کمالوندی
Irak Mengadukan AS ke PBB
Dalam sebuah pernyataan yang mengecam serangan udara AS pada hari Jumat, 13 Maret, atas posisi Irak, Kementerian Luar Negeri Irak mengatakan bahwa mereka akan segera mengadukan Amerika Serikat kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Dewan Keamanan PBB.
Menurut laporan IRNA, dalam sebuah pernyataan Jumat malam, Kementerian Luar Negeri Irak mengatakan bahwa tindakan AS untuk membom pangkalan pemerintah Irak adalah tindakan bermusuhan dan pelanggaran kedaulatan nasional, yang akan melemahkan upaya untuk melawan terorisme.
Serangan udara AS ke posisi al-Hashd al-Shaabi, Irak
Sebelumnya pada hari Jumat, jet-jet tempur AS membom pangkalan al-Hashd al-Shaabi Irak dan tentara negara ini di empat provinsi Salah al-Din, Babil, Basra dan Karbala.
Serangan itu menewaskan tiga pasukan keamanan Irak dan melukai 7 lainnya.
Para pejabat, tokoh dan kelompok Irak mengutuk serangan Jumat dan memperingatkan konsekuensi dari langkah AS.
Presiden Irak Barham Saleh menyebut tindakan itu sebagai pelanggaran kedaulatan negaranya, dan Kementerian Luar Negeri Irak memanggil duta besar Inggris dan AS ke Baghdad.
Parlemen Irak hari Minggu, 5 Januari, menyetujui rencana untuk mengeluarkan pasukan AS dari Irak setelah aksi teror terhadap Komandan Pasukan Pengawal Revolusi Islam Pasukan Quds dan wakil pemimpin Organisasi Mobilisasi Rakyat Irak al-Hashd al-Shaabi dekat bandara Baghdad.
Letjen Soleimani, Abu Mahdi al-Muhandis, dan sejumlah rekannya gugur syahid setelah diteror lewat serangan udara dini hari Jumat, 3 Januari 2020, di dekat bandara Baghdad, ibukota Irak.
Letjen Soleimani melakukan kunjungan ke Irak atas undangan pemerintah negara ini.
Banyak negara, organisasi dan kelompok mengecam tindakan teroris AS.
Letjen Soleimani dan Abu Mahdi al-Muhandis adalah tokoh terkemuka dalam perang melawan Takfiri dan kelompok-kelompok teroris, termasuk Daesh (ISIS) di wilayah Asia Barat.
Sayid Hassan Nasrullah: Dalam Perang Melawan Corona, Trump Pembohong Terbesar
Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon hari Jumat, 13 Maret, malam dalam pidatonya menjelaskan, dalam perang melawan virus Corona, pembohong terbesar di dunia adalah Donald Trump dan timnya.
Menurut laporan FNA, Sayid Hassan Nasrallah menunjuk sikap pemerintah AS merahasiakan jumlah orang terinfeksi dan korban virus Corona, mengatakan bahwa Trump dan timnya berusaha untuk menunjukkan virus Corona tidak terlalu berbahaya dan begitu juga dengan konsekuensinya di Amerika Serikat.
Sekjen Hizbullah Lebanon juga mengutip pernyataan para pejabat AS bahwa Washington siap membantu Iran menangani virus Corona, dengan mengatakan bahwa Iran tidak memerlukan bantuan AS untuk memerangi virus Corona.
"Satu-satunya yang harus dilakukan AS adalah mencabut sanksi kejamnya terhadap Iran," ungkap Nasrullah.
Selanjutnya Sayid Hassan Nasrullah meminta semua orang untuk menggunakan pengalaman negara-negara yang berurusan dengan virus Corona, termasuk Iran dan Cina. Menurutnya, "Kewajiban agama setiap orang untuk melindungi jiwanya dan keluarganya dan setiap orang yang tidak patuh dengan kewajiban ini, berarti ia telah melakukan sebuah dosa besar."
Sekjen Hizbullah Lebanon juga merujuk pada serangan udara AS pada Jumat pagi, 13 Maret, menekankan bahwa kejahatan Amerika di Irak tidak akan dibiarkan tanpa balasan.
Sebelumnya pada hari Jumat, jet-jet tempur AS membom pangkalan al-Hashd al-Shaabi Irak dan militer negara ini di empat provinsi Salah al-Din, Babil, Basra dan Karbala.
Serangan itu menewaskan tiga pasukan keamanan Irak dan melukai 7 lainnya.
Para pejabat, tokoh dan kelompok Irak mengutuk serangan Jumat dan memperingatkan konsekuensi dari langkah AS.
Presiden Irak Barham Saleh menyebut tindakan itu sebagai pelanggaran kedaulatan negaranya, dan Kementerian Luar Negeri Irak memanggil duta besar Inggris dan AS ke Baghdad.
Sejumlah Warga Palestina Luka-luka Diserang Militer Israel
Selama serangan militer Israel terhadap warga Palestina di utara Tepi Barat Sungai Jordan, sejumlah warga Palestina dilaporkan mengalami cidera.
Pusat Informasi Palestina melaporkan, bulan sabit Palestina di statemennya menyatakan, selama serangan militer Israel hari Jumat (13/03) terhadap warga Palestina di desa Kafr Qaddum di timur Qalqiliya sebanyak 19 warga Palestina mengalami luka-luka.
Warga Desa Kfar Qaddum menggelar protes atas berlanjutnya pembangunan distrik Zionis dan tembok pemisah. Aksi demo ini diwarnai dengan serangan dan penumpasan militer Israel.
Israel setiap hari menyerbu berbagai wilayah pemukiman Palestina termasuk desa-desa dan merusak rumah serta tempat ibadah. Selain itu, Israel juga memaksa warga Palestina meninggalkan rumah mereka dan kemudian membangun distrik Zionis di atas tanah tersebut.
Rezim Zionis melalui proyek distrik Zionis dan pembangunannya berencana mengubah demografi dan struktur geografi wilayah ini demi keuntungannya sehingga mampu memperkuat pendudukannya terhadap wilayah Palestina.
Bantuan Pertama Qatar untuk Melawan Corona Tiba di Iran
Pengiriman pertama bantuan kesehatan Qatar ke Iran untuk memerangi penyebaran virus Corona tiba di Tehran.
Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani pada 26 Februari, dalam percakapan telepon dengan Presiden Iran Hassan Rouhani, mengumumkan solidaritas pemerintah dan bangsagara Qatar dalam perang melawan virus Corona seraya menyatakan, Doha menyambut bantuan apa pun dan kerja sama dengan Tehran dalam rangka menangani penyakit ini.
Sementara itu, Jumat malam, 13 Maret, pengiriman pertama Qatar untuk bantuan kesehatan tiba di Tehran dengan lebih dari 5 ton pasokan kesehatan.
Virus Corona, yang secara resmi dikenal sebagai Covid-19, terdeteksi akhir tahun lalu (2019) di Wuhan, Cina.
Selain Cina, virus ini sekarang telah menyebar ke lebih dari 140 negara, termasuk Iran dan Qatar.
Menurut statistik terbaru, sekitar 146.000 orang di seluruh dunia telah terinfeksi virus, dimana lebih dari 72.000 telah berhasil dipulihkan, sementara 5.400 meninggal dunia.
WHO: Eropa Telah Menjadi Pusat Epidemi Corona
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) hari Jumat, 13 Maret, mengumumkan banwa Eropa saat ini telah menjadi pusat epidemi virus Corona.
Menurut laporan FNA, WHO juga menekankan bahwa tindakan karantina harus disertai dengan langkah-langkah lain untuk memerangi virus Corona, termasuk peningkatan kesadaran.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, 5.123 orang di seluruh dunia telah meninggal karena virus Corona sejauh ini, dan masih belum ada pemahaman yang jelas tentang cara bagaimana virus Corona ditularkan.
Virus Corona terdeteksi akhir tahun lalu (2019) di Wuhan, di provinsi Hubei, Cina timur, dan sekarang, selain menyebar di 30 provinsi lainnya di negara ini, juga telah menginfeksi lebih dari 130 negara lainnya termasuk AS, Inggris, Australia, Thailand, Korea Selatan, Jepang, Kanada, Perancis, Italia, Arab Saudi dan UEA.
Menurut statistik terbaru, setidaknya 135.000 orang di seluruh dunia telah terinfeksi virus Corona sejauh ini.
Krisis Corona di Israel Meningkat
Penyebaran virus Corona di Israel yang kian meningkat membuat lalu lalang di bumi pendudukan Palestina ini dibatasi, sekolah diliburkan dan sejumlah lapangan kerja diliburkan.
Seperti dilaporkan IRNA, Dewan Keamanan Israel Jumat (13/03) di sebuah pertemuan membahas pembatasan lebih besar di rezim ini menyusul wabah Corona.
Kabinet Israel rencananya membatasi akses transportasi publik dan seluruh lembaga pendidikan dan sekolah diliburkan secara nasional serta akses ke swalayan dan pusat perbelanjaan juga dibatasi.
Departemen Kesehatan Israel melaporkan jumlah warga yang terinfeksi virus Corona di Israel mencapai 143 orang.
Sekaitan dengan ini, manuver militer Israel yang dijadwalkan digelar pertengahan Maret diundur jadwalnya.
Sebelumnya Menteri Luar Negeri Israel Yisrael Katz memperingatkan, virus Corona di Israel diprediksi semakin luas penyebarannya dan Tel Aviv tidak akan mampu mengontrolnya.
Anggota DPR AS Peringatkan Perang terhadap Iran
Anggota DPR Amerika Serikat dari kubu Demokrat memperingatkan pecahnya perang terhadap Republik Islam Iran di tengah-tengah penyebaran wabah virus Corona (COVID-19) di negara ini.
Barbara Lee Jumat (13/03) di akun Twitternya menulis, "Kita tidak boleh membiarkan Presiden Donald Trump dengan damai membawa kita ke perang melawan Iran di saat kita tengah berada di sebuah krisis kesehatan massal."
"Presiden Amerika tidak memiliki wewenang dan tanpa ijin DPR melancarkan aksi militer terhadap Iran," pungkas Lee.
Statemen ini dirilis setelah DPR Amerika hari Rabu (11/03) melalui 227 suara setuju dan 186 suara menolak meratifikasi resolusi yang ditujukan untuk melarang aksi-aksi anti Iran tanpa ijin DPR.
Berdasarkan resolusi ini, wewenang Donald Trump untuk melancarkan aksi militer terhadap Iran dibatasi. Resolusi ini juga mengharuskan presiden mengakhiri penggunaan angkatan bersenjata untuk mengobarkan tensi dengan Iran atau sektor pemerintah dan militer negara ini.
Perbedaan Nasehat Orang Bijak dan Orang Gila
Suatu hari seorang pedagang dari Baghdad bertanya kepada Bahlul: “Tuan bahlul yang terhormat, saya membeli apa supaya saya mendapatkan keuntungan yang banyak?” Bahlul menjawab: “Besi dan kapas.” Pria itupun lantas pergi dan membeli beberapa besi dan kapas dan menyimpannya. Kebetulan, setelah beberapa bulan mereka menjualnya dan menghasilkan banyak keuntungan. Suatu hari dia bertemu lagi dengan Bahlul. Kali ini dia berkata: “Hai orang gila! apa yang harus saya beli untuk mendapatkan keuntungan?” kali ini Bahlul berkata, “Belilah bawang dan semangka.” Pedagang itu pergi dan seluruh modalnya dibelikan bawang dan semangka dan menyimpannya. Setelah beberapa waktu, semua bawang dan semangkanya membusuk dan hancur dan menyebabkan kerugian besar.
Segera dia pergi ke Bahlul dan berkata kepadanya: “Pertama kali saya berkonsultasi dengan Anda, Anda berkata belilah besi dan kapas, saya mendapatkan keuntungan. Tapi yang kedua kalinya, saran macam apa ini? Semua modal saya habis!” Bahlul menjawab orang itu dengan berkata, “Pada hari pertama, Anda memanggil saya dengan sebutan tuan Bahlul, dan ketika Anda memanggil saya sebagai orang bijak, jadi saya juga memerintahkan Anda sebagaimana saya orang yang bijak. Tapi untuk kedua kalinya Anda memanggil saya gila, jadi saya memerintahkan Anda sebagaimana saya orang yang gila!” Pria tersebut malu dengan apa yang dikatakan pada perkataannya yang kedua dan meminta maaf kemudian pergi.
Mengapa Ada Hukuman Tuhan bagi Hamba-Nya di Dunia ini?
Imam Sadiq (as) berkata:
“Ketika Tuhan menginginkan kebaikan untuk hamba-Nya, maka Dia akan memberikan hukuman atas dosa-dosanya di dunia ini juga, dan apabila Tuhan menginginkan keburukan untuk hamban-Nya, maka Dia akan membiarkan dosa-dosanya untuk diberikan hukumannya pada hari kiamat kelak.”
(Bihar Al-Anwar: 18/81/177, Mizanul hikmah: 222)
Apa Arti Hikmah?
Pada suatu hari Socrates berjalan di tepi laut, tiba-tiba seorang pemuda mendatanginya dan berkata: “Guru! Bisakah Anda memberi tahu saya dalam satu kalimat, apakah maksud dari hikmah (kebijaksanaan)? “Socrates meminta pemuda tersebut untuk masuk ke dalam air. Pemuda itu pun dengan sigap melakukannya. Dan Socrates juga dengan cepat menenggelamkan kepala pemuda tersebut untuk beberapa saat hingga pemuda tersebut mulai meronta-ronta. Socrates terus menenggelamkan kepalanya di bawah air untuk beberapa saat dan kemudian melepaskannya. Pemuda itu ketakutan dan keluar dari air dan menarik napas dengan segenap kekuatannya. Dia marah dengan apa yang dilakukan Socrates, sembari berkata: “Guru! Saya bertanya kepada Anda tentang hikmah, namun Anda menenggelamkan saya? “Socrates mengusap kepalanya dan berkata: “Anakku! Hikmah layaknya nafas yang kamu ambil dalam- dalam sehingga kamu masih bisa hidup saat ini. Saat kamu mengerti arti dari nafas yang memberikan kehidupan, saat itulah kamu akan mengerti arti dari hikmah.




























