کمالوندی

کمالوندی

Jumat, 02 Januari 2015 00:00

Dimulainya Kepemimpinan Mentari Keadilan

Sekarang adalah abad ke-21. Puncak ilmu dan teknologi serta kekuatan, akan tetapi umat manusia tetap lelah dan galau. Manusia dewasa ini justru terpisah jauh dari hakikat dirinya. Laju industri dan peradaban ternyata semakin mempersempit kesempatan bagi manusia untuk merunut jejak hakikatnya. Umat manusia masih menanti pancaran cahaya dan ufuk keindahan. Mereka sedang menanti munculnya manusia langit, penyelamat penebar keadilan dan yang memberikan warna dan aroma baru pada kehidupan umat manusia. Sebagaimana yang dikatakan oleh Imam Ali al-Ridho as, ÔÇ£Kesabaran dan penantian kemunculan (Imam Mahdi as) itu sangat indah.ÔÇØ Sekarang banyak hati lelah yang menghitung hari hingga kemunculan sang juru penyelamat yang akan memenuhi dunia dengan keadilan dan iman.

Kesyahidan Imam Hasan Askari (as) cucu suci Rasulullah pada tahun 260 Hijriah, adalah berita duka besar bagi umat Islam, namun kepemimpinan Imam Mahdi as, putra beliau dan hujjah terakhir Allah Swt di muka bumi, tak ayal merendam hati umat dalam kegembiraan dan harapan. Oleh karena itu, hari ini yang bertepatan dengan dimulainya kepemimpinan Imam Mahdi as, diperingati sebagai hari raya berbahagia.

Kepemimpinan Imam Hasan Askari as, berlangsung di masa sangat sensitif dan sulit dalam sejarah Ahlul Bait as. MuÔÇÖtamid, khalifah Bani Abbasiyah, bersandarkan pada berbagai hadis dari Rasulullah Saw dan para imam maksum, mengetahui bahwa hujjah terakhir Allah Swt, yang menjadi pembalas kejahatan para penguasa zalim┬á dan pelindung orang-orang papa, serta akan menegakkan pemerintahan yang adil dan tauhid, akan dilahirkan di rumah Imam Hasan Askari as. Oleh karena itu, dia mengawasi dengan ketat rumah Imam Hasan as untuk mencegah terealisasinya janji Allah Swt ini. Namun karena kehendak Allah Swt, Imam Mahdi as terlahir ke dunia tanpa sepengetahuan musuh-musuh Ahlul Bait. Sebelum kepemimpinannya, kejahilan, kelalaian dan tidak terima kasih masyarakat, telah membuat Imam Hasan Askari as, gugur syahid dalam kondisi sangat terasing. Mungkin oleh sebab itu pula, kelahiran sang mentari dan hujjah terakhir Allah Swt di muka bumi ini tersembunyi dari pandangan masyarakat. ┬á

Ahmad bin Ishaq, salah satu sahabat Imam Hasan Askari as mengatakan, ÔÇ£Pada suatu hari aku menghadap Imam Askari dan bertanya: ÔÇÿWahai putra Rasulullah! Siapa imam dan penggantimu?ÔÇÖ beliau masuk ke rumah dan kembali bersama seorang anak laki-laki berusia tiga tahun yang wajahnya bersinar cerah seperti bulan dan berkata: ÔÇÿWahai Ahmad bin Ishaq! Jika kau tidak terhormat di sisi Allah Swt dan para hujjah-Nya, aku tidak akan menunjukan putraku kepadamu. Sesungguhnya namanya sama seperti panggilan Rasulullah dan dia yang akan memenuhi bumi dengan keadilanÔÇÖ. Aku berkata: ÔÇÿWahai pemimpinku! Apakah ada tanda-tanda yang akan menenangkan hatiku?ÔÇÖ Saat itu, anak laki-laki itu berkata, ÔÇÿAku adalah Baqiyyatullah di muka bumi dan aku akan membalas kepada para musuh Allah Swt. Wahai Ahmad! Setelah kau melihatku dengan mata kepalamu sendiri, maka jangan mencari tanda-tanda.ÔÇØ

Salah satu di antara yang disaksikan Rasulullah Saw di malam miÔÇÖraj adalah, menyaksikan cahaya para pemimpin maksum dan pemimpin terakhir penggantinya. Rasulullah Saw bersabda: ... aku berkata: Ya Allah! Siapa mereka ini? Allah Swt berfirman: ÔÇ£Mereka adalah para pemimpin dan ini adalah sang Qaim (Imam Mahdi as); Dia yang akan menghalalkan apa yang Aku halalkan dan mengharamkan apa yang Aku haramkan dan akan membalas kepada para musuh-Ku. Wahai Muhammad! Cintailah dia. Maka sesungguhnya Aku mencintainya dan Aku akan mencintai siapa saja yang mencintainya...ÔÇØ

Manusia selalu mencari hakikat, akan tetapi terkadang terjebak dalam pilihan yang keliru dan oleh karena itu, manusia memerlukan pembimbing, penunjuk jalan dan pemimpin. Dalam agama Islam disebutkan janji Allah Swt bahwa bumi tidak pernah kosong dari hujjah Allah Swt dan bahwa bumi akan dikuasai oleh orang-orang saleh dan beriman.

Janji ini bukan hanya tercatat dalam al-Quran melainkan juga telah terekam dalam kitab langit yang dibawa oleh para nabi sebelum Rasulullah Saw. Pada hakikatnya, agama-agama langit lain juga menanti kemunculan sang juru penyelamat yang akan menghapus kezaliman dengan keadilan dan kebebasan. Semuanya berpendapat bahwa akan datang satu masa di mana kezaliman dan kesewenang-wenangan telah merajalela, dan akan muncul sang juru selamat yang akan memperbaiki dunia. Dalam Islam, sang juru selamat itu adalah Imam Mahdi as. Ibn Abi al-Hadid, seorang ulama terkemuka Ahlussunnah mengatakan, ÔÇ£Di antara semua mazhab Islam disepakati bahwa usia dunia tidak berakhir kecuali setelah kemunculan Imam Mahdi as.ÔÇØ

Peringatan hari dimulainya periode kepemimpinan hujjah terakhir Allah Swt di muka bumi ini merupakan kesempatan terbaik bagi para pecinta dan penantinya untuk memperbarui baiat kesetiaan kepadanya. Menyiapkan diri, menyucikan diri terlebih dahulu dan kemudian masyarakat serta meningkatkan keimanan umat termasuk dalam masalah kepemimpinan Imam Mahdi dan hubungan umat dengan imam, adalah di antara persiapan yang harus dilakukan bagi manusia-manusia yang menanti kemunculan Imam Mahdi as.

Pada sebagian doa Ahd yang berkaitan dengan Imam Mahdi as, kita membaca: ÔÇ£Ya Allah masukkan aku dalam golongan sahabat dan kelompok Imam Mahdi (as), masukkan aku di antara mereka yang mendukungnya dan yang berlomba untuk melaksanakan perintahnya serta melaksanakan permintaannya secepat-cepatnya dan jadikan aku di antara para syuhada dari kelompoknya.ÔÇØ

Dengan demikian, para sahabat Imam Mahdi as adalah mereka yang berjuang melawan kezaliman dan kemunkaran di muka bumi serta para penguasa zalim. Dalam hal ini, Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei, Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran mengatakan, ÔÇ£Jika dunia akan diterangi matahari, ini bukan berarti bahwa kita harus diam di kegelapan sampai datangnya matahari... Kita menanti... berarti kita memiliki harapan bahwa dengan upaya dan perjuangan, pada suatu hari kita mampu mengubah dunia ini yang oleh musuh Allah dan para setan telah dipenuhi dengan kezaliman dan kemunkaran... menjadi sebuah dunia yang di dalamnya, kemanusiaan dan prinsip-prinsip insani dihormati serta para manusia zalim dan munkar tidak berkesempatan atau tidak punya tempat untuk melakukan keinginan munkar mereka.ÔÇØ

Dengan dimulainya periode kepemimpin Imam Mahdi as, dunia akan dipenuhi dengan keadilan dan kebajikan. Dia adalah Imam yang akan mengubah dunia sejernih air dan seterang matahari. Kita semua tengah menanti hari itu tiba.

Jumat, 02 Januari 2015 00:00

Imam Hasan Askari, Mentari Samarra

Imam Hasan Askari as dilahirkan di Madinah tahun 232 Hijriah, dan syahid di Samarra, Irak ┬átanggal 8 Rabiul Awal tahun 260 H. Imam kesebelas Syiah ini menjadi pemimpin umat di usia 22 tahun, dan syahid di usia┬á 28 tahun setelah delapan hari sakit akibat racun antek-antek dinasti Abbasiyah. Para sahabatnya memanggil beliau dengan sebutan Abu Muhammad. Julukan beliau yang paling masyhur adalah Askari, karena beliau tinggal di sebuah tempat yang disebut Al-ÔÇÿAskar.

Meskipun Imam Hasan Askari hidup tidak lebih dari 28 tahun, tapi di usia yang singkat ini telah menorehkan tinta emas dalam lembaran sejarah Islam. Manusia mulia ini mewariskan karya besar dan penting di bidang tafsir al-Quran, fiqih dan ilmu pengetahuan bagi umat Islam. Di tengah ketatnya pembatasan dan tingginya tekanan dinasti Abbasiyah terhadap Ahlul Bait Rasulullah Saw, Imam Askari masih tetap menyampaikan ajaran Islam kepada umat Islam secara terorganisir untuk menyiapkan kondisi keghaiban Imam Mahdi setelah beliau.

Penguasa Abbasiyah menempuh berbagai cara untuk membatasi gerakan Imam Askari as, akan tetapi Allah swt berkehendak lain dan juru selamat akan lahir ke dunia di tengah keluarga Sang Imam. Setelah kelahiran Imam Mahdi as, ayah beliau mulai mempersiapkan masyarakat untuk menghadapi kondisi sulit di masa-masa mendatang. Imam Askari as di berbagai kesempatan berbicara tentang keadaan di masa keghaiban juru selamat, dan peran berpengaruh Imam Mahdi as dalam memimpin masa depan dunia. Beliau menekankan bahwa putranya akan menciptakan keadilan dan kemakmuran di seluruh penjuru dunia.

Di era kegelapan pemikiran dan penyimpangan akidah, Imam Askari as bangkit menyampaikan hakikat agama secara jernih kepada masyarakat. Beliau mengobati dahaga para pencari ilmu dan makrifat dengan pancaran mata air kebenaran. Argumentasi yang disampaikan Imam Askari as dalam berbagai forum ilmiah diakui oleh para pemikir di zamannya, bahkan menjadi panduan bagi mereka.Bahkan salah satu menteri dinasti Abbasiyah bernama Ahmad bin Khaqan, mengakui keutamaan akhlak dan keluruhan ilmu Imam Hasan Askari . Dia berkata, "Di Samarra, aku tidak melihat sosok seperti Hasan bin Ali. Dalam hal martabat, kesucian, dan kebesaran jiwa, aku tidak menemukan tandingannya. Meski ia seorang pemuda, Bani Hasyim lebih mengutamakannya dari kelompok tua di tengah mereka. Ia memiliki kedudukan yang sangat tinggi, yang dipuji oleh sahabat dan disegani musuhnya."

Semua kehormatan dan kemuliaan itu karena ketaatan Imam Askari as kepada Allah Swt dan kebersamaan beliau dengan kebenaran. Beliau berkata, "Tidak ada orang mulia yang menjauhi kebenaran kecuali dia akan terhina, dan tidak ada orang hina yang menerima kebenaran kecuali dia akan mulia dan terhormat."

Kedekatan dengan Tuhan dan sifat tawakkal merupakan keutamaan Ahlul Bait Nabi as dalam memikul beban penderitaan dan membuat mereka berkomitmen dalam memperjuangkan kebenaran. Manusia-manusia yang bertakwa dan taat, telah terbebas dari ikatan dan belenggu-belenggu hawa nafsu dan godaan duniawi. Mereka telah mencapai puncak kemuliaan akhlak.Rasulullah Saw dan Ahlul Baitnya adalah pribadi-pribadi sempurna yang menduduki puncak keluhuran akhlak. Mereka dengan ketaatan penuh di hadapan kekuasaan Tuhan, mencapai derajat spiritual yang tinggi konsisten dalam melawan kemusyrikan dan kekufuran serta membimbing masyarakat menuju jalan kebenaran. Dalam sirah Imam Askari as disebutkan bahwa beliau saat berada di penjara, menghabiskan seluruh waktunya dengan ibadah dan munajat kepada Tuhan. Pemandangan ini bahkan telah menyihir para sipir yang ditugaskan untuk mengawasi dan menyiksa beliau.

Beberapa pejabat dinasti Abbasiyah memerintahkan Saleh bin Wasif, kepala penjara untuk bersikap keras terhadap Imam Askari as. Mereka berkata kepada Wasif, "Tekan Abu Muhammad semampumu dan jangan biarkan ia menikmati kelonggaran!" Saleh bin Wasif menjawab, "Apa yang harus aku lakukan? Aku sudah menempatkan dua orang terkejam dari bawahanku untuk mengawasinya, keduanya sekarang tidak hanya menganggap Abu Muhammad sebagai seorang tahanan, tapi mereka juga mencapai kedudukan yang tinggi dalam ibadah, shalat, dan puasa."

Para pejabat tersebut kemudian memerintahkan Wasif untuk menghadirkan kedua algojonya itu. Mereka berkata kepada para algojo tersebut, "Celaka kalian! Apa yang telah membuat kalian lunak terhadap tahanan itu?" Mereka menjawab, "Apa yang harus kami katakan tentang seseorang yang hari-harinya dilewati dengan puasa dan seluruh malamnya dihabiskan dengan ibadah? Ia tidak melakukan pekerjaan lain kecuali beribadah dan bermunajat dengan Tuhannya. Setiap kali ia menatap kami, wibawa dan kebesarannya menguasai seluruh wujud kami."

Imam Askari as dalam sebuah riwayat menyinggung kedudukan orang-orang yang shalat, dan berkata, "Ketika seorang hamba beranjak ke tempat ibadah untuk menunaikan shalat, Allah berfirman kepada para malaikatnya, ?Apakah kalian tidak menyaksikan hamba-Ku bagaimana ia berpaling dari semua makhluk dan datang menghadap-Ku, sementara ia mengharapkan rahmat dan kasih sayang-Ku? Aku jadikan kalian sebagai saksi bahwa Aku khususkan rahmat dan kemuliaan-Ku kepadanya." Imam Askari as senantiasa mewasiatkan kepada para pengikutnya untuk memperpanjang sujud, dan berkata, "Aku wasiatkan kalian untuk bertakwa dalam agama kalian, dan berusaha karena Allah serta memperpanjang sujud."

Pengaruh pemikiran dan spiritualitas Imam Askari as membuat para penguasa Abbasiyah ketakutan. Oleh karena itu, mereka memutuskan untuk membunuhnya. Penguasa dinasti Abbasiyah akhirnya menyusun sebuah skenario untuk membunuh Imam Askari as. Beliau syahid setelah beberapa hari menahan rasa sakit akibat diracun musuhnya. Seorang pembantu Imam Askari as berkata, "Ketika beliau terbaring sakit dan sedang melewati detik-detik terakhir dari kehidupannya, beliau teringat bahwa waktu shalat subuh telah tiba. Beliau berkata, ?Aku ingin shalat.' Mendengar itu, aku langsung menggelar sajadah di tempat tidurnya. Abu Muhammad kemudian mengambil wudhu dan shalat subuh terakhir dilakukan dalam keadaan sakit dan selang beberapa saat, ruh beliau menyambut panggilan Tuhan." Inna lillahi wa inna ilahi rajiun.

Kini para pencinta Ahlul Bait Rasulullah Saw hingga kini terus menziarahi makam Imam Hasan Askari, dan membaca doa di kompleks pemakaman suci, meskipun situasi Samarra rentan terhadap ancaman musuh. Semoga Allah Swt menjadikan kita semua termasuk para peziarah dan pembela haram suci Ahlul Bait Rasulullah Saw. "Ya Allah, shalawat dan salam dilimpahkan kepada Nabi Muhammad Saw dan Ahlul Baitnya. Teriring salam bagi Imam Hasan bin Ali (Askari) yang telah menunjukkan jalan menuju agama-Mu, pembawa bendera hidayah, mata air ketakwaan, dan tambang akal, muara hikmah dan rahmah bagi umat. Wahai Imam yang terjaga dari dosa, wahai yang mewarisi ilmu kitab suci (al-Quran) yang dengannya menjadi pembeda antara hak dan batil. Salam bagimu, ya Imam Hasan Askari."

Pusat kebudayaan Republik Islam Iran di Kuala Lumpur menyampaikan rasa simpatinya kepada korban banjir di negarabagian timur laut Malaysia.

Akibat banjir besar akibat hujan deras dan gelombang pasang air laut di wilayah timur laut Malaysia, sedikitnya 21 orang tewas, 20 lainnya hilang dan ratusan ribu warga kehilangan rumah. Bencana ini tercatat paling parah selama 30 tahun terakhir.

Warga di lima negara bagian, Kelantan, Perak, Perlis, Trengganu dan Pahang Malaysia merupakan daerah terparah akibat hujan deras dan banjir.

Menurut laporan IRNA, Ali Akbar Ziyaie, atase kebudayaan Republik Islam Iran di Malaysia Jumat (2/1) merilis staemen menyatakan rasa simpati kepada para korban bencana banjir di negara ini serta berdoa semoga korban banjir yang mengalami cidera segera disembuhkan oleh Allah Swt.

Wakil Komandan Pangkalan Pertahanan Udara Khatamul Anbiya Republik Islam Iran mengatakan, kemampuan rudal-rudal Iran sebanding dengan ancaman-ancaman musuh.

"Kemampuan rudal Iran berjalan sebanding dengan berbagai ancaman, dan prestasi ini adalah hasil produksi dalam negeri seperti prestasi-prestasi Iran lainnya, "kata Brigadir Jenderal Ali Reza Sabahi, Wakil Komandan Pangkalan Udara Khatamul Anbiya di depan para staf pangkalan ini dan pertisipan dalam manuver militer dengan sandi "Muhammad Rasulullah (Saw)," Kamis (1/1) seperti dikutip IRNA.

Ia juga mengapresiasi kehadiran luas para staf Pangkalan Udara Khatamul Anbiya dan semua militer Iran yang berpartisipasi dalam manuver "Muhammad Rasulullah (Saw)" yang digelar selama sepekan.

Sabahi menambahkan, pertahanan udara militer Iran akan memantau gerakan musuh, dan angkatan bersenjata negara ini  memiliki agenda baik untuk menciptakan keseimbangan terkait hal ini.

Wakil Komandan Pangkalan Pertahanan Udara Khatamul Anbiya lebih lanjut menegaskan, identifikasi drone tercanggih dan pesawat-pesawat siluman oleh jaringan terpadu Pertahanan Udara Khatamul Anbiya menunjukkan kekuatan dan kemampuan yang diinginkan dari jaringan ini.

Militer Iran telah menggelar latihan besar-besaran dengan sandi "Muhammad Rasulullah (Saw)" selama sepekan yang berakhir pada 31 Desember 2014.

Prestasi-prestasi terbaru Iran di sektor militer dan pertahanan khususnya drone "bunuh diri" di tampilkan dalam manuver tersebut.

Relawan Basiji Sunni Iran dan guru Syiah gugur syahid dalam serangan teroris di provinsi Sistan va Baluchestan.

Serangan teror terjadi di kota Sarbaz Kamis malam (1/1), kata kepala polisi provinsi Brigadir Jenderal Hossein Rahimi.

"Tadi malam, dua pengendara sepeda motor bertopeng melancarkan serangan teroris di kota Sarbaz, menewaskan dua orang," kata komandan polisi, Jumat (2/1).

Dikatakannya bahwa korban pertama adalah relawan Basiji Sunni ditembak mati perjalanan pulang dari belanja, menambahkan bahwa serangan kedua terjadi ketika teroris menembaki guru Syiah sekitar 200 meter dari lokasi serangan pertama.

Orang-orang bersenjata melarikan diri setelah insiden teror.

Rahimi mengatakan bahwa polisi, pasukan dari Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) serta Kementerian Intelijen berusaha mengidentifikasi pelaku.

Provinsi Sistan va Baluchestan telah menjadi tempat sejumlah serangan teroris dalam beberapa tahun terakhir.(

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar menekankan pentingnya evaluasi realistis atas hasil-hasil dari upaya yang sudah dilakukan dalam menyebarluaskan budaya shalat.

Ayatullah Sayid Ali Khamenei dalam pesannya di pertemuan nasional tentang shalat ke-23 menyoroti upaya-upaya bernilai dalam menyebarluaskan budaya shalat.

Rahbar menekankan pentingnya evaluasi realistis atas hasil dari upaya-upaya ini dalam perilaku orang-orang yang melaksanakan shalat khususnya pemuda, juga evaluasi langkah para pejabat terkait dalam menyediakan fasilitas bagi masyarakat untuk menjalankan shalat.  

Dalam pesan yang dibacakan Hujatulislam Qaraati, Ketua Lembaga Pelaksanaan Shalat pada hari Rabu (31/12) di pertemuan nasional shalat yang digelar di Ahvaz, disebutkan, diselenggarakannya pertemuan tentang shalat adalah langkah penuh berkah dan konstruktif.

Akan tetapi supaya langkah bernilai ini semakin sempurna, harus dievaluasi secara realistis dan cerdas, selain itu ia memerlukan tekad yang kuat dan upaya terus-menerus.

Pertemuan nasional shalat dan upaya meningkatkan budaya masa kini ke-23 dibuka dengan dibacakannya pesan Rahbar dan akan berlangsung selama dua hari.

Seorang diplomat senior Iran mengatakan, Amerika Serikat berpura-pura memerangi kelompok teroris ISIS sebagai trik untuk memajukan kebijakannya di wilayah Timur Tengah.

"Faktanya adalah bahwa AS tidak bertindak untuk menghancurkan ISIS. Mereka bahkan tidak tertarik melemahkan ISIS, mereka hanya ingin mengelolanya," kata Deputi Menlu Iran untuk Urusan Arab dan Afrika, Hossein Amir-Abdollahian, seperti dikutip Press TV, Jumat (2/1/2015).

Sejak Agustus 2014, AS dan beberapa sekutunya telah melakukan serangan udara terhadap apa yang mereka sebut posisi ISIS di Irak. Beberapa anggota koalisi yang dipimpin AS juga mulai membombardir 'target ISIS'  di wilayah Suriah pada bulan September.

Akan tetapi, serangan tersebut sejauh ini gagal untuk menghancurkan kelompok teroris ISIS.

"Di medan tempur, di mana AS harus mengambil tindakan serius, tidak ada tindakan serius yang diambil. AS tidak berbuat apa-apa," kata Amir-Abdollahian.

Menurutnya, saban hari mereka mendukung ISIS, tapi di hari lain mereka melawan terorisme.

Kelompok ISIS mengontrol beberapa wilayah di Irak dan Suriah. Mereka terlibat dalam kejahatan terhadap kemanusiaan di kedua negara tersebut. ISIS telah meneror dan membunuh orang-orang dari semua lapisan masyarakat, termasuk Syiah, Sunni, Kurdi dan Kristen.

Kelompok oposisi Suriah yang didukung Barat memulai pertemuan tiga hari untuk membahas sejumlah isu termasuk, proposal perdamaian yang dimediasi Rusia untuk mengakhiri krisis di negara Arab itu.

Pada hari Jumat (2/1/2015), para anggota yang disebut Koalisi Nasional Suriah memulai pertemuan tertutup di Kota Istanbul. Demikian dilansir Press TV.

Menurut sejumlah laporan, berbagai isu akan menjadi agenda pertemuan Istanbul termasuk pemilihan presiden baru untuk kelompok oposisi Suriah dan usulan Rusia untuk menengahi perundingan antara pemerintah Damaskus dan oposisi yang didukung asing.

Sejauh ini belum jelas apakah oposisi Suriah akan mengambil bagian dalam pembicaraan damai yang ditengahi Kremlin atau tidak. Mereka menekankan bahwa setiap solusi untuk krisis Suriah mengharuskan pengunduran diri Presiden Bashar al-Assad dan pembentukan pemerintahan transisi. Pemerintah Damaskus menolak syarat tersebut.

Sementara itu, Presiden Assad menyuarakan dukungan atas upaya Rusia untuk memediasi perdamaian di Suriah.

Putaran terakhir perundingan antara delegasi pemerintah Suriah dan oposisi yang dimediasi PBB digelar pada Februari 2014 di Jenewa, Swiss. Pembicaraan itu berakhir tanpa hasil yang nyata.

Suriah telah bergulat dengan konflik berdarah sejak Maret 2011. Kekerasan yang dikobarkan oleh kelompok Takfiri sejauh ini telah menewaskan lebih dari 200.000 orang. Data baru menunjukkan bahwa lebih dari 76.000 orang termasuk ribuan anak-anak, tewas di Suriah tahun lalu.

Berdasarkan data PBB, lebih dari 7,2 juta warga Suriah juga menjadi pengungsi akibat krisis tersebut.

Seorang Senator senior Amerika Serikat menekankan dukungan tegas Kongres terhadap rezim Zionis Israel.

Sebagaimana dilaporkan AFP, Senator Republik Lindsey Graham, Jumat (2/1/2015) mengatakan, rakyat Iran perlu mengetahui bahwa sanksi terhadap mereka tidak akan dihapus dengan mudah.

Senator Graham adalah pendukung utama penerapan sanksi terhadap Republik Islam Iran.

Graham juga menekankan bahwa Kongres tidak akan mendukung pemberian sanksi terhadap Israel atas isu-isu seperti pemukiman, yang harus diselesaikan dalam negosiasi dengan Palestina.

"AS juga harus menjatuhkan sanksi kepada semua negara yang menyerukan sanksi terhadap Israel," tambahnya.

Dia mengklaim bahwa saat ini anggota Kongres dari Republik dan Demokrat sepakat bahwa sanksi telah menyeret Iran ke meja perundingan dan rakyat Iran perlu mengetahui sanksi tidak akan dicabut kecuali dicapai kesepakatan penting dalam masalah itu.

Jumat, 02 Januari 2015 00:00

AS Diam-diam Berusaha Mendekati Rusia

Pemerintahan Obama diam-diam berupaya untuk membangun hubungan baru dengan Rusia meskipun ketegangan meningkat antara Washington dan Moskow terkait krisis Ukraina.

Dalam sebuah laporan Bloomberg View, tiga pejabat senior pemerintah AS mengatakan bahwa Dewan Keamanan Nasional bulan lalu telah menyelesaikan tinjauan komprehensif tentang kebijakan AS terhadap Rusia. Demikian dikutip Press TV, Jumat (2/1/2015).

Menurut mereka, kajian itu mencakup beberapa pertemuan dan masukan-masukan dari Departemen Luar Negeri AS, Departemen Pertahanan dan instansi lainnya.

"Saya tidak berpikir bahwa perbaikan hubungan secara penuh mungkin dilakukan saat ini, tapi kita harus melihat apakah Rusia tertarik untuk memperbaiki hubungan atau tidak," kata seorang pejabat tinggi pemerintah.

"Presiden Barack Obama pada akhirnya akan mengambil keputusan untuk membahas cara-cara membangun kerjasama dengan Rusia di beberapa isu bilateral dan internasional serta menemukan solusi untuk krisis Ukraina," tambahnya.

Sumber tersebut mengatakan, Gedung Putih telah meminta seorang teman lama Presiden Rusia Vladimir Putin untuk membantu meningkatkan hubungan yang memburuk antara kedua negara.

Gedung Putih telah meminta mantan Menteri Luar Negeri Henry Kissinger untuk menelepon Putin dan membahas masalah itu secara langsung dengannya.

AS dan Uni Eropa memberlakukan serangkaian sanksi terhadap Rusia atas tuduhan bahwa Moskow memainkan peran dalam krisis di Ukraina Timur. Moskow telah berulang kali membantah tuduhan itu.

Obama telah menandatangani undang-undang sanksi baru terhadap Rusia pada 18 Desember lalu.