کمالوندی

کمالوندی

Kamis, 19 Desember 2019 13:51

Hanya Allah lah Tempatmu Berlindung

 

Dikisahkan, seorang raja sedang menderita penyakit mengerikan yang tidak perlu disebutkan namanya. Kelompok dokter Yunani mengatakan: “Tidak ada obat seperti itu, tidak ada obat  kecuali Zahre (kantung empedu) memiliki seorang pria dengan sifat tertentu. Para dokter pun menyebutkan sifat-sifat yang harus dimiliki pria tersebut dan jika menemukannya raja itu harus memakannya untuk menyembuhkannya.

Raja pun memerintahkan petugasnya untuk mencari seorang pria yang memiliki atribut dan tanda-tanda yang disebutkan dokter dan membawanya kepadanya.

Para petugas menggeledah seluruh rumah sampai bocah lelaki (remaja) itu ditemukan dengan karakteristik dan tanda-tanda yang sama dengan yang dokter katakan dan membawa mereka kepada raja.

Sang raja memanggil orang tua remaja itu dan menceritakan kisahnya kepada mereka alasan kenapa dia menangkap anaknya dan raja memberi mereka banyak uang sehingga kedua orang tua tersebut rela dengan kematian putra mereka. Hakim juga menyampaikan fatwa: “Adalah diperbolehkan bagi seseorang untuk menumpahkan darah demi menjaga kesehatan raja.”

Eksekutor telah siap untuk membunuh remaja itu dan menyerahkan kantung empedunya untuk dimakan raja. Remaja itu tersenyum dan mamandang ke langit.

Raja bertanya kepadanya: dalam kematian ini, mengapa Anda tertawa?

Remaja menjawab bahwa pada saat seorang anak dalam keadaan seperti ini, orang tua biasanya berusaha menyelamatkan anaknya, memohon kepada raja untuk tidak membunuh anaknya dan melakukan segala cara supaya anaknya bisa selamat dari kematian. Tetapi sekarang dalam kasus saya, Orangtua saya merelakan kematian saya demi harta dunia yang tidak seberapa, hakim memberi fatwa untuk membenarkan pembunuhan terhadap saya dan raja lebih mengutamakan kematian saya untuk kesembuhannya. Saya tidak memiliki orang lain selain Tuhan yang memayungi saya, jadi saya berlindung kepada-Nya.

Kata-kata remaja tersebut menyentuh hati sang raja dan raja pun mengurungkan niatnya.  Dengan penuh air mata, raja berkataberkata: “Saya adalah orang yang paling antas celaka karena hendak menumpahkan darah anak tak berdosa.” Ia pun mencium remaja dan memeluknya, memberinya hadiah sembari meminta maaf pada si remaja. Seminggu selanjutnya sang raja mendapatkan kesembuhannya tanpa membunuh seorang pun.

Kisah ini menggambarkan pada kita bahwa hanya Allah lah yang bias menjadi tumpuan kita dalam kesulitan apapun. Maka bertawakallah kepada Allah swt, rebahkan lah dirimu di hadaan-Nya ketika kesulitan mendatangimu.

 

Kita meyakini bawha Allah lah yang mengatur rizki seluruh makhluk hidup, mulai dari binatang melata hingga manusia yang memiliki ikhtiar untuk melakukan sesuatu.

Namu setiap dari kita selalu bertanya-tanya dalam hati, Bagaimana Allah mengatur rezeki? Ini adalah pertanyaan yang sangat menarik. Apakah menusia bisa menakar bagaimana Allah membagi rizki seluruh makhluk hidup yang jumlahnya miliaran, dan tetap menjaga konsep keadilan dalam pembagian tersebut.

Anda sudah duduk di meja makan, dengan hidangan tertata di atas meja. Apakah itu rezeki Anda? Belum. Anda harus berikhtiar, memasukkannya ke piring, lalu menyuapnya ke mulut Anda, kunyah, lalu telan. Barulah hidangan tadi menjadi rezeki Anda.

Artinya, Allah memberi rezeki kepada yang mengikhtiarkannya. Berikhtiar mencari rezeki (karunia) Allah itu adalah perintah-Nya. Orang yang mengharap rezeki tanpa berikhtiar, itu menyalahi perintah Allah.

Jadi apa konteksnya ungkapan bahwa rezeki itu diatur oleh Allah? Konteksnya, jangan mencari rezeki dengan cara-cara yang dilarang oleh Allah. Misalnya dengan mencuri, menipu, atau menzalimi orang. Konteks kedua, jangan mencari rezeki sampai lupa pada Allah. Jangan jadikan harta sebagai tujuan hidup.

Ungkapan di atas sering disalahgunakan oleh orang yang enggan bekerja. Orang yang enggan berusaha untuk memperbaiki hidup. Ia berprinsip, rezeki ada yang mengatur. Jadi, kalau ia miskin, artinya yang mengatur rezeki dia anggap tidak memberinya rezeki. Itu pandangan yang keliru.

Ada juga orang yang tidak berhitung dalam membelanjakan uang. “Ntar ada aja rezeki lagi, kan Allah yang ngatur,” katanya. Itu salah juga. Dalam mencari rezeki kita wajib berikhtiar. Dalam menjaga dan mengelola rezeki yang sudah kita dapat, juga harus dengan ikhtiar. Tanpa ikhtiar, sebanyak apapun harta dan uang kita, akan habis tanpa keperluan yang jelas.

Ingat, mengelola harta, membelanjakannya dengan bijak, itu bagian dari sikap bersyukur pada Allah. Ada banyak orang yang mendapat harta tanpa perlu bekerja keras, misalnya dari warisan orang tua mereka. Tidak sedikit dari mereka yang kemudian jatuh miskin, karena tidak pandai mengelola. Mereka tidak cukup berikhtiar dalam menjaga rezeki dari Allah.

Jadi, mengelola uang, membelanjakannya dengan bijak itu wajib. Tidak bisa kita bersikap masa bodoh, mengaggap Allah pasti akan memberi kita rezeki lagi. “Jangan kau jadikan tanganmu mencekik lehermu, jangan pula kau ulurkan seluas-luasnya, belanjakanlah sedang-sedang saja.” Itu panduan dari Quran.

Tapi bukankah Allah juga menjanjikan rezeki yang sifatnya tak terduga? Iya. Itu janji untuk orang bertakwa. Sebaiknya jangan terlalu percaya diri mengira diri kita sudah masuk dalam golongan itu. Lagipula, itu wilayah misteri yang kita tidak bisa mengikhtiarkannya. Fokuslah pada wilayah yang bisa kita ikhtiarkan. Yang merupakan wilayah keputusan mutlak dari Allah, biarlah Allah yang mengaturnya.

Itu namanya faktor tak terduga. Jangan rencanakan hidup berbasis pada faktor tak terduga, padahal yang bisa kita duga, bisa kita hitung, sangat banyak.

 

Seorang ustadz bertanya kepada jama’ahnya.

Ustadz : “Andai kita hidup pada zaman Fira’un, kira- kira kita jadi pengikut siapa, Fir’aun atau Nabi Musa?”
Jama’ah : “Musaaaaa.” jawab jama’ah dengan kompak.

Ustadz : “Yakiiin?”
Jama’ah : “Yakiiiiiin…..”

Ustadz : Tapi yang membangun kota Mesir, Fir’aun. Yang bangun infrastruktur juga dia.
Yang bangun piramida, Fir’aun. Yang paling kaya, Fir’aun. Yang punya bala tentara banyak dan kuat, Fir’aun. Yang punya banyak pengikut, Fir’aun.
Yang bisa memberi perlindungan keamanan dan jaminan, Fir’aun. Yang Berkuasa, Fir’aun.
Yang bisa mnyediakan makanan dan minuman, Fir’aun.
Yang bisa adakan hiburan, Fir’aun.
Yang bisa buat pusat perbelanjaan, Fir’aun. Bahkan segala fasilitas yang anda butuhkan mungkin akan dia buat jika teknologinya sudah mendukung.

Sementara Nabi Musa, siapa dia???
Hanya seorang penggembala kambing. Bicara saja tidak fasih alias cadel (akibat pernah memakan bara api diwaktu bayi). Hanya memiliki sebatang tongkat butut.

Masih yakin mau ikut Nabi Musa???? tanya ustadz skali lagi.
Jamaah terdiam.

Ustadz : “Kerjaan Nabi Musa hanya sbagai penjaga kambing, tiba-tiba mau mengajak kita menyebrangi lautan,,, tanpa memakai sampan, tanpa perahu, tanpa kapal.
Apakah yakin kita mau ikut Nabi Musa????” tak satupun jama’ah berani menjawab.

Semua tertunduk, diam seribu bahasa.
Betapa sesungguhnya manusia zaman Firaun dan zaman sekarang, tidak ada bedanya. Di Zaman sekarang ini, mayoritas semua tergila-gila pada harta, wanita, pangkat, jabatan, pujian, rayuan dan lain sebagainya.

Sungguh…Fir’aun itu akan tetap adachingga akhir zaman..
Hanya saja berubah wajah dan bentuknya….. juga namanya.
Tapi secara hakikat karakter seperti dia akan terus ada.

Sebab sejarah akan berulang, dan kita harus tetap yakin seyakinnya biidznillah FIR’AUN dikalahkan oleh MUSA karena Kuasa ALLAH Azza Wa Jalla…

Kamis, 19 Desember 2019 13:47

Muliakan Orang Tuamu Sebelum Terlambat

 

Di Jepang dulu pernah ada tradisi membuang orang yang sudah tua ke hutan. Mereka yang dibuang adalah orang tua yang sudah tidak berdaya sehingga tidak memberatkan kehidupan anak-anaknya.

Pada suatu hari ada seorang pemuda yang berniat membuang ibunya ke hutan, karena si Ibu telah lumpuh dan agak pikun.

Si pemuda tampak bergegas menyusuri hutan sambil menggendong ibunya. Si Ibu yang kelihatan tak berdaya berusaha menggapai setiap ranting pohon yang bisa diraihnya lalu mematahkannya dan menaburkannya di sepanjang jalan yang mereka lalui.

Sesampai di dalam hutan yang sangat lebat, si anak menurunkan Ibu tersebut dan mengucapkan kata perpisahan sambil berusaha menahan sedih karena ternyata dia tidak menyangka tega melakukan perbuatan ini terhadap Ibunya.

Baca juga: Kasih Sayang Ayah

Justru si Ibu yang tampak tegar, dalam senyumnya dia berkata: “Anakku, Ibu sangat menyayangimu. Sejak kau kecil sampai dewasa Ibu selalu merawatmu dengan segenap cintaku. Bahkan sampai hari ini rasa sayangku tidak berkurang sedikitpun. Tadi Ibu sudah menandai sepanjang jalan yang kita lalui dengan ranting-ranting kayu. Ibu takut kau tersesat, ikutilah tanda itu agar kau selamat sampai dirumah”

Setelah mendengar kata-kata tersebut, si anak menangis dengan sangat keras, kemudian langsung memeluk ibunya dan kembali menggendongnya untuk membawa si Ibu pulang ke rumah.

Pemuda tersebut akhirnya merawat Ibu yang sangat mengasihinya sampai Ibunya meninggal.

Baca juga: Siapa Yang Harus Didahulukan, Ayah Ataukah Ibu?

‘Orang tua’ bukan barang rongsokan yang bisa dibuang atau diabaikan setelah terlihat usang atau tidak berdaya. Segenap jiwa orang tua adalah untuk melihat anaknya mendapatkan kebahagiaan yang layak mwskipun mereka yang harus menderita.

Bagi mereka, kesuksesan seorang anak adalah kesuksesan orang tua dalam mendidik anaknya dan kegagalan anaknya adalah kegagalan mereka dalam mendidik anaknya. setiap seluk beluk kehidupan orang tua berpusat pada bagaimana sang anak bias sukses.

Karena pada saat engkau sukses atau saat engkau dalam keadaan susah, hanya orang tua yang mengerti kita dan batinnya akan menderita kalau kita susah. Orang tua kita tidak pernah meninggalkan kita, bagaimanapun keadaan kita, walaupun kita tidak menghormati mereka dan bahkan kurang ajar kepada orang tua. Namun Bapak dan Ibu kita akan tetap mengasihi kita.

Mari kita merenungkan, apa yang telah kita berikan untuk orang tua kita, nilai berapapun itu pasti dan pasti tidak akan sebanding dengan pengorbanan ayah ibu kita.

Pengusaha baja/Pemilik PT. Artha Mas Graha Andalan.
Ketika ditanya rahasia suksesnya menjadi Pengusaha, jawabnya singkat:
“Jadikan orang tuamu Raja, maka rezeki mu seperti Raja”.

Pengusaha yang kini tinggal di Cikarang ini pun bercerita bahwa orang hebat dan sukses yang ia kenal semuanya memperlakukan orang tuanya seperti Raja.

Baca juga: Bikin Orang Tua Bangga? Mulailah dari 15 Hal Kecil Ini

Mereka menghormati, memuliakan, melayani dan memprioritaskan orang tuanya.
Lelaki asal Banyuwangi ini bertutur, *“Jangan perlakukan Orang tua seperti Pembantu”.*

Atau orang tua diminta merawat anak kita sementara kita sibuk bekerja.

Bila ini yang terjadi maka rezeki orang itu adalah rezeki pembantu, karena ia memperlakukan orang tuanya seperti pembantu.

Walau suami/istri bekerja, rezekinya tetap kurang bahkan nombok setiap bulannya.

Menurut sebuah lembaga survey yang mengambil sampel pada 700 keluarga di Jepang, anak-anak yang sukses adalah: mereka yang memperlakukan dan melayani orang tuanya seperti seorang Kaisar.

Dan anak-anak yang sengsara hidupnya adalah mereka yang sibuk dengan urusan dirinya sendiri dan kurang perduli pada orang tuanya.

Mari terus berusaha keras agar kita bisa memperlakukan orang tua seperti raja. Buktikan dan jangan hanya ada di angan-angan.

Beruntunglah bagi yang masih memiliki orang tua, masih BELUM TERLAMBAT untuk berbakti.

UANG bisa dicari, ilmu bisa di gali, tapi kesempatan untuk mengasihi orang tua kita takkan terulang kembali.

Kamis, 19 Desember 2019 13:46

Teruslah Berdoa dan Bertawakallah

Diambil dari kisah nyata yang terjadi di Pakistan. Seorang Dr Ahli Bedah terkenal (Dr. Ishan) tergesa-gesa menuju airport. Beliau berencana akan menghadiri Seminar Dunia dalam bidang kedokteran, yang akan membahas penemuan terbesarnya di bidang kedokteran.

Setelah perjalanan pesawat sekitar 1 jam, tiba-tiba diumumkan bahwa pesawat mengalami
gangguan dan harus mendarat di airport terdekat.

Beliau mendatangi ruangan penerangan dan berkata: Saya ini dokter special, tiap menit nyawa manusia bergantung ke saya, dan sekarang kalian meminta saya menunggu pesawat diperbaiki dalam 16 jam? Pegawai menjawab: Wahai dokter, jika anda terburu-buru anda bisa menyewa mobil, tujuanmanda tidak jauh lagi dari sini, kira-kira dengan mobil 3 jam tiba.
 
Baca juga: Kisah Lelaki Tua dan Penjual SelimutDr. Ishan setuju dengan usul pegawai tersebut dan menyewa mobil. Baru berjalan 5 menit, tiba-tiba cuaca mendung, disusul dengan hujan besar disertai petir yang mengakibatkan jarak pandang sangat pendek.

Setelah berlalu hampir 2 jam, mereka tersadar mereka tersesat dan terasa kelelahan. Terlihat sebuah rumah kecil tidak jauh dari hadapannya, dihampirilah rumah tersebut dan mengetuk pintunya.

Terdengar suara seorang wanita tua: Silahkan masuk, siapa ya?

Terbukalah pintunya. Dia masuk dan meminta kepada ibu tersebut untuk istirahat duduk dan mau meminjam telponnya.
Ibu itu tersenyum dan berkata: “Telpon apa Nak? Apa anda tidak sadar ada dimana? Disini tidak ada listrik, apalagi telepon. Namun demikian, masuklah silahkan duduk saja dulu istirahat, sebentar saya buatkan teh dan sedikit makanan utk menyegarkan dan mengembalikan kekuatan anda.”
 
Baca juga: Motivasi, Hanya dirimu Yang Bisa Merubahmu
 
Dr. Ishan mengucapkan terima kasih kepada ibu itu, lalu memakan hidangan. Sementara
ibu itu sholat dan berdoa serta perlahan-lahan mendekati seorang anak kecil yang
terbaring tak bergerak diatas kasur disisi ibu tersebut, dan dia terlihat gelisah diantara tiap
sholat. Ibu tersebut melanjutkan sholatnya dengan do’a yang panjang.Dokter mendatanginya dan berkata: Demi Allah, anda telah membuat saya kagum dengan keramahan anda dan kemuliaan akhlak anda, semoga Allah menjawab do’a-do’a anda.

Berkata ibu itu: Nak, anda ini adalah ibnu sabil yang sudah diwasiatkan Allah untuk dibantu. Sedangkan do’a-do’a saya sudah dijawab Allah semuanya, kecuali satu. Bertanya Dr. Ishan: Apa itu do’anya? Ibu itu berkata: Anak ini adalah cucu saya, dia yatim piatu. Dia menderita sakit yang tidak bisa disembuhkan oleh dokter-dokter yang ada disini. Mereka berkata kepada saya ada seorang dokter ahli bedah yang akan mampu menyembuhkannya; katanya namanya Dr. Ishan, akan tetapi dia tinggal jauh dari sini, yang tidak memungkinkan saya membawa anak ini ke sana, dan saya khawatir terjadi apa-apa di jalan. Makanya saya berdo’a kepada Allah agar memudahkannya.

Menangislah Dr. Ishan dan berkata sambil terisak: Allahu Akbar, Laa haula wala quwwata illa billah. Demi Allah, sungguh do’a ibu telah membuat pesawat rusak dan harus diperbaiki lama serta membuat hujan petir dan menyesatkan kami, Hanya untuk mengantarkan saya ke ibu secara cepat dan tepat. Saya lah Dr. Ishan Bu, sungguh Allah swt telah menciptakan sebab seperti ini kepada hambaNya yang mu-min dengan do’a. Ini adalah perintah Allah kepada saya untuk mengobati anak ini.
 
Hikmah dari kisah ini adalah, berdoalah dan jangan penah putus asa. Allah tahu yang terbaik buat hambanya, jika kamu merasa doamu tidak dikabulkan bukan berarti Allah swt tidak menjawab doamu, namun Dia menggantinya dengan yang lebih baik.
 
Baca juga: Percayalah, Segala Sesuatu yang Terjadi Pasti Ada Hikmahnya

Kamis, 19 Desember 2019 13:43

Kisah Sufi Membakar Al-Quran

 

Ali Al Mansur, seorang sufi di Khurasan, pagi pagi terlihat sedang membakar Quran. Tetangganya marah. Kesal. Orang orang yg lewat depan rumah sang sufi geleng geleng kepala. Gondok.

Tapi mereka tak berani menegur Al Mansur. Mereka tahu Al Mansur adalah seorang yg fakih dan wara’. Ia seorang ulama yg menjadi rujukan para imam.

“Syekh, kenapa membakar Quran? Bukankah di dalamnya ada kalimat tauhid dan asmaul husna?” Tanya Ibnul Hakam salah seorang muridnya.

“Muridku, kau benar. Tapi bagiku tulisan kalimat tauhid dan asmaul husna itu tak ada artinya ketimbang ceceran darah dari orang-orang muslim yg terbunuh dalam peperangan. Kedua pasukan yg berperang, membawa bendera bertuliskan kalimat tauhid dan simbol
-simbol Islam yang lain. Hasilnya apa? Keduanya hancur. Saling membunuh.”

“Syekh, bukankah Allah itu Maha Suci dan Maha Besar.”

“Betul, muridku. Tapi Kemahasucian dan Kemahabesaran itu tidak terletak pada kitab Quran.”

“Lalu terletak di mana Syaikh?”

Al Hakam makin bingung memahami tingkah gurunya.

“Kemahasucian dan Kemahabesaran itu terletak pada hakikat manusia, ” ucap Al Mansur.

“Bukankah manusia itu ciptaan Allah?”

“Betul. Manusia ciptaan Allah. Tapi manusia adalah makhluk Allah termulia di seluruh jagad. Manusia adalah khalifah Allah di muka bumi. Manusia adalah simbol Allah yg hidup dan paling hakiki. Bukan bendera dan ayat kitab suci.”

“Syekh. Bagaimana aku bisa memahami semua itu.”

“Hormati manusia. Cintai manusia. Aku membakar kitab suci karena kitab Quran telah jadi alasan orang membakar dan membunuh manusia.”

Al Hakam mulai mengerti sikap gurunya. Ia pun terdiam. Pikirannya melayang ke sikap Al Hallaj, sufi besar yg sering diceritakan sang guru ttg keunikan sikapnya.

Setiap melihat apa pun, Al Hallaj berseru itulah Tuhanku. Bagi Al Hallaj, Tuhan ada di mana mana. Ada dalam nafas dan darah manusia.
Bahkan ada pada daun yg terbang terbawa angin gurun.

“Muridku, sampaikan kepada manusia, Allah sangat menyintai manusia lebih dari apapun. Bahkan lebih dari malaikat dan kitab suci agama apa pun. Allah itu sakit bila manusia tak bersalah disakiti. Allah itu lapar bila orang miskin kelaparan. Allah ingin menunjukkan sifat Kasih dan SayangNya melalui manusia. Itulah sebabnya Allah memberikan sorga kepada pelacur yg memberi minum anjing yg kehausan di padang pasir. Karena pelacur itu mewakili Tuhan.”

Asap dari Quran yg terbakar terus mengepul. Tapi Al Mansur tak juga berhenti membakarnya. Orang orang pun makin banyak mengerumuni tingkah aneh sang sufi sambil mengucapkan sumpah serapah.

“Kalian jangan salahkan aku. Aku akan membakar semua kitab Quran milikku sampai kalian menjadikan esensi Quran, Bismillahirrahmanirrahim, sifat kasih sayang Allah, sebagai nafas hidup keseharianmu.”

Mereka yang marah terdiam. Tenggorokanya tersekat. Lalu pergi sambil membaca istighfar berkali kali. “Shadaqta ya mursyid,” celetuknya.

Kamis, 19 Desember 2019 13:38

Kisah Kasih Sayang Ibu dan Anak

 

Ibuku hanya memiliki satu mata. Aku membencinya, Dia adalah sebuah hal yang memalukan. Ibuku menjalankan sebuah toko kecil pada sebuah pasar.

Dia mengumpulkan barang-barang bekas dan sejenisnya untuk dijual, apapun untuk mendapatkan uang yang kami butuhkan. Dia adalah sebuah hal yang memalukan.

Pada suatu hari di sekolah. Aku ingat saat itu hari ketika ibuku datang. Aku sangat malu. Mengapa dia melakukan hal ini kepadaku? Aku melemparkan muka dengan rasa benci dan berlari.

Keesokan harinya di sekolah.. “Ibumu hanya memiliki satu mata?” dan mereka semua mengejekku.

Aku berharap ibuku hilang dari dunia ini maka aku berkata kepada ibuku,”Ibu, kenapa kamu tidak memiliki mata lainnya? Ibu hanya akan menjadi bahan tertawaan. Kenapa Ibu tidak mati saja?” Ibu tidak menjawab. Aku merasa sedikit buruk, tetapi pada waktu yang sama, rasanya sangat baik bahwa aku telah mengatakan apa yang telah ingin aku katakan selama ini.

Mungkin itu karena ibu tidak menghukumku, tetapi aku tidak berpikir bahwa aku telah sangat melukai perasaannya.

Malam itu, Aku terbangun dan pergi ke dapur untuk mengambil segelas air. Ibu menangis disana, dengan pelan, seakan dia takut bahwa dia akan membangunkanku. Aku melihatnya, dan pergi. Karena perkataanku sebelumnya kepadanya, ada sesuatu yang mencubit hatiku.

Meskipun begitu, Aku membenci ibuku yang menangis dari satu matanya. Jadi, Aku mengatakan kepad diriku sendiri jika aku akan tumbuh dewasa dan menjadi sukses, karena aku membenci ibu bermata-satu dan kemiskinan kami.

Lalu aku belajar dengan keras. Aku meninggalkan ibuku dan pergi ke Seoul untuk belajar, dan diterima di Universitas Seoul dengan segala kepercayaan diri. Lalu, aku menikah. aku membeli rumah milikku sendiri. Lalu aku memiliki anak-anak juga. Sekarang, aku hidup bahagia sebagai seorang pria yang sukses. Aku sangat suka tinggal disini karena ini adalah tempat yang tidak meningatkan aku akan ibu.

Kebahagiaan ini menjadi besar dan semakin besar, ketika seseorang tidak terduga menjumpaiku “Apa?! Siapa ini?”… Ini adalah ibuku.. tetap dengan satu matanya. Ini rasanya seperti seluruh langit sedang jatuh ke diriku. Anak ku perempuan lari kabur, takut akan mata ibu yang cuman satu.

Dan aku bertanya kepadanya, “Siapa kamu? aku tidak mengenalmu!!” sandiwaraku. aku berteriak kepadanya “Mengapa engkau berani datang ke rumah dan menakuti anakku! Pergi dari sini sekarang juga!”

Dan ibu dengan pelan menjawab, “Oh, maafkan, aku pasti salah alamat,” dan dia menghilang. Terima kasih Tuhan.. Ia tidak mengenaliku. Rasanya cukup lega. Aku mengatakan kepada diri sendiri bahwa aku tidak akan peduli, atau berpikir tentang ini sepanjang sisa hidup.

Lalu ada perasaan lega datang kepadaku.. Suatu hari, sebuah surat yang berisi tentang reuni sekolah datang ke rumah. Aku berbohong kepada istri dengan mengatakan bahwa aku akan pergi perjalanan bisnis. Setelah reuni ini, aku pergi ke rumah lama, karena rasa penasaran saja, aku menemukan ibu terjatuh di tanah yang dingin. Tetapi aku tidak meneteskan satu air mata sekalipun. Ia memiliki sepotong kertas di tangannya.. dan itu adalah surat untukku.

Anakku, Aku pikir hidupku sudah cukup lama saat ini. Dan.. aku tidak akan mengunjungi Seoul lagi.. tetapi apakah itu terlau banyak jika aku ingin kamu untuk datang menunjungiku sekali-kali nak? aku sangat merindukanmu. Dan aku sangat lega ketika mendengar kamu akan datang ke acara reuni ini.

Tetapi aku memutuskan untuk tidak datang ke sekolah.. Untuk Kamu.. aku meminta maaf jika aku hanya memiliki satu mata dan aku hanya membawa kemaluan bagi dirimu.

 

Baginda Nabi Muhammad saw terkenal dengan seorang pribadi yang tidak pernah terdahului dalam berucap salam. Yakni baginda Nabi Muhammad saw selalu menjadi orang yang pertama dalam menyampaikan salam.

Namun suatu hari ada seorang dari sahabat Nabi ingin menyampaikan salam sebelum Nabi mengucapkan salam padanya. Kemudian sang Sahabat bersembunyi di belakang dinding.

Setelah itu ketika Nabi Muhammad saw berjalan mendekati dinding tersebut turun Malaikat Jibril as dan memberitahu Nabi bahwa ada seseorang yang menunggunya di belakang dinding.

Kemudian ketika hampir mendekati dinding, beliau mengucapkan salam padanya.

یا من اختفیت وراء  الحائط: سلام علیکم

“Wahai engkau yang bersembunyi di belakang dinding, Assalmaualaikum.”

Sahabatpun terkejut dan menjawab salam Nabi Muhammad saw.

Saudara-saudaraku inilah akhlak Nabi Muhammad saw yang sangat agung. Beliau adalah cerminan agama Islam yang rahmah bukan agama Islam yang marah.

Nabi saw tidak pernah terdahului dalam berucap salam dan juga selalu menjadi orang pertama yang berucap salam pada yang lainnya.

Kamis, 19 Desember 2019 13:32

Kisah Dibalik Nasihat Orang Tua

 

Kisah berikut ini adalah tentang apa yang terjadi di rumah tangga..

Seorang putra tidak suka tinggal di rumah, karena ayah ibunya selalu ‘ngomel’; ia tak suka bila ayahnya mengomelinya untuk hal-hal kecil ini..

“Nak, kalau keluar kamar matikan kipas anginnya.

“Matikan TV, jangan biarkan hidup tapi tak ada yang menonton

“Simpan pena di tempatnya, yang jatuh ke kolong meja ”

Tiap hari dia harus ta’at pada hal-hal ini sejak kecil, saat bersama keluarga di rumah.

Maka tibalah hari ini, saat dia menerima panggilan untuk wawancara kerja…

“Dalam hati dia berkata: “Begitu mendapat pekerjaan, saya akan sewa rumah sendiri. Tak akan ada lagi omelan ibu ayah,” begitu pikirnya.

Ketika hendak pergi untuk interview, ayahnya berpesan:
“Nak, jawablah pertanyaan yang diajukan tanpa ragu-ragu.
Bahkan jika engkau tidak tahu jawabannya, katakan sejujurnya dengan percaya diri.. ” Ayahnya memberinya uang lebih banyak dari ongkos yang dibutuhkan untuk menghadiri wawancara..

Setiba di pusat wawancara, diperhatikannya bahwa tidak ada penjaga keamanan di gerbang. Meskipun pintunya terbuka, gerendelnya menonjol keluar, dan bisa membuat yang lewat pintu itu menabrak atau bajunya tersangkut grendel
Dia geser gerendel ke posisi yang benar, menutup pintu dan
masuk menuju kantor.

Di kedua sisi jalan dia lihat tanaman bunga yang indah. Tapi ada air mengalir dari selang dan tak ada seorang pun disekitar situ. Air meluap ke jalan setapak.
Diangkatnya selang dan diletakkannya di dekat salah satu tanaman dan melanjutkan kembali langkahnya.

Baca juga: Kisah Pemuda Sukses dan Kaya Raya

Tak ada seorang pun di area resepsionis. Namun, ada petunjuk bahwa wawancara di lantai dua. . Dia perlahan menaiki tangga.

Lampu yang dinyalakan semalam masih menyala, padahal sudah pukul 10 pagi. Peringatan ayahnya terngiang di telinganya: “Mengapa kamu meninggalkan ruangan tanpa mematikan lampu!” Dia merasa agak jengkel oleh pikiran itu, namun dia tetap mencari saklar dan mematikan lampu.

Di lantai atas di aula besar dia lihat banyak calon duduk menunggu giliran.
Melihat banyaknya pelamar, dia bertanya-tanya, apakah masih ada peluang baginya untuk diterima?

Diapun menuju aula dengan sedikit gentar dan menginjak karpet dekat pintu bertuliskan “Selamat Datang” .
Diperhatikannya bahwa karpet itu terbalik. Spontan saja dia betulkan, walau dengan sedikit kesal.

Dilihatnya di beberapa baris di depan banyak yang menunggu giliran, sedangkan barisan belakang kosong,
Terdengar suara kipas angin, Dimatikanya kipas yang tidak dimanfaatkan dan duduk di salah satu kursi yang kosong..

Banyak pria memasuki ruang wawancara dan segera pergi dari pintu lain. Sehingga tak mungkin ada yang bisa menebak apa yang ditanyakan dalam wawancara.

Tibalah gilirannya, Dia masuk dan berdiri di hadapan pewawancara dengan agak gemetar dan pesimis..

Sesampainya di depan meja, pewawancara langsung mengambil sertifikat, dan tanpa bertanya langsung berkata “Kapan Anda bisa mulai bekerja?”

Baca juga: Kisah Kasih Sayang Ibu dan Anak

Dia terkejut dan berpikir, “apakah ini pertanyaan jebakan, atau tanda bahwa telah diterima untuk bekerja disitu?”
Dia bingung.

Apa yang Anda pikirkan?” tanya sang boss lalu melanjutkan: “Kami tidak mengajukan pertanyaan kepada siapa pun di sini.
Sebab hanya dengan mengajukan beberapa pertanyaan, kami tak akan dapat menilai siapa pun.
Tes kami adalah untuk menilai sikap orang tersebut..
Kami melakukan tes tertentu berdasarkan sikap para calon..

Kami mengamati setiap orang melalui CCTV, apa saja yg dilakukannya ketika melihat gerendel di pintu, selang air yang mengalir, keset “selamat datang”, kipas atau lampu yang tak perlu..

Baca juga: Kisah Tukang Bangunan yang Menginspirasi

Anda satu-satunya yang melakukan. Itu sebabnya kami memutuskan untuk memilih Anda ”

Hatinya terharu, dia ingat ayahnya..
Dia yg selalu merasa jengkel terhadap disiplin dan omelan ibu ayahnya. Kini dia menyadari bahwa justru omelan dan disiplin yg ditanamkan orangtuanyalah yang membuatnya diterima pada perusahaan yang diinginkannya..
Kekesalan dan kemarahannya pada ayahnya seketika sirna..

….hanya Anda satu-satunya yang melakukan apa yang kami harapkan dari seorang manajer, maka kami putuskan menerima Anda bekerja disini…….

Ayah, ma’afkan anakmu, bisiknya dalam hati penuh rasa haru dan bersyukur.

Dia akan minta maaf kpd ayahnya, dia akan ajak ayahnya melihat tempat kerjanya..
Dia pulang ke rumah dengan bahagia..

Baca juga: Teruslah Berdoa dan Bertawakallah

Apapun yang orangtua katakan pd anaknya, adalah demi kebaikan anak-anak itu sendiri, untuk menyiapkan masa depan yang baik!

“Batu karang tak akan menjadi patung yang indah bernilai tinggi, jika tak dapat menahan rasa sakit saat pahat bekerja memotongnya”.

Untuk menjadi pribadi yang indah, kita perlu menerima dan mematuhi nasehat yang baik.
Kebiasaan baik akan muncul dari perilaku buruk yg dipahat dan dibuang dari diri kita…

Ibu menggendong anak di pinggangnya untuk memeluk, memberi makan dan untuk membuatnya tidur..

Tetapi ayah mengangkat anak dan mendudukkan di pundaknya untuk membuatnya melihat dunia yang tidak bisa dilihat anaknya..

Ayah dan ibu adalah pahlawan
yang kasih sayangnya layaknya guru yang mendampingi anak sepanjang kehidupan..

Perlakukanlah orangtua sebaik-
baiknya, agar jadi contoh dan bimbingan dari generasi ke generasi, yang menerima estafet kehidupan.

 

Perdana Menteri Saad Hariri, mantan PM dan kepala ‘pemerintah maju’ Lebanon, menegaskan dalam pidato Rabu, 18/12 bahwa ia tidak akan mencalonkan diri untuk kabinet berikutnya.

Sementara sumber-sumber di Lebanon telah berbicara mengenai pencalonannya sebagai perdana menteri dalam pemilihan mendatang.

20 hari pasca demo, Saad Hariri mengundurkan diri. Namun, Presiden Lebanon, Michel Aoun mendesaknya untuk memimpin administrasi hingga pemerintahan baru terbentuk.

Selama masa ini, Hariri bersikeras menegaskan keengganannya untuk kembali ke kursi perdana menteri. Sementara para kandidat yang dicalonkan untuk jabatan itu gagal menarik dukungan fraksi dan poros politik.

Kandidat perdana menteri Lebanon akan diumumkan Senin kemaren, tetapi ditunda hingga Kamis karena beberapa alasan.

Mantan PM Saad Hariri dan Ketua Parlemen Lebanon, Nabih Berri menyerukan agar cepat-cepat membangun pemerintahan baru. Kedua petinggi Lebanon itu Selasa, 17/12, mengatakan, ada kebutuhan mendesak dan kuat untuk membentuk pemerintah baru, itupun dalam situasi tenang tanpa ketegangan politik.