کمالوندی

کمالوندی

Sabtu, 23 November 2019 21:06

Percakapan Abul Hasan Dan Wanita Cantik

 

Pada saat menjalankan ibadah thawaf, Abul Hasan sempat melihat di antara orang yang sedang thawaf terdapat seorang wanita yang wajahnya bersinar terang mengagumkan. Keelokan wajahnya memaksa Abul Hasan menjadi terheran-heran.

Ia sampai melontarkan perkataan, “Demi Allah seumur-umur saya belum pernah melihat wajah wanita begitu bersinar melebihi wanita ini. Saya yakin, orang seperti demikian pasti tidak punya pikulan beban pikiran berat dalam hidupnya.”

Entah dengan sebab apa, wanita super cantik yang dikagumi tersebut bercerita atas kejadian yang menimpa pribadinya. “Demi Allah, sebenarnya saya adalah orang yang mempunyai pikulan beban pikiran sungguh berat. Hatiku kalut. Jiwa saya penuh dengan kesusahan. Tidak ada seorang pun yang dapat ikut merasakan beban beratku ini,” kata wanita ini memulai curhatnya.

Kisahnya, pada saat hari raya Idul Adha tiba, kami berkurban. Suamiku bertindak sebagai penyembelih kambing yang telah kami persiapkan sebelumnya. Salah seorang anakku menyaksikan proses penyembelihan.

Setelah melihat, anakku yang besar tersebut bertanya kepada adiknya, “Mau nggak saya kasih tahu bagaimana ayah tadi menyembelih hewan kambing kurban?” Karena mereka masing-masing masih kecil, adiknya yang masih kecil itupun juga mengiyakan begitu saja.

Saat itu, saya sedang di dapur untuk memasakkan keluarga kecilku tersebut. Anak saya yang paling kecil masih minum air susu sembari saya gendong. Mereka bercakap-cakap dan kemudian bermain seolah sang kakak bertindak sebagai ayahnya. Sedangkan adiknya menjadi seekor kambingnya.

Saat mereka main sembelih-sembelihan kurban, mereka tidak menggunakan pisau mainan, namun pisau asli. Pada akhirnya anakku yang besar bermain menyembelih kambing yang digantikan adiknya dengan pisau asli. Dan kemudian si adik benar-benar wafat.

Karena ketakutan, sang kakak melarikan diri dari rumah. Ia lari ke hutan. Namun apa daya. Ia diterkam singa hingga tamatlah riwayatnya. Yang lebih tragis. Ayahnya anak-anak masih mencoba mencarinya barang kali anak saya masih selamat. Namun sayang, suami saya malah tidak segera kembali pulang.

Saya susul di hutan. Anakku yang tadinya saya gendong saya lepaskan. Saya mencoba ingin tahu bagaimana keadaan suamiku. Ternyata suamiku mati kehausan. Satu-satunya anak yang masih saya gendong tadi, karena belum bisa berjalan, ia mencoba meraih apa saja yang ada di dapur.

Namun apa yang terjadi, ia meraih kuali yang masih panas di atas bara api. Airnya tumpah. Tubuh anak saya yang kecil itu melepuh bahkan sampai tulang-tulangnya. Ia pun menyusul mati kemudian.

Anakku tinggal satu, yaitu wanita yang sudah menikah. Cerita masih berlanjut. Anakku wanita yang sudah menikah tersebut, setelah mendengar kisah yang kami alami, karena tidak kuat, ia pun akhirnya terjun ke jurang, bunuh diri. Sepanjang masa itu saya menjadi hidup sebatang kara.

Mendengar kisah demikian, Abul Hasan kemudian bertanya kepada wanita tersebut. “Lalu bagaimana cara kesabaranmu menghadapi masalah yang kamu hadapi?”

Wanita itu menjawab “Tidak ada seorang pun baik yang bersabar maupun mengeluh kecuali memang di antara mereka terdapat perbedaan yang signifikan. Orang yang sabar, bersikap baik secara lahiriyahnya, ia akan mendapatkan kebaikan-kebaikan yang terpuji di kemudian hari. Adapun orang yang cemas dan mengeluh, ia tidak akan mendapatkan ganti rugi.”

Aku mulai meninggalkan wanita itu, kata Abul Hasan. Sang wanita menutup perkataannya dengan kalimat “Saya bersabar, sebab sabar adalah ratapan terbaik. Aku bersabar terhadap satu hal jika engkau merasakan sebagian saja akan membuahkan deraian air mata sampai engkau mampu mengusapnya.”

 

Suatu hari di masa pemerintahannya, Sayidina Ali berjalan mengelilingi kota. Tiba-tiba beliau melihat seorang yang sedang meminta-minta. Lalu beliau bertanya pada para sahabatnya.

“Siapa laki-laki tersebut, mengapa dia menjulurkan tangannya untuk meminta-minta?” tanya Sayidina Ali.

“Lelaki tua itu adalah mantan seorang kuli dan juga seorang pengikut Masehi!” jawab mereka.

Setelah mendengar hal ini, Sayidina Ali bin Abi Thalib kwz menegur dan menasihati para sahabatnya.

“Mengapa kalian menelantarkannya. Kalian menggunakan tenaganya ketika ia masih muda kemudian menelantarkannya ketika ia sudah tua. Cepat, berikan padanya bantuan dari Baitul Mal!” Tegur Sayidina Ali.

Saudara-saudaraku, inilah perwujudan Islam yang sebenarnya. Islam hadir di alam semesta ini untuk menjadikan manusia sebagai manusia yang seutuhnya. Jika Islam yang ada sekarang adalah Islam yang radikal maka niscayanya dia bukanlah Islam. Tapi pemikiran sebuah kelompok yang dibalut dengan Islam.

Sabtu, 23 November 2019 20:59

Kisah Abu Nawas; Mengajari Keledai Membaca

 

Rasa iri seorang Mentri Raja pada Abu Nawas membuat dirinya memberikan sebuah keledai pada Abu Nawas yang mana keledai tersebut diharapkan bisa memasukan Abu Nawas pada penjara. Penasaran bagaimana akhir kisahnya, mari kita baca bersama!

 

“Ajari keledai itu membaca. Dalam dua minggu, datanglah kembali kemari, kita lihat akhirnya,” ujar sang menteri pada Abu Nawas.

 

Tanpa mikir panjang dan melontarkan pertanyaan, Abu Nawas menerima keledai pemberian menteri. Padahal dalam hatinya, Abu Nawas merasa cemas, apakah dia bisa menuruti kemauan sang menteri atau tidak. Ia juga penasaran dengan maksud dan tujuan si menteri yang tiba-tiba memberikannya keledai.

 

“Apakah ini satu di antara tipu dayanya buat menghancurkan nama baikku?” tanya Abu Nawas dalam hati.

 

Meski merasa cemas, Abu Nawas tetap berusaha tenang. Dua minggu kemudian, Abu Nawas kembali ke istana dan bertemu dengan menteri. Tanpa banyak bicara, sang menteri kemudian mengajak Abu Nawas menghadap Baginda Raja Harun Al Rasyid.

 

“Baginda, saya akan perlihatkan siapa sesungguhnya diriku ini,” kata menteri tersebut.

 

“Hai menteri, ada apa dengan dirimu?” tanya Raja Harun Al Rasyid dengan suara tinggi.

 

“Tenang Baginda, hari ini Baginda akan tahu kecerdasan akalku sesungguhnya, mengungguli kecerdasan Abu Nawas,” ucap menteri itu dengan angkuh.

 

Mendengar pernyataan menteri tersebut, Abu Nawas merasa heran dan penasaran dengan maksud omongan sang menteri.

 

“Apa yang akan dibuat oleh menteri ini?” gumam Abu Nawas dalam hati.

 

“Baiklah, bila satu di antara kalian menang, maka ia memiliki hak memperoleh satu kantung dinar ini, namun untuk yang kalah akan dihukum tiga bulan di penjara,” tutur Raja Harun.

 

Tak bisa mengelak, Abu Nawas terpaksa menyanggupi permainan yang ia anggap aneh ini. Belum selesai ia menerka-nerka maksud permainan ini, tiba-tiba menteri itu menunjuk pada satu buku besar.

 

“Coba tunjukkan bila keledai itu dapat membaca, tidakkah engkau cerdas dalam semua hal?” Pinta menteri pada Abu Nawas.

Tanpa berpikir lama, Abu Nawas lalu menggiring keledainya ke buku itu. Sampul dibuka. Kemudian di keledai memandang buku itu. Selang beberapa saat, keledai mulai membalik halaman demi halaman dengan lidahnya.

 

Keledai itu terus membalik lembar demi lembar, hingga halaman paling terakhir buku itu. Setelah tak ada lagi lembaran yang harus dibuka, keledai tersebut memandang Abu Nawas.

 

“Demikian, keledaiku dapat membaca,” kata Abu Nawas. Mendengar kata-kata Abu Nawas, sang menteri kembali angkat bicara.

 

“Bagaimana caramu mengajari dia membaca?” tanya sang menteri mulai merasa panik.

 

“Sesampainya di rumah, saya siapkan lembaran-lembaran besar serupa buku serta saya sisipkan biji-biji gandum di dalamnya,” jawab Abu Nawas.

 

“Keledai itu harus belajar membalik halaman agar bisa memakan biji-biji gandum itu, hingga ia terlatih benar untuk bisa membalik halaman buku,” lanjut Abu Nawas.

 

“Namun bukankah dia tak tahu apa yang dibacanya?” bantah sang menteri.

 

“Memang demikian cara keledai membaca, dia cuma membalik-balik halaman tanpa tahu isinya,” jawab Abu Nawas enteng.

 

“Bila kita membuka-buka buku tanpa tahu isinya, kita disebut setolol keledai bukan?” kata Abu Nawas lagi.

 

Jawaban cerdik Abu Nawas tersebut mendapat anggukan setuju dari Baginda Raja Al Rasyid. Raja tahu, sepintar-pintarnya hewan, tak ada yang bisa sesempurna manusia. Hanya manusia bodoh saja yang tidak mau memakai akalnya buat berpikir.

 

Mendengar penjelasan Abu Nawas, sang menteri tersebut merasa kesal. Raja akhirnya memberikan hadiah berupa sekantung dinar kepada Abu Nawas, sedangkan menteri masuk penjara sesuai perjanjian yang sudah disepakati.

 

Tahukah Anda bahwa membaca shalawat sebelum berdoa pada Allah swt dapat mempengaruhi doa Anda? Dan tahukah Anda bahwa dengan bershalawat, kebutuhan dunia dan akhirat Anda akan terpenuhi? Mari kita simak kisah nyata di bawah ini!

Seorang laki-laki datang menghampiri Rasulullah saw kemudian ia berkata:

“Sepertiga shalawatku, aku berikan untukmu. Tidak hanya itu, setengah dari shalawatku,  akanku berikan untukmu. Lebih dari itu, seluruh shalawatku, aku persembahkan untukmu.”

Rasulullah saw bersabda, “Jikalau begitu kebutuhan dunia dan akhiratmu telah terjamin.”

Abu Bashir bertanya, “Apa maksud dari kalimat ‘seluruh shalawatku, aku berikan untukmu’?”

“Yakni sebelum kamu berdoa pada Allah swt, engkau memulainya dengan bershalawat atas nabi. Serta sama sekali kamu tidak memohon apapun kepada Allah kecuali kamu harus bershalawat sebelumnya lalu setelah itu meminta sesuatu dari Allah.”

Dari sini kita mengetahui sebuah rahasia yang datang Baginda Nabi saw yang lebih tepatnya rahasia dari bershalawat.

Yang pertama adalah dengan bershalawat pada Baginda Nabi Muhammad saw, kebutuhan dunia dan akhiratmu akan terjamin.

Bukankah hal ini merupakan sesuatu yang luar biasa. kebutuhan dunia dan akirat kita akan dijamin oleh Allah swt. Dan hal ini bisa diraih ketika kita memulai doa dengan shalawat,

Allahumma shali ala Muhammad wa ali Muhammad.

 

Indonesia menolak langkah Amerika Serikat untuk melegalkan pemukiman rezim Zionis di Tepi Barat Palestina. Dalam penolakan ini, Indonesia berhasil menggalang dukungan Dewan Keamanan Persatuan Bangsa-Bangsa (DK-PBB).

Wakil Tetap dan Duta Besar Indonesia untuk PBB, Triansyah Djani mengatakan keberhasilan menggalang dukungan di DK PBB untuk mengeluarkan pernyataan yang menegaskan kembali status ilegal permukiman Israel.

Dukungan DK PBB ini menjadi yang pertama kali setelah sekian lama Presiden DK PBB gagal diberikan mandat untuk berbicara terkait isu Palestina.

Menurut Triansyah,Indonesia juga berhasil mendorong dikeluarkannya pernyataan bersama dari sepuluh anggota tidak tetap DK PBB.

Dalam pernyataan tersebut Israel diminta menghentikan segala bentuk aktivitas pembangunan permukiman ilegal yang bertentangan dengan hukum internasional, terutama resolusi DK PBB no. 2334.

 

Mike Pence, Wakil Presiden AS, mengadakan kunjungan ke Irak. Kunjungan tersebut dilaksanakan tanpa ada pemberitaan sebelumnya.

Jadwal serta cara kunjungan ini tentu tidak sesuai dengan tata etika diplomasi. Berkunjung tanpa undangan, lalu menemui pasukan di Ayn al-Assad Airbase tanpa menghormati kedaulatan serta petinggi pemerintahan Irak. Tak bisa dipungkiri lagi, etika Wakil Presiden AS ini mendapatkan protes dan kritik dari banyak pihak.

Salah satu jurnalis AS di radio nasional Amerika mengutip pernyataan petinggi AS yang memohon kepada Mike Pence agar menghentikan etika buruknya atas PM Irak. “Mike Pence meminta PM Abdul-Mahdi untuk menemuinya di Ayn al-Assad”, jelasnya.

Petinggi Washington menyatakan bahwa permohonan ini ditolak oleh PM Irak. “Warga Irak adalah warga yang penuh harkat dan martabat”, kata petinggi AS tersebut seraya menjelaskan kunjungan berbahaya Wapres.

Kunjungan tak biasa seperti ini bukan hanya dilakukan kali ini saja. Pemimpin Gedung Putih, Donald Trump, pernah melakukan hal yang sama, tepatnya di saat Natal.

 

Sejumlah pengunjuk rasa di Libanon membakar bendera Israel dan Amerika sebagai protes terhadap campur tangan urusan dalam negara mereka.

Menurut “Badan Informasi Nasional” di Sidon, para pengunjuk rasa di alun-alun Elia, membakar bendera ‘Israel’ dan Amerika. Para pengunjuk rasa meneriakkan menolak “intervensi Amerika”

 

Tanggal 17 Rabiul Awal bertepatan dengan kelahiran Imam Jakfar Shadiq as. Selain menyampaikan ucapan selamat atas hari penuh berkah ini yang juga bertepatan dengan kelahiran utusan Allah terakhir Nabi Muhammad Saw, kami mengajak Anda untuk menelah bersama solusi persatuan dalam perspektif Imam Shadiq as.

Hari ini tanggal 17 Rabiul Awal (15 November) bertepatan dengan kelahiran penuh berkah pamungkas para nabi, utusan cahaya dan hidayah, Muhammad al-Mushtafa Saw. Selain itu, hari ini juga bersamaan dengan kelahiran Jakfar bin Muhammad as yang lebih dikenal dengan Imam Shadiq as, Imam Keenam Syiah. Imam Shadiq as sepanjang masa keimamahannya selama 34 tahun berusaha keras untuk menghidupkan kembali agama kakeknya, Nabi Muhammad Saw dengan menyampaikan pesan ilahi, memberi hidayah dan membersihkan masyarakat. Seperti ayah dan leluhurnya yagn suci fokus pada kewajiban paling penting tentang al-Quran dan Sunnah Nabi, persatuan dan solidaritas di antara umat Islam . Karena tujuan asli dan penting Islam adalah membentuk umat yang satu, kuat seiring dengan menebar perdamaian, persahabatan, ketenangan dan keamanan.

Persatuan Islam berdasarkan ajaran dan perintah agama Islam tidak terbatas pada periode masa tertentu. Semua umat Islam dalam tauhid, hari kebangkitan dan kenabian memiliki akidah yang sama. Hukum-hukum seperti shalat, puasa, haji, zakat, jihad dan lain-lain termasuk kesamaan yang pasti di antara mereka. Karenanya, dengan mudah dapat membentuk satu barisan bernama Umat yang Satu menghadapi musuh dalam negeri dan asing, para perusak dan sesat seperti kelompok Takfiri dan Daesh (ISIS).

Terwujudnya persatuan Umat yang Satu hanya mungkin terjadi dengan prinsip dan poros bersama, dimana poros pertamanya untuk mencapai satu persatuan rasional dan logis di antara mazhab-mazhab Islam adalah al-Quran. Allah Swt dalam ayat 103 surat Ali Imran memperkenalkan al-Quran sebagai pembimbing dan poros, dan untuk mencegah perpecahan, menyeru umat Islam agar berpegangan dengan kitab suci ini dan menyebutkan, "Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai."

Imam Shadiq as dengan mengikuti Nabi Muhammad Saw dan para wali Allah yang lain untuk menciptakan persatuan, satu hati dan keharmonisan antara umat Islam serta jauh dari perselisihan dan perpecahan, menyeru semua umat Islam untuk menaati perintah dan ajaran al-Quran. Sebagaimana beliau berkata, "Sesungguhnya Allah telah menjelaskan semua dalam al-Quran dan demi Allah bahwa Allah tidak menutup mata dari apa yang dibutuhkan oleh hamba-hamba-Nya, sehingga hamba-Nya dapat mengatakan bila hal ini telah diturunkan dalam al-Quran, pasti Allah menurunkannya dalam al-Quran." Imam Shadiq as di tempat lain mengatakan, "Tidak ada sesuatu yang diperselisihkan dua orang, selain prinsipnya telah disebutkan dalam al-Quran, tetapi akal manusia tidak sampai ke sana."

Allah Swt dalam al-Quran memuji Nabi Muhammad Saw dan pada ayat 21 surat al-Ahzab memperkenalkannya sebagai teladan sempurna bagi manusia dan berfirman, "Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik." Dari sini, setelah al-Quran, Sunnah Nabi Saw menjadi poros penting yang memberikan persatuan di antara semua mazhab Islam. Semua umat Islam melihat dirinya komitmen dengan Sunnah Rasulullah Saw dan dalam pemikirannya di berbagai isu bersandar pada Sirah dan Sunnah Nabi Saw.

Imam Shadiq as sebagai pemimpin mazhab Ja'fari juga mengajak umat Islam untuk mengamalkan dan memperhatikan Sunnah Nabi Saw dan berkata, "Tidak ada perintah, selain di sana ada tanda-tanda dalam Kitab dan Sunnah." Beliau juga mengutip dari Nabi Saw dan mengatakan bahwa setiap orang yang merujuk pada Sunnah Nabi Saw ketika perselisihan umat, pahalanya sama dengan 100 syahid."

Prinsip dan ajara bersama agama termasuk poros lain yang dapat menciptakan persatuan. Prinsip-prinsip ini mencakup iman kepada Allah (Tauhid), risalah para nabi (Kenabian), Ma'ad (Hari Kebangkitan) dan diturunkannya wahyu. Pada hakikatnya, tauhid, kenabian dan Ma'ad termasuk kesamaan akidah bagi semua agama ilahi. Di samping kesamaan keyakinan, ada juga kesamaan fikih. Hukum-hukum fikih seperti shalat, puasa, haji, zakat, jihad, amar makruf dan nahi mungkar dan lain-lain yang semuan termasuk ajaran pasti agama Islam. Tentu saja harus diperhatikan di balik ajaran yang pasti, ada sebagian detil ajaran yang menjadi tempat perbedaan pendapat antara para ulama dan ahli fikih mazhab-mazhab Islam.

Di sini, sebagian membesar-besar perselisihan, perpecahan dan pemisahan umat Islam. Para musuh Islam juga membesar-besarkan perselisihan ini, sehingga satu kelompok mengkafirkan dan mengeluarkan kelompok yang lain dari Islam. Sebagaiman hari ini, par pengikut Wahabi menilai muslimin yang lain berada di luar Islam dan dengan alasan ini, para pengikut kelompok teroris Daesh (ISIS), karena tidak memiliki pengetahuan yang benar akan batasan kufur dan iman, dengan tenang melakukan pembunuhan, bahkan genosida terhadap umat Islam yang lain dan bangga dengan apa yang mereka lakukan. Padahal, parameter iman dan keislaman seseorang telah dijelaskan adalah keyakinan kepada Allah, Hari Kiamat dan melaksnakan kewajiban seperti shalat, puasa, haji, zakat, jihad dan lain-lain. Seorang muslim tidak berhak menuding saudara agamanya sebagai kafir, karena itu pemicu dan sarang bagi perang dan konflik.

Imam Shadiq as dalam hal ini mengatakan, "Ketika seorang mukmin berkata kepada saudaranya, 'Ah', mereka akan terpisah dan berkata 'engkau kafir', satu dari mereka akan menjadi kafir dan bila menuduhnya, 'Islam dalam hatinya akan mencair seperti garam berada di air." Di tempat lain beliau juga berkata, "Terlakna dan terlaknat, seseorang yang menuduh seorang muslim lain sebagai kafir dan seseorang yang melakukan hal ini seperti ia membunuhnya."

Salah satu solusi yang baik dan sangat tepat untuk menciptakan dan mempertahankan persatuan adalah berpartisipasi dalam pertemuan ibadah dan politik seperti shalat jamaah dan Jumat. Begitu juga dalam melaksanakan kewajiban haji termasuk perintah Nabi Saw sejak awal pengutusannya. Dari Nabi Saw dinukil tentang pentingnya shalat berjamaah, dimana beliau bersabda, "Jibril sedemikian rupa berpesan kepadaku tentang shalat berjamaah, sehingga aku beranggapan shalat tanpa berjamaah tidak sah dan tidak diterima." Nabi Saw juga berbicara tentang hadir di masjid dan perkumpulan umat Islam, "Setan adalah serigala bagi manusia. Sebagaimana serigala akan memakan kambing yang berada sendiri dan jauh dari yang lain, maka berhati-hatilah dari keterpisahan dan kalian harus hadir di perkumpulan umat Islam dan bersama mereka pergi ke masjid."

Imam Shadiq as memberi pesan kepada pengikutnya untuk menjaga persatuan agar ikut dalam shalat berjamaah dengan Ahli Sunnah. Beliau berkata, "Seseorang yang berada di shaf pertama melakukan shalat dengan mereka, sama seperti mereka yang berada di shaf pertama shalat berjamaah dengan Rasulullah Saw." Seorang pengikut Imam Shadiq as bertanya kepada beliau, "Imam jamaah kami penentang mazhab dan memusuhi orang-orang Syiah. Apa yang harus kami lakukan?" Imam as menjawab, "Jangan diambil hati apa yang diucapkannya. Demi Allah! Bila engkau adalah orang yang jujur, engkau lebih layak ke masjid ketimbang orang itu. Karenanya, jadilah orang pertama yang memasuki masjid dan orang terakhir yang keluar darinya. Perbaiki akhlak dan perilakumu dengan mereka dan berbicara dengan cara yang baik."

Dalam sebuah riwayat, ada yang bertanya kepada Imam Shadiq as, "Apakah sah pernikahan dan melaksanakan shalat berjamaah dengan penentang mazhab atau tidak?" Imam menjawab, "Sekalipun perbuatan ini sangat sulit bagi kalian, tetapi ketahuilah bahwa Nabi Saw menikah dengan orang yang tidak kalian terima dan Imam Ali juga shalat di belakang para khalifah."

Semua riwayat ini menunjukkan hal ini bahwa Imam Shadiq as seperti para Imam yang lain ikut shalat dalam shalat berjamaah Ahli sunnah dan kehadiran mereka bukan karena takut atau taqiyah politik serta hal ini tidak terbatas pada waktu tertentu, tetapi jalan dan metode yang pasti demi menciptakan persatuan, persahabatan dan sehati antara umat Islam.

Imam Shadiq as sepanjang hidupnya selalu berusaha untuk menjelaskan berbagai ajaran agama dan menyelamatkan umat Islam dari kejatuhan dalam kesesatan. Hari ini, khazanah tak ternilai ilmu dan ajarran beliau telah diserahkan kepada umat Islam, dimana dengan merujuk dan mengamalkannya, banyak masalah dunia Islam yang menjadi kendala terbesar bagi terwujudnya persatuan umat Islam dapat terselesaikan.

Sekali lagi kami mengucapan selamat atas kelahiran Imam Shadiq as dan akan mengakhiri makal ini dengan ucapan beliau.

Imam Shadiq as berkata, "Bagi setiap muslim yang mengenal kami, perlu untuk setiap hari dan malam bagi dirinya untuk melihat perbuatannya dan menimbang jiwanya. Bila menemukan perbuatan baik di sana, hendaknya ia menambahkannya dan bila menemukan perbuatan buruk, hendaknya meminta ampunan, agar tidak malu nantinya di Hari Kiamat."

 

Konferensi Internasional Persatuan Islam ke-33 digelar di Tehran, ibu kota Republik Islam Iran, yang dimulai sejak hari Kamis, tanggal 23-25 Aban 1398 HS bertepatan dengan 14-16 November 2019. Konferensi tahunan yang diprakarsai Republik Islam Iran ini mengusung tema "Persatuan Umat Islam untuk Membela Masjid al-Aqsa". Konferensi ini dihadiri ulama, tokoh politik, cendekiawan dan akademisi dari 90 negara dunia.

Konferensi Internasional Persatuan Islam ke-33 diselenggarakan bersamaan dengan kelahiran Rasulullah Saw dan cucunya, Imam Shadiq as, sekaligus peringatan Pekan Persatuan dengan tema "Persatuan Umat Islam untuk Membela Masjid al-Aqsa" yang dihadiri ulama, tokoh politik, cendekiawan dan akademisi dari 90 negara.

Pada hari Jumat, 15 November 2019, para peserta konferensi bertemu dengan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar Ayatullah al-Udzma Said Ali  Khamenei dan selain itu ada sejumlah acara lain seperti kembali menyatakan komitmen dengan pendiri Republik Islam Iran, Imam Khomeini ra, pemberian penghargaan kepada para tokoh di bidang pendekatan antarmazhab, peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad Saw dan pameran karya-karya seni pendekatan antarmazhab termasuk sebagian dari kegiatan Konferensi Internasional Persatuan Islam ke-33. Dalam acara penting internasional ini, sekitar 400 ilmuan dari 90 negara yang berpartisipasi dalam konferensi yang membahas itu-isu penting dunia Islam, terutama Palestina.

Islam sangat menekankan solidaritas dan persatuan dari para pengikutnya. Dari satu sisi, al-Quran menyeru mereka untuk berpegang teguh dengan tali hidayah ilahi dan menyampaikan panggilan "Wa'tashimuu Bihablillahi Jami'an", di sisi lain melarang umat Islam mencerai-beraikan tali cinta dan kasih sayang di antara mereka dan berfirman, "Wa Laa Tafarraquu", jangan berpisah menjadi berpuak-puak. Berdasarkan firman Allah ini, keberlangsungan agama tidak dapat dirusak dengan perselisihan, dan hanya persatuan yang dapat menyampaikan umat Islam di dunia ke tujuannya.

Acara Konferensi Internasional Persatuan Islam ke-33 dibuka dengan pidato Hassan Rouhani, Presiden Republik Islam Iran yang diselenggarakan di Gedung KTT Tehran. Presiden Rouhani dalam acara ini menekankan bahwa salah bila kita menjadikan musuh sebagai teman. Rouhani mengatakan, "Generasi muda harus memahami bahwa Amerika Serikat tidak pernah menjadi sahabat bangsa-bangsa kawasan dan umat Islam. Sementara masalah regional harus diselesaikan oleh rakyat dan negara-negara kawasan. Karena pihak lain tidak dapat menyelesaikan masalah ini, bahkan mereka selalu memunculkan masalah."

Sekjen Forum Internasional Pendekatan Antar-Mazhab Islam, Ayatullah Mohsen Araki menjadi salah satu pembicara kunci konferensi ini. Ayatullah Araki di awal pembicaraannya menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemimpin Besar Revolusi Islam sebagai pribadi yang mengibarkan bendera pendekatan dan persatuan, kemudian menyampaikan terima kasih kepada presiden Iran yang hadir dalam acara ini lalu mengatakan, "Hari ini, poros Muqawama semakin kuat dibandingkan waktu sebelumnya dan telah benar-benar memberikan kekuatan kepada poros ini di seluruh kawasan. Salah satu warisan dari kemenangan front Muqawama adalah semakin meluasnya pesan persatuan di dunia Islam dan semakin tersisihnya kelompok Takfiri. Hari ini, dengan penuh kegembiraan kita mengumumkan bahwa wacana persatuan telah mendominasi dan lebih populer di seluruh dunia Islam."

Sheikh Isa Qasim, Pemimpin Syiah Bahrain menjadi pembicara berikutnya dalam konferensi ini. Sheik Isa Qasim mengatakan, "Kembali pada persatuan kita. Ketika kalian kembali pada persatuan, seluruh dunia akan hidup, kalau tidak, bumi akan mati dan kehidupan seperti di lembah. Umat Islam hari ini sedang menghadapi ujian berat dalam agamanya dan menghadapi ujian yang terus-menerus. Sikap umat Islam terkait masalah Palestina dan Masjid al-Aqsa adalah ujian berat yang dapat mengembalikan umat ini pada perpecahan atau persatuan Islam."

Konferensi Internasional Persatuan Islam Ke-33
Di sela-sela penyelenggaran konferensi persatuan, para cendekiawan dan ulama dunia Islam melakukan pertemuan dengan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran. Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei dalam pertemuan ini menyampaikan selamat atas kelahiran Nabi Muhammad Saw dan Imam Jakfar Shadiq as, dan setelah itu menyebut Nabi Muhammad Saw sebagai "Manifestasi al-Quran", "Makhluk Allah terbaik dan paling agung" dan "Cahaya, wasilah kehidupan dan penerangan masyarakat manusia".

Rahbar mengatakan, "Keberadaan suci Nabi Muhammad Saw benar-benar adalah puncak alam keberadaan dan titik terbaik dunia. Al-Quran menyebut dirinya sebagai "cahaya". Dalam al-Quran ada ungkapan tentang al-Quran sendiri dan itu adalah "cahaya". Qad Jaakum Minallah Nuurun wa Kitaabun Mubiin. Al-Quran adalah cahaya. Dikutip dari istri Nabi Saw bahwa ada yang bertanya tentang Nabi Saw, ia menjawab, "Akhlaknya adalah al-Quran. Artinya, "Manifestasi al-Quran". Dengan demikian, Nabi Saw juga adalah cahaya. Karena cahaya adalah alat untuk menerangi dan alat untuk kehidupan manusia, maka Nabi Muhammad Saw adalah alat penerangan dan kehidupan masyarakat manusia."

Dengan mencermati perubahan yang terjadi di tengah masyarakat Islam hingga kini, sejauh itu umat Islam menjauh dari prinsip-prinsipnya, mereka terjebak perselisihan dan perpecahan. Dan ketika semakin menjauh dari prinsip dan keyakinannya, akan mengalami kemunduran dan pada waktu itu, karena mereka seperti satu tubuh yang saling berhubungan dan membentuk barisan yang kokoh di balik keyakinan dasar bersama, maka seukuran itu pula mereka meraih kemuliaan dan kekuatan. Hal ini membuat masalah urgensi persatuan semakin serius.

Ayatullah Khamenei dalam pertemuan ini menilai sebab berbagai musibah yang menimpa Dunia Islam, khususnya kondisi yang menyedihkan Palestina adalah kelemahan persatuan Islam. Rahbar menekankan bahwa terhapusnya Israel berarti terhapusnya rezim buatan Zionis, dan berkuasanya pemerintahan terpilih para pemilik asli Palestina baik dari Islam, Kristen maupun Yahudi.

Rahbar mengatakan, "Para musuh Islam, yang dipimpin Amerika Serikat menentang prinsip agama Islam dan semua negara Muslim. Senjata utama mereka di kawasan adalah infiltrasi di pusat-pusat sensitif dan pusat pengambilan keputusan, menciptakan perpecahan di antara bangsa-bangsa, dan mengajukan opsi menyerah di hadapan Amerika sebagai solusi masalah. Jalan keluar untuk menghadapi konspirasi ini adalah penyadaran dan perlawanan di jalan kebenaran."

Menurut pandangan Islam, membela umat Islam yang tertindas termasuk rakyat Palestina merupakan kewajiban setiap umat Islam dan kewajiban ini tidak terbatas pada etnis dan bangsa tertentu. Dengan demikian, semua negara dan bangsa Islam harus berpartisipasi aktif dalam melawan rezim Zionis Israel. Ayatullah Khamenei menilai musibah-musibah yang menimpa Dunia Islam termasuk pendudukan Palestina dan perang berdarah di Yaman, Asia Barat dan Afrika Utara diakibatkan oleh tidak adanya komitmen atas prinsip menghindari konflik, dan tidak adanya persatuan melawan musuh bersama. Menurut Rahbar, "Hari ini musibah terbesar Dunia Islam adalah pendudukan Palestina, sebuah bangsa yang terasing dari rumah dan tanah airnya sendiri."

Pemimpin Revolusi Islam menyinggung sikap jelas Imam Khomeini ra sejak awal kebangkita Islam dalam mengumumkan bahaya penyusupan, intervensi dan kezaliman Zionis menyampaikan sikap Republik Islam Iran dalam masalah Palestina sebagai sikap tegas dan prinsip. Rahbar mengatakan, "Sejak awal Revolusi Islam hingga hari ini kami tetap dengan sikap ini. Yakni, tanpa ada pertimbangan dan basa-basi telah membantu Palestina dan rakyat Palestina dan akan tetap membantu. Menurut kami ini adalah kewajiban semua dunia Islam." Rahbar menyebut masalah "hapus Israel" berarti penghancuran "rezim Zionis yang dipaksakan" dan rakyat Palestina baik Muslim, Kristen maupun Yahudi yang merupakan pemilik asli tanah air mereka, harus bisa memilih pemerintahannya sendiri, dan pihak asing, perusuh serta pengacau seperti Benjamin Netanyahu harus diusir, sehingga bangsa Palestina bisa mengelola negaranya sendiri, dan ini akan segera terwujud."

Ayatullah Khamenei menyebut kehadiran Amerika di kawasan menciptakan keburukan, kerusakan, kekacauan dan terbentuknya kelompok-kelompok seperti Daesh (ISIS). Seraya menekankan pentingnya bangsa-bangsa Muslim di kawasan untuk mengetahui wajah asli dan munafik Amerika, Rahbar mengatakan, "Senjata utama mereka di kawasan adalah infiltrasi di pusat-pusat sensitif dan pusat pengambilan keputusan, menciptakan perpecahan di antara bangsa-bangsa, dan mengajukan opsi menyerah di hadapan Amerika sebagai solusi masalah. Jalan keluar untuk menghadapi konspirasi ini adalah penyadaran dan perlawanan di jalan kebenaran."

Sayid Ibrahim Raisi, Ketua Mahkamah Agung menjadi pembicara kunci dalam penutupan Konferensi Internasional Persatuan Islam ke-33. Dalam Pidatonya, Sayid Raisi mengatakan bahwa konferensi ini berhasil diselenggarakan di balik perhatian Rasulullah Saw dan Imam Shadiq as. Menurutnya, "Kami berharap isu-isu yang telah dibahas benar-benar menjadi sumber berkah bagi dunia Islam dan persatuan di antara umat Islam."

Sementara Ayatullah Araki juga mengisyarakatkan pelaksanakan berbagai program di periode konferensi persatuan Islam kali ini dan menyebut mereka yang hadir dalam konferensi ini menunjukkan perhatian serius umat Islam dari segala penjuru dunia akan masalah persatuan Islam dan pembentukan umat yang satu.

Sabtu, 23 November 2019 20:43

Setahun Gerakan Protes Rompi Kuning

 

Gerakan protes melawan kapitalisme di Prancis dan kebijakan pemerintah Presiden Prancis Emmanuel Macron, yang dikenal sebagai "Gerakan Jaket Kuning", memasuki satu tahun, yang meletus sejak 17 November 2018.

Meskipun pemicu awal gerakan protes ini adalah kebijakan baru pemerintah Perancis tentang bahan bakar, tapi langkah ini secara bertahap berubah menjadi gerakan melawan kebijakan pemerintahan Macron menyusul ketidakpeduliannya terhadap tuntutan rakyat Prancis.

Macron dan jajaran kabinetnya mengira gerakan rompi kuning hanyalah aksi protes berumur pendek, jadi mereka tidak terlalu memperdulikannya sejak awal kemunculan. Namun seiring berjalannya waktu, gerakan itu berubah menajdi bola salju yang mengelinding terus membesar menjadi protes meluas melawan sistem kapitalisme yang tidak adil dan menimbulkan kesenjangan  kelas yang semakin menganga.

Pemerintah Prancis harus mundur selangkah demi selangkah menghadapi gerakan massa ini. Kelanjutan gerakan ini menunjukkan bahwa penyebab pembentukannya jauh lebih dalam dan lebih gigih daripada sekadar menyuarakan sejumlah tuntutan. Alexandre Beauvais Chiva, juru bicara aksi rompi kuning pada Desember 2018, mengatakan, "Sejak Macron berkuasa, dia telah menghina rakyat Prancis dan belum mendengarkan tuntutannya. Kami ingin dilihat dan suara kami ingin didengar,".

Gerakan rompi kuning meletus pada November 2018 untuk memprotes kenaikan biaya pajak bahan bakar di bawah kebijakan pemerintah Macron tentang perubahan pola konsumsi bahan bakar. Mereka mengenakan rompi kuning sebagai simbol persatuan, dan sejak saat itu gerakan protes tersebut disebut sebagai gerakan rompi kuning.

Jumlah pengunjuk rasa di minggu pertama protes pada hari Sabtu, 17 November 2018 diperkirakan sekitar 282 ribu orang. Kemudian protes yang terjadi setiap hari Sabtu di Paris dan kota-kota kecil dan besar di Prancis, meluas dari tuntutan pemotongan pajak menjadi pengunduran diri Macron. Bahkan akhir Republik Kelima diumumkan.

Presiden Prancis menarik diri dari reformasi ekonomi yang diusulkan pemerintah, termasuk rencana untuk menaikkan pajak bahan bakar, dan menambahkan € 100 sebulan untuk upah minimum di negara itu. Namun, langkah-langkah ini justru meningkatkan tuntutan pemrotes.

Gerakan rompi kuning memiliki spektrum yang luas dari berbagai kelas sosial seperti pelajar, mahasiswa, perawat, karyawan, pekerja, sopir truk, guru, pelayan, imigran dan sebagainya. Orang-orang ini tidak saling kenal sebelum gerakan dimulai. Mereka tidak memiliki kesamaan kecuali tuntutan ekonomi.

Menurut statistik baru dari Kementerian Kehakiman Prancis, polisi sejak itu telah menangkap lebih dari 10.000 pendukung gerakan rompi kuning dan pengadilan Prancis telah mengeluarkan lebih dari 3.000 vonis pengadilan terhadap anggota gerakan protes tersebut. Mereka dituduh berpartisipasi dalam "kerusuhan massal" dan "menyerang penegak hukum". sebanyak 400 orang dijatuhi hukuman penjara.

Banyak dari mereka yang ditangkap telah dijatuhi hukuman layanan sosial wajib. Selama setahun terakhir, 52 orang tewas dan 10.790 lainnya terluka dalam protes di Prancis. Menurut jajak pendapat Elable yang dirilis Rabu, 13 November, 55 persen orang Prancis mendukung atau bersimpati dengan gerakan ini, tetapi 63 persen tidak ingin gerakan protes berlanjut.

Gerakan rompi kuning terus berkembang meskipun terjadi pasang surut, dan menjadi tantangan kronis bagi Macron. Kebijakan ekonomi Macron, terutama di bidang bahan bakar dan isu-isu lingkungan yang mengarah pada pembentukan rompi kuning, kini telah menjadi subjek demonstrasi anti-kapitalis, dan terus terjadi di berbagai kota di Prancis. Meskipun tidak memiliki struktur pemimpin yang jelas, tapi gerakan protes ini oleh beberapa ahli disebut sebagai salah satu gerakan anti-kapitalis terbesar di Perancis. Beberapa analis percaya bahwa kenaikan pajak bahan bakar hanyalah alasan untuk melancarkan protes populer yang meluas sebagai tanggapan terhadap situasi ekonomi Perancis yang memburuk sekaligus penentangan terhadap aturan kapitalis di negara itu.

Protes rompi kuning saat ini telah memasuki dimensi politik, sosial dan ekonomi. Pemimpin La France insoumise, Jean-Luc Mélenchon mengatakan, "Kini sudah terlambat untuk mendengar para pengunjuk rasa karena orang-orang telah hancurkan di bawah tekanan ekonomi,". Dalam dimensi politik, para pengunjuk rasa menuntut pengunduran diri pemerintah, dan bahkan Macron, dan dalam dimensi yang lebih luas muncul tuntutan perubahan politik radikal akibat kebijakan ekonomi Macron.

Dalam aspek sosial, protes ini dapat dilihat sebagai simbol protes rakyat Prancis terhadap tingginya kemiskinan di negara Eropa ini, terutama para korban yang terpinggirkan. Kelas pekerja dan kelas menengah di Prancis merasa frustrasi dan marah karena mereka kehilangan harapan untuk masa depannya. Mereka menyebut Macron sebagai presiden orang kaya. Dominique Moïsi, profesor politik Prancis mengatakan, gerakan itu adalah simbol keadaan darurat dan persatuan rakyat Prancis yang merujuk pada gerakan anti-kapitalisme di negara Eropa ini.

Di tengah meningkatnya kemiskinan, kebijakan pajak Macron terutama pajak bahan bakar, merupakan pukulan besar bagi rakyat negara ini. Pada saat yang sama, pergerakan rompi kuning dapat dianggap sebagai gerakan anti-euro. Mengingat bahwa menaikkan upah minimum adalah salah satu tuntutan dari rompi kuning, pemerintah Prancis tidak memiliki kendali atas nilai euro dan tidak dapat menanggapi secara positif tuntutan para pemrotes.

Tampaknya, gerakan rompi kuning akan terus bertahan, meskipun terjadi pasang surut. Gerakan protes anti-kapitalis ini, meskipun dimulai dengan dalih yang dipicu seruan media sosial di Prancis, tetapi kegigihan protes ini mencerminkan tuntutan yang sangat besar dari rakyat melawan ketidakefisienan kebijakan politik, ekonomi dan sosial pemerintah Macron dan sistem kapitalis di Eropa.

Protes rompi kuning yang meluas adalah manifestasi dari protes  rakyat dan kemarahan mereka selama beberapa tahun terakhir. Sebagian analis percaya bahwa gerakan ini adalah cerminan dari masalah nyata yang melilit Prancis dan akan terus berlanjut selama masalah  krisis yang tidak terlihat di permukaan Prancis belum diselesaikan.