کمالوندی

کمالوندی

Minggu, 15 Desember 2019 17:42

Mengenal Perempuan Dalam Al-Quran (6)

 

Aisah adalah putri Muzahim dan istri Firaun, salah seorang perempuan mukmin dan sabar yang dijadikan contoh dalam al-Quran.

Asiah salah satu perempuan terbaik dunia. Asiah adalah Putri Muzahim dan istri Firaun adalah salah seorang perempuan mukmin dan sabar yang dijadikan contoh dalam al-Quran. Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei tentang Asiah berkata, "Dalam Islam sudah ditetapkan tiga bidang bagi aktivitas perempuan. Pertama, bidang kesempurnaan dan pertumbuhan spiritual perempuan. Perempuan dan pria di bidang ini tidak memiliki perbedaan dalam pertumbuhan dan penyempurnaan spiritual. Artinya, pria dapat mencapai derajat tertinggi dari sisi spritual, perempuan juga sama dapat mencapai derajat yang tinggi dari sisi spiritual. Pria dapat mencapai derajat tertinggi seperti Ali bin Abi Thalib as dan perempuan juga dapat mencapai derajat Fathimah az-Zahra as.

Ketika al-Quran ingin menyebutkan contoh dari manusia beriman, itu tidak dilakukan dengan  pria, tapi menyebutkannya dari perempuan. Al-Quran menyebutkan, 'Dan Allah membuat isteri Firaun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman.' Allah Swt dalam hal ini menyebutkan dua perempuan sebagai dua contoh dari manusia hebat dan mukmin, bukan dari perempuan-perempuan hebat. Yakni, dari sisi kemanusiaan dan kesempurnaan spiritual, Allah Swt ketika ingin menjelaskan contoh spesial ternyata tidak berbicara mengenai para nabi, pria agung, pribadi cendekiawan dan agamis, tapi membawakan dua perempuan, dimana yang pertama adalah istri Firaun. Perempuan yang berada pada posisi berjuang melawan kekuasaan taghut suaminya. Perempuan yang memiliki independensi penuh dan tidak mau berada di bawah suami zalim, kuat dan memiliki sifat firaun yang juga bernama Firaun.

Keagungan perempuan ini ada pada kenyataan bahwa suaminya tidak dapat memaksakan jalan kesesatan terhadapnya, sekalipun suaminya dalam posisi seperti Firaun dengan kekuatan dan pribadi seperti itu. Jutaan pria berada di bawah kekuasaan Firaun dan tidak memiliki kehendak sendiri, tapi istrinya di rumah tidak pernah kalah dari kehendak suaminya. Ia bebas dan memilih untuk beriman kepada Allah. Ia meninggalkan jalan Firaun dan memilih jalan ilahi dan jalan kebenaran. Oleh karenanya, ia menjadi sebuah entitas dan manusia hebat, bukan saja di antara para perempuan, tetapi terpilih di antara semua manusia."


Di halaman Istana Firaun, udara terasa menyenangkan. Asiah dan suaminya, Firaun, duduk di sofa dan menyaksikan aliran air saat mereka berjalan-jalan di taman. Tiba-tiba, sesuatu di atas air menarik perhatian Asiah. Dia berkata kepada Firaun, "Lihatlah kotak itu, yang ada di atas air. Sepertinya ada sesuatu di dalamnya." Firaun memerintahkan anak buahnya untuk membawa kotak itu kepada mereka. Ketika Asiah membukanya, wajahnya tersenyum gembira dan berkata, "Sungguh anak yang cantik! Apa yang dia lakukan di sini?"

Firaun bergegas mendekat dan berkata, "Mungkin putra seorang dari Bani Israil yang menurut para penasihat akan lahir di tahun ini dan akan membinasakanku. Bawa dia ke sini!" Pada waktu itu Asiah memohon, "Tapi ini bakal membahagiakan aku dan kamu. Jangan bunuh dia! Mungkin itu baik untuk kita. Mari kita bawa dia dan mengangkatnya sebagai anak." Karena Firaun dan Asiah tidak memiliki putra, Firaun menyerah pada permintaan istrinya dan tidak mengatakan apa-apa.

Asiyah telah mengambil Nabi Musa as dari air sejak masih kecil dan merawatnya hingga besar. Atas kehendak Allah, sekalipun tanpa mengenal ibunya, tapi ibunya yang menyusui Nabi Musa as, sementara Asiah sendiri tidak membiarkan Musa terganggu. Al-Quran dalam ayat 9 surat Qashash menyebutkan, "Dan berkatalah istri Firaun, 'Anak ini adalah penyejuk mata hati bagiku dan bagimu. Janganlah kamu membunuhnya. Mudah-mudahan ia bermanfaat kepada kita atau kita ambil ia menjadi anak, sedang mereka tiada menyadari."

Memikirkan jalur kehidupan Asiah, membuat manusia memhami perempuan dengan poetensinya yang tersembunyi. Situasi yang melingkupi lingkungan hidup perempuan suci dan mukmin ini bisa menenggelamkannya di lautan kekufuran dan kesesatan, tetapi bantuan keinginan mencari Allah lewat fitrahnya, Asiah tidak tersesat dan dengan percaya kepada pencipta, dia tumbuh dan mencapai kesempurnaan. Karena itu, mempelajari kehidupan istri Firaun adalah hujjah dan dalil terakhir bagi semua perempuan yang menganggap kondisi keluarga dan latar belakang yang kurang beruntung sebagai alasan penyimpangan mereka. Sementara setiap manusia mampu mengatasi segala kondisi paling sulit untuk menghadapi semua kebodohan dan kesesatan.


Karena Asiah tidak memiliki kekuatan untuk mengubah kepercayaan Firaun dan memperbaiki kerusakan aparatur negara, setidaknya dia tidak mengabaikan tugasnya pribadinya dan seorang diri mengungkapkan keimanan dan memohon kepada Allah untuk membebaskannya dari linkungan kufur dan kesombongan. Satu-satunya kesenangan bagi Asiah adalah kehadiran Musa as, dimana spritual dan kesucian batinnya menarik Asiah dan menyebabkan dirinya bersedia menjadi pendukungnya. Berkali-kali Firaun memutuskan untuk membunuh anak ini, tetapi ia mencegahnya untuk melakukannya. Suatu hari Musa yang masih menyusui dan berada dalam pelukan Firaun, menarik jenggot Firaun, sehingga sebagian rambut jenggotnya putus dan menampar wajah Firaun dengan keras.

Firaun marah dan berkata, "Anak ini adalah musuhku." Waktu itu juga ia meminta algojo untuk membunuh anak itu. Aisah berkata kepada Firaun, "Tahan tanganmu! Ini bayi dan tidak mengerti baik dan buruk. Untuk mengkonfirmasi ucapan saya, saya akan memberinya sepotong batu rubi dan sepotong arang membara. Jika dia mengambil batu rubi, berarti ia memahami, sementara bila mengambil arang panas, kita tahu bahwa ia tidak mampu mengetahui apa yang dilakukannya. Asiah kemudian melakukan apa yang diucapkannya. Musa as ingin menjulurkan tangannya ke arah batu rubi, tapi malaikat Jibril mengarahkan tangannya ke arah arang yang membara.

Akhirnya, Musa mengambil batu arang membara dan membawanya ke arah mulutnya. Tangannya melepuh. Melihat itu, perlahan-lahan kemarahan Firaun menurun dan tidak jadi membunuh Musa. Dengan demikian, Asiah berhasil menyelamatkan anak kecil yang di kemudian hari menjadi penentu dan bagian terpenting dari sejarah dan kezaliman taghut serta tumbuh besar di lingkaran kekuasaan Firaun. Ayat 14 surat Qashash mengatakan, "Dan setelah Musa cukup umur dan sempurna akalnya, Kami berikan kepadanya hikmah (kenabian) dan pengetahuan. Dan demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik."

Asiah seorang perempuan yang tercerahkan dan pandangannya luas. Dia, yang imannya berkobar di dalam hatinya, dengan kematangan pemikiran dan budayanya mengidentifikasi dan mengakui kebenaran Musa dan langsung mengimani kenabiannya. Ketika Istri Firaun melihat mukjizat Musa (terhadap) penyihir, dia langsung mengisi hatinya dengan cahaya iman dan cinta, dan sejak saat itu, dia percaya pada Musa. Asiah terus menyembunyikan keyakinannya untuk menghindari penganiayaan Firaun. Namun, Firaun pada akhirnya menyadari keimanannya dan memintanya untuk meninggalkan agama Musa, tetapi Asiah bersikeras dan tidak tunduk pada permintaan Firaun. Akhirnya, Firaun memerintahkan untuk memaku tangan dan kakinya dan meletakkannya di bawah sinar matahari yang membakar serta meletakkan sebuah batu besar di dadanya. Kesabaran Asiah terhadap penyiksaan kejam Firaun dan agen-agennya adalah bukti kuatnya pemahaman dan keimanan perempuan yang taat ini.

Asiah as adalah contoh manusia beriman yang salah satu ciri di antaranya adalah tidak keluar dari jalur ilahi, bahkan ketika menghadapi kesulitan hidup. Jika seseorang mencapai tingkat iman yang tinggi, tidak mungkin untuk berhenti beriman. Karena dia telah melihat keindahan absolut dan pencipta keindahan. Imam Shadiq as dalam menggambarkan orang beriman ini mengatakan, "Orang beriman lebih keras daripada sepotong besi. Memang benar bahwa bagian besi berubah ketika dimasukkan ke dalam api, tetapi jika seorang mukmin dibunuh lalu hidup dan kemudian dibunuh lagi, hatinya tidak akan berubah dan berpaling dari kebenaran.

Istri Firaun, dengan cinta dan iman kepada Tuhan dan Hari Akhirat telah menggambarkan kepribadian dirinya, sehingga Allah menjadikannya teladan dan contoh bukan hanya untuk para perempuan, tapi bagi semua manusia beriman. Seperti yang Allah tunjukkan dalam ayat 11 dari surat al-Tahrim, "Dan Allah membuat isteri Fir'aun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, ketika ia berkata, 'Ya Rabbku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam firdaus, dan selamatkanlah aku dari Firaun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang zalim."

Allah juga memberinya derajat tinggi di dunia dan akhirat untuk menghargai iman yang kuat ini. Dam mengabulkan doa perempuan mukmin dan penuh pengorbanan ini, serta menempatkannya bersama para perempuan terbaik dunia.

Minggu, 15 Desember 2019 17:41

Mengenal Perempuan dalam Al-Quran (5)

 

Kisah-kisah indah dan memuat pelajaran dalam al-Quran memanifestasikan seni ilahi. Allah Swt menjelaskan banyak pengertian dan peristiwa dengan bahasa seni, sehingga manusia dapat memahaminya dengan baik.

Dalam kisah-kisah al-Quran terkait para perempuan terpilih dan istimewa, kita temuak mereka memiliki kecerdasan dan kemampuan hakikat yang sulit. Mereka telah mencapai derajat, sehingga dapat menyelesaikan masalah dan fenomena sosial dan politik, bahkan ketika otak dan pemikir besar masa itu tidak mampu memahami dan mempertanyakan pandangan mereka.

Salah satu nama perempuan terpilih dalam al-Quran adalah Balqis, putri Syurahbil, keturunan raja negara Saba, bagian dari Yaman saat ini, yang memiliki kekuasaan sangat luas. Sejarah mencatat singgasana legendaris bagi perempuan ini dan dikatakan bahwa ia bersama kaumnya sebelum beriman kepada Allah Yang Esa adalah penyembah matahari.

Reruntuhan istana Ratu Saba di dekat kota kuno Marib, Yaman
Dalam kisah Balqis, dipertunjukkan seorang perempuan yang berpikir jauh. Perempuan yang berkuasa di sebuah masyarakat dan ketika cahaya hakikat menerpanya, ia menuntun rakyatnya untuk mengikutinya. Kisah ini menunjukkan bahwa setiap kali seseorang jauh dari keangkuhan dan cacat pikir, ia dapat berserah diri dihadapan hakikat dengan cahaya akal dan imannya, sehingga menjadi manusia yang beruntung.

Di antara para utusan Allah, Nabi Dawud dan Sulaiman as termasuk pada nabi yang memiliki kekuasaan yang besar. Dalam surat al-Naml disebutkan, Nabi Sulaiman as mewarisi kekuasaan Nabi Dawud as dan memiliki ilmu pengetahuan dan derajat yang luar biasa. Beliau mengetahui bahasa hewan, khususnya burung dan kekuasaannya sangat luas, tidak hanya berkuasa pada manusia, tetapi juga menguasai kekuatan alam, seperti angin.

Nabi Sulaiman termasuk para nabi yang dianugerahkan kenabian dan kekuasaan. Bahkan beliau memiliki kemampuan memerintahkan angin dan unsur-unsur alam. Beliau memahami bahasa hewan dan burung, dimana mereka juga mengetahui keagungan kekuasaan Sulaiman. Al-Quran mengutip kehidupan Nabi Sulaiman dengan pelbagai peristiwa yang patut didengarkan. Salah satu kisah yang disebutkan al-Quran adalah kisah Balqis, Ratu Saba dan bagaimana ia beriman.

Nabi Sulaiman as bersama rombongannya tengah berjalan pulang ke Syam setelah melakukan ziarah ke Ka'bah dan tiba di gurun pasir yang kering. Nabi Sulaiman meminta agar dihadirkan burung Hud Hud agar mencari air, tapi beliau memahami Hud Hud tidak ada. Nabi Sulaiman as bertanya, "Mengapa saya tidak melihat Hud Hud? Bila ia kembali, saya akan memberi sanksi yang berat, kecuali ia dapat memberikan alasan yang benar."

Hud Hud benar-benar terlambat datang, sehingga tidak ada yang berani untuk berbicara. Ketika Hud Hud tiba, sebelum Nabi Sulaiman membentaknya, ia berkata, "Wahai Nabi Allah! Saya memiliki satu masalah yang tidak engkau ketahui dan ilmu serta kekuasaanmu tidak dapat mengetahuinya. Ada tanah air bernama Saba. Sesungguhnya aku menjumpai seorang wanita yang memerintah mereka, dan dia dianugerahi segala sesuatu serta mempunyai singgasana yang besar. Aku mendapati dia dan kaumnya menyembah matahari, selain Allah; dan syaitan telah menjadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka lalu menghalangi mereka dari jalan (Allah), sehingga mereka tidak dapat petunjuk." (QS. al-Naml: 23-24)


Mendengar berita itu, Nabi Sulaiman as terkejut dan berkata, "Saya akan mengkaji kebenaran berita ini. Bila hakikat sesuai dengan yang engkau jelaskan, bawakan surat saya kepadanya dan kembali dengan jawaban darinya."

Balqis, Ratu Saba dengan hati senang dan duduk di singgasana istananya dengan aggun. ketika tiba-tiba dengan penuh keheranan ia melihat burung yang menjatuhkan sebuah surat kepadanya. Ia lantas membuka surat itu dan setelah membacanya, ia sempat termenung. Setelah itu ia mengangkat kepalanya dan berkata, "Wahai para pembesar! Ada surat penting yang sampai kepadaku. Surat ini dari Sulaiman. Di surat ini disebutkan, Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Jangan merasa lebih tinggi dariku dan taatilah aku."

Mendengar itu, para komandan pasukan Balqis marah. Sebagian dari mereka berkata, "Kita memiliki kekuatan dan kekayaan yang banyak dan kita mampu berperang melawannya." Sebagian lain mengatakan, "Wahai Balqis! Kami telah memilihmu sebagai pemimpin kami dan kami percaya akan kelayakanmu. Lakukan apa saja yang engkau anggap baik." Balqis berpikir keras. Ia berpikir agar tidak terjebak dengan kekuatannya dan pasukannya. Saat ini bukan tempatnya untuk bersikap egois. Menurutnya, "Kita harus menguji Sulaiman."

Balqis tidak terpedaya kekuatannya dan para pendukungnya. Ia berpikir dengan serius dan ingin bersahabat dengan Sulaiman serta hendak mengujinya. Ratu Saba ingin mengetahui apakah Sulaiman sebenarnya mengajak kepada Allah ataukah sama seperti para penguasa dunia lainnya yang setiap kali ingin melakukan ekspansi akan melakukan sesukanya. Dengan keputusan ini, ia menjelaskan pengalamannya akan peristiwa pahit yang terjadi pada bangsa-bangsa dan para raja sebelumnya seraya mengatakan, "Dia berkata, 'Sesungguhnya raja-raja apabila memasuki suatu negeri, niscaya mereka membinasakannya, dan menjadikan penduduknya yang mulia jadi hina; dan demikian pulalah yang akan mereka perbuat. Dan sesungguhnya aku akan mengirim utusan kepada mereka dengan (membawa) hadiah, dan (aku akan) menunggu apa yang akan dibawa kembali oleh utusan-utusan itu." (QS. Al-Naml: 34-35)

Para nabi diutus untuk menyelamatkan manusia dan harta duniawi tidak berarti di mata mereka, bahkan dunia dengan segala fasilitasnya tidak pernah membohongi mereka. Tidak berapa lama, para utusan Balqis tiba menghadap Sulaiman dengan banyak hadiah. Sulaiman menerima kedatangan mereka dan mengatakan, "Apakah kalian ingin membantuku dengan harta. Apa yang dianugerahkan Allah kepadaku lebih banyak dan lebih baik dari yang diberikan kepada kalian, tapi kalian begitu bangga dengan hadiah kalian."

Ketika itu para utusan Ratu Saba berkata, "Sekarang kami akan kembali dan membawa pasukan menghadapi kalian, dimana kalian tidak punya kemampuan menghadapinya." Ketika Balqis mendengar Sulaiman tidak menerima hadiah-hadiah yang begitu banyak, ia langsung tersenyum dan melihat ke arah jauh. Para utusannya dengan keheranan bertanya, "Mungkinkah kami bertanya, apakah yang membuat Ratu gembira?" Balqis menjawab, "Sekarang saya memahami bahwa Sulaiman seorang pria yang benar dan hatinya suci. Sekarang kita harus segera menemuinya dan memahami agama barunya."

Puing-puing istana Ratu Balqis
Hud Hud kemudian mengabarkan kepada Sulaiman bahwa Balqis akan menemuinya. Sulaiman berkata kepada mereka yang ada di sekelilingnya, "Balqis adalah seorang wanita yang cerdas. Saya harus menunjukkan kemampuan yang dianugerahkan Allah kepadanya dan ia merasa yakin akan kejujurannku dalam urusan kenabian. Siapa yang dapat membawa singgasananya, sebelum ia sampai di sini. Singgasana yang merupakan contoh dari kebesaran kekuasaannya?"

Asif ibn Barkhiya yang menguasai ilmu kitab berkata, "Saya akan membawanya kepadamu dalam hitungan kedipan mata." Ketika Sulaiman melihat singgasana itu, beliau langsung tertunduk dan berkata, "Ini merupakan anugerah Allah agar mengujiku apakah aku bersyukur atau justru mengingkarinya. Barangsiapa yang bersyukur, maka kesyukuran itu akan kembali kepadanya dan menguntungkannya."

Setelah itu Sulaiman berkata, "Ubahlah singgasana Balqis agar kita bisa mengetahui apakah ia memahami ataukah ia orang yang tidak akan mendapat hidayah." Ketika Balqis dan rombongannya tiba, mereka takjub akan keagungan Sulaiman. Pada waktu itu, Sulaiman bertanya kepadanya, "Apakah singgasanamu seperti ini?" Balqis yang masih dipenuhi keheranan mengatakan, "Sepertinya ini milikku." Sulaiman kemudian mengantarnya ke istana kaca.

Ketika Balqis memasuki istana kaca, ia menyingkap kain yang menutupi kakinya agar dapat melewati air. Sulaiman mengatakan, "Ini bukan air, tapi fatamorgana yang transparan dari kaca. Pada waktu itu juga Balqis menepis tirai kelalaian dan menangkap keagungan ilahi. Setelah itu ia berkata, "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah berbuat zalim terhadap diriku dan aku berserah diri bersama Sulaiman kepada Allah, Tuhan semesta alam." (QS. Al-Naml: 34)

Dengan demikian, Balqis dengan pemahamannya menyingkirkan kekuguran dan kembali pada fitrahnya. Balqis dengan segala kepribadian dan posisi khusus yang dimilikinya ternyata lebih memilih iman dan hidayah ketimbang lahiriah materi dan tanpa kesombongan ia segera menyampaikan penjelasan indah akan manifestasi ilahi.

Setiap kali jalan hidayah telah menyala dan jelas, para perempuan menjadi yang terdepan mengikuti dan menaati perintah ilahi dan terlibat penuh cinta dan jujur. Kenyataan seperti ini juga dapat ditemukan dalam kehidupan para nabi seperti Ibrahim, Musa, Isa dan Muhammad Saw. Di abad terakhir, upaya para perempuan mengeyahkan kezaliman dan menciptakan sistem berdasarkan kebenaran dan ilahi telah membangkitkan pujian semua manusia.

Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa al-Quran mampu menggambarkan perempuan sebagai manusia bernilai dengan meletakkan dirinya di jalur fitrah menjadi elemen bermanfaat dan mampu menciptakan gerakan. Sebagaimana Balqis yang menjauhkan egoisme dan meletakkan dirinya di jalur normal dan sehat juga ikut memberi hidayah kaumnya. Ini merupakan risalah semua perempuan yang tidak menjadikan dirinya sebagai tampak lahiriah yang menipu dan dunia yang fana, dengan memahami tanggung jawabnya yang berharga dalam menididik generasi manusia dari cara pandang sederhana sehingga dapat tumbuh dan menyempurna.

 

Kecanduan internet adalah gangguan perilaku di mana seseorang bergantung pada penggunaan Internet atau perangkat online lainnya untuk mengatasi tekanan kehidupan. Kecanduan internet diterima secara luas, terutama di negara-negara yang memengaruhi banyak orang.

Jika Anda menghabiskan berjam-jam waktu efektif dan waktu luang Anda di Internet, bangun hingga tengah malam untuk mengunduh secara gratis atau berselancar, atau mengobrol dengan teman-teman Anda, kemungkinan Anda telah terjebak dalam fenomena yang disebut "kecanduan internet". Terutama jika Anda melihat anggota keluarga mengkhawatirkan kesehatan Anda dan tidak menyelesaikan pekerjaan Anda. Juga, Anda pasti mengeluarkan banyak uang untuk layanan internet Anda.

Pikirkan sejenak. Istirahatkan tubuh dan pikiran Anda terlebih dahulu. Berjalanlah sedikit. Menatap suatu tempat, berkedip sedikit, lalu berpikir. Apakah Anda salah satu dari orang-orang yang menatap komputer atau ponsel selama berjam-jam dan bahkan melewatkan momen sihir digital untuk pesta atau bahkan pertemuan penting?

Jika Anda juga memeriksa email atau bermain game dengan komputer selama berjam-jam, Anda harus mencurigai diri sendiri. Ini bahkan lebih serius ketika Anda membuka pikiran untuk berbicara dengan teman dan keluarga alih-alih menghabiskan seluruh waktu Anda berbicara dengan teman online Anda. Tentu saja, kecanduan komputer dapat terjadi dalam berbagai bentuk, termasuk permainan komputer, berselancar, meretas, memperbarui blog, dan mengunjungi situs yang tidak etis. Kecanduan obrolan, jejaring sosial, atau bahkan kecanduan menemukan informasi baru di internet tidak boleh dilupakan sebagai masalah serius dan sudah meluas.

Di antara berbagai pendapat tentang penggunaan komputer di Internet, mungkin dapat diambil kesimpulan yang menarik dan berbeda untuk apa yang diterbitkan oleh majalan mingguan New Scientist sebagai hasil karya para peneliti di berbagai bidang psikologi yang disebut 8 Penyakit Kecanduan Profesional (8 Diseases of Professional Addicts).

Berselancara internet yang tidak pantas, bermain Google berlebihan, kecanduan Wikipedia, pengunduhan sepele, bergantung pada album foto anonim, dan cyberbullying adalah beberapa penyakit Internet. Tetapi menurut ilmuwan perilaku Judy James, pecandu jejaring sosial paling banyak dan seperti pecandu lainnya, lebih cenderung mendorong seseorang untuk menggunakannya. Jadi seseorang yang terus-menerus memeriksa ponsel mereka di siang hari juga dianggap sebagai orang yang kecanduan media sosial.

Kecanduan internet adalah gangguan kontrol motivasi dan dikategorikan sebagai kecanduan game komputer serta perjudian. Munculnya kecanduan ini sebagai gangguan pertama kali diperkenalkan di Amerika Serikat pada tahun 1995 dan berkembang pada tahun 1996, dan sejak itu, pusat perawatan untuk pasien ini telah didirikan di seluruh negeri, dan bahkan di pengadilan dan sistem hukum, gangguan ini diterima sebagai satu gangguan mental.

Penelitian menunjukkan bahwa area otak yang mengaktifkan pecandu internet adalah area otak yang aktif bagi para alkoholik. Rujukan ke klinik perawatan kecanduan biasanya dirujuk ke klinik oleh orang-orang di sekitar mereka yang telah melihat perubahan dalam perilaku para pecancu. Awalnya, percakapan awal dengan pasien dijadwalkan. Untuk dapat didiagnosis menderita penyakit ini, pasien harus mengisi kuesioner untuk menunjukkan apakah ada gejala kecanduan. Selanjutnya, sesi individu dan kelompok dijadwalkan untuk pasien. Dalam pertemuan individu, masalah khusus dibahas, dan dalam sesi kelompok, pasien saling mendengarkan masalah dan membimbing satu sama lain untuk menyingkirkan dunia virtual.

Untuk setiap perawatan kecanduan, perawatan diri yang tegas dan tekad adalah langkah yang sangat penting. Bahkan, ketahanan dalam mengambil langkah untuk berhenti dan rehabilitasi adalah masalah penting yang membutuhkan kepatuhan terhadap modalitas pengobatan seperti teknik manajemen waktu atau pengenalan emosi dan mengatasi sendiri.

Dengan deskripsi ini, jika Anda juga termasuk dalam kelompok pecandu internet, ikuti bersama kami untuk mengetahui beberapa tips untuk berhenti kecanduan. Jangan khawatir, tidak ada klinik atau kamp untuk meninggalkan kecanduan. Saya yakin Anda memiliki kekuatan untuk mengendalikan tindakan dan perilaku Anda dan untuk keluar dari kecanduan Anda.

Mengambil langkah pertama bersama-sama:

Buatlah daftar hal-hal yang Anda rasa hilang karena penggunaan Internet yang berlebihan (seperti melewatkan keluarga, tidur sehari-hari, atau bertemu teman). Tuliskan jumlah waktu online dan berbagai penggunaan yang Anda lakukan di Internet per minggu, berdasarkan jumlah waktu per minggu.

Tentukan pola penggunaan Anda. Hari apa dalam seminggu Anda online? Jam berapa dari hari Anda mulai menggunakan Internet? Berapa lama periode penggunaan Internet biasanya? Di mana Anda biasanya menggunakan Internet?

Temukan hal-hal yang menghentikan Anda untuk menggunakan internet. Misalnya, identifikasi topik yang perlu Anda fokuskan atau tempat untuk mengingatkan Anda agar keluar dari lingkungan online sebagai hal yang harus dipertahankan. Juga rencanakan untuk memiliki periode online Anda sebelum tanggal jatuh tempo. Jika ini tidak berhasil karena Anda mengabaikan atau melupakan sesuatu, gunakan alarm pengingat untuk mengingatkan Anda ketika tanggal kedaluwarsa sudah berakhir. Juga penting adalah menempatkan jam jauh dari komputer, untuk memisahkan Anda dari meja dan mematikan alarm!

Ubah paket Anda untuk mulai menggunakan Internet atau mulai yang baru. Untuk melakukan ini, tentukan jam penggunaan dan penghentian penggunaan Anda. Juga tetapkan tujuan spesifik untuk topik ini. Misalnya, jika Anda biasa menghabiskan 40 jam seminggu di Internet, maka habiskan 20 jam seminggu di sana. Bahkan ubah penggunaan harian Anda jika mingguan. Artinya, gunakan lebih ketat setiap hari daripada pada sehari dengan ukuran besar.

Periksa perasaan Anda ketika Anda pergi ke komputer atau ponsel Anda. Dapatkan bantuan dengan ini, termasuk "sebelum saya memasuki dunia virtual internet, saya merasa ..........". Respons yang umum tersedia meliputi perasaan seperti "merasa lelah, merasa kesepian, sengsara, depresi, cemas, marah, stres"

Cobalah cara yang lebih sehat dan jauh lebih efektif untuk mengendalikan emosi yang mengganggu. Solusi seperti olahraga, meditasi, strategi relaksasi, dan latihan pernapasan. Strategi-strategi ini tidak diragukan lagi akan membantu Anda untuk menyingkirkan emosi yang tidak menyenangkan.

Selanjutnya, jawab kalimat "Ketika saya masuk ke aktivitas internet favorit saya, saya merasa ......". Jawaban umum dalam kalimat ini sering kali mencakup perasaan tenang, kegembiraan, kebahagiaan, harga diri, kompetensi, kesempurnaan, rasa hormat, ketenangan, cinta dan kasih sayang, dukungan, nafsu, dan harapan.

Dengan mengetahui perasaan yang Anda miliki ketika mulai menggunakan Internet dan ketika Anda terlibat dalam aktivitas favorit, Anda dapat dengan jelas melihat apa yang Anda hindari dari kehidupan nyata dan apa yang Anda cari dalam kehidupan virtual. Mulai sekarang, setiap kali Anda memutuskan untuk menggunakan kembali Internet untuk mendapatkan sesuatu atau melarikan diri dari masalah kehidupan, Anda punya pilihan.

Transfer ke dunia nyata sifat dan perilaku yang Anda temukan atau mulai dalam pengalaman Anda dalam kelompok virtual dan komunikasi. Jangan membatasi kehidupan sosial Anda, mencari dukungan dan kasih sayang dari orang yang dapat Anda lihat atau yang sedang berinteraksi. Jika Anda jenaka, cerdas, dan baik di internet dan dunia maya, coba dan lakukan hal yang sama di kehidupan nyata.

Ubah kebiasaan penggunaan harian Anda. Jika Anda terbiasa menghabiskan sore di Internet, tunda ke waktu lain, seperti di pagi hari dengan lebih terbatas.

Hargai waktu Anda. Jika Anda mencari topik tertentu. Jangan habiskan waktumu untuk hal-hal yang berbeda dan jangan pernah mengatakan aku melakukan hal yang sama, lalu aku pergi. Anda tahu sendiri bahwa "satu pekerjaan" ini tidak akan pernah berakhir dan Anda dapat melakukannya selamanya. Jadi batasi diri Anda dengan waktu yang Anda gunakan dan jumlah konten.

Gunakan komputer hanya pada waktu tertentu. Jika Anda memiliki laptop, letakkan di tempat yang lebih jauh dari akses Anda. Jika Anda tidak menggunakannya, tutup layar, ketika layar tidak ke arah Anda, Anda akan kurang dan enggan menggunakannya. Jika Anda menggunakan komputer desktop, cobalah menutupnya dengan penutup atau kain agar tidak terlalu terlihat.

Atur waktu yang Anda butuhkan sebelum menggunakan komputer Anda. Misalnya, terapkan batas 30 menit. Atur jam alarm untuk mengingatkan Anda ketika waktu Anda sudah habis.

Anda harus memaksakan diri untuk mematikan komputer ketika saatnya tiba. Anda juga dapat menggunakan alat dan aplikasi yang dirancang untuk Windows untuk membantu masalah ini. Dengan beberapa alat ini, Anda dapat mematikan komputer secara otomatis setelah waktu yang ditentukan.

Ingatlah bahwa ketika Anda menghentikan kecanduan apa pun, wajar jika Anda gagal. Jangan putus asa dan terus berusaha. Anda harus tahu bahwa hari-hari awal perawatan agak sulit dan bahkan membuat frustrasi untuk diri sendiri, tetapi selalu terus mengulangi pada diri sendiri bahwa kesehatan dan hubungan baik dengan keluarga dan teman adalah prioritas utama dan bahwa internet atau teknologi apa pun harus untuk memperbaiki kualitas hidup yang digunakan.

Selamat, jika Anda merasa tanda-tanda pemulihan sudah berakhir. Anda telah mengalahkan kecanduan Anda, dan Anda telah menghindari bahaya dan masalah yang ditimbulkannya kepada Anda. Tentunya setelah pemulihan, Anda akan merasakan kehidupan yang baik di dunia nyata.

 

Pemerintah terguling Yaman pimpinan Abd Rabbuh Mansour Hadi mengabarkan, milisi bersenjata Sudan sudah meninggalkan wilayah barat Yaman.

Fars News (15/12/2019) melaporkan, menurut keterangan pemerintah terguling Yaman, pasukan bersenjata asal Sudan sudah keluar dari barat Yaman.

Stasiun televisi Al Mayadeen mengutip pemerintah Mansoud Hadi mengabarkan, milisi bersenjata Sudan yang berafiliasi ke pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi, setelah menyelesaikan tugasnya, keluar dari wilayah barat Yaman. 

Minggu, 15 Desember 2019 17:27

8 Resolusi Anti-Israel di Majelis Umum PBB

Majelis Umum PBB baru-baru ini mengeluarkan delapan resolusi yang mengecam sepak terjang rezim Zionis Israel.

Selama dua tahun terakhir, Majelis Umum PBB telah berulang kali mengutuk tindakan rezim Zionis dengan mengeluarkan banyak resolusi. Pada November 2018, Majelis Umum PBB mengesahkan 15 resolusi anti-Israel, dengan 9 resolusi disahkan pada 16 November, dan 6 resolusi pada 30 November.

Setahun kemudian, Majelis Umum PBB juga mengesahkan delapan resolusi terhadap rezim Zionis. Resolusi itu mengutuk blokade darat, udara dan laut Gaza; permukiman distrik Zionis, penghancuran tempat tinggal dan penangkapan secara sewenang-wenang orang-orang Palestina, dan menekankan kembalinya pengungsi Palestina ke tanah air mereka.

Resolusi itu juga menyerukan rezim Zionis mematuhi resolusi PBB lainnya tentang Golan, dan melarang rezim Zionis memberikan kewarganegaraan Israel kepada penduduk Golan. Resolusi lain meminta semua negara untuk mendukung Badan PBB Urusan Pengungsi Palestina (UNRWA).

Poros 15 resolusi November 2018 mengenai sejumlah isu yang kembali ditegaskan dalam 8 resolusi yang keluar kemarin. Resolusi tersebut mencakup masalah kejahatan terpenting Israel terhadap Palestina. Resolusi-resolusi ini berisi  beberapa poin penting.

Pertama, resolusi ini memiliki dukungan dan logika yang kuat. Sebab menurut situs PBB, delapan resolusi ini sebelumnya telah disetujui oleh Komite Khusus Urusan Politik dan Dekolonisasi Majelis Umum yang disebut "Komite Keempat", kemudian dalam sidang Majelis Umum diambil pengesahan atau penolaknnya melalui pemungutan suara. 

Kedua, resolusi-resolusi ini menunjukkan bahwa Majelis Umum PBB memiliki pendekatan yang lebih realistis dan adil terhadap konflik Palestina-Israel daripada Dewan Keamanan PBB.

Masalah utama Dewan Keamanan PBB bertumpu pada penggunaan hak veto, terutama oleh Amerika Serikat yang menghalangi pandangan yang adil terhadap konflik Israel-Palestina, dan kejahatannya terhadap rakyat Palestina. Tidak adanya hak veto di Majelis Umum PBB dan keputusan diambil berdasarkan suara mayoritas, menyebabkan sikap politis dari beberapa negara, termasuk Amerika Serikat tidak bisa menghalangi pengesahan resolusi terhadap rezim Zionis.

Ketiga, delapan resolusi Majelis Umum PBB tersebut menunjukkan bahwa mayoritas negara dunia menentang pendekatan AS terhadap masalah Palestina-Israel seperti pengakuan terhadap pembangunan permukiman Zionis, pengakuan al-Quds sebagai ibu kota rezim Zionis dan dataran tinggi Golan sebagai wilayah Israel. Sedangkan mayoritas negara dunia menentangnya.

Keempat, meskipun Majelis Umum PBB telah mengeluarkan banyak resolusi terhadap Israel, tapi kenyataannya  berbagai resolusi ini tidak memiliki jaminan pelaksanaan. Rezim Zionis secara terbuka melanggar Resolusi Dewan Keamanan PBB No. 2334 yang disahkan tanggal 23 Desember 2016 dengan dukungan AS, dan tidak memedulikan sama sekali resolusi Majelis Umum PBB.(

Minggu, 15 Desember 2019 17:26

Diam-diam AS Usir Dua Diplomat Cina

Salah satu surat kabar Amerika Serikat menulis, pemerintah Amerika diam-diam mendeportasi dua diplomat Cina karena dituduh melakukan mata-mata di sebuah pangkalan militer di Virginia.

Fars News (15/12/2019) melaporkan, Amerika mengusir dua diplomat Cina secara sembunyi-sembunyi karena dituduh telah memasuki sebuah pangkalan militer di Virginia tanpa izin.

Koran News York Times mengabarkan, dua pegawai kedutaan besar Cina ini langsung dideportasi setelah masuk tanpa izin ke sebuah pangkalan militer Amerika di Virginia.

Menurut NY Times, ini untuk pertama kalinya sejak 30 tahun lalu diplomat Cina di Amerika dituduh melakukan mata-mata. Menurut pemerintah Gedung Putih, satu di antara dua diplomat itu tinggal bersama istrinya di Amerika, dan menjalankan tugas spionase.

Pejabat Amerika kepada New York Times mengatakan, dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah banyak warga Cina yang mengantongi paspor diplomatik, terlihat lalu lalang di sekitar pusat penelitian dan instansi pemerintah Amerika. 

 

Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Iran mengatakan, kami tidak mengundang musuh, tapi jika mereka ingin mengetahui canggih atau tidaknya peralatan kami, mereka bisa mencobanya, sepertinya mereka juga sudah mengujinya dan menerima pukulan dari Iran.

Fars News (15/12/2019) melaporkan, Mayjen Abdolrahim Mousavi menuturkan, instrumen militer Iran menjadi pusat perhatian bangsa-bangsa dunia. Masyarakat Iran harus menilai sendiri apakah instrumen militer kita usang atau tidak.

Ia menambahkan, kami tidak mengundang musuh tapi jika mereka ingin menyadari kecanggihan peralatan Iran, mereka bisa mengujinya. Sepertinya beberapa kali sudah mencobanya dan menyesal.

Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Iran menerangkan, kami tidak akan pernah membuang modal yang sudah dimiliki, karena modal ini milik rakyat.

"Kami sangat menghargai sekecil apapun uang rakyat, kami bukan negara yang menerima uang rakyat lalu membuangnya. Sebagian negara menghabiskan uang rakyatnya ratusan juta dolar untuk membeli peralatan militer, tapi tidak bisa menggunakannya, mengeluarkan miliaran dolar untuk menjaga zona udaranya tapi semua bisa menerobosnya," pungkas Mousavi. 

 

Umbul Tanjung Resort tampak sepi. Tak nampak seorang pun di pos penjagaan. Daun-daun yang berguguran juga belum disapu.

Di bagian tengah, Adi (35 tahun), penjaga penginapan itu, terlihat sedang menyapu halaman di sekitar kolam. Dia adalah salah satu saksi mata ketika tsunami tak menerjang penginapan yang dijaganya di pesisir Pantai Anyer, Desa Umbul Tanjung, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Banten.

Menurut dia, saat kejadian sama sekali tak ada tanda-tanda berupa gempa bumi maupun surutnya air laut. Malam itu, Sabtu (22/12), rombongan siswa dari Nurul Fikri Boarding School yang telah sekitar dua pekan menginap di tempat itu, sedang menghafal Alquran.

Tak ada yang menyadari akan datangnya gelombang tsunami malam itu. “Anak-anak masih pada hafalan. Lalu banyak orang di luar teriak ‘tsunami’,” kata Adi saat ditemui Republika.co.id di lokasi kejadian, Rabu (26/12).

Kata teriakan orang-orang itulah yang membuat seluruh tamu penginapan itu siaga. Bukan keluar penginapan, mereka justru melihat air di pagar belakang penginapan.

Menurut dia, air hanya sampai depan pagar. Tak sedikit pun tsunami menyentuh halaman penginapan. Berdasarkan pantauan, H+4 pascatsunami, kondisi halaman belakang tak sedikit pun terlihat kerusakan. Gerbang yang terbuat dari besi pun utuh tak tersentuh air. Padahal, di luar pagar terdapat gubuk kayu yang hancur sisa terpaan tsunami.

Republika.co.id juga melihat kondisi 10 bangunan yang berada di penginapan itu. Tak ada satu pun bangunan yang mengalami kerusakan di lahan seluas 0,5 haktare tersebut.

Adi masih tetap membersihkan halaman kolam penginapan. Sambil membersihkan, ia bercerita bahwa ketika malam tsunami, anak-anak dari Nurul Fikri sudah lebih dari dua pekan menginap di tepat itu.

Dari awal kedatangannya, kegiatan anak-anak itu hanya membaca Alquran. Siang dan malam. Mereka menempati enam bangunan di penginapan itu, sementara satu bangunan diisi oleh satu keluarga di luar rombongan Nurul Fikri.

“Mereka (anak-anak Nurul Fikri) pagi, siang, malam, mengaji terus. Paling istirahat sebentar makan dan keliling halaman penginapan,” kata dia.

Sementara, salah seorang guru Nurul Fikri yang ada di lokasi saat itu, Ai Nuraeni menjelaskan, pada saat kejadian tsunami, ada  55 santri menyaksikan kedahsyatan air yang meluluhlantakkan hotel dan rumah warga di sekitar pantai. Di saat kejadian tersebut ia dan anak didiknya menyaksikan kuasa Allah SWT yang luar biasa.

Ai menceritakan, pada saat kejadian di malam hari, melalui lantai dua villa yang mereka tempati, terlihat anak Gunung Krakatau mengeluarkan api dan laharnya. Walaupun sempat khawatir, mereka tetap menjalankan aktivitas seperti biasa.

Namun, suara gemuruh tiba dan membuat dirinya bertanya-tanya. “Baru selesai hafalan setoran tiba-tiba terdengar suara gemuruh. Awalnya dipikir hujan tapi ternyata enggak ada airnya, tiba-tiba dari belakang yang dekat ke pantai itu santri putra lari-lari (teriak) itu air, itu ada air. Kita sempat panik itu air apa,” kata Ai menjelaskan.

Tak lama kemudian, air tersebut surut begitu saja dan hanya menghantam pagar pembatas belakang villa. Rombongan pun memutuskan untuk berkumpul di mushala villa. Ia mendapat kabar bahwa pengelola pantai menghubungi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk menanyakan apa yang terjadi. Ternyata, menurut BMKG saat itu hanya air pasang biasa. Mereka pun merasa sedikit tenang.

“Tapi ada sedikit khawatir juga sih dari para pembina. Akhirnya kita kumpulkan saja semuanya di mushala. Kita instruksikan mereka untuk menggunakan pakaian lengkap, minimal kita siap lari,” kenang Ai.

Pada saat itu, suasana kembali hening. Suara yang terdengar hanyalah para santri yang tengah mengaji dan melanjutkan tilawah yang sempat tertunda karena air pasang tiba-tiba tadi. Ai juga mengenang, saat itu para santri begitu tenang. Ada beberapa yang wudhu dan shalat taubat, semua begitu tenang dan tidak panik.

“Sesauatu yang mengharukan saya, terutama sikap anak-anak ketika terjadi bencana seperti itu, kita instruksikan, kita sekarang evakuasi, silakan bawa barang yang dianggap penting. Dan mereka langsung yang tercetus itu ya Alquran,” kata Ai.

Pada saat itu, pengelola hotel mengabarkan bahwa ada masyarakat yang mengungsi. Pembina pun musyawarah perlu atau tidaknya untuk ikut mengungsi. Ai menceritakan, setelah mereka berdiskusi, dua orang ustaz keluar untuk melihat kondisi sekitar. Kedua ustaz tersebut pun kaget karena lingkungan di sekitar villa telah hancur. Akhirnya mereka memutuskan untuk ikut mengungsi.

“Pengungsian waktu itu kata pengurus villa ada di daerah Cipanas, pokoknya dari villa ke arah kiri. Setelah belokan evakuasi itu, akan ada dari jembatan itu sudah tidak bisa dilalui kendaraan itu. Ya itu batas amannya,” kata dia.

Berharap usai

Sementara, yang menjaga penginapan itu, merasa sangat bersyukur atas keajaiban itu. Padahal di sekitar penginapan yang dijaganya, banyak bangunan dan warung yang tertimpa taunami.

Namun, Adi bersama rekan-rekannya harus tetap menjaga penginapan itu. Bahkan, H+1 pascatsunami, ia secara bergantian memaksakan diri berjaga malam. “Masih banyak barang soalnya,” kata dia.

Suara gemuruh Gunung Anak Krakatau terus terdengar hampir setiap menit. Suara angin bercampur ombak juga jelas terdengar. Meski menurut Adi suara itu sudah biasa, tapi tetap saja ia khawatir. Karena itu, ia mengaku selalu waspada, kalau-kalau tsunami datang lagi.

Saat masih menyapu, tiba-tiba ia mengeluh. Pasalnya, banyak debu yang terbawa oleh sapunya. Padahal, saat itu hujan ringan baru saja mengguyur sekitaran Anyer.

“Lihat tuh, Mas. Debunya banyak. Mungkin itu dari Krakatau,” kata dia.

Adi yakin sekali akan hal itu. Pasalnya, selama ini tak biasa penginapan itu banyak debu. Saat dilihat, debu itu berwarna hitam.

Ia berharap, bencana ini cepat selesai. Dengan begitu, Pantai Anyar akan kembali ramai dan penginapan yang dibaderol dengan harga Rp 1,5 juta per malam untuk akhir pekan itu bisa kembali kedatangan banyak tamu.

 

Anas bin Malik, salah satu sahabat Rasulullah yang juga pernah menjadi pembantunya, mengisahkan, kami sedang duduk bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ia bersabda, “Sebentar lagi, akan muncul di hadapan kalian, seorang penduduk surga”.

Baru saja Rasulullah diam dari sabdanya, tampak seorang sahabat Ansor datang, jenggotnya masih basah terkena bekas air wudlu, terlihat tangan kirinya sedang menenteng kedua sandal yang ia punya.

Baca juga: Menggali Hikmah Dari Kisah Nabi Zakaria Dalam Al-Quran (Part 2)

Esok harinya, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam kembali mengatakan satu hal yang sama persis dengan yang kemarin. Dan muncul kembali orang dan ciri-ciri yang sama seperti kemarin. Hal yang sama persis seperti ini kembali berulang hingga pada hari yang ketiga.

Pada hari ketiga tersebut, usai Rasulullah berdiri, meninggalkan majlis, salah seorang sahabat, Abdullah bin ‘Amr bin Al-Ash membuntuti orang tersebut lalu berkata kepadanya, “Aku sedang punya masalah dengan ayahku. Dan aku bersumpah untuk tidak masuk ke rumahnya selama tiga hari. Bolehkah aku menginap di rumahmu sampai tiga hari ?

“Oh, silahkan”. Jawab lelaki yang dipastikan Rasulullah akan masuk surga ini.

Abdullah bin ‘Amr bin Al-Ash kemudian menginap di rumah lelaki tersebut selama tiga malam. Ia sama sekali tidak melihat sang tuan rumah mengerjakan salat malam. Hanya saja, jika ia sedang terjaga di malam hari dan berbolak-balik di tempat tidur, maka ia hanya tampak berdzikir kepada Allah dan bertakbir sampai ia bangun untuk untuk menjalankan ibadah salat subuh.

Baca juga: Kisah Hikmah Antara Seorang Ahli Ibadah dengan Seekor Anjing

Dalam kisah yang disampaikan Abdullah, ia menyebutkan “Tidak ada yang istimewa dari lelaki tadi. Hanya saja, aku tidak pernah mendengarnya mengatakan apapun kecuali dengan ucapan yang baik”

Dan saat berlalu tiga hari, kenang  Abdullah, hampir saja aku meremehkan kegiatan yang dilakukan seorang Ansor tadi. Maka akupun terus terang berkata kepadanya :

Wahai hamba Allah (fulan), sesungguhnya antara aku dan ayahku tidak ada masalah, apalagi hingga boikot, tidak sama sekali. Tapi aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata hingga sebanyak tiga kali “Akan muncul di hadapan kalian seorang penduduk surga”, lantas engkaulah yang tiba-tiba datang. Hal itu mendorong aku untuk menginap bersamamu supaya aku bisa melihat apa saja amalanmu. Dengan begitu, aku aku bisa menirunya. Namun aku justru tidak melihat dirimu melakukan banyak beramal.

Sebenarnya amalan apa yang mengantarkanmu, hingga pada derajat sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, (bahwa kamu min ahlil jannah)?”.

Lelaki ini menjawab “Tidak ada yang istimewa kecuali amalanku yang sebagaiman telah kamu lihat”

Baca juga: Jika Aku Tua Nanti

Dalam hadis tersebut, Anas bin Malik melanjutkan riwayatnya, Abdullah lalu mengatakan “Saat aku beranjak pergi maka iapun memanggilku dan berkata “Amalanku hanyalah yang engkau lihat, hanya saja aku tidak menemukan perasaan dengki (jengkel) dalam hatiku kepada seorang muslim pun dan aku tidak pernah hasad kepada seorangpun atas kebaikan yang Allah berikan kepadanya”

Mendapat jawaban memuaskan ini, Abdullah menimpali “Nah, inilah amalan yang mengantarkan engkau (menjadi penduduk surga, red). Dan inilah yang kami tidak mampu”. (HR Ahmad : 12236)

Ada beberapa hadis yang menjelaskan keistimewaan orang yang bisa mengolah hatinya dengan baik.

قِيْلَ : أَيُّ النَّاسِ أَفْضَلُ؟ قَالَ: كُلُّ مَخْمُوْمُ الْقَلْبِ، صَدُوْقُ اللِّسَانِ، قَالُوْا: صَدُوْقُ اللِّسَانِ نَعْرِفُهُ، فَمَا مَخْمُوْمُ الْقَلْبِ؟ قَالَ: هُوَ التَّقِيُّ النَّقِيُّ، لَا إِثْمَ فِيْهِ وَلاَ بَغْيَ، وَلاَ غِلَّ، وَلاَ حَسَدَ (رواه ابن ماجه: 4216)

Artinya : Ada yang bertanya kepada Rasulullah, manusia model bagaimana yang paling utama? Lalu dijawab oleh Rasulullah, setiap makhmumul qalb dan shaduqul lisan (mulut yang selalu berkata jujur). Sahabat kembali bertanya, “Kalau shaduqul lisan (mulut yang selalu berkata jujur) kita semua sudah tahu. Tapi apa itu makhmumul qalb?. Rasul menjawab “Itu adalah ornag yang bertakwa, hatinya bersih, tidak pernah berbuat dosa, tidak pernah memberontak, dendam/benci dan iri kepada orang lain sama sekali. (HR. Ibnu Majah : 4316)

Baca juga: Kisah Motivasi; Batu, Kerikil dan Pasir

Hadis ini menjadi semacam penguat dengan kisah yang terjadi pada sahabat di atas. Sehingga, hanya orang yang hatinya bersihlah yang berhak masuk surga. Dalam Al Qur’an disebut

إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ (89) [الشعراء/89]

Artinya : …. kecuali orang yang datang kepada Allah dengan hati yang selamat (QS Asy Syu’ara’ : 89)

Oleh Ibnu Sirin, qalbul salim dalam ayat ini berarti orang yang hatinya tidak punya iri dengki dengan orang lain. Orang itulah yang akan masuk surga.

Begitu pula pada ayat lain, ciri-ciri ahli surga adalah mereka yang telah diangkat sifat iri dan benci dari hati mereka. Allah Ta’ala bersabda

وَنَزَعْنَا مَا فِي صُدُورِهِمْ مِنْ غِلٍّ إِخْوَانًا عَلَى سُرُرٍ مُتَقَابِلِينَ (47) [الحجر/47][

“Dan Kami lenyapkan segala rasa dendam yang berada dalam hati mereka, sedang mereka merasa bersaudara”

Oleh karena itu, barangsiapa ingin menduduki surga, sejak di dunia perlu melakukan sifat-sifat yang dimiliki oleh ahli surga.

 

Suatu hari seorang pedagang dari Baghdad bertanya kepada Bahlul: “Tuan bahlul yang terhormat, saya membeli apa supaya saya mendapatkan keuntungan yang banyak?” Bahlul menjawab: “Besi dan kapas.” Pria itupun lantas pergi dan membeli beberapa besi dan kapas dan menyimpannya. Kebetulan, setelah beberapa bulan mereka menjualnya dan menghasilkan banyak keuntungan. Suatu hari dia bertemu lagi dengan Bahlul.

Kali ini dia berkata: “Hai orang gila! apa yang harus saya beli untuk mendapatkan keuntungan?” kali ini Bahlul berkata, “Belilah bawang dan semangka.” Pedagang itu pergi dan seluruh modalnya dibelikan bawang dan semangka dan menyimpannya. Setelah beberapa waktu, semua bawang dan semangkanya membusuk dan hancur dan menyebabkan kerugian besar.

Segera dia pergi ke Bahlul dan berkata kepadanya: “Pertama kali saya berkonsultasi dengan Anda, Anda berkata belilah besi dan kapas, saya mendapatkan keuntungan. Tapi yang kedua kalinya, saran macam apa ini? Semua modal saya habis!”

Bahlul menjawab orang itu dengan berkata, “Pada hari pertama, Anda memanggil saya dengan sebutan tuan Bahlul, dan ketika Anda memanggil saya sebagai orang bijak, jadi saya juga memerintahkan Anda sebagaimana saya orang yang bijak.

Tapi untuk kedua kalinya Anda memanggil saya gila, jadi saya memerintahkan Anda sebagaimana saya orang yang gila!” Pria tersebut malu dengan apa yang dikatakan pada perkataannya yang kedua dan meminta maaf kemudian pergi.