کمالوندی

کمالوندی

Sabtu, 24 Januari 2015 00:00

Dinamika Perundingan Nuklir Iran

Babak baru perundingan nuklir antara Iran dan AS di tingkat ahli digelar di Zurich, Swiss, sekitar sepekan setelah pertemuan Jenewa antara Iran kelompok 5+1. Bersamaan dengan pertemuan penting tersebut, Menlu Iran, Mohammad Javad Zarif bertemu dengan sejawatnya dari AS, John Kerry di sela-sela pertemuan Forum Ekonomi Dunia (WEF) ke-45 di Davos, Swiss. Kedua pejabat tinggi ini membahas tantangan tercapainya kesepakatan komprehensif mengenai masalah nuklir Iran.

Menlu Zarif Jumat malam (23/1) mengungkapkan hasil pertemuannya dengan Kerry mengenai isu seperti jumlah sentrifugal, metode pengayaan uranium, dan berbagai masalah lainnya.Kepala diplomasi Iran ini menegaskan bahwa sebagian organ pemerintah AS menghendaki tercapainya kesepakatan dengan Tehran. Meskipun demikian, diplomat senior Iran ini mengakui adanya sebagian pihak yang tidak menghendaki tercapainya kesepakatan dengan Tehran.

Statemen Menlu Iran tersebut menunjukkan sinyalemen penting mengenai keberadaan kubu di Washington yang menghendaki sanksi baru demi meningkatkan tekanan lebih besar terhadap pemerintah Iran. Padahal Iran dan kelompok 5+1 telah memperpanjang kesepakatan setelah tidak tercapai 24 November 2014 lalu.

Selama ini, Komite Urusan Publik AS-Israel, AIPAC yang merupakan salah satu kelompok lobi paling berpengaruh di Washington semakin intensif mendorong Kongres AS mengeluarkan undang-undang baru anti-Iran.Tapi pekan lalu, Presiden AS, Barack Obama menyatakan penentangannya terhadap sanksi baru terhadap Tehran. Obama menegaskan akan memveto RUU sanksi baru yang disodorkan Kongres, karena dinilai akan mengancam perundingan nuklir dengan Iran.

Tampaknya, terdapat dua arus utama yang berseberangan menyikapi masalah nuklir Iran. Di satu sisi, para ahli Iran dan kelompok 5+1 melanjutkan perundingan mengenai pembahasan teknis, hingga mencapai kesepakatan final yang disepakati kedua belah pihak. Tapi di sisi lain, muncul aksi untuk membatasi program pengayaan uranium Iran, sehingga menjadi sebuah program yang tidak penting, dan tetap mempertahankan sanksi untuk menjegal tercapainya kesepakatan nuklir komprehensif. Berlanjutnya masalah ini berdampak terhadap perundingan nuklir. Masalah ini juga menyebabkan tidak tercapainya kesepakatan kompherensif antara Iran dan kelompok 5+1 pada 24 November 2014 lalu.

Sejatinya, arogansi AS menjadi pemicu tidak tercapainya kesepakatan nuklir komprehensif. Sebagian analis politik berkeyakinan bahwa AS yang terus melanjutkan kebijakan ancamannya, termasuk sanksi terhadap Iran, terpaksa mundur selangkah dalam perundingan nuklir.

Pekan lalu, Deputi Menkeu AS urusan terorisme dan Intelejen Keuangan, David Cohen, mengatakan, "Meskipun kami tidak mendukung penerapan sanksi baru berkaitan dengan masalah nuklir yang dirundingkan.Tapi, statemen dan tindakan menunjukkan berlanjutnya penerapan sanksi,". Pernyataan pejabat Gedung Putih ini menunjukkan kebijakan jelas AS untuk mempertahankan struktur umum sanksi sebagai metode penekan Iran, dan AS berupaya untuk mempertahankan  sebagian sanksi dalam kondisi "ditangguhkan", dan bukan "dicabut".

Tujuan perundingan nuklir antara Iran dan kelompok 5+1 adalah mencapai kesepakatan nuklir komprehensif yang akan menjamin seluruh hak Iran di bidang nuklir, termasuk pencabutan seluruh saksi. Oleh karena itu, perundingan nuklir yang digelar baru-baru ini membahas masalah pencabutan penuh sanksi. Kini kesepakatan nuklir antara Iran dan kelompok 5+1 diperpanjang hingga Juli 2015 mendatang. Lebih penting dari itu, kesepakatan yang tercapai mengenai masalah ini, sebagaimana ditegaskan Menlu Iran, merupakan bentuk pengakuan terhadap hak bangsa Iran.

Jaksa Agung Iran menegaskan dijelaskannya berbagai dimensi pesan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar kepada para pemuda Barat dan Amerika Utara.

IRIB News (24/1) melaporkan, Hujatulislam Sayid Ebrahim Raeisi, Jaksa Agung Iran, Sabtu (24/1) dalam acara seminar nasional panitia perayaan Pekan Fajr Revolusi Islam di Tehran mengatakan, ÔÇ£Pesan Rahbar yang komprehensif dan penuh makna kepada para pemuda Eropa dan Amerika Utara memiliki banyak dimensi untuk dijelaskan, dan pihak-pihak yang kompeten harus menjelaskan dimensi-dimensi ini.ÔÇØ

Jaksa Agung Iran juga menilai masyarakat sebagai elemen terpenting kekuasaan dan keamanan nasional di Iran. ÔÇ£Negara-negara lain memasukkan kekuasaan militer, ekonomi dan ketergantungan pada kekuasaan-kekuasaan adidaya sebagai bagian dari elemen kekuasaan. Akan tetapi Iran menganggap masyarakat berbudaya dan sadar sebagai indikator kekuatan dan keamanan nasional terpenting yang dapat membuat musuh putus asa dan mundur,ÔÇØ paparnya.

Hujatulislam Raeisi menjelaskan, ÔÇ£Transformas terbaru di dunia khususnya upaya memecah belah para pengikut mazhab terutama Sunni dan Syiah, menciptakan kelompok-kelompok teroris dan penghinaan terhadap kesucian Nabi Muhammad Saw, merupakan satu rantai yang termasuk ke dalam program strategis imperialisme.ÔÇØ

Jaksa Agung Iran menuturkan, ÔÇ£Tujuan Barat dengan melakukan penghinaan atas Nabi Muhammad Saw adalah mengukur tingkat sensitivitas Dunia Islam sehingga mereka tahu apakah masyarakat mencintai Nabinya atau tidak. Dalam hal ini mereka harus waspada.ÔÇØ

Kantor berita Jerman (24/1) melaporkan, Jean Kahwaji, Komandan militer Lebanon, Jumat (23/1) dalam pertemuannya dengan keluarga tentara yang disandera teroris, mengatakan, ÔÇ£Keberadaan militer menepis kekhawatiran soal terjaganya Lebanon, akan tetapi semua pihak harus mendekat ke militer dan mendukungnya.ÔÇØ

Kahwaji juga menekankan urgensi independensi militer di seluruh wilayah Lebanon. ÔÇ£Militer Lebanon akan melaksanakan seluruh tugasnya dan para teroris sampai kapanpun tidak akan pernah berhasil mencapai tujuannya di negara ini,ÔÇØ katanya.

Komandan militer Lebanon terkait bentrok senjata yang terjadi antara militer dan teroris di wilayah Ras Baalbek, Timur lebanon menjelaskan, ÔÇ£Sekalipun transformasi kawasan telah menciptakan situasi sulit, namun militer, dengan pasukan, perlengkapan dan fasilitas yang dimilikinya selalu siaga.ÔÇØ

Kahwaji mengatakan bahwa militer Lebanon solid dan dapat menjalankan tugasnya. Ia menuturkan, ÔÇ£Para tentara Lebanon yang disandera teroris memainkan peran penting dalam melindungi tanah air.ÔÇØ

Komandan militer Lebanon itu menyebut situasi nasional kondusif dan menghimbau seluruh rakyat Lebanon untuk bangkit menghadapi terorisme.

Kahwaji melanjutkan, ÔÇ£Militer Lebanon sampai kapanpun akan menerima setiap program yang dapat membantu menyelamatkan para tentara sandera. Akan tetapi masalah ini tidak boleh menjadi alasan untuk bahan taruhan media dan politik.ÔÇØ

 

Ia juga memuji upaya pasukan Lebanon dalam menghadapi para teroris pada hari Jumat (23/1) yang menewaskan dan melukai sejumlah aparat keamanan.

Gedung Putih memprotes kunjungan mendatang Perdana Menteri rezim Zionis Israel ke Amerika Serikat.

Tasnim News (24/1) mengutip Fox News melaporkan, di saat Benyamin Netanyahu, PM Israel menyampaikan maksudnya untuk berkunjung ke Amerika, Josh Earnest, Juru Bicara Gedung Putih secara terbuka menilai langkah ini sebagai pelanggaran protokoler.

Ia juga mengatakan, ÔÇ£Barack Obama, Presiden Amerika tidak akan menemui Benyamin Netanyahu.ÔÇØ

Netanyahu direncanakan berkunjung ke Amerika dan berpidato di Kongres bulan Maret mendatang atas undangan John Boehner, Ketua Parlemen Amerika.

Kunjungan Netanyahu ke Amerika dapat menjadi peluang bagi dirinya untuk mendorong anggota Kongres menjatuhkan sanksi baru terhadap Iran.

Padahal Obama berulang kali memperingatkan akan memveto langkah-langkah semcam ini. Obama percaya penjatuhan sanksi-sanksi baru atas Iran pada kondisi seperti sekarang ini akan merugikan perundingan nuklir.

Di tengah protes luas Muslimin dunia, Charlie Hebdo tetap menerbitkan edisi terbarunya dengan sampul bergambar karikatur Nabi Muhammad Saw lebih dari tujuh juta eksemplar.

Fars News (24/1) melaporkan, surat kabar Perancis Le Figaro menulis, perusahaan MLP, distributor majalah mingguan satir Charlie Hebdo, Jumat (24/1) mengumumkan, ÔÇ£Edisi terbaru Charlie Hebdo bertema ÔÇ£orang-orang yang selamatÔÇØ dengan gambar karikatur Nabi Muhammad Saw dicetak ulang dan oplahnya melampaui tujuh juta ekslempar.ÔÇØ

Menurut perusahaan distributor ini, hingga akhir Sabtu, tujuh juta eksemplar majalah Charlie Hebdo edisi terbaru berhasil dipasarkan dan sejak Senin lalu 300 ribu eksemplar dicetak.

Dua pekan lalu Charlie Hebdo menerbitkan karikatur menghina Nabi Muhammad Saw dan sepekan setelahnya kembali melakukan penghinaan yang sama dalam lima juta eksemplar. Langkah ini spontan memicu kemarahan Dunia Islam dan Muslimin dari seluruh penjuru dunia.

Kantor majalah satir Charlie Hebdo yang kerap menerbitkan karikatur-karikatur menghina tokoh-tokoh yang dihormati Islam khususnya Nabi Muhammad Saw, beberapa waktu lalu diserang orang bersenjata. Akibatnya 12 orang termasuk dua polisi tewas.

Oplah majalah ini biasanya hanya mencapai beberapa ribu eksemplar saja, namun dewan direksi berusaha meningkatkan oplah majalah tersebut.

Jumat, 02 Januari 2015 00:00

Tafsir Al-Quran, Surat Al-Isra Ayat 11-14

Ayat ke 11

┘ê┘Ä┘è┘ÄÏ»┘ÆÏ╣┘ŠϺ┘ä┘ÆÏÑ┘É┘å┘ÆÏ│┘ÄϺ┘å┘Å Ï¿┘ÉϺ┘äÏ┤┘æ┘ÄÏ▒┘æ┘É Ï»┘ÅÏ╣┘ÄϺÏí┘Ä┘ç┘Å Ï¿┘ÉϺ┘ä┘ÆÏ«┘Ä┘è┘ÆÏ▒┘É ┘ê┘Ä┘â┘ÄϺ┘å┘Ä Ïº┘ä┘ÆÏÑ┘É┘å┘ÆÏ│┘ÄϺ┘å┘Å Ï╣┘Äϼ┘Å┘ê┘ä┘ïϺ (11)

Artinya:

Dan manusia mendoa untuk kejahatan sebagaimana ia mendoa untuk kebaikan. Dan manusia bersifat tergesa-gesa. (17: 11)

Dalam al-Quran, disebutkan banyak kriteria negatif yang dinisbatkan kepada manusia seperti tergesa-gesa dan kekikiran yang ini semua hanya untuk orang-orang yang tidak terbimbing. Yakni jika manusia tidak terdidik dengan benar, kriteria tersebut akan muncul dan semua ini menunjukkan kecenderungan materialistik manusia.

Ayat ini menyebutkan bahwa manusia selalu rakus mengejar keuntungan dan dalam banyak kasus manusia mengambil keputusan secara tergesa-gesa tanpa mempertimbangkan berbagai sisi. Ini semua menunjukkan bahwa manusia cenderung untuk tergesa-gesa dalam mengambil keputusan. Selain tidak memiliki banyak manfaat, sikap tersebut justru merugikan dan menimbulkan keburukan. Pada hakikatnya manusia selalu menginginkan kebaikan namun karena mengambil keputusan secara tergesa-gesa, maka yang didapatkan justru keburukan.

Dari ayat tadi terdapat dua pelajaran yang dapat dipetik:ÔÇÄ

1. Secara fitrah, manusia menginginkan kebaikan. Namun ketergesa-gesaan dalam mengambil keputusan dan tidak mempertimbangkan banyak hal, membuat manusia keliru menilai keburukan sebagai hal yang bermanfaat baginya. Dan manusia berusaha keras untuk menggapainya.

2. Tergesa-gesa dan buru-buru, merupakan cela dari keputusan dan sikap manusia, karena hal itu akan menghancurkannya sendiri.

 

Ayat ke 12

┘ê┘Äϼ┘ÄÏ╣┘Ä┘ä┘Æ┘å┘ÄϺ Ϻ┘ä┘ä┘æ┘Ä┘è┘Æ┘ä┘Ä ┘ê┘ÄϺ┘ä┘å┘æ┘Ä┘ç┘ÄϺÏ▒┘Ä Ïó┘Ä┘è┘ÄϬ┘Ä┘è┘Æ┘å┘É ┘ü┘Ä┘à┘ÄÏ¡┘Ä┘ê┘Æ┘å┘ÄϺ Ïó┘Ä┘è┘ÄÏ®┘Ä Ïº┘ä┘ä┘æ┘Ä┘è┘Æ┘ä┘É ┘ê┘Äϼ┘ÄÏ╣┘Ä┘ä┘Æ┘å┘ÄϺ Ïó┘Ä┘è┘ÄÏ®┘Ä Ïº┘ä┘å┘æ┘Ä┘ç┘ÄϺÏ▒┘É ┘à┘ÅÏ¿┘ÆÏÁ┘ÉÏ▒┘ÄÏ®┘ï ┘ä┘ÉϬ┘ÄÏ¿┘ÆÏ¬┘ÄÏ║┘Å┘êϺ ┘ü┘ÄÏÂ┘Æ┘ä┘ïϺ ┘à┘É┘å┘Æ Ï▒┘ÄÏ¿┘æ┘É┘â┘Å┘à┘Æ ┘ê┘Ä┘ä┘ÉϬ┘ÄÏ╣┘Æ┘ä┘Ä┘à┘Å┘êϺ Ï╣┘ÄÏ»┘ÄÏ»┘Ä Ïº┘äÏ│┘æ┘É┘å┘É┘è┘å┘Ä ┘ê┘ÄϺ┘ä┘ÆÏ¡┘ÉÏ│┘ÄϺϿ┘Ä ┘ê┘Ä┘â┘Å┘ä┘æ┘Ä Ï┤┘Ä┘è┘ÆÏí┘ì ┘ü┘ÄÏÁ┘æ┘Ä┘ä┘Æ┘å┘ÄϺ┘ç┘ŠϬ┘Ä┘ü┘ÆÏÁ┘É┘è┘ä┘ïϺ (12)

Artinya:

Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda, lalu Kami hapuskan tanda malam dan Kami jadikan tanda siang itu terang, akar kami mencari karunia dari Tuhanmu, dan supaya kami mengetahui bilangan tahun-tahun dan perhitungan. Dan segala sesuatu telah Kami terangkan dengan jelas. (17: 12)

Melanjutkan pembahasan ayat sebelumnya, ayat ini menjelaskan bahwa Allah Swt menciptakan dunia ini berdasarkan tata tertib, hikmah, ukuran, dan aturan yang sangat terperinci. Siang dan malam, masing-masing muncul tepat pada waktunya dan berdasarkan jadwal yang teratur. Manusia juga harus menjalani hidup berdasarkan program yang teratur dan terencana sehingga dapat mensyukuri seluruh rejeki dan nikmat Allah dengan memanfaatkannya dengan benar. Namun jika manusia mengambil keputusan tergesa-gesa tanpa dibekali pengetahuan yang benar tentang aturan dan ketertiban dalam penciptaan, selain tidak dapat menggapai manfaat dan kebaikan, manusia justru akan terjerumus pada keburukan.

Dari ayat tadi terdapat dua pelajaran yang dapat dipetik:ÔÇÄ

1. Putaran bumi pada porosnya serta terbitnya siang dan malam, semuanya adalah karena kehendak Allah Swt dan itu semua adalah demi kebaikan umat manusia.

2. Hidayah dan rahmat dari Allah Swt, merupakan persiapan bagi limpahan nikmat Allah. Namun dalam hal ini, manusia juga harus berupaya untuk menggapainya.

 

Ayat ke 13-14

┘ê┘Ä┘â┘Å┘ä┘æ┘Ä ÏÑ┘É┘å┘ÆÏ│┘ÄϺ┘å┘ì Ïú┘Ä┘ä┘ÆÏ▓┘Ä┘à┘Æ┘å┘ÄϺ┘ç┘Å ÏÀ┘ÄϺϪ┘ÉÏ▒┘Ä┘ç┘Å ┘ü┘É┘è Ï╣┘Å┘å┘Å┘é┘É┘ç┘É ┘ê┘Ä┘å┘ÅÏ«┘ÆÏ▒┘Éϼ┘Å ┘ä┘Ä┘ç┘Å ┘è┘Ä┘ê┘Æ┘à┘Ä Ïº┘ä┘Æ┘é┘É┘è┘ÄϺ┘à┘ÄÏ®┘É ┘â┘ÉϬ┘ÄϺϿ┘ïϺ ┘è┘Ä┘ä┘Æ┘é┘ÄϺ┘ç┘Å ┘à┘Ä┘å┘ÆÏ┤┘Å┘êÏ▒┘ïϺ (13) Ϻ┘é┘ÆÏ▒┘ÄÏú┘Æ ┘â┘ÉϬ┘ÄϺϿ┘Ä┘â┘Ä ┘â┘Ä┘ü┘Ä┘ë Ï¿┘É┘å┘Ä┘ü┘ÆÏ│┘É┘â┘Ä Ïº┘ä┘Æ┘è┘Ä┘ê┘Æ┘à┘Ä Ï╣┘Ä┘ä┘Ä┘è┘Æ┘â┘Ä Ï¡┘ÄÏ│┘É┘èÏ¿┘ïϺ (14)

Artinya:

Dan tiap-tiap manusia itu telah Kami tetapkan amal perbuatannya (sebagaimana tetapnya kalung) pada lehernya. Dan Kami keluarkan baginya pada hari kiamat sebuah kitab yang dijumpainya terbuka. (17: 13)

"Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini sebagai penghisab terhadapmu". (17: 14)

Ayat ini mengingatkan manusia akan Hari Kiamat. Pada hakikatnya ayat ini merupakan lanjutan dari ayat sebelumnya yang menjelaskan bahwa dunia bukan akhir perjalanan manusia, sehingga seluruh tujuannya hanya terfokuskan pada kepentingan duniawi saja. Melainkan catatan seluruh amal perbuatan akan dikalungkan di leher manusia. Di Hari Kiamat kelak, seluruh catatan amal perbuatan manusia akan terbuka dan dapat disaksikan oleh orang lain. Kelak manusia harus mempertanggung jawabkan seluruh perbuatannya.

Yang penting untuk diperhatikan adalah bahwa catatan amal perbuatan manusia sedemikian jelas sehingga tidak diperlukan lagi hakim atau pengadilan untuk membuktikan seluruh dakwaan. Setiap manusia akan menjadi hakim untuk dirinya sendiri dan ia akan menyadari seperti apa nasibnya.

Dari dua ayat tadi terdapat tiga pelajaran yang dapat dipetik:ÔÇÄ

1. Amal perbuatan setiap manusia bukan hanya diperhitungkan di dunia saja melainkan juga di akhirat. Catatan tersebut akan selalu menyertainya. Kebaikan dan keburukan nasib akan ditentukan oleh amal perbuatan manusia itu sendiri.

2. Apa yang keluar dari manusia baik perilaku maupun ucapan. Akan dicatat di dunia ini dan akan disodorkan bak rapor di Hari Kiamat kelak.

3. Kiamat adalah satu-satunya pengadilan yang orang-orang yang bersalah tidak dapat mengingkari perbuatannya. 

Jumat, 02 Januari 2015 00:00

Tafsir Al-Quran, Surat Al-Isra Ayat 7-10

Ayat ke 7

ÏÑ┘É┘å┘Æ Ïú┘ÄÏ¡┘ÆÏ│┘Ä┘å┘ÆÏ¬┘Å┘à┘Æ Ïú┘ÄÏ¡┘ÆÏ│┘Ä┘å┘ÆÏ¬┘Å┘à┘Æ ┘ä┘ÉÏú┘Ä┘å┘Æ┘ü┘ÅÏ│┘É┘â┘Å┘à┘Æ ┘ê┘ÄÏÑ┘É┘å┘Æ Ïú┘ÄÏ│┘ÄÏú┘ÆÏ¬┘Å┘à┘Æ ┘ü┘Ä┘ä┘Ä┘ç┘ÄϺ ┘ü┘ÄÏÑ┘ÉÏ░┘ÄϺ ϼ┘ÄϺÏí┘Ä ┘ê┘ÄÏ╣┘ÆÏ»┘ŠϺ┘ä┘ÆÏó┘ÄÏ«┘ÉÏ▒┘ÄÏ®┘É ┘ä┘É┘è┘ÄÏ│┘Å┘êÏí┘Å┘êϺ ┘ê┘Åϼ┘Å┘ê┘ç┘Ä┘â┘Å┘à┘Æ ┘ê┘Ä┘ä┘É┘è┘ÄÏ»┘ÆÏ«┘Å┘ä┘Å┘êϺ Ϻ┘ä┘Æ┘à┘ÄÏ│┘ÆÏ¼┘ÉÏ»┘Ä ┘â┘Ä┘à┘ÄϺ Ï»┘ÄÏ«┘Ä┘ä┘Å┘ê┘ç┘Å Ïú┘Ä┘ê┘æ┘Ä┘ä┘Ä ┘à┘ÄÏ▒┘æ┘ÄÏ®┘ì ┘ê┘Ä┘ä┘É┘è┘ÅϬ┘ÄÏ¿┘æ┘ÉÏ▒┘Å┘êϺ ┘à┘ÄϺ Ï╣┘Ä┘ä┘Ä┘ê┘ÆÏº Ϭ┘ÄϬ┘ÆÏ¿┘É┘èÏ▒┘ïϺ (7)

Artinya:

Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri, dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (Kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam masjid, sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai. (17: 7)

Sebelumnya telah disebutkan bagaimana Allah mengabarkan Bani Israil telah dua kali berbuat kerusakan di muka bumi. Dan setiap kali berbuat kerusakan Allah menjadikan kaum yang lebih kuat menguasai mereka. Kaum ini menghancurkan rumah dan tanah pertanian mereka. Ayat ini kembali mengulangi singgungan Allah sebelumnya.

Ayat menyebutkan, ÔÇ£Dunia yang ditinggali adalah dunia aksi dan reaksi. Bila kalian berbuat baik, niscaya kebaikan pula yang akan kalian saksikan dan bila keburukan yang kalian lakukan, maka keburukan pula yang akan kalian terima. Kalian telah berbuat satu kerusakan di muka bumi dan akibatnya telah kalian rasakan, namun sayangnya kalian tidak mengambil pelajaran dan kembali berbuat kerusakan. Oleh karena itu kalian harus menanti kali ini sebuah kaum akan mengalahkan dan membuat kalian terhina. Kaum tersebut akan mengambil kembali Masjidul Aqsa dan menguasai kalian.ÔÇØ

Mengenai detil peristiwanya dan kapan terjadinya tidak disebutkan dalam ayat-ayat al-Quran. Karena yang terpenting dari pelbagai peristiwa sejarah adalah pelajaran yang dapat diambil oleh semua orang dan bangsa. Semua harus tahu betapa kekafiran tidak akan dibiarkan begitu saja tanpa sangsi. Kerusakan yang dilakukan di atas bumi juga akan mendapat balasannya langsung di bumi.

Dari ayat tadi terdapat dua pelajaran yang dapat dipetik:ÔÇÄ

1. Perbuatan buruk dan baik yang kita lakukan tidak akan merugikan atau menguntungkan Allah dan perlu dicamkan hasilnya kembali kepada diri kita sendiri.

2. Sunnah ilahi tetap dan konstan terkait sejarah dan masyarakat. Setiap orang yang melakukan kerusakan bakal binasa.

 

Ayat ke 8

Ï╣┘ÄÏ│┘Ä┘ë Ï▒┘ÄÏ¿┘æ┘Å┘â┘Å┘à┘Æ Ïú┘Ä┘å┘Æ ┘è┘ÄÏ▒┘ÆÏ¡┘Ä┘à┘Ä┘â┘Å┘à┘Æ ┘ê┘ÄÏÑ┘É┘å┘Æ Ï╣┘ÅÏ»┘ÆÏ¬┘Å┘à┘Æ Ï╣┘ÅÏ»┘Æ┘å┘ÄϺ ┘ê┘Äϼ┘ÄÏ╣┘Ä┘ä┘Æ┘å┘ÄϺ ϼ┘Ä┘ç┘Ä┘å┘æ┘Ä┘à┘Ä ┘ä┘É┘ä┘Æ┘â┘ÄϺ┘ü┘ÉÏ▒┘É┘è┘å┘Ä Ï¡┘ÄÏÁ┘É┘èÏ▒┘ïϺ (8)

Artinya:

Mudah-mudahan Tuhanmu akan melimpahkan rahmat(Nya) kepadamu dan sekiranya kamu kembali kepada (kedurhakaan), niscaya Kami kembali (mengazabmu) dan Kami jadikan neraka jahannam penjara bagi orang-orang yang tidak beriman. (17: 8)

Sebagai kelanjutan ayat sebelumnya, ayat ini mengatakan, ÔÇ£Jangan pernah berputus asa dari rahmat Allah dan senantiasa mengharapkan rahmat-Nya. Bila kalian telah melakukan kerusakan di muka bumi, tetaplah berharap semoga rahmat Allah meliputimu. Namun bila kalian tetap melakukan kerusakan, ketahuilah rahmat Allah akan ditarik dari kalian dan selain menemui kebinasaan di dunia, kalian juga bakal di siksa di neraka jahannam dengan siksaan yang pedih.ÔÇØ

Dari ayat tadi terdapat dua pelajaran yang dapat dipetik:ÔÇÄ

1. Prinsip hubungan Allah dengan hamba-hamba-Nya adalah rahmat dan cinta. Namun semua itu akan berubah bila hamba-hamba-Nya menghancurkan prinsip ini.

2. Di sisi kabar gembira dan rahmat selalu ada peringatan dan ini satu hal yang mutlak diperlukan demi menjelaskan akibat dari perbuatan merusak.

 

Ayat ke 9-10

ÏÑ┘É┘å┘æ┘Ä ┘ç┘ÄÏ░┘ÄϺ Ϻ┘ä┘Æ┘é┘ÅÏ▒┘ÆÏó┘Ä┘å┘Ä ┘è┘Ä┘ç┘ÆÏ»┘É┘è ┘ä┘É┘ä┘æ┘ÄϬ┘É┘è ┘ç┘É┘è┘Ä Ïú┘Ä┘é┘Æ┘ê┘Ä┘à┘Å ┘ê┘Ä┘è┘ÅÏ¿┘ÄÏ┤┘æ┘ÉÏ▒┘ŠϺ┘ä┘Æ┘à┘ÅÏñ┘Æ┘à┘É┘å┘É┘è┘å┘Ä Ïº┘ä┘æ┘ÄÏ░┘É┘è┘å┘Ä ┘è┘ÄÏ╣┘Æ┘à┘Ä┘ä┘Å┘ê┘å┘Ä Ïº┘äÏÁ┘æ┘ÄϺ┘ä┘ÉÏ¡┘ÄϺϬ┘É Ïú┘Ä┘å┘æ┘Ä ┘ä┘Ä┘ç┘Å┘à┘Æ Ïú┘Äϼ┘ÆÏ▒┘ïϺ ┘â┘ÄÏ¿┘É┘èÏ▒┘ïϺ (9) ┘ê┘ÄÏú┘Ä┘å┘æ┘Ä Ïº┘ä┘æ┘ÄÏ░┘É┘è┘å┘Ä ┘ä┘ÄϺ ┘è┘ÅÏñ┘Æ┘à┘É┘å┘Å┘ê┘å┘Ä Ï¿┘ÉϺ┘ä┘ÆÏó┘ÄÏ«┘ÉÏ▒┘ÄÏ®┘É Ïú┘ÄÏ╣┘ÆÏ¬┘ÄÏ»┘Æ┘å┘ÄϺ ┘ä┘Ä┘ç┘Å┘à┘Æ Ï╣┘ÄÏ░┘ÄϺϿ┘ïϺ Ïú┘Ä┘ä┘É┘è┘à┘ïϺ (10)

Artinya:

Sesungguhnya Al-Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar. (17: 9)

Dan sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, Kami sediakan bagi mereka azab yang pedih. (17: 10)

Dengan berakhirnya ayat-ayat yang membicarakan tentang Bani Israil, ayat yang baru saja kita simak bersama menyinggung posisi al-Quran dalam memberi hidayah kepada manusia. Ayat ini menyebutkan, ÔÇ£Metode hidayah yang dipakai al-Quran merupakan cara yang konstan dan kokoh, tidak akan terpengaruh ruang dan waktu. Jelas, firman Allah dan ucapan Pencipta sangat kokoh dan solid, di mana tidak ada yang mampu merusaknya. Pengetahuan dan hakikat konstan ilahi yang termanisfestasi dalam bentuk ayat-ayat al-Quran di sampaikan kepda manusia dalam bentuknya yang paling sempurna. Karena tujuannya adalah menunjuki manusia kepada kebahagiaan. Dengan demikian, demi menuntun manusia, tidak ada yang kurang dalam al-Quran dan apa saja yang dibutuhkan manusia demi meraih hidayah ilahi telah disiapkan Allah dalam al-Quran.ÔÇØ

Sangat alami bila manusia diciptakan bebas memanfaatkan hakikat dan ajaran al-Quran. Sekelompok orang menerimanya dan berbuat berdasarkan al-Quran. Kelompok manusia ini bakal memanfaatkan hasil konstruktifnya di dunia dan di akhirat. Namun ada sekelompok lain yang mengingkari dan bahkan memusuhi al-Quran. Mereka mendustakan ayat-ayat al-Quran dan mengikuti hawa nafsunya. Tentu saja kelompok kedua ini akan menepis hidayah ilahi yang berujung pada kesesatan mereka. Kelompok ini akan menyaksikan balasan atas pengingkaran mereka baik di dunia dan di akhirat.

Dari dua ayat tadi terdapat tiga pelajaran yang dapat dipetik:ÔÇÄ

1.Hidayah al-Quran berdasarkan logika yang kokoh dan tidak ada tempat bagi khurafat dan ilusi.

2. Al-Quran adalah kitab yang abadi dan untuk semua. Ajaran-ajarannya tidak dikhususkan bagi sebuah kaum atau bahasa saja.

3. Termasuk tanda-tanda rahmat ilahi adalah diturunkannya kitab penunjuk manusia. Dalam memanfaatkan rahmat tak terbatas ini kembali pada keinginan dan tekad manusia; iman dan kufur yang akan berujung pada surga atau neraka.

Jumat, 02 Januari 2015 00:00

Abdul Mutthalib Wafat

Tanggal 10 Rabiul Awal 45 tahun sebelum Hijrah, Abdul Muthalib, kakek Rasulullah Saw , meninggal dunia di Mekah.

Beliau adalah pembesar kaum Quraisy pada masa sebelum lahirnya Islam. Abdul Muthalib adalah pengurus Ka'bah dan pemberi air serta makanan kepada para peziarah Ka'bah.

Pekerjaan ini merupakan pekerjaan yang amat dihormati dan karena itulah keluarga Abdul Muthalib memiliki posisi yang tinggi tengah masyarakatnya. Anak Abdul Muthalib di antaranya adalah Abdullah, ayah Rasulullah Saw dan Abu Thalib, paman Rasulullah.

Jumat, 02 Januari 2015 00:00

Rasulullah Saw Menikah dengan Khadijah

Tanggal 10 Rabiul Awal 28 tahun sebelum Hijrah, Muhammad Saw menikah dengan Khadijah binti Khuwailid, seorang bangsawan kaya di kota Mekah.

Khadijah dikenal sebagai perempuan yang suci dan beriman sehingga dijuluki dengan nama Thahirah atau suci. Setelah Muhammad Saw diangkat Allah sebagai Rasul-Nya, Khadijah-lah perempuan pertama yang beriman kepada Islam. Setelah itu, seluruh beliau menyumbangkan seluruh hartanya demi penyebaran Islam.

Kesetiaan dan pengabdian Khadijah kepada Rasulullah sedemikian besarnya sehingga bertahun-tahun setelah Khadijah meninggal, Rasulullah masih terus mengenangnya dan menyebut-nyebut kebaikannya.

Jumat, 02 Januari 2015 00:00

9 Dey: Sebuah Epik Memuat Pesan Global

Dalam sejarah Revolusi Islam Iran, tercatat hari-hari penting dan bersejarah yang memiliki nilai politik sangat tinggi. Partisipasi rakyat Iran dalam pawai akbar 9 Dey tahun 1388 Hijriah Shamsiah, atau bertepatan dengan 30 Desember 2009, merupakan salah satu di antara hari-hari tersebut. Rakyat Iran turun ke jalan-jalan mereaksi rangkaian gerakan fitnah pasca pilpres periode ke-10 Republik Islam Iran. Gerakan kolosal itu mampu mengakhiri fitnah yang memiliki dimensi luas, karena di sela-sela fitnah yang dikenal juga dengan ÔÇ£Fitnah 88ÔÇØ itu, terekam jejak Amerika Serikat dan Inggris, baik secara nyata maupun terselubung, yang beraktivitas melalui berbagai kedutaan besar Barat.

Gerakan distorsif pasca pemilu yang keluar dari jalur hukum dan mekanisme yang telah ditentukan di Republik Islam Iran, praktis menimbulkan berbagai peristiwa tidak menyenangkan pasca pemilu dalam bentuk keributan di jalan-jalan, yang sampai pada puncaknya dengan penistaan sakralitas hari-hari duka di bulan Muharram khususnya pada hari Asyura.

Dari satu sisi, di antara elemen utama pembentukan gerakan bersejarah 9 Dey, adalah spontanitas kebangkitan dan partisipasi masyarakat yang menjunjung tinggi agama dan lahirnya kembali solidaritas dan persatuan rakyat Iran. Animo epik rakyat Iran dalam pawai akbar 9 Dey dan kecaman mereka terhadap gerakan menyimpang, serta pernyataan lepas diri dari para perusak dalam masyarakat dan para penista nilai-nilai agama itu, merupakan pelajaran besar bagi musuh sekaligus menggagalkan seluruh makar mereka.

Partisipasi sadar rakyat Iran dalam pawai akbar 9 Dey, yang berporos pada persatuan dan wilayah (kepemimpinan), menunjukkan kedewasaan politik rakyat Iran menghadapi fitnah musuh. Ini juga menjadi bukti bahwa Republik Islam memiliki kekuatan besar yaitu persatuan rakyatnya dalam menghadapi perang lunak dan berbagai interferensi dari pihak musuh.

Dari sisi politik, terdapat berbagai elemen yang berperan dalam pembentukan epik 9 Dey, yang jika dikategorikan secara keseluruhan, elemen-elemen itu berasal dari dua sumber internal dan eksternal. Pada saat yang sama, memiliki keterkaitan jelas dan berarti antara dua faktor tersebut.

Dengan menelusuri secara global berbagai peristiwa pasca pilpres periode ke-10 Iran, akan tampak jelas bahwa gerakan epik 9 Dey pada hakikatnya adalah reaksi terhadap berbagai rangkaian peristiwa yang sebenarnya bukan hal baru di Iran. Karena di sela-sela peristiwa pasca pemilu tersebut, terdapat gerakan-gerakan fitnah dan kudeta lunak dengan menggunakan kedok protes atas kecurangan dalam penghitungan suara yang merugikan kandidat kalah (Hossein Mousavi).

Gerakan ini mendapat dukungan luas dari jaringan satelit dan pemberitaan asing. Tujuannya adalah mengubah partisipasi 85 persen rakyat dalam pemilu menjadi panggung pementasan yang mereka istilahkan dengan ÔÇ£protes sipil dan politikÔÇØ dengan memilah-milah pemikiran dan golongan dalam masyarakat Iran.

Cara-cara seperti ini yang masuk dalam kategori kudeta lunak, sebelumnya muncul di sejumlah negara dengan nama dan sebutan seperti revolusi berwarna atau revolusi beludru. Pola perilaku abnormal dalam gerakan fitnah dengan mengkiblat pada revolusi beludru, dalam kerangka gerakan yang telah terorganisir untuk menghancurkan nilai-nilai agama serta penistaan sakralitas pada hari Asyura, menunjukkan bahwa gerakan ini terekayasa. Dalam hal ini, pusat-pusat think-tank, media massa dan kedutaan besar Barat, adalah sentra-sentra yang mengikuti semua gerakan dari dalam fitnah itu.

Pelaksanaan IranÔÇÖs Closed Fist oleh Brookings Institution yang berbasis di Amerika Serikat menunjukkan bahwa Fitnah 88 pada hakikatnya adalah proyek ter-upgrade dari gerakan yang digulirkan tahun-tahun sebelumnya dengan perencanaan matang dan rapi pihak-pihak asing. Dalam hal ini sejumlah analis Barat menulis berbagai artikel tentang ÔÇ£Revolusi Lunak di IranÔÇØ dan bahkan mereka juga menguak dukungan finansial dan konsultatif Barat.

Barat beranggapan bahwa untuk menggulirkan proyek penggulingan pemerintahan Islam dari dalam, mereka perlu kondisi internal yang kondusif dan oleh karena itu mereka merencanakan fitnah dan masa pemilu dinilai sebagai waktu yang paling tepat untuk hal ini. Proyek besar itu dimulai untuk menggulingkan pemerintahan Republik Islam Iran dan melukai afeksi rakyat Muslim Iran dan pada akhirnya ditujukan untuk menyoal pokok pemilu di Iran.

Proyek-proyek yang telah digulirkan di lembaga-lembaga Barat dalam beberapa tahun mendekati tahun 2009 menunjukkan bahwa terdapat sekitar 60 lembaga dan organisasi yang beraktivitas berkaitan dengan ÔÇ£perang lunak di IranÔÇØ. Markas penginformasian intelijen dan terorisme yang berafiliasi dengan Dinas Rahasia Israel (Mossad) termasuk di antara lembaga-lembaga yang memonitor transformasi dan pemberitaan pasca pilpres periode ke-10 Iran. Seluruh data dan informasi yang terkumpul dipublikasikan dalam laporan bertajuk ÔÇ£Spot Light on IranÔÇØ.

Lembaga ini dalam laporan strategisnya pada 28 Khordad 1388 atau Juni 2009, menilai situasi di Iran kondusif dan menawarkan berbagai mekanisme untuk meningkatkan instabilitas di Iran. Sebagian dari mekanisme tersebut disebutkan pada sebuah laman dengan tajuk, ÔÇ£Para Pemimpin Israel Mendukung Kebangkitan Rakyat Iran.ÔÇØ

Dukungan terhadap Fitnah 88 berdasarkan pada asumsi bahwa skenario kudeta terhadap Iran harus mengandalkan elemen dalam negeri dengan format perang lunak. Berdasarkan teori ini, pendanaan untuk gerakan-gerakan perusak tatanan di dalam negeri Iran menjadi fokus perhatian yang akhirnya memuncak dalam fitnah pasca pilpres. Akan tetapi peritungan itu gagal.

Mungkin karena alasan itulah sejumlah media seperti Washington Post dan Wall Street Journal menolak terjadinya kecurangan dalam pemilu Iran dan mengakui keabsahan hasil pemilu Republik Islam. Paul Roberts, mantan wakil Menteri Keuangan Amerika Serikat dalam hal ini mengatakan, ÔÇ£Kecurangan dalam pemilu Iran adalah kebohongan dan semua kekacauan yang terjadi di Iran pasca pilpres, adalah makar Amerika Serikat untuk menyudutkan dan mencoreng kredibilitas Iran.

Akan tetapi, rakyat Iran dengan terjun ke medan tepat waktu dan secara sadar dalam mewujudkan epik politik historis, telah menepati tanggung jawab mereka. Epik ini dengan jelas membuktikan bahwa rakyat Iran awas, menyadari dan memahami maksud musuh untuk mengguncang nilai-nilai dan prinsip bangsa ini. Oleh karena itu, dalam analisa tentang epik 9 Dey, semua elemen dan faktor yang telibat harus diperhatikan, mengingat gerakan spontan bersejarah dan berpengaruh ini sebagai sumber kekuatan lunak, mampu keluar dari sebuah fenomena dan transformasi periodik menjadi sebuah gerakan mengakar dan determinan dalam perjalanan Revolusi Islam. 

Ini adalah pengalaman yang telah terulang berkali-kali dalam tiga dekade pasca kemenangan Revolusi Islam, dan dipastikan bahwa setiap kali identitas masyarakat dan pemerintah Islam terancam bahaya, rakyat Iran dengan rasa tanggung jawab mereka akan secara spontan terjun ke medan.

Noam Chomsky, penulis ternama Amerika Serikat berpendapat bahwa permusuhan, makar dan penentangan AS serta negara-negara Barat terhadap Iran tidak akan pernah berhenti karena Iran independen dan tidak bersedia tunduk di hadapan imperialisme AS dan Barat. Ini merupakan fakta yang ditunjukkan bangsa Iran selama perjalanannya pasca Revolusi Islam.(