisasi kemasyarakatan bahwa lebih dari 670 lembaga finansial Eropa selama tahun 2018 hingga 2021 terlibat dalam transaksi perusahaan di proyek pembangunan distrik Zionis di wilayah pendudukan.
Laporan tersebut, disiapkan oleh 25 organisasi dan institusi Palestina, regional dan Eropa, dan dengan pengantar oleh Michael Lynk, Pelapor Khusus PBB untuk Wilayah Palestina, meminta perusahaan-perusahaan Eropa untuk menghentikan semua investasi dan transaksi keuangan yang berkaitan dengan distrik Zionis, karena dianggap tidak sah dan ilegal menurut hukum internasional. Temuan penelitian menunjukkan transaksi keuangan senilai 255 miliar dolar (€ 218 miliar) baik secara langsung atau tidak, antara sejumlah lembaga finansial Eropa termasuk bank dan perusahaan asuransi, dan sejumlah perusahaan yang terlibat di proyek pembangunan distrik Zionis.
Pinjaman, membeli saham dan obligasi adalah beberapa transaksi keuangan antara perusahaan konstruksi dan beberapa lembaga keuangan Eropa, beberapa di antaranya disebutkan dalam laporan, seperti bank Perancis dan Jerman BNP Paribas dan Deutsche Bank.
Perang Ukraina dan pemindahan imigran Yahudi ke wilayah pendudukan menjadi alasan baru bagi Irael untuk memulai proyek distrik Zionis dan rezim ilegal ini memanfaatkan kondisi negara-negara Barat yang terjebak di perang ini sebagai peluang untuk memajukan strategi penjajahannya. Oleh karena itu, jika sikap keras negara-negara ini terhadap Rusia di invasi ke Ukraina, meski hanya sebagian kecilnya ditunjukkan kepada rezim Zionis Israel, maka Tel Aviv tidak akan memiliki keberanian untuk melakukan berbagai sabotase dan pelanggaran ini.
Tapi standar ganda negara-negara Barat ini, justru memicu rezim Zionis berani menembak mati seorang jurnalis perempuan beragama Kristen di muka umum dan tak lama kemudian Tel Aviv mengumumkan dimulainya pembangunan proyek distrik Zionis.
Almarhum Ayatullah Fatimi Nia
Sepanjang sejarah Islam, ulama sebagai tokoh yang berpengaruh dan penjaga warisan Rasulullah Saw dan auliya, senantiasa bersinar gemilang.
Para ulama menyelamatkan umat Islam kesesatan dan kesulitan yang menghancurkan dengan memerangi kebodohan dan despotisme. Kelompok yang mendapatkan pendidikan Islam dan Ahlul Bait Nabi ini menjadikan metode dan arahan para pemimpin Ilahi sebagai metodenya. Dengan bersandar pada prinsip-prinsip yang dipegang ulama, cendikiawan dan pewaris Nabi, aktif mencerahkan dan membimbing berbagai generasi. Mereka memainkan peran efektif di kehidupan ilmiah, politik dan sosial umat Muslim dengan ilmu dan kebijaksanaannya.
Ulama besar Ayatullah Fatimi Nia, termasuk kelompok ini yang dengan upayanya yang tak kena lelah dan kejujurannya, ia mewakafkan umurnya untuk belajar ilmu agama dan menulis berbagai kitab penting, dan setelah beberapa waktu menderita sakit, akhirnya ulama ini meninggal dunia pada 16 Mei 2022.
Ayatullah Fatimi Nia sejak mengenal dirinya sendiri, telah menjadikan perbaikan diri dan perjuangan sebagai agena kehidupannya dan berusaha keras meraih keutamaan dan keindahan akhlak. Sejak kecil ia selalu rindu akan pengetahuan dan ilmu. Sejak saat itu, ia berada di bawah bimbingan agama dan ilmu ayahnya, Mir Ismail yang termasuk ulama akhlak dan arif saat itu. Kemudian selama bertahun-tahun ia berlajar di bawah bimbingan Ayatullah Mostafavi, murid Ayatullah Sayid Ali Qadhi. Ia juga belajar kepada Allamah Taba'tabai, Mohaqiq Taqi Amoli, Sayid Ziauddini, Mohammad Taqi Behjat, Allamah Ja'fari dan lainnya.
Di ajaran Islam disebutkan bahwa mereka yang meniti jalan kehidupan yang lurus, maka Allah akan membimbing mereka ke jalan terbaik. Ayat 69 Surat al-Ankabut menyebutkan, "Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik."
Ayatullah Fatimi Nia adalah bukti nyata dari orang-orang seperti ini yang melalui pembersihan diri dan ketakwaannya berhasil meraih derajat tinggi dari maqam syuhudi. Mungkin dapat dikatakan bahwa karakteristik terbesar beliau adalah sikap tawadhu dan tidak sombong. Ada juga kesaksian dari sejumlah ahli suluk terkait karomah ulama ini, tapi ia tidak pernah memberi penjalasan atau membenarkannya.
Di sebagain khutbahnya, Ayatullah Fatimi Nia terkadang menyebutkan kinayah pendek tapi ia cepat melupakannya dan tidak membahasnya lebih lanjut. Di sebagian kitab disebutkan poin seperti, Imam Ali as di khutbah Hammam seraya menjelaskan sifat orang bertakwa dan hamba yang suci dan bertakwa mengatakan, mereka berjalan dengan tawadhu. Masyi yakni suluk dan berjalan. Suluk ada dua, satu fisik yakni berlajan dan yang bukan fisik, yakni cara hidup. Imam Ali as berkata, metode mereka dan pola kehidupannya didasari oleh tawadhu. Tawadhu adalah kunci segala sesuatu. Tapi jangan keliru bahwa tawadhu bukan berarti sifat pasif total dan hancur, di mana ia akan menerima apapun yang dikatakan orang lain dan mengerjakannya. Tawadhu yakni adalah tidak pernah merasa di atas orang lain atau lebih baik dari orang lain. Ayatullah Fatimi Nia adalah sosok seperti ini.
Tak diragukan lagi bahwa alasan keutamaan manusia dari seluruh makhluk hidup adalah kekuatan berpikir dan belajar. Apa yang menguak ideologi manusia adalah dua senjata, pena dan mulut. Jika pena dan mulut digunakan untuk menyebarkan kebenaran dan ilmu pengetahuan, maka umat manusia akan meniti jalan keselamatan dan tidak ada tempat bagi ketidakadilan dan kezaliman.
Ayatullah Fatimi Nia menilai al-Quran sebagai sumber terpenting dan terbaik untuk memanfaatkan ilmu dan meniti jalan kebahagiaan. Ia meyakini jika penceramah menggunakan keindahan pena dan bahasanya di jalur ini, maka akan sangat efektif dan aka membimbing masyarakat ke arah kebenaran.
Ia mengatakan, "Perhatikan bahwa jika kata itu muncul dengan indah dan diucapkan, betapa menariknya itu, jadi jika pembicara ingin menyajikan kebenaran dunia dengan keras dan bebas dari metafora dangkal dan spiritual, ini tidak mungkin, lihatlah al-Qur'an dijelaskan dengan ungkapan terbaik dan dalam bentuk yang terbaik pula. Jika al-Qur'an tidak begitu indah, dapatkah ia menaklukkan hati, meskipun orang-orang Arab adalah penyair, dan dalam hal ini, mereka juga memiliki tingkat pemahaman yang tinggi dan menikmati membaca puisi, ketika al-Qur'an datang di antara mereka, puisi ditempatkan dalam bayang-bayang, dan ini menunjukkan ijaz maani al-Qur'an, jadi kita harus berbicara kepada orang-orang sesuai dengan mengikuti al-Qur'an dan Nahjul Balaghah, dan perhatikan bahwa kata-kata kita indah dan tidak kering, yang tidak untuk mendapat pujian atau basa basi."
Sang guru, Sayid Abdullah Fatimi Nia adalah peneliti ilmu Islam di bidang ilmu rijal dan bibliografi. Dengan memanfaatkan dua senjata, pena dan lisan, selama bertahun-tahun Ayatullah Fatimi Nia sibuk mengajar di Hauzaih Ilmiah, dan mendidik banyak murid. Selain mengajar, beliau juga aktif di televisi nasional Iran (IRIB) sebagai pakar agama, dan dengan bahasa indah dan manis, beliau menghilangkan banyak syubhat dan keraguan serta membimbing pemirsa ke arah kebenaran.
Di bidang ilmu rijal dan irfan, Ayatullah Fatimi Nia juga memiliki pandangan yang luas dan aktif memberi ceramah agama di hadapan masyarakat umum. Mayoritas masyarakat mengenal Ayatullah Fatimi Nia sebagai seorang penceramah dan tidak mengetahui sisi keilmuannya. Ayatullah Fatimi Nia juga tercatat sebagai mufasir Sahifah Sajadiyah dan Nahjul Balaghah, dan kerap memberi penjalasan atas dua kitab penting ini di berbagai khutbahnya.
Anak Ayatullah Fatimi Nia terkait karakteristik ayahnya mengatakan, "Ayahku tidak pernah keras atau mamaksa di metode pendidikannya, khususnya untuk melakukan kewajiban agama. Tapi ia selalu mengontrol dan mengawasi kewajiban ini atau perilaku anak-anaknya. Ia menciptakan kasih sayang di tengah anak-anaknya dan menyelesaikan setiap masalah. Dengan demikian kami secara tidak sadar menjahui hal-hal yang membuatnya tidak senang. Yakni karena kami sangat menyayangi ayah kami, maka kami berusaha melakukan hal-hal yang membuatnya puas atau keridhaan Tuhan. Menurut saya, medan cinta adalah medan yang sangat kuat, di mana jalan untuk meraih pertumbuhan dan derajat tinggi dapat diperoleh melalui kecintaan antara orang tua dan anak-anak serta menyingkirkan masalah di masa depan. Oleh karena itu, saya tidak ingat kami pernah melawan perintah ayah kami."
Di Islam, ilmu memiliki posisi tinggi. Oleh karena itu, ulama memiliki posisi mulia. Khususnya ulama berilmu dan beriman, dan Allah menyebut mereka sebagai orang alim yang paling takut kepada-Nya. Ulama ini seperti bintang yang bersinar di mana melalui mereka kegelapan kebodohan dan kesesatan dihilangkan, dan boleh jadi dengan terbenamnya (kematian) mereka, kegelapan akan muncul dan mereka yang tercerahkan akan kembali tersesat. Demikianlah dengan kematian seorang ulama, akan muncul lubang dan kekosongan di dunia Islam yang tidak dapat ditutupi. Seperti yang disabdakan Rasulullah Saw, "Kematian seorang ulama memicu kekosongan di dunia Islam yang tidak tertutupi, dan tidak akan ada yang menutupinya hingga Hari Kiamat."
Ayatullah Fatimi Nia dan Rahbar, Ayatullah Ali Khamenei
Ini pesan Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei terkait meninggalnya Ayatullah Fatimi Nia: "Saya mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya Hujjatul Islam Abdullah Fatimi Nia kepada keluarga dan seluru pecintanya. Pengetahuan luas dan bahasa indah serta manis ulama ini adalah sumber kaya bagi para pemuda dan pencari kebenaran, dan kehilangan ulama ini membuat kita sedih dan menyesal. Saya memohon semoga beliau ini mendapat ampunan dan rahmat Tuhan, dan memperoleh pahala yang besar."
Mulla Sadra, Puncak Kecemerlangan Filsafat Islam
Shiraz adalah kota bersejarah Iran dan terletak di wilayah Pars. Di masa Mulla Sadra, pemerintah Iran berada di bawah kekuasaan imperium Safavi yang secara resmi mengakui kemerdekaan wilayah Pars dan salah satu menterinya adalah ayah Mulla Sadra.
Ayah Mulla Sadra -Khajah Ibrahim Qiwami- seorang negarawan yang cerdas dan mukmin. Meski kaya dan memiliki kedudukannya terhormat, namun ia tidak memiliki keturunan. Baru setelah berdoa selama bertahun-tahun dia dikaruniai seorang putra yang diberi nama Muhammad (Sadruddin) dan sehari-hari dipanggil Sadra, setelah dia dewasa kemudian diberi gelar mulla yang berarti ilmuwan besar lalu digabungkan dengan nama kecilnya menjadi Mulla Sadra.
Sadruddin Muhammad (Sadra), merupakan anak tunggal seorang menteri raja yang menguasai wilayah luas Pars, hidup di lingkungan religius dan terhormat. Biasanya untuk anak-anak yang tinggal di lingkungan istana pada saat itu mereka diajar oleh guru privat di rumah mereka sendiri. Sadra seorang anak yang cerdas, bersemangat dan rajin belajar, dalam waktu yang singkat dia menguasai seluruh pelajaran yang diajarkan seperti, literatur Persia, Arab, kesenian dan kaligrafi indah. Pelajaran-pelajaran lain yang juga diperlajari misalnya, fiqih, logika dan filsafat, namun Sadra yang kala itu belum baligh lebih condong ke filsafat dan khususnya dalam bidang irfan. Hal ini dapat dilihat dari catatannya yang banyak tertulis syair-syair irfani berbahasa parsi dari Jalaluddin Maulawi, Araqi dan Attar.
Pada masa kanak-kanak, Mulla Sadra bersama ayahnya pergi ke kota Qazvin dan di sana dia mempelajari semua ilmu dasar dan menengah. Dia dengan cepat mencapai jenjang lebih tinggi melampaui teman-teman seusianya. Pada masa muda, Mulla Sadra bertemu dengan Syeikh Bahai yang menjadi peletak batu pondasi kepribadian ilmiah dan akhlak Mulla Sadra. Syeihk Bahai bukan hanya menguasai ilmu-ilmu Islam khususnya fiqih, hadis, tafsir al-Quran, epistemologi dan irfan, melainkan juga sangat menguasai bidang astronomi, matematika, arsitektur, kedokteran dan teknik.
Penyempurna bangunan spiritual guru besar ini adalah Sayid Amir Mohammad Baqir bin Shamsuddin, atau yang dikenal dengan Mirdamad. Mirdamad adalah salah seorang jenius pada masa itu yang menguasai seluruh ilmu yang berkembang saat itu, akan tetapi lingkup pelajarannya difokuskan pada ilmu fikih, hadis dan filsafat. Mulla Sadra mengambil banyak pelajaran filsafat dan irfan dari gurunya Mirdamad.
Menyusul berpindahnya ibukota Dinasti Safavi dari Qazvin ke Ishfahan pada tahun 1006 H atau 1598 M, Sheikh Bahauddin dan Mirdamad beserta semua muridnya hijrah ke kota tersebut dan melanjutkan pelajaran mereka di sana. Mulla Sadra juga mengikuti mereka ke Isfahan selama beberapa waktu kemudian dia kembali ke kotanya Shiraz. Akan tetapi para pesaingnya yang di saat sisi merasa posisi sosial mereka terancam atau merasa harus mempertahankan ideologi mereka atau bahkan karena rasa iri, bersikap buruk terhadap Mulla Sadra serta mengolok pandangan baru dan berbagai terobosan baru Mulla Sadra.
Perilaku tersebut tidak sesuai dengan jiwa lembut Mulla Sadra, oleh karen itu dengan kecewa dia meninggalkan Shiraz dan berhijrah menuju kota Qom serta tinggal di sebuah desa bernama Kahak. Selama beberapa waktu dia meninggalkan dunia ilmiah serta menyibukkan diri beribadah, berpuasa dan membersihkan diri. Dalam waktu cepat dia mencapai derajat spiritualitas yang tinggi. Masa itu adalah masa keemasan Mulla Sadra di mana dia telah mencapai derajat kasyaf dan syuhud alam ghaib. Pada masa itu pula dia memahami seluruh hakikat filsafat bukan pada otak melainkan dengan mata hati, dan oleh karena itu dia melakukan penyempurnaan pandangan filsafatnya.
Pada masa itu pula Mulla Sadra menulis berbagai kitab terkenalnya atau menulis artikel untuk menjawab pada filsuf di masanya. Mulla Sadra kemudian mendidik banyak murid besar. Dua dari murid terkenalnya adalah Fayyad Lahiji dan Allamah Feiz Khashani, yang keduanya berperan besar dalam menyebarkan pandangan Mulla Sadra.
Mulla Sadra seorang filsuf yang sederajat dengan filsuf Abu Nasir Farabi, Ibnu Sina, Sheikh Isyraq Suhrawardi, Nasiruddin Thusi, Ibnu Rushd, Ibnu Miskawai dan lain-lain. Juga penafsir serta penyempurna filsafat-filsafat Islam sebelumnya, dalam ilmu Irfan dia sederajat dengan para tokoh seperti Ibnu Arabi.
Sheikh Muhammad Husain Garawi Isfahani berkata tentang Mulla Sadra, "Jika ada orang yang mengetahui sempurna rahasia kitab Asfar maka saya akan berguru kepadanya walaupun ke negeri Cina."
Sadr al-Mutaallihin adalah penulis handal di bidang filsafat Islam. Banyak karya tulisannya yang dinilai sangat lembut serta sempurna dalam kefasihan dan balaghah. Karya-karya Mulla Sadra tercatat mencapai lebih dari 40 judul buku dan beberapa surat, semuanya berbahasa Arab (yang menjadi bahasa resmi pusat-pusat ilmiah kala itu). Semua karya peninggalannya memiliki susunan yang jelas, fasih dan berirama yang sangat memudahkan siapapun untuk mempelajari filsafat dan irfan. Di antara karya filsafat Mulla Sadra, sebagian memiliki karakteristik irfan yang lebih kental sementara di sebagian lainnya memiliki aspek argumentatif yang lebih kuat. Meski demikian, cita rasa irfan tetap dapat dirasakan di setiap sudut karyanya.
Termasuk di antara kriteria sangat penting dalam karya-karya Mulla Sadra adalah keberhasilannya dalam menyesuaikan berbagai teori, penjelasan syariat serta argumentasi filosofis, sehingga dia tidak akan mengemukakan pendapatnya secara pasti sebelum bersandarkan pada ayat-ayat al-Quran atau hadis dari pada imam maksum as. Dia selalu berbangga bahwa tidak ada orang yang dapat mengungkap rahasia-rahasia al-Quran dan Sunnah Maksumin seperti yang dilakukannya. Seluruh karya filsafat Mulla Sadra dipenuhi dengan ayat-ayat al-Quran dan riwayat sementara tafsirnya penuh dengan perspektif irfan dan logis.
Sadr al-Mutaallihin memiliki kemahiran tinggi dalam memahami lahiriyah dan rahasia al-Quran dan hadis. Dia juga meninggalkan banyak karya di bidang tafsir al-Quran dan hadis. Mulla Sadra menafsirkan sejumlah surat dalam al-Quran yang hingga kini dinilai sebagai penafsiran al-Quran terbaik dari sudut pandang filosofis.
Sebagian bukunya adalah buku pelajaran dan sesuai untuk memberikan bimbingan filsafat tahap mukaddimah, serta penyempurnaan jenjang filsafat dan irfan yang lebih tinggi yang diberi nama Hikmah Mutaaliyah. Sebagian lainnya juga sangat istimewa untuk menjelaskan dan membuktikan pandangannya.
Ada pula beberapa buku Mulla Sadra di bidang akhlak dan hubungan manusia. Mulla Sadra juga memperkenalkan diri sebagai muhaddits atau pakar hadis dan riwayat yang dinukil dari Rasulullah Saw dan para imam maksumin, yaitu buku penjelasan dari kitab hadis terkenal al-Kaafi, karya Kulaini.
Al-Hikmah al-Mutaaliyah fi al-Asfar al-Arba'ah al-Aqliyah, adalah karya paling tersohor Mulla Sadra. Sebuah terobosan yang hanya terdapat dan digunakan di buku penting ini yaitu seluruh pembahasan buku tersebut dibagi menjadi empat tahap perjalanan spiritual irfani di mana setiap tahapnya adalah sebuah perjalanan. Oleh karena itu disebutkan bahwa perjalanan seorang arif pada tahap awal adalah perjalan dari dirinya dan masyarakat menuju Tuhan, pada tahap kedua dan ketiga dari Tuhan menuju Tuhan yang berarti dari Dzat-Nya menuju sifat dan perilaku-Nya, kemudian pada perjalanan tahap terakhir adalah dari Tuhan menuju umat.
Buku tersebut pada hakikatnya adalah ensiklopedia filsafat dan kumpulan berbagai masalah penting filsafat Islam yang mengutip berbagai pendapat para filsuf terdahulu hingga masa Mulla Sadra.
Mulla Sadra telah berkunjung ke Mekkah selama tujuh kali berjalan kaki, dan pada perjalanan ketujuhnya, dia sakit di kota Basrah dan akhirnya meninggal dunia.
Drone Yasir dan Kinerja Gemilang di Misi Pengintaian
Kemajuan drone Republik Islam Iran selama beberapa dekade lalu selalu gemilang dan drone buatan negara ini memiliki nilai tinggi mengingat meletusnya konflik di kawasan.
Drone produk Iran telah membuktikan nilainya di bidang pengawasan dan pengintaian, mencari target dan melaksanakan misi ofensif di medan tempur kawasan.
Kemampuan drone Iran selama beberapa dekade lalu, dengan fokus pada dua unsur kualitas dan kuantitas pesawat tanpa awak, mengalami rotasi penting dan saat ini berubah menjadi kekuatan drone di kawasan serta memiliki posisi khusus di pemilik terknologi pembuat pesawat nirawak (UAV).
Faktanya Republik Islam Iran kini termasuk dari sejumlah kecil negar dunia yang meraih kemajuan di bidang desain, pengembangan dan pembuatan beragam drone. Salah satu drone paling berprestasi yang diproduksi Iran, khususnya di bidang operasi militer adalah drone Yasir.
Drone Yasir
Fitur
Drone Yasir adalah UAV jarak menengah dengan dimensi kecil, asli dan diproduksi oleh para ahli Iran, yang telah berhasil menyelesaikan banyak misi, termasuk mengidentifikasi dan mengirim gambar kapal asing di Teluk Persia.
Drone ini sebenarnya merupakan contoh reverse engineering dari drone Scan Eagle buatan Boeing USA. Pesawat tak berawak pemindai Eagle pertama kali digunakan untuk industri perikanan dan pengawasan maritim, tetapi kemudian teknologinya ditingkatkan dan diberikan kepada Korps Marinir AS untuk misi pengintaian, terutama pada misi asing di Irak dan negara lain.
Pada tanggal 4 Desember 2012, drone Scan Eagle diburu oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dan direkayasa ulang. Setelah komersialisasi dan produksi massal, diserahkan kepada Angkatan Bersenjata. Tak lama kemudian, gambar jalur produksi massal UAV di industri pertahanan Iran dirilis dengan nama UAV "Sayeh".
Drone pengintai Sayeh adalah sampel rekayasa terbalik pertama Scan Eagle dengan radius operasi 200 km dan pencitraan 360 derajat dengan perbesaran hingga 40 kali dan sudut pandang hingga 56 derajat dengan resolusi tinggi dan tinggi penerbangan 15.000 kaki.
Setelah itu, satu lagi sampel drone bernama Yasir ini diberikan kepada Angkatan Darat dan Angkatan Laut yang memiliki ekor berbentuk V. Drone telah melakukan beberapa misi yang sukses, termasuk mendeteksi dan mengirim gambar kapal asing di Teluk Persia.
UAV Yasir
Drone Yasir telah berpartisipasi dalam pameran internasional seperti MAKS 2017 di Rusia dan ADEX 2018 di Azerbaijan.
Komandan angkatan darat militer Iran pada Oktober 2015 menyatakan bahwa drone Yasir untuk pertama kalinya dilibatkan di manuver Mohammad Rasulullah ke-3.
Drone Yasir juga terlibat dalam latihan keamanan maritim tahun 2019 di Laut Kaspia di operasi pengintaian. Sementara di latihan keamanan maritim tahun 2020 di Laut Kaspia, drone Yasir juga menunjukkan kemampuannya dengan menjalankan misinya dengan sukses. Di latihan militer ini, drone Yasir dan unit pertahanan angkatan laut berhasil mengidentifkasi target dan mengirim datanya ke pusat kontrol dan komando.
Sejalan dengan skenario yang telah ditentukan di bidang pelatihan angkatan laut keamanan berkelanjutan di Laut Kaspia dan mencegah tindakan balasan dari pasukan musuh hipotetis, drone Yasir dengan mengidentifikasi dan memantau area umum latihan untuk mengirim gambar online ke pusat kendali dan komando, mengidentifikasi secara profesional tindakan dan target yang diinginkan.
Spesifikasi Teknis
Drone Yasir memiliki panjang sekitar satu meter, memiliki lebar sayap tiga meter dan beratnya diperkirakan sekitar 20 kg. Ini memiliki ketinggian penerbangan 15.000 kaki, durasi penerbangan delapan jam, jangkauan penerbangan hingga 200 km dan kecepatan maksimum 120 km / jam. Drone ini juga memiliki kamera elektro-optik dan inframerah yang mampu memantau dan mendeteksi titik buta.
Memiliki bobot yang rendah, Yasir tidak membutuhkan landasan pacu dan diluncurkan dengan peluncur; itu juga menggunakan parasut untuk mendarat dan dikendalikan dengan berkomunikasi dengan stasiun kontrol darat bergerak dan dapat terbang dengan autopilot jika diperlukan.
Yasir UAV
Salah satu kemampuan khusus drone ini adalah penghindaran radar, dan sistem radar dan pertahanan tidak dapat mendeteksinya.
Yasir dapat dibongkar dan ditempatkan dengan mudah di dalam kotak, sehingga mudah dibawa-bawa.
Epik Perjuangan Pembebasan Khorramshahr
Pada 31 Shahrivar 1359 Hs yang bertepatan dengan 22 September 1980, rezim Baath Irak yang didukung kekuatan dunia, melancarkan serangan besar-besaran ke perbatasan Iran. Salah satu target utama serangan pasukan Saddam ke wilayah Iran adalah Khorramshahr, sebuah kota pelabuhan yang terletak di Provinsi Khuzestan, Barat Daya Iran. Mengingat posisinya yang terletak di dekat Teluk Persia dan Irak, wilayah ini sangat strategis baik dari sisi ekonomi, perdagangan, maupun politik.
Saddam dan para pendukungnya di Barat dan Timur percaya bahwa pendudukan Khorramshahr akan membuka jalan untuk melumpuhkan kota-kota lain di Iran dan pada akhirnya melenyapkan Revolusi Islam Iran yang baru berdiri seumur jagung. Namun, kalkulasi Saddam yang didukung negara Barat terutama AS meleset. Mereka tidak memperhitungkan kekuatan iman dan tekad baja para pemuda Iran dalam membela negaranya.
Perlawanan dan aksi heroik bangsa Iran pada akhirnya berhasil membebaskan Khorramshahr dari pendudukan tentara Saddam. Tepat pada 24 Mei 1982, Khorramshahr kembali ke pangkuan Iran, dan hari pembebasan Khorramshahr diperingati setiap tahunnya sebagai “Hari Pertahanan dan Perlawanan”.
Rezim Saddam mengira bisa menduduki Khorramshahr hanya dalam hitungan jam mengingat besarnya pasukan Irak yang dikerahkan ditambah perlengkapan senjata mereka dan lemahnya kondisi Iran saat itu. Namun tanpa terduga, pasukan Irak harus berperang selama 34 hari menghadapi para pemuda Iran baik tentara maupun relawan yang tidak sudi mengosongkan kota itu.
Khorramshahr memang jatuh ke tangan rezim Saddam setelah menyaksikan perlawanan heroik dari para pejuang Iran. Setelah 575 hari diduduki, Khorramshahr direbut kembali melalui sebuah operasi militer yang melibatkan kerja sama antara tentara dan relawan Iran.
Terkait peristiwa ini, wartawan Associated Press menulis, ”Para pejuang Iran pada Oktober 1980 menampilkan perlawanan yang luar biasa dan tangguh, di mana setelah Khorramshahr jatuh, kota itu kemudian dikenal dengan sebutan Khounin Shahr (Kota Berdarah),”.
Masih menurut laporan ini, “Di Khorramshahr, sangat sulit untuk menemukan rumah yang tidak ada bekas tembakan peluru dan roket di dindingnya. Ini adalah bukti tentang bagaimana perlawanan pemuda Iran dari rumah ke rumah untuk mempertahankan kota tersebut. Seorang komandan senior militer Irak pada masa itu mengakui bahwa rakyat Iran yang didominasi oleh pemuda minim pengalaman, siap mengorbankan nyawa mereka demi mempertahankan Khorramshahr.”
Warga Khorramshahr tidak pernah mengira bahwa tentara Saddam akan melancarkan serangan besar-besaran ke wilayah mereka. Militer Iran juga tidak punya persiapan untuk menghalau serangan itu. Sejak dimulainya agresi tentara Irak di Khorramshahr, pasukan relawan Iran bangkit membentuk front-front perlawanan dengan senjata terbatas untuk mempertahankan kota itu.
Perlawanan terhadap aggresor Irak juga dilakukan kaum perempuan Iran yang hadir di tengah kelompok-kelompok pejuang. Mereka mampu menghalau pasukan Irak di belakang gerbang kota selama 34 hari. Para pejuang Iran tetap bertahan hingga peluru terakhir mereka sebelum Khorramshahr jatuh ke tangan Saddam.
Sejarah 34 hari perlawanan di Khorramshahr merupakan salah satu lembaran emas dalam sejarah perang delapan tahun yang dipaksakan oleh rezim Saddam terhadap Iran. Banyak buku, terutama dalam bentuk memoar yang terbit untuk melukiskan perlawanan 34 hari para pemuda Khorramshahr. Tidak sedikit dari karya ini yang sudah diadaptasi menjadi film layar lebar. Perlawanan 34 hari pemuda Khorramshahr terhadap agresi tentara Saddam merupakan simbol muqawama dan pertahanan bangsa Iran.
Setelah berhasil menghalau gerak maju tentara Saddam, militer Iran dan pasukan relawan negara ini dalam beberapa operasi menetapkan misi pembebasan Khorramshahr sebagai prioritas mereka. Sebelum ini, aksi heroik rakyat Iran dalam mempertahankan Khorramshahr telah menjadi simbol perlawanan dan ketahanan bangsa ini, sekarang operasi pembebasan Khorramshahr juga menjadi simbol dari tekad dan kekuatan Republik Islam Iran dalam mengubah peta politik dan militer di medan perang. Tidak ada warga Iran yang tidak senang ketika mendengar kabar gembira pembebasan Khorramshahr.
Tawanan Irak di operasi pembebasan kota Khorramshar
Keberhasilan operasi Baitul Muqaddas selain membebaskan Khorramshahr, juga berhasil menutup kemungkinan tentara Irak menduduki wilayah Iran yang lain. Setelah peristiwa itu, posisi Iran di medan perang kian menguat dan hingga kini bangsa Iran masih tetap mempertahankan semangat untuk tidak memberi peluang musuh melakukan agresi. Imam Khomeini ketika mendengar berita pembebasan Kota Khorramshahr langsung mengatakan, "Allah yang membebaskan Khorramshahr."
Semua agenda rezim Saddam dan pendukungnya porak-poranda. Saddam bahkan mengeluarkan sesumbar bahwa ia siap menyerahkan Kota Basrah jika pasukan Iran berhasil merebut Khorramshahr. Pasalnya, Saddam dan adidaya dunia yang mendukungnya yakin Khorramshahr tidak mungkin bisa direbut kembali oleh Iran.
Dengan dimulainya operasi pasukan Iran dan relawan untuk membebaskan Khorramshar, Saddam meminta pasukannya untuk mempertahankan kota itu seperti mereka melindungi Baghdad dan Basrah. Dia mengatakan, “Khorramshahr merupakan penyangga Basrah, untuk itu kemenangan harus diraih dengan harga berapapun dan pasukan Iran harus dihancurkan.”
Para pendukung Saddam di Barat juga yakin bahwa pasukan Iran tidak akan berhasil merebut kembali Khorramshahr. Sebelum dimulainya operasi pembebasan, radio pemerintah Inggris dalam satu siarannya mengumumkan, “Jika rakyat Iran bangkit ingin membebaskan Khorramshahr, berarti mereka telah memilih buah kenari yang paling keras untuk dipecahkan.” Akan tetapi, pasukan Iran berhasil menghancurkan barisan pertahanan tentara Irak dan mereka menelan kerugian besar.
Dalam operasi Baitul Muqaddas, 40 jet tempur dan 2 helikopter berhasil ditembak jatuh, 285 tank dan kendaraan lapis baja dihancurkan, 500 kendaraan militer diledakkan 105 tank dan 95 ribu ranjau bersama ratusan kendaraan tempur dan senjata berhasil disita oleh pasukan Iran.
Sejumlah pakar militer dan analis media-media internasional dibuat tercengang dan takjub dengan operasi kilat pasukan Iran dalam membebaskan Khorramshahr. Keberhasilan bangsa Iran membebaskan Khorramshahr dari tangan Saddam telah mengubah perimbangan politik di kawasan dan menghilangkan keraguan terkait kemampuan militer Iran. Nilai penting pembebasan Khorramshahr bukan sekedar peristiwa besar bagi bangsa Iran, namun lebih dari itu menunjukkan bahwa Iran dengan prinsip-prinsip Revolusi Islam tidak akan pernah tunduk pada kehinaan dan penjajahan.
Sujud syukur pembebasan Khorramshahr
Pembebasan Khorramshahr juga membuka lembaran baru bagi perimbangan kekuatan perang antara Irak dan Iran. Terkait hal ini, koran Perancis, The Liberation menulis, “Pasca pembebasan Khorramshahr oleh orang-orang Iran, AS dan Eropa bersama sejumlah negara kawasan Teluk Persia melakukan sejumlah terobosan untuk mengakhiri perang demi mencegah tumbangnya Saddam,”.
AS yang sangat mengkhawatirkan kekalahan Saddam dalam agresi militer rezim Saddam, meningkatkan pengiriman bantuan militer kepada Irak. Dengan demikian, Washington memasuki fase intervensi langsung regional dan internasional terhadap rezim Saddam dalam agresi militer ke Iran. Tapi nasib perang tidak seperti yang mereka bayangkan.
Pejuangan rakyat dan pemerintah Iran menghadapi agresi Saddam selama delapan tahun menorehkan sejarah baru. Sebab yang dihadapi oleh Iran bukan hanya rezim Saddam, tapi negara-negara besar dunia seperti AS yang berada di belakang Irak dengan seluruh kecanggihan alutsista dan mesin perangnya. Dengan spirit pembebasan Khorramsahahr, bangsa Iran terus melanjutkan perjuangan demi membangun dan meraih cita-citanya, meski harus menghadapi segala bentuk tekanan adidaya global.
Imam Shadiq as, Sang Pemimpin Ilmu Pengetahuan telah Pergi
Imam Shadiq as adalah imam Syiah keenam. Nama panggilan beliau (kunyah) adalah Abu Abdillah, Abu Ismail, dan Abu Musa.
Gelar terkenal beliau adalah Shadiq yang menurut riwayat ini adalah gelar teresar yang diberikan oleh Rasulullah Saw. Di berbagai riwayat terkait karakteristik akhlak Imam Shadiq as disebutkan beliau orang zahid, gemar berinfak, memiliki ilmu yang tinggi, senang beribadah dan membaca al-Quran. Mohammad bin Talhah, salah satu ulama Ahlu Sunnah menyebut Imam Shadiq as sebagai tokoh Ahlul Bait terbsar, memiliki ilmu tinggi, ahli ibadah, zuhud dan gemar membaca al-Quran. Malik bin Anas, salah satu imam fiqih Ahlul Sunnah meriwayatkan bahwa ia untuk beberapa waktu berada di dekat Imam Shadiq as dan ia selalu menyaksikan Imam berada di salah satu kondisi, shalat, berpuasa atau berzikir.
Tokoh besar Islam yang bukan saja dihormati pengikutnya, juga mendapat rasa hormat dari kawan dan lawan. Ulama Ahlu Sunnah juga sangat menghormati tokoh besar dan keturunan Rasulullah ini.
Manusia agung ini setelah menghabiskan usianya untuk berjuang, membela dan menyebarkan ajaran Islam serta menjaga umat Islam dari penyimpangan akhirnya gugur syahid pada 25 Syawal 148 H.
Teman-teman dan kerabat Imam tiba di rumah satu demi satu. Imam sendiri telah meminta mereka untuk berkumpul di depannya di saat-saat terakhir hidupnya. Imam meneguk air. Kondisi Imam membuat semua orang khawatir dan sebagian justru menangis dengan hebat. Imam Shadiq as memanggil mereka dengan tenang dan meminta mereka untuk tetap diam dan mendengarkan dengan baik.
Imam kemudian berkata, "Saya telah mengundang kalian ke tempat ini sehingga dapat mendengar kata-kata saya di saat-saat terakhir." Untuk beberapa menit ruangan menjadi sunyi. Semua orang yang hadir di situ ingin tahu mengapa Imam memanggil mereka.
Wajah Imam Shadiq as berubah. Perlahan-lahan beliau membuka bibirnya dan berkata, "Syafaat kami bukan untuk mereka yang menganggap ringan shalat." Ini adalah nasihat terakhir dari Imam Shadiq as. Dunia Islam dalam kesedihan karena kehilangan pribadi yang hebat dan merasakan kesedihan yang mendalam akan kepergian Imam Shadiq as pada 25 Syawal 148 HQ. Ruh suci Imam Shadiq as di hari ini telah bergabung dengan alam malakuti yang tinggi dan damai di sisi Allah Swt.
Era tiga Imam; Imam Sajjad, Baqir dan Shadeq as dapat dikata sebagai periode penjelasan intelektual, ilmiah, dan budaya Islam murni. Selama periode ini, Imam Sajjad as melalui upaya ilmiahnya dan melalui doa dan munajat, membangun kembali fondasi Islam murni. Melanjutkan gerakan beliau, Imam Baqir as menjelaskan geometri dan kerangka Islam Nabi dan Alawi dengan prinsip-prinsip dan prinsip-prinsip dan cabang agama, dan kemudian Imam Sadiq as mendirikan fondasi agama di atasnya dan menguatkan otoritas ilmiah, agama, dan politik para imam.
Umur penuh berkah Imam Shadiq as 65 tahun dari selama 34 tahun, beliau memikul tanggung jawab sensitif sebagai Imam dan pemimpin umat. Selama tahun-tahun ini, Imam Shadiq as juga memimpin komunitas ilmiah dan intelektual masyarakat. Munculnya konflik antara dua keluarga Bani Umayah dan Bani Abbasia memberikan kesempatan besar bagi Imam Shadiq as untuk menjaga Islam dari bahaya pengalihan yang direncanakan oleh para penguasa.
Pada akhir rezim Bani Umayah, situasi masyarakat Islam sangat rapuh. Kekuasaan dan tirani para penguasa Umayah membuat orang menderita. Kemiskinan dan korupsi menyelimuti masyarakat, dan moralitas serta spiritualitas dalam hubungan masyarakat meredup. Ajaran al-Quran dan hadis Nabi, yang seharusnya mengantarkan manusia kepada kesempurnaan dan mendidik sifat-sifat baik di tengah masyarakat menjadi alat di tangan yang kuat.
Di sisi lain, banyak sekte dan kelompok, dengan berbagai gagasan dan pemikiran, berupaya menyebarkan filosofi ateis dan khurafat di kalangan masyarakat. Dalam situasi yang bergolak ini, Imam Shadeq as, setelah ayahnya, Imam Baqir as, mengambil beban kepercayaan ilahi dan memikul tanggung jawab memimpin umat Islam.
Imam Jakfar Shadeq as memiliki puncak ilmu yang tinggi dari pengetahuan dan menjadi sumber makrifat bagi dunia. Imam Shadiq as adalah ahli pemikiran di berbagai cabang ilmu pengetahuan dan dengan pikirannya yang tinggi berhasil mendidik para ulama. Sejarah mencatat sekitar 4.000 orang yang telah menjadi murid langsung atau tidak langsung Imam Shadiq as dan yang telah belajar di banyak bidang dari ilmu pengetahuan alam hingga filsafat, fiqih dan sejarah dan membawa budaya dan pemikiran Islam ke orang lain.
Kuliah Imam Sadiq as menjadi pusat perhatian para intelektual dengan berbagai pandangan dan keyakinan. Di sekolah ilmiah Imam, bahkan mereka yang tidak percaya pada agama-agama samawi, dengan bebas berpartisipasi dan menyampaikan pemikiran mereka, dan Imam Shadiq as menjawab semuanya dengan penuh ketelitian.
Mir Ali India, seorang tokoh Ahli Sunnah waktu itu mengatakan tentang posisi ilmiah Imam Shadiq as, "Penyebaran ilmu-ilmu pada masa itu terbantu oleh Imam Shadiq as, pemikiran menjadi bebas dan mengambil pemikiran darinya. Diskusi filosofis dan intelektual di semua masyarakat Islam menjadi populer. Kita tidak boleh lupa bahwa orang yang memimpin gerakan intelektual ini di dunia Islam adalah cucu Ali ibn Abi Thalib as yang dikenal dengan nama Imam Shadiq as. Dia adalah pribagi yang cakrawala berpikirnya sangat terbuka dan kecerdasan serta pemikirannya Itu sangat dalam. Bahkan, ia adalah yang pertama mendirikan sekolah intelektual di dunia Islam."
Di masa ketika perubahan budaya dan benturan berbagai pemikiran dan akidah menjadi masalah harian masyarakat Islam, Imam Shadiq as melakukan dialog dan diskusi dengan para pemilik akidah dan pemikran. Beliau mendengarkan pandangan mereka dan memberikan jawaban berdasarkan logika yang kuat dan penjelasan yang terang.
Abu Hanifah mengatakan, "Suatu hari, Khalifah Manshur Dawaniqi, Khalifah Kedua Bani Abbasiah, mengirim seseorang kepadaku dan berkata, 'Wahai Abu Hanifah! Masyarakat begitu tertarik dengan Jakfar bin Muhammad. Ia memiliki basis sosial di tengah-tengah masyarakat. Engkau bertugas untuk mengurangi ketertarikan ini agar masyarakat menjauh darinya. Oleh karenanya, engkau segera menyiapkan masalah yang benar-benar rumit dan pada waktu yang tepat tanyakan itu kepadanya.' Saya menyiapkan sekitar 40 masalah yang sulit.
Suatu hari, Manshur memanggil saya. Ketika saya tiba dihadapannya, saya melihat Jakfar bin Muhammad sedang duduk di sebelah kanannya. Saya begitu terkesima dengan kewibawaan dan keagungannya, sehingga sulit untuk menjelaskannya. Ketika melihat Manshur, Khalifah Bani Abbasiah, ia tidak memiliki kewibawaan itu. Akhirnya dengan permintaan Manshur, saya menyampaikan satu persatu dari empat puluh pertanyaan kepadanya. Jakfar bin Muhammad dengan penuh kesabaran dan penguasaan yang luas biasa menjawa semuanya. Ia menjelaskan akidah semua kelompok. Di sebagian masalah, ia seakidah dengan kami dan di bagian lainnya sepakat dengan pendapat ulama Madinah. Terkadang beliau menolak dua pendapat itu dan menjelaskan pendapat ketiga. Saya tidak pernah melihat orang yang lebih ahli fiqih dan lebih berilmu dari Jakfar bin Muhammad. Ia orang paling pandai dari umat ini."
Imam Shadiq as di masa kehidupannya yang penuh berkah selalu memiliki keakraban khusus dengan al-Quran dan dengan banyak ungkapan, beliau menyebut keakraban dengan al-Quran merupakan sumber keselamatan dan keberuntungan manusia serta mengajak semua orang untuk lebih akrab dengan al-Quran. Beliau senantiasa bersama al-Quran baik secara lahiriah dan bathiniah. Sebagaina beliau sendiri pernah berkata, "Saya mencari sesuatu yang bisa kuakrabi dan di baliknya akan menemukan ketenangan dan itu adalah membaca al-Quran." Beliau pernah berkata, "Al-Quran adalah sebuah perjanjian antara pencipta dan makhluk. Sudah selayaknya bila seorang muslim setiap hari melihat surat perjanjiannya dan setidaknya membaca lima puluh ayat darinya."
Dalam sebuah ucapan dari Imam Shadiq as disebutkan, "Seseorang yang mampu menghentikan kemarahannya, padahal ia dapat menunjukkannya, Allah Swt akan memenuhi hatinya di hari kiamat dengan keridhaan-Nya."
Suatu hari, seseorang dari keluarga Imam Shadiq as karena satu masalah di belakang beliau berbicara yang tidak baik tentangnya kepada orang lain. Imam Shadiq as mengetahui masalah ini dari seseorang dan ketika beliau mendengar berita ini, beliau sangat tidak suka, tapi tanpa menunjukkan reaksinya, dengan tenang beliau bangkit dan mengambil wudhu dan menyibukkan diri dengan shalat. Seseorang yang hadir waktu itu mengatakan, "Saya beranggapan beliau akan melaknat seseorang dalam doa di shalatnya dan memohon kepada Allah agar mengazabnya. Tapi saya menyaksikan Imam Shadiq as setelah menyelesaikan shalat dan berdoa lalu berkata, 'Ya Allah! Saya telah memaafkannya dan memohon kepada-Mu dengan kebesaran dan kepemurahan-Mu agar memaafkannya dan tidak menyiksanya."
Image Caption
Pribadi luar biasa dengan sifat kemanusiaan yang sempurna serta keilmuwan yang luas membuat Imam Shadiq as begitu terkenal dan sangat berpengaruh di tengah masyarakat. Oleh karenanya, para penguasa taghut Abbasiah begitu membenci beliau. Sedemikian benci, sampai mereka memutuskan untuk membunuh beliau dan untuk itu mereka meracuni beliau. Baqi' adalah tanah yang penuh berkah, dimana banyak manusia suci yang dimakamkan di sana, kuburan suci dari manusia tinggi dan pemberi petunjuk.
Kami mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas syahadah Imam Shadiq as dengan harapan para pengikut beliau mendapat rahmat Allah Swt.




























