کمالوندی

کمالوندی

Pentingnya Masjid

 

Allah Swt berfirman:

 

"Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk." (QS. at-Taubah: 18)

 

Masjid merupakan pusat penting ibadah dan sosial bagi umat Islam. Dengan demikian, setiap pengelolanya harus orang yang saleh dan suci. Program yang dimiliki masjid harus konstruktif dan mendidik, selain anggaran yang dimilikinya didapatkan dari jalan yang halal. Sementara jamaah masjid juga harus orang bertakwa, bersama Allah dan dihormati. Bila yang terjadi sebaliknya, dimana mereka yang membangun masjid adalah penguasa zalim, imam shalat jamaah orang bodoh dan penakut, sementara takmir masjid adalah orang-orang yang tidak cakap dan semangat maka masjid akan jauh dari tujuan aslinya untuk meningkatkan spiritual.

 

Menurut Faidh al-Kasyani dalam tafsir as-Shafi upaya memperbaiki masjid termasuk merawat, membersihkan, penerangan, pembelajaran dan tablig.

 

Rasulullah Saw bersabda, "Bila kalian menyaksikan seseorang rajin mendatangi masjid, maka kalian harus bersaksi dengan keimanannya."[1]

 

Dalam banyak riwayat disebutkan tentang orang yang sering mengunjungi masjid akan mendapatkan banyak keuntungan termasuk mendapatkan teman seiman, tambahan informasi yang berguna, mendapat bimbingan, menjauhi dosa dan mendapat nikmat serta rahmat ilahi.[2]

 

Iman tidak terpisahkan dari amal seperti juga shalat tidak terpisahkan dari zakat (orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat,menunaikan zakat), begitu juga dengan masjid tidak terpisahkan dari revolusi (dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah).

 

Sumber: Mohsen Qarati, Daghayeghi ba Quran, Tehran, Markaz Farhanggi Darsha-i az Quran, 1388 Hs, cet 1.


[1]
. Tafsir ad-Durr al-Mantsur.

[2]. Wasail as-Syiah dan Tafsir ad-Durr al-Mantsur.

Ayat ke 87

 

┘è┘ÄϺ Ï¿┘Ä┘å┘É┘è┘æ┘Ä ÏºÏ░┘Æ┘ç┘ÄÏ¿┘Å┘êϺ ┘ü┘ÄϬ┘ÄÏ¡┘ÄÏ│┘æ┘ÄÏ│┘Å┘êϺ ┘à┘É┘å┘Æ ┘è┘Å┘êÏ│┘Å┘ü┘Ä ┘ê┘ÄÏú┘ÄÏ«┘É┘è┘ç┘É ┘ê┘Ä┘ä┘ÄϺ Ϭ┘Ä┘è┘ÆÏª┘ÄÏ│┘Å┘êϺ ┘à┘É┘å┘Æ Ï▒┘Ä┘ê┘ÆÏ¡┘É Ïº┘ä┘ä┘æ┘Ä┘ç┘É ÏÑ┘É┘å┘æ┘Ä┘ç┘Å ┘ä┘ÄϺ ┘è┘Ä┘è┘ÆÏª┘ÄÏ│┘Å ┘à┘É┘å┘Æ Ï▒┘Ä┘ê┘ÆÏ¡┘É Ïº┘ä┘ä┘æ┘Ä┘ç┘É ÏÑ┘É┘ä┘æ┘ÄϺ Ϻ┘ä┘Æ┘é┘Ä┘ê┘Æ┘à┘ŠϺ┘ä┘Æ┘â┘ÄϺ┘ü┘ÉÏ▒┘Å┘ê┘å┘Ä (87)

 

Artinya:

Hai anak-anakku, pergilah kamu, maka carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir".(12: 87)

 

Pada pembahasan yang lalu telah disinggung bahwa sewaktu putra-putra Ya'qub as memberitahukan kepada ayah mereka bahwa Benyamin ditahan di Mesir, maka ayah mereka mengingat peristiwa yang menimpa putranya, Yusuf. Beliau pun memohon dan mengadu kepada Allah Swt seraya meminta pertolongan kepada-Nya agar diberi jalan keluar mengenai masalah yang sedang dihadapinya itu. Oleh karena Nabi Ya'qub as sebelumnya telah mengetahui mimpi yang dialami oleh Yusuf ketika masih remaja, dan meyakini bahwa putranya ini masih hidup dan akan mencapai kedudukan yang tinggi dan mulia, maka Ya'qub as berkata kepada putra-putranya, "Sekali lagi pergilah ke Mesir, untuk mencari informasi tentang Yusuf dan membanya ke mari. Juga carilah jalan untuk membebaskan saudara kalian, Benyamin dan mereka semua kembali kepadaku."

 

Dalam rangka mendorong anak-anaknya agar tetap bersemangat mencari informasi tentang Yusuf dan membebaskan saudara mereka, Benyamin, Nabi Ya'qub as berkata kepada mereka berkata kepada mereka bahwa seorang mukmin dalamkeadaan bagaimanapun tidak boleh berputus asa dari rahmat dan pertolongan Allah swt. Karena putus asa dari rahmat Allah adalah tanda-tanda kekafiran. Kata-kata "rauh" (Ï▒┘Ä┘êÏ¡) yang dipakai dalam ayat ini berasal dari kata "rih" (Ï▒┘èÏ¡) yang berarti angin. Dengan demikian kata rauh berartisemangat. Karena dengan hembusan angin segar, seseorang akan merasakan ketenangan dan ketentraman. Sebagian lain mufassir, mengartikan kata tersebut sebagai "jiwa". Karena dengan terbukanya pintu usaha dan tersingkirnya kesulitan, seseorang akan memperoleh jiwa segar.

 

Dari ayat tadi terdapat duapelajaran yang dapat dipetik:ÔÇÄ

1. Untuk memperoleh pertolongan dan rahmat Allah, orang harus bergerak dan berusaha bukan dengan duduk berdiam diri di dalam rumah danmenunggu turunnya rahmat ilahi. Nabi Ya'qub berkata kepada putra-putranya, "Untuk menemukan Yusuf kalian harus bergerak dan jangan sekali-kali berputus asa dari rahmat dan pertolongan Allah.

2. Auliya Allah selalu mendorong manusia untuk tetap berharap kepada rahmat dan pertolongan Allah. Akan tetapi mereka yang membuat orang lain berputus asa, demikian pula orang yang berputus asa itu sendiri, adalah orang yang jauh dari agama.

 

Ayat ke 88

 

┘ü┘Ä┘ä┘Ä┘à┘æ┘ÄϺ Ï»┘ÄÏ«┘Ä┘ä┘Å┘êϺ Ï╣┘Ä┘ä┘Ä┘è┘Æ┘ç┘É ┘é┘ÄϺ┘ä┘Å┘êϺ ┘è┘ÄϺ Ïú┘Ä┘è┘æ┘Å┘ç┘ÄϺ Ϻ┘ä┘ÆÏ╣┘ÄÏ▓┘É┘èÏ▓┘Å ┘à┘ÄÏ│┘æ┘Ä┘å┘ÄϺ ┘ê┘ÄÏú┘Ä┘ç┘Æ┘ä┘Ä┘å┘ÄϺ Ϻ┘äÏÂ┘æ┘ÅÏ▒┘æ┘Å ┘ê┘Äϼ┘ÉϪ┘Æ┘å┘ÄϺ Ï¿┘ÉÏ¿┘ÉÏÂ┘ÄϺÏ╣┘ÄÏ®┘ì ┘à┘ÅÏ▓┘ÆÏ¼┘ÄϺϮ┘ì ┘ü┘ÄÏú┘Ä┘ê┘Æ┘ü┘É ┘ä┘Ä┘å┘ÄϺ Ϻ┘ä┘Æ┘â┘Ä┘è┘Æ┘ä┘Ä ┘ê┘ÄϬ┘ÄÏÁ┘ÄÏ»┘æ┘Ä┘é┘Æ Ï╣┘Ä┘ä┘Ä┘è┘Æ┘å┘ÄϺ ÏÑ┘É┘å┘æ┘Ä Ïº┘ä┘ä┘æ┘Ä┘ç┘Ä ┘è┘Äϼ┘ÆÏ▓┘É┘è Ϻ┘ä┘Æ┘à┘ÅϬ┘ÄÏÁ┘ÄÏ»┘æ┘É┘é┘É┘è┘å┘Ä (88)

 

Artinya:

Maka ketika mereka masuk ke (tempat) Yusuf, mereka berkata: "Hai Al Aziz, kami dan keluarga kami telah ditimpa kesengsaraan dan kami datang membawa barang-barang yang tak berharga, maka sempurnakanlah sukatan untuk kami, dan bersedekahlah kepada kami, sesungguhnya Allah memberi balasan kepada orang-orang yang bersedekah". (12: 88)

 

Kali ketiga ketika saudara-saudara Yusuf datang menghadapnya, dengan sikap memelas dan dengan penuh kelemahan dan kerendahan diri, mereka mengatakan bahwa kali ini mereka datang dengan membawa sedikti uang untuk memperoleh gandum bagian mereka. Meski membawa sedikti uang, mereka berharap akan memperoleh bagian mereka sepenuhnya. Kali ini pun mereka mengharap kepada Yusuf, sebagaimana pertama kali dulu beliau mengembalikan uang mereka, kali ini pun mereka berharap beliau akan mengembalikan uang mereka yang sedikit ini, dan memperlakukan mereka dengan kemurahan hati dan kedermawanan beliau.

 

Dari ayat tadi terdapat duapelajaran yang dapat dipetik:ÔÇÄ

1. Kefakiran dan kemiskinan mematahkan kesombongan manusia. Saudara-saudara Yusuf yang sebelumnya menyombong dengan mengatakan, kami adalah orang-orang yang kuat dan mereka menganggap ayah mereka berada dalam kekeliruan. Akan tetapi sekarang mereka menghadap Nabi Yusuf as, yang sesungguhnya adalah saudara mereka yang selama ini mereka hina, untuk memohon bantuan gandum.

2. Pahala ilahi akan menumbuhkan motifasi yang kuat dalam diri seseorang untuk membantu dan berkhidmat kepada orang lain.

 

Ayat ke 89

 

┘é┘ÄϺ┘ä┘Ä ┘ç┘Ä┘ä┘Æ Ï╣┘Ä┘ä┘É┘à┘ÆÏ¬┘Å┘à┘Æ ┘à┘ÄϺ ┘ü┘ÄÏ╣┘Ä┘ä┘ÆÏ¬┘Å┘à┘Æ Ï¿┘É┘è┘Å┘êÏ│┘Å┘ü┘Ä ┘ê┘ÄÏú┘ÄÏ«┘É┘è┘ç┘É ÏÑ┘ÉÏ░┘Æ Ïú┘Ä┘å┘ÆÏ¬┘Å┘à┘Æ Ï¼┘ÄϺ┘ç┘É┘ä┘Å┘ê┘å┘Ä (89)

 

Artinya:

Yusuf berkata: "Apakah kamu mengetahui (kejelekan) apa yang telah kamu lakukan terhadap Yusuf dan saudaranya ketika kamu tidak mengetahui (akibat) perbuatanmu itu?".(12: 89)

 

Sikap saudara-saudara Yusuf yang menunjukkan kelemahan dan memohon bantuan dengan memelas, membuat hati Yusuf yang lembut dan penuh kasih tidak tega untuk tetap menyembunyikan identitas dirinya. Untuk itu dengan mengajukan pertanyaan mengandung arti, Yusuf as bermaksud menyadarkan saudara-saudara beliau agar mengenalinya. Yusuf sengaja tidak menggunakan kata-kata tegas, seperti, "Saya adalah Yusuf dan kalian adalah saudara-saudaraku yang telah berbuat kejahatan...... dan seterusnya. Akan tetapi dengan beliau mengajukan pertanyaan, apakah kalian masih ingat, ketika masih muda dan sombong dulu, apa yang kalian lakukan terhadap Yusuf dan Benyamin?

 

Dengan mengajukan pertanyaan seperti ini, Yusuf as memberitahukan kepada mereka bahwa beliau mengetahui dengan baik apa yang berlaku antara dirinya dan saudara-saudaranya ini. Untuk itu jika hari ini mereka datang untuk meminta bantuan dan sedekah, maka lebihbaik mereka meminta ampun dan taubat kepada Allah Swt dari kejahatan masa lalu mereka. Poin menarik dalam hal in ialah pernyataan Yusuf bahwa perbuatan saudara-saudaranya itu dilakukan karena ketidaktahuan mereka. Seolah Yusuf as ingin menghibur mereka dengan mengatakan bahwa kalian tidak terlalu bersalah dalam hal ini. Mereka hanya tertipu oleh tipu daya setan, yang bertujuan menciptakan perpecahan di dalam persaudaraan mereka. Nabi Yusuf as mengulangi pernyataannya ini di Ayat 100 Surah ini.

 

Dari ayat tadi terdapat duapelajaran yang dapat dipetik:ÔÇÄ

1. Kejahatan dan kezaliman terhadap hak orang lain, terutama keluarga dekat dan sanak famili, tidak mudah dilupakan, dan suatu hari masalah ini akan  terbuka dan muncul lagi ke permukaan.

2. Sikap satria dan besar hati akan menyebabkan seseorang yang meski memiliki kekuatan, akan bersikap lemah lembut dan lapang dada, terhadap siapa saja yang pernah menzaliminya dan kini datang kepadanya mengharapkan bantuan. Orang yang memiliki sifat jantan dan gagah berani tidak akan menyimpan dendam pribadi, terutama terhadap orang yang lebih lemah.

Ayat ke 873-84

 

┘é┘ÄϺ┘ä┘Ä Ï¿┘Ä┘ä┘Æ Ï│┘Ä┘ê┘æ┘Ä┘ä┘ÄϬ┘Æ ┘ä┘Ä┘â┘Å┘à┘Æ Ïú┘Ä┘å┘Æ┘ü┘ÅÏ│┘Å┘â┘Å┘à┘Æ Ïú┘Ä┘à┘ÆÏ▒┘ïϺ ┘ü┘ÄÏÁ┘ÄÏ¿┘ÆÏ▒┘î ϼ┘Ä┘à┘É┘è┘ä┘î Ï╣┘ÄÏ│┘Ä┘ë Ϻ┘ä┘ä┘æ┘Ä┘ç┘Å Ïú┘Ä┘å┘Æ ┘è┘ÄÏú┘ÆÏ¬┘É┘è┘Ä┘å┘É┘è Ï¿┘É┘ç┘É┘à┘Æ Ï¼┘Ä┘à┘É┘èÏ╣┘ïϺ ÏÑ┘É┘å┘æ┘Ä┘ç┘Å ┘ç┘Å┘ê┘Ä Ïº┘ä┘ÆÏ╣┘Ä┘ä┘É┘è┘à┘ŠϺ┘ä┘ÆÏ¡┘Ä┘â┘É┘è┘à┘Å (83) ┘ê┘ÄϬ┘Ä┘ê┘Ä┘ä┘æ┘Ä┘ë Ï╣┘Ä┘å┘Æ┘ç┘Å┘à┘Æ ┘ê┘Ä┘é┘ÄϺ┘ä┘Ä ┘è┘ÄϺ Ïú┘ÄÏ│┘Ä┘ü┘Ä┘ë Ï╣┘Ä┘ä┘Ä┘ë ┘è┘Å┘êÏ│┘Å┘ü┘Ä ┘ê┘ÄϺϿ┘Æ┘è┘ÄÏÂ┘æ┘ÄϬ┘Æ Ï╣┘Ä┘è┘Æ┘å┘ÄϺ┘ç┘Å ┘à┘É┘å┘Ä Ïº┘ä┘ÆÏ¡┘ÅÏ▓┘Æ┘å┘É ┘ü┘Ä┘ç┘Å┘ê┘Ä ┘â┘ÄÏ©┘É┘è┘à┘î (84)

 

Artinya:

Ya'qub berkata: "Hanya dirimu sendirilah yang memandang baik perbuatan (yang buruk) itu. Maka kesabaran yang baik itulah (kesabaranku). Mudah-mudahan Allah mendatangkan mereka semuanya kepadaku; sesungguhnya Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana".(12: 83)

 

Dan Ya'qub berpaling dari mereka (anak-anaknya) seraya berkata: "Aduhai duka citaku terhadap Yusuf", dan kedua matanya menjadi putih karena kesedihan dan dia adalah seorang yang menahan amarahnya (terhadap anak-anaknya). (12: 84)

 

Pada pembahasan sebelumnya telah disebutkan bahwa saudara-saudara Yusuf telah kembali ke rumah mereka, sedangkan Benyamin tinggal bersama Yusuf as. Berdasarkan apa yang mereka lihat, mereka pun menyebut Benyamin sebagai pencuri. Pada dua ayat ini, Nabi Ya'qub as mengatakan, tampaknya sekali lagi hawa nafsu telah membuat kalian memandang perbuatan jelek itu sebagai baik, sehingga menyebabkan Benyamin ditahan di Mesir. Sekarang, selain terjauhkan dari Yusuf aku juga telah terjauhkan dari Benyamin, sehingga kesedihanku pun makin bertambah. Akan tetapi aku berusaha tetap bersabar dan berharap, bahwa Allah Swt kelak akan mengembalikan mereka semua kepada-Ku, lalu kita akan bekumpul dan hidup bersama lagi.

 

Kesabaran Nabi Ya'qub as disertai dengan penderitaan yang cukup berat. Sedemikian berat sehingga beliau selalu menangis, membuat kedua mata beliau memutih dan buta. Yang demikian itu adalah karena beliau hanya memendam kesedihan dan tidak menumpahkannya keluar. Sekalipun saudara-saudara Yusuf kali ini tidak berbuat kesalahan dan tidak pula berniat jahat terhadap Benyamin, akan tetapi peristiwa ini mengingatkan kejahatan mereka terhadap Yusuf, dan merupakan kelanjutan atau akibat dari perbuatan mereka itu. Karena itulah Nabi Ya'qub as menyalahkan pula anak-anak mereka, meskipun kemudian beliau menyatakanuntuk tetap bersabar. Tentu saja kesabaran yang didalamnya tidak pernah terucapkan hal-hal yang bertentangan dengan keridhaan Allah Swt.

 

Dari dua ayat tadi terdapat tigapelajaran yang dapat dipetik:ÔÇÄ

1. Orang-orang mukmin akan bersabar dalam menghadapi berbagai kesulitan.Karena mereka mengetahui bahwa berbagai peristiwa dan kesulitan bukan tidak ada hikmahnya dan Allah Swt Maha Mengetahui keadaan manusia.

2. Menangis dan bersedih karena berpisah dengan orang-orang yang dikasihi merupakan suatu kewajaran. Auliya Allah pun tidak terkecuali dalam masalah ini.

3. Yusuf memiliki posisi tinggiyang diketahui oleh ayahnya, sehingga dalam kesedihan berpisah darinya Ya'qub as terus menerus menangis yangmenyebabkan kebutaan kedua matanya. Bahkan ketika mendengar berita tentang tertangkapnya Benyamin beliau menyebut lagi nama Yusuf dan menyatakan kesedihan beliau karena berpisah darinya.

 

Ayat ke 85

 

┘é┘ÄϺ┘ä┘Å┘êϺ Ϭ┘ÄϺ┘ä┘ä┘æ┘Ä┘ç┘É Ï¬┘Ä┘ü┘ÆÏ¬┘ÄÏú┘ŠϬ┘ÄÏ░┘Æ┘â┘ÅÏ▒┘Å ┘è┘Å┘êÏ│┘Å┘ü┘Ä Ï¡┘ÄϬ┘æ┘Ä┘ë Ϭ┘Ä┘â┘Å┘ê┘å┘Ä Ï¡┘ÄÏ▒┘ÄÏÂ┘ïϺ Ïú┘Ä┘ê┘Æ Ï¬┘Ä┘â┘Å┘ê┘å┘Ä ┘à┘É┘å┘Ä Ïº┘ä┘Æ┘ç┘ÄϺ┘ä┘É┘â┘É┘è┘å┘Ä (85)

 

Artinya:

Mereka berkata: "Demi Allah, senantiasa kamu mengingati Yusuf, sehingga kamu mengidapkan penyakit yang berat atau termasuk orang-orang yang binasa". (12: 85)

 

Jelas sekali bahwa ditahannya Benyamin di Mesir, membuat luka baru di hati Ya'qub as, sehingga nama dan ingatannya terhadap Yusuf kembali menguat. Sedangkan anak-anak beliau yang lain, yang tidak menyukai kehadiran Yusuf, tidak suka ayah mereka selalu menyebut-nyebut nama Yusuf. Karena itu mereka mengingatkan ayahnya bahwa apabila ia terus menerus meratapi kepergian Yusuf, maka ayah akan jatuh sakit dan binasa. Mereka meminta kepada ayah mereka agar melupakan Yusuf.

 

Bukankah kita semua telah menyaksikan bahwa serigala telah mencabik-cabik dan membinasakannya? Lalu mengapa ayah hendak membinasakan diri karena berpisah dengan Yusuf? Tentu saja seseorang akan sedemikian sedih karena berpisah dari Yusuf, ketika ia mengetahui kemuliaan dan kesempurnaan Yusuf. Sedangkan saudara-saudara Yusuf yang dengki dan iri karena perhatian Ayah mereka tertuju lebih besar kepada Yusuf, justru tidak menyukai keberadaan Yusuf bersama mereka.

 

Dari ayat tadi terdapat duapelajaran yang dapat dipetik:ÔÇÄ

1. Nabi Ya'qub as sangat mencintai Yusuf karena beliau tahu benar siapa Yusuf ini. Karena itu beliau senantiasa menyebut dan mengulang-ulangi nama Yusuf. Untuk mengetahui seberapa besar cinta kita kepada Allah, harus kita lihat seberapa banyak kita mengingat-Nya.

2.Berpisah dengan orang yang dicintai menjadikan orang yang bersangkutan bersedih. Hendaklah kita berusaha untuk mencintai hakiekat dan kesempurnaan, dari pada hal-hal yang bersifat fatamorgana.

 

Ayat ke 86

 

┘é┘ÄϺ┘ä┘Ä ÏÑ┘É┘å┘æ┘Ä┘à┘ÄϺ Ïú┘ÄÏ┤┘Æ┘â┘Å┘ê Ï¿┘ÄϽ┘æ┘É┘è ┘ê┘ÄÏ¡┘ÅÏ▓┘Æ┘å┘É┘è ÏÑ┘É┘ä┘Ä┘ë Ϻ┘ä┘ä┘æ┘Ä┘ç┘É ┘ê┘ÄÏú┘ÄÏ╣┘Æ┘ä┘Ä┘à┘Å ┘à┘É┘å┘Ä Ïº┘ä┘ä┘æ┘Ä┘ç┘É ┘à┘ÄϺ ┘ä┘ÄϺ Ϭ┘ÄÏ╣┘Æ┘ä┘Ä┘à┘Å┘ê┘å┘Ä (86)

 

Artinya:

Ya'qub menjawab: "Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku, dan aku mengetahui dari Allah apa yang kamu tiada mengetahuinya". (12: 86)

 

Dari ayat-ayat lain kitab suci al-Quran kita lihat bahwa para wali Allah selalu berlindung dan berserah diri dalam menghadapi segala bentuk kesulitan dan kepahitan hidup mereka kepada Allah. Mereka selalu memohon kepada-Nya agar dibukakan jalan keluar yang baik. Sebagaimana Nabi Musa as telah mengadukan kondisi fakir dan kemiskinan beliau kepada Allah. Demikian pula Nabi Ayyub as memohon pertolongan dan kesembuhan dari penyakit yang menimpanya hanya kepada Allah. Dalam Ayat ini Nabi Ya'qub as juga berlindung dan mengadukan kesedihannya berpisah dari putranya kepada Allah Swt. Yang demikian itu adalah karena mereka semua memandang bahwa pemberian dan penerimaan tak lain adalah berdasarkan karunia dan rahmat Allah; demikian pula kehilangan serta kepemilikan atas sesuatu, juga berdasarkan hikmah Allah. Dengan demikian, dalam setiap keadaan kita mesti rela kepada kehendak-Nya. Tapi pada saat yang sama, kita pun memohon kepada-Nya untuk mengatasi kesulitan, dan hanya kepada-Nya kita berkeluh kesah dan bertaubat.

 

Dari ayat tadi terdapat duapelajaran yang dapat dipetik:ÔÇÄ

1. Mengadukan kesulitan kepada orang lain merupakan perkara yang tidak baik dan tercela. Akan tetapi mengeluhkan kesulitan keharibaan Allah adalah cara yang ditempuh oleh Auliya ilahi.

2. Seseorang tidak boleh berputus asa dari rahmat dan pertolongan Allah. Berharap kepada masa depan yang cerah dengan bertawakal dan iman kepada pertolongan Allah merupakan salah satu ciri khusus Auliya Allah.

Ayat ke 78-79

 

┘é┘ÄϺ┘ä┘Å┘êϺ ┘è┘ÄϺ Ïú┘Ä┘è┘æ┘Å┘ç┘ÄϺ Ϻ┘ä┘ÆÏ╣┘ÄÏ▓┘É┘èÏ▓┘Å ÏÑ┘É┘å┘æ┘Ä ┘ä┘Ä┘ç┘Å Ïú┘ÄÏ¿┘ïϺ Ï┤┘Ä┘è┘ÆÏ«┘ïϺ ┘â┘ÄÏ¿┘É┘èÏ▒┘ïϺ ┘ü┘ÄÏ«┘ÅÏ░┘Æ Ïú┘ÄÏ¡┘ÄÏ»┘Ä┘å┘ÄϺ ┘à┘Ä┘â┘ÄϺ┘å┘Ä┘ç┘Å ÏÑ┘É┘å┘æ┘ÄϺ ┘å┘ÄÏ▒┘ÄϺ┘â┘Ä ┘à┘É┘å┘Ä Ïº┘ä┘Æ┘à┘ÅÏ¡┘ÆÏ│┘É┘å┘É┘è┘å┘Ä (78) ┘é┘ÄϺ┘ä┘Ä ┘à┘ÄÏ╣┘ÄϺÏ░┘Ä Ïº┘ä┘ä┘æ┘Ä┘ç┘É Ïú┘Ä┘å┘Æ ┘å┘ÄÏú┘ÆÏ«┘ÅÏ░┘Ä ÏÑ┘É┘ä┘æ┘ÄϺ ┘à┘Ä┘å┘Æ ┘ê┘Äϼ┘ÄÏ»┘Æ┘å┘ÄϺ ┘à┘ÄϬ┘ÄϺÏ╣┘Ä┘å┘ÄϺ Ï╣┘É┘å┘ÆÏ»┘Ä┘ç┘Å ÏÑ┘É┘å┘æ┘ÄϺ ÏÑ┘ÉÏ░┘ïϺ ┘ä┘ÄÏ©┘ÄϺ┘ä┘É┘à┘Å┘ê┘å┘Ä (79)

 

Artinya:

Mereka berkata: "Wahai Al Aziz, sesungguhnya ia mempunyai ayah yang sudah lanjut usianya, lantaran itu ambillah salah seorang diantara kami sebagai gantinya, sesungguhnya kami melihat kamu termasuk oranng-orang yang berbuat baik".(12: 78)

 

Berkata Yusuf: "Aku mohon perlindungan kepada Allah daripada menahan seorang, kecuali orang yang kami ketemukan harta benda kami padanya, jika kami berbuat demikian, maka benar-benarlah kami orang-orang yang zalim". (12: 79)

 

Pada pembicaraan lalu telah disebutkan bahwa dengan melakukan rencana dan taktik untuk menahan Benyamin di sisinya, Yusuf as menyisipkan gelas atau piala milik kerajaan Mesir ke dalam karung gandum Benyamin, sehingga Benyamin mereka tahan dengan tuduhan mencuri barang tersebut. Ayat ini mengatakan, ketika saudara-saudara Yusuf melihat bahwa Benyamin mendapat kesulitan kerana telah ditemukan barang berharga milik raja di dalam karungnya, maka mereka merasa cemas untuk ke rumah tanpa Benyamin. Mereka ingat perjanjian dan sumpah yang mereka ucapkan di depan ayah mereka. Karena itu mereka mengusulkan kepada penguasa Mesir itu agar mau menahan salah seorang dari mereka sebagai ganti Benyamin, sehingga Benyamin bisa kembali ke pangkuan ayahnya.

 

Akan tetapi Yusuf yang sebelumnya telah memberitahu rencananya ini kepada saudaranya, Benyamin, tidak menerima usulan tersebut, bahkan menilainya sebagai sesuatu yang bertentangan dengan undang-undang kerajaan Mesir. Selain itu apabila Yusuf as menerima usulan saudara-saudaranya itu dan menahan salah seorang dari mereka sebagai ganti Benyamin, maka dalam perjalanan kembali ke rumah, saudara-saudara Yusuf itu pasti akan mengganggu Benyamin dengan tuduhan mencuri, dan hal itu akan semakin menyakiti hati Ayah mereka.

 

Dari ayat tadi terdapat duapelajaran yang dapat dipetik:ÔÇÄ

1.Orang-orang yang sebelum ini berusaha menghina Yusufas, saat ini terpaksa memanggil beliau sebagai Aziz dan memuliakan beliau. Ini adalah hukum Allah bahwa orang-orang yang jahat akan dihinakan, sedangkan orang-orang yang mazlum akan diangkat dan dimuliakan.

2.Setiap orang haruslah menjaga undang-undang  dan peraturan, sementara melanggar dan merusak undang-undang tidak diperkenankan bagi siapa pun, terutama para pejabat pemerintah.

 

Ayat ke 80

 

┘ü┘Ä┘ä┘Ä┘à┘æ┘ÄϺ ϺÏ│┘ÆÏ¬┘Ä┘è┘ÆÏª┘ÄÏ│┘Å┘êϺ ┘à┘É┘å┘Æ┘ç┘Å Ï«┘Ä┘ä┘ÄÏÁ┘Å┘êϺ ┘å┘Äϼ┘É┘è┘æ┘ïϺ ┘é┘ÄϺ┘ä┘Ä ┘â┘ÄÏ¿┘É┘èÏ▒┘Å┘ç┘Å┘à┘Æ Ïú┘Ä┘ä┘Ä┘à┘Æ Ï¬┘ÄÏ╣┘Æ┘ä┘Ä┘à┘Å┘êϺ Ïú┘Ä┘å┘æ┘Ä Ïú┘ÄÏ¿┘ÄϺ┘â┘Å┘à┘Æ ┘é┘ÄÏ»┘Æ Ïú┘ÄÏ«┘ÄÏ░┘Ä Ï╣┘Ä┘ä┘Ä┘è┘Æ┘â┘Å┘à┘Æ ┘à┘Ä┘ê┘ÆÏ½┘É┘é┘ïϺ ┘à┘É┘å┘Ä Ïº┘ä┘ä┘æ┘Ä┘ç┘É ┘ê┘Ä┘à┘É┘å┘Æ ┘é┘ÄÏ¿┘Æ┘ä┘Å ┘à┘ÄϺ ┘ü┘ÄÏ▒┘æ┘ÄÏÀ┘ÆÏ¬┘Å┘à┘Æ ┘ü┘É┘è ┘è┘Å┘êÏ│┘Å┘ü┘Ä ┘ü┘Ä┘ä┘Ä┘å┘Æ Ïú┘ÄÏ¿┘ÆÏ▒┘ÄÏ¡┘Ä Ïº┘ä┘ÆÏú┘ÄÏ▒┘ÆÏÂ┘Ä Ï¡┘ÄϬ┘æ┘Ä┘ë ┘è┘ÄÏú┘ÆÏ░┘Ä┘å┘Ä ┘ä┘É┘è Ïú┘ÄÏ¿┘É┘è Ïú┘Ä┘ê┘Æ ┘è┘ÄÏ¡┘Æ┘â┘Å┘à┘Ä Ïº┘ä┘ä┘æ┘Ä┘ç┘Å ┘ä┘É┘è ┘ê┘Ä┘ç┘Å┘ê┘Ä Ï«┘Ä┘è┘ÆÏ▒┘ŠϺ┘ä┘ÆÏ¡┘ÄϺ┘â┘É┘à┘É┘è┘å┘Ä (80)

 

Artinya:

Maka tatkala mereka berputus asa dari pada (putusan) Yusuf mereka menyendiri sambil berunding dengan berbisik-bisik. Berkatalah yang tertua diantara mereka: "Tidakkah kamu ketahui bahwa sesungguhnya ayahmu telah mengambil janji dari kamu dengan nama Allah dan sebelum itu kamu telah menyia-nyiakan Yusuf. Sebab itu aku tidak akan meninggalkan negeri Mesir, sampai ayahku mengizinkan kepadaku (untuk kembali), atau Allah memberi keputusan terhadapku. Dan Dia adalah Hakim yang sebaik-baiknya".(12: 80)

 

Setelah saudara-saudara Yusuf gagal dan putus asa untuk menyelamatkan Benyamin dari tahanan, mereka bermaksud pulang ke rumah.Akan tetapi saudara tertua mereka tidak mau pulang. Ia mengatakan, "Dengan reputasi jelek seperti ini di hadapan ayah, maka aku tidak akan pulang, sampai ayah mengizinkan aku untuk pulang, atau Allah Swt memberi keputusan berkenaan denganku. Karena dengan kondisi semacam ini aku tidak memiliki air muka untuk kembali ke kampung halaman di sisi orang tua kita."

 

Dari ayat tadi terdapat duapelajaran yang dapat dipetik:ÔÇÄ

1. Permintaan dan permohonan orang lain, meskipun dari saudar-saudara atau orang terdekat, tidak boleh membuat seseorang lemah dalam melaksanakan hukum dan undang-undang. UU harus tetap dilaksanakan dengan tegas dan konsekwen.

2. Janji dan sumpah akan membuat seseorang berusaha melaksanakan  tugas-tugas mereka dengan sungguh- sungguh.

 

Ayat ke 81-82

 

ϺÏ▒┘ÆÏ¼┘ÉÏ╣┘Å┘êϺ ÏÑ┘É┘ä┘Ä┘ë Ïú┘ÄÏ¿┘É┘è┘â┘Å┘à┘Æ ┘ü┘Ä┘é┘Å┘ê┘ä┘Å┘êϺ ┘è┘ÄϺ Ïú┘ÄÏ¿┘ÄϺ┘å┘ÄϺ ÏÑ┘É┘å┘æ┘Ä ÏºÏ¿┘Æ┘å┘Ä┘â┘Ä Ï│┘ÄÏ▒┘Ä┘é┘Ä ┘ê┘Ä┘à┘ÄϺ Ï┤┘Ä┘ç┘ÉÏ»┘Æ┘å┘ÄϺ ÏÑ┘É┘ä┘æ┘ÄϺ Ï¿┘É┘à┘ÄϺ Ï╣┘Ä┘ä┘É┘à┘Æ┘å┘ÄϺ ┘ê┘Ä┘à┘ÄϺ ┘â┘Å┘å┘æ┘ÄϺ ┘ä┘É┘ä┘ÆÏ║┘Ä┘è┘ÆÏ¿┘É Ï¡┘ÄϺ┘ü┘ÉÏ©┘É┘è┘å┘Ä (81) ┘ê┘ÄϺÏ│┘ÆÏú┘Ä┘ä┘É Ïº┘ä┘Æ┘é┘ÄÏ▒┘Æ┘è┘ÄÏ®┘Ä Ïº┘ä┘æ┘ÄϬ┘É┘è ┘â┘Å┘å┘æ┘ÄϺ ┘ü┘É┘è┘ç┘ÄϺ ┘ê┘ÄϺ┘ä┘ÆÏ╣┘É┘èÏ▒┘Ä Ïº┘ä┘æ┘ÄϬ┘É┘è Ïú┘Ä┘é┘ÆÏ¿┘Ä┘ä┘Æ┘å┘ÄϺ ┘ü┘É┘è┘ç┘ÄϺ ┘ê┘ÄÏÑ┘É┘å┘æ┘ÄϺ ┘ä┘ÄÏÁ┘ÄϺϻ┘É┘é┘Å┘ê┘å┘Ä (82)

 

Artinya:

Kembalilah kepada ayahmu dan katakanlah: "Wahai ayah kami! Sesungguhnya anakmu telah mencuri, dan kami hanya menyaksikan apa yang kami ketahui, dan sekali-kali kami tidak dapat menjaga (mengetahui) barang yang ghaib.(12: 81)

 

Dan tanyalah (penduduk) negeri yang kami berada disitu, dan kafilah yang kami datang bersamanya, dan sesungguhnya kami adalah orang-orang yang benar".(12: 82)

 

Dalam perundingan di antara saudara-saudara Yusuf, saudara tertua menyatakan akan tinggal di Mesir, dengan harapan penguasa Mesir akan menaruh belas kasihan,dan membebaskan Benyamin. Akan tetapi ia meminta kepada saudara-saudaranya yang lain agar pulang dan menghadap orang tua mereka, lalu menceritakan kejadian apa saja yang mereka saksikan itu. Untuk itu mereka membawa rombongan kafilah yang bersama mereka di Mesir, untuk dijadikan sebagai saksi bahwa Benyamin ditangkap dengan tuduhan sebagai pencuri, sedangkan saudara tertua tetap tinggal di Mesir untuk berusaha membebaskan Benyamin.

 

Semua yang dikatakan oleh saudara tertua kepada saudara-saudaranya yang lain agar disampaikan kepada Ayah mereka adalah benar. Akan tetapi catatan buruk mereka dalam pandangan ayah akan membuat Ayah mereka dengan mudahnya menolak cerita mereka, dan bisa jadi sang ayah akan berpikir bahwa anak-anaknya ini telah melakukan rancangan baru untuk memisahkan Benyamin pula dari ayahnya, sebagaimana yang telah  mereka lakukan terhadap Yusuf. Karena itulah saudara tertua mencari alasan dan bukti-bukti, agar dapat menghindari buruk sangka ayah mereka.

 

Dari dua ayat tadi terdapat duapelajaran yang dapat dipetik:ÔÇÄ

1.Hendaklah kita tidak tergesa-gesa mengambil keputusan terhadap orang-orang tertuduh, kecuali jika telah terdapat bukti-bukti yang kuat. Saudara tertua berkata,Benyamin telah tertuduh sebagai pencuri. Akan tetapi kita tidak mengetahui hal yang sebenarnya.

2.Masa lalu yang jelek dan jika seseorang telah dikenal pernah berbohong, akan menyebabkan keraguan orang lain terhadap kata-katanya, meskipun sesungguhnya ia berkata benar. Karena itu hendaknya kita harus berhati-hati, agar kita tidak merusak catatan masa lalu kita.

Ayat ke 78-79

 

┘é┘ÄϺ┘ä┘Å┘êϺ ┘è┘ÄϺ Ïú┘Ä┘è┘æ┘Å┘ç┘ÄϺ Ϻ┘ä┘ÆÏ╣┘ÄÏ▓┘É┘èÏ▓┘Å ÏÑ┘É┘å┘æ┘Ä ┘ä┘Ä┘ç┘Å Ïú┘ÄÏ¿┘ïϺ Ï┤┘Ä┘è┘ÆÏ«┘ïϺ ┘â┘ÄÏ¿┘É┘èÏ▒┘ïϺ ┘ü┘ÄÏ«┘ÅÏ░┘Æ Ïú┘ÄÏ¡┘ÄÏ»┘Ä┘å┘ÄϺ ┘à┘Ä┘â┘ÄϺ┘å┘Ä┘ç┘Å ÏÑ┘É┘å┘æ┘ÄϺ ┘å┘ÄÏ▒┘ÄϺ┘â┘Ä ┘à┘É┘å┘Ä Ïº┘ä┘Æ┘à┘ÅÏ¡┘ÆÏ│┘É┘å┘É┘è┘å┘Ä (78) ┘é┘ÄϺ┘ä┘Ä ┘à┘ÄÏ╣┘ÄϺÏ░┘Ä Ïº┘ä┘ä┘æ┘Ä┘ç┘É Ïú┘Ä┘å┘Æ ┘å┘ÄÏú┘ÆÏ«┘ÅÏ░┘Ä ÏÑ┘É┘ä┘æ┘ÄϺ ┘à┘Ä┘å┘Æ ┘ê┘Äϼ┘ÄÏ»┘Æ┘å┘ÄϺ ┘à┘ÄϬ┘ÄϺÏ╣┘Ä┘å┘ÄϺ Ï╣┘É┘å┘ÆÏ»┘Ä┘ç┘Å ÏÑ┘É┘å┘æ┘ÄϺ ÏÑ┘ÉÏ░┘ïϺ ┘ä┘ÄÏ©┘ÄϺ┘ä┘É┘à┘Å┘ê┘å┘Ä (79)

 

Artinya:

Mereka berkata: "Wahai Al Aziz, sesungguhnya ia mempunyai ayah yang sudah lanjut usianya, lantaran itu ambillah salah seorang diantara kami sebagai gantinya, sesungguhnya kami melihat kamu termasuk oranng-orang yang berbuat baik".(12: 78)

 

Berkata Yusuf: "Aku mohon perlindungan kepada Allah daripada menahan seorang, kecuali orang yang kami ketemukan harta benda kami padanya, jika kami berbuat demikian, maka benar-benarlah kami orang-orang yang zalim". (12: 79)

 

Pada pembicaraan lalu telah disebutkan bahwa dengan melakukan rencana dan taktik untuk menahan Benyamin di sisinya, Yusuf as menyisipkan gelas atau piala milik kerajaan Mesir ke dalam karung gandum Benyamin, sehingga Benyamin mereka tahan dengan tuduhan mencuri barang tersebut. Ayat ini mengatakan, ketika saudara-saudara Yusuf melihat bahwa Benyamin mendapat kesulitan kerana telah ditemukan barang berharga milik raja di dalam karungnya, maka mereka merasa cemas untuk ke rumah tanpa Benyamin. Mereka ingat perjanjian dan sumpah yang mereka ucapkan di depan ayah mereka. Karena itu mereka mengusulkan kepada penguasa Mesir itu agar mau menahan salah seorang dari mereka sebagai ganti Benyamin, sehingga Benyamin bisa kembali ke pangkuan ayahnya.

 

Akan tetapi Yusuf yang sebelumnya telah memberitahu rencananya ini kepada saudaranya, Benyamin, tidak menerima usulan tersebut, bahkan menilainya sebagai sesuatu yang bertentangan dengan undang-undang kerajaan Mesir. Selain itu apabila Yusuf as menerima usulan saudara-saudaranya itu dan menahan salah seorang dari mereka sebagai ganti Benyamin, maka dalam perjalanan kembali ke rumah, saudara-saudara Yusuf itu pasti akan mengganggu Benyamin dengan tuduhan mencuri, dan hal itu akan semakin menyakiti hati Ayah mereka.

 

Dari ayat tadi terdapat duapelajaran yang dapat dipetik:ÔÇÄ

1.Orang-orang yang sebelum ini berusaha menghina Yusufas, saat ini terpaksa memanggil beliau sebagai Aziz dan memuliakan beliau. Ini adalah hukum Allah bahwa orang-orang yang jahat akan dihinakan, sedangkan orang-orang yang mazlum akan diangkat dan dimuliakan.

2.Setiap orang haruslah menjaga undang-undang  dan peraturan, sementara melanggar dan merusak undang-undang tidak diperkenankan bagi siapa pun, terutama para pejabat pemerintah.

 

Ayat ke 80

 

┘ü┘Ä┘ä┘Ä┘à┘æ┘ÄϺ ϺÏ│┘ÆÏ¬┘Ä┘è┘ÆÏª┘ÄÏ│┘Å┘êϺ ┘à┘É┘å┘Æ┘ç┘Å Ï«┘Ä┘ä┘ÄÏÁ┘Å┘êϺ ┘å┘Äϼ┘É┘è┘æ┘ïϺ ┘é┘ÄϺ┘ä┘Ä ┘â┘ÄÏ¿┘É┘èÏ▒┘Å┘ç┘Å┘à┘Æ Ïú┘Ä┘ä┘Ä┘à┘Æ Ï¬┘ÄÏ╣┘Æ┘ä┘Ä┘à┘Å┘êϺ Ïú┘Ä┘å┘æ┘Ä Ïú┘ÄÏ¿┘ÄϺ┘â┘Å┘à┘Æ ┘é┘ÄÏ»┘Æ Ïú┘ÄÏ«┘ÄÏ░┘Ä Ï╣┘Ä┘ä┘Ä┘è┘Æ┘â┘Å┘à┘Æ ┘à┘Ä┘ê┘ÆÏ½┘É┘é┘ïϺ ┘à┘É┘å┘Ä Ïº┘ä┘ä┘æ┘Ä┘ç┘É ┘ê┘Ä┘à┘É┘å┘Æ ┘é┘ÄÏ¿┘Æ┘ä┘Å ┘à┘ÄϺ ┘ü┘ÄÏ▒┘æ┘ÄÏÀ┘ÆÏ¬┘Å┘à┘Æ ┘ü┘É┘è ┘è┘Å┘êÏ│┘Å┘ü┘Ä ┘ü┘Ä┘ä┘Ä┘å┘Æ Ïú┘ÄÏ¿┘ÆÏ▒┘ÄÏ¡┘Ä Ïº┘ä┘ÆÏú┘ÄÏ▒┘ÆÏÂ┘Ä Ï¡┘ÄϬ┘æ┘Ä┘ë ┘è┘ÄÏú┘ÆÏ░┘Ä┘å┘Ä ┘ä┘É┘è Ïú┘ÄÏ¿┘É┘è Ïú┘Ä┘ê┘Æ ┘è┘ÄÏ¡┘Æ┘â┘Å┘à┘Ä Ïº┘ä┘ä┘æ┘Ä┘ç┘Å ┘ä┘É┘è ┘ê┘Ä┘ç┘Å┘ê┘Ä Ï«┘Ä┘è┘ÆÏ▒┘ŠϺ┘ä┘ÆÏ¡┘ÄϺ┘â┘É┘à┘É┘è┘å┘Ä (80)

 

Artinya:

Maka tatkala mereka berputus asa dari pada (putusan) Yusuf mereka menyendiri sambil berunding dengan berbisik-bisik. Berkatalah yang tertua diantara mereka: "Tidakkah kamu ketahui bahwa sesungguhnya ayahmu telah mengambil janji dari kamu dengan nama Allah dan sebelum itu kamu telah menyia-nyiakan Yusuf. Sebab itu aku tidak akan meninggalkan negeri Mesir, sampai ayahku mengizinkan kepadaku (untuk kembali), atau Allah memberi keputusan terhadapku. Dan Dia adalah Hakim yang sebaik-baiknya".(12: 80)

 

Setelah saudara-saudara Yusuf gagal dan putus asa untuk menyelamatkan Benyamin dari tahanan, mereka bermaksud pulang ke rumah.Akan tetapi saudara tertua mereka tidak mau pulang. Ia mengatakan, "Dengan reputasi jelek seperti ini di hadapan ayah, maka aku tidak akan pulang, sampai ayah mengizinkan aku untuk pulang, atau Allah Swt memberi keputusan berkenaan denganku. Karena dengan kondisi semacam ini aku tidak memiliki air muka untuk kembali ke kampung halaman di sisi orang tua kita."

 

Dari ayat tadi terdapat duapelajaran yang dapat dipetik:ÔÇÄ

1. Permintaan dan permohonan orang lain, meskipun dari saudar-saudara atau orang terdekat, tidak boleh membuat seseorang lemah dalam melaksanakan hukum dan undang-undang. UU harus tetap dilaksanakan dengan tegas dan konsekwen.

2. Janji dan sumpah akan membuat seseorang berusaha melaksanakan  tugas-tugas mereka dengan sungguh- sungguh.

 

Ayat ke 81-82

 

ϺÏ▒┘ÆÏ¼┘ÉÏ╣┘Å┘êϺ ÏÑ┘É┘ä┘Ä┘ë Ïú┘ÄÏ¿┘É┘è┘â┘Å┘à┘Æ ┘ü┘Ä┘é┘Å┘ê┘ä┘Å┘êϺ ┘è┘ÄϺ Ïú┘ÄÏ¿┘ÄϺ┘å┘ÄϺ ÏÑ┘É┘å┘æ┘Ä ÏºÏ¿┘Æ┘å┘Ä┘â┘Ä Ï│┘ÄÏ▒┘Ä┘é┘Ä ┘ê┘Ä┘à┘ÄϺ Ï┤┘Ä┘ç┘ÉÏ»┘Æ┘å┘ÄϺ ÏÑ┘É┘ä┘æ┘ÄϺ Ï¿┘É┘à┘ÄϺ Ï╣┘Ä┘ä┘É┘à┘Æ┘å┘ÄϺ ┘ê┘Ä┘à┘ÄϺ ┘â┘Å┘å┘æ┘ÄϺ ┘ä┘É┘ä┘ÆÏ║┘Ä┘è┘ÆÏ¿┘É Ï¡┘ÄϺ┘ü┘ÉÏ©┘É┘è┘å┘Ä (81) ┘ê┘ÄϺÏ│┘ÆÏú┘Ä┘ä┘É Ïº┘ä┘Æ┘é┘ÄÏ▒┘Æ┘è┘ÄÏ®┘Ä Ïº┘ä┘æ┘ÄϬ┘É┘è ┘â┘Å┘å┘æ┘ÄϺ ┘ü┘É┘è┘ç┘ÄϺ ┘ê┘ÄϺ┘ä┘ÆÏ╣┘É┘èÏ▒┘Ä Ïº┘ä┘æ┘ÄϬ┘É┘è Ïú┘Ä┘é┘ÆÏ¿┘Ä┘ä┘Æ┘å┘ÄϺ ┘ü┘É┘è┘ç┘ÄϺ ┘ê┘ÄÏÑ┘É┘å┘æ┘ÄϺ ┘ä┘ÄÏÁ┘ÄϺϻ┘É┘é┘Å┘ê┘å┘Ä (82)

 

Artinya:

Kembalilah kepada ayahmu dan katakanlah: "Wahai ayah kami! Sesungguhnya anakmu telah mencuri, dan kami hanya menyaksikan apa yang kami ketahui, dan sekali-kali kami tidak dapat menjaga (mengetahui) barang yang ghaib.(12: 81)

 

Dan tanyalah (penduduk) negeri yang kami berada disitu, dan kafilah yang kami datang bersamanya, dan sesungguhnya kami adalah orang-orang yang benar".(12: 82)

 

Dalam perundingan di antara saudara-saudara Yusuf, saudara tertua menyatakan akan tinggal di Mesir, dengan harapan penguasa Mesir akan menaruh belas kasihan,dan membebaskan Benyamin. Akan tetapi ia meminta kepada saudara-saudaranya yang lain agar pulang dan menghadap orang tua mereka, lalu menceritakan kejadian apa saja yang mereka saksikan itu. Untuk itu mereka membawa rombongan kafilah yang bersama mereka di Mesir, untuk dijadikan sebagai saksi bahwa Benyamin ditangkap dengan tuduhan sebagai pencuri, sedangkan saudara tertua tetap tinggal di Mesir untuk berusaha membebaskan Benyamin.

 

Semua yang dikatakan oleh saudara tertua kepada saudara-saudaranya yang lain agar disampaikan kepada Ayah mereka adalah benar. Akan tetapi catatan buruk mereka dalam pandangan ayah akan membuat Ayah mereka dengan mudahnya menolak cerita mereka, dan bisa jadi sang ayah akan berpikir bahwa anak-anaknya ini telah melakukan rancangan baru untuk memisahkan Benyamin pula dari ayahnya, sebagaimana yang telah  mereka lakukan terhadap Yusuf. Karena itulah saudara tertua mencari alasan dan bukti-bukti, agar dapat menghindari buruk sangka ayah mereka.

 

Dari dua ayat tadi terdapat duapelajaran yang dapat dipetik:ÔÇÄ

1.Hendaklah kita tidak tergesa-gesa mengambil keputusan terhadap orang-orang tertuduh, kecuali jika telah terdapat bukti-bukti yang kuat. Saudara tertua berkata,Benyamin telah tertuduh sebagai pencuri. Akan tetapi kita tidak mengetahui hal yang sebenarnya.

2.Masa lalu yang jelek dan jika seseorang telah dikenal pernah berbohong, akan menyebabkan keraguan orang lain terhadap kata-katanya, meskipun sesungguhnya ia berkata benar. Karena itu hendaknya kita harus berhati-hati, agar kita tidak merusak catatan masa lalu kita.

Makan Barang Haram

 

Allah Swt berfirman, "Dan kamu akan melihat kebanyakan dari mereka (orang-orang Yahudi) bersegera membuat dosa, permusuhan dan memakan yang haram. Sesungguhnya amat buruk apa yang mereka telah kerjakan itu." (QS. al-Maidah: 62)

 

Satu dari peringatan yang terdapat dalam al-Quran adalah peringatan Allah untuk tidak memakan barang haram. Allah Swt dalam surat al-Maidah, ketika dalam beberapa ayat menyebutkan keburukan sejumlah orang Yahudi menyertakan perilaku memakan barang haram sebagai salah satu dari perbuatan buruk mereka. Al-Quran bahkan memperkenalkan orang-orang Yahudi sebagai orang-orang yang segera dalam memakan barang haram. Setelah itu al-Quran menyandingkan perbuatan mereka ini dengan perbuatan buruk lainnya seperti berbuat zalim dan dosa. Sementara ungkapan "Sesungguhnya amat buruk apa yang mereka telah kerjakan itu" sebagai bentuk celaan kepada mereka.

 

Poin penting dalam ayat ini adalah Allah Swt menggunakan ungkapan makan barang haram dengan kata Suht yang pada dasarnya berarti memisahkan kulit yang kemudian digunakan untuk harta haram. Karena sebagaimana memisahkan kulit pohon membuatnya kering dan mati, memasukkan harta haram dalam kehidupan manusia akan menghilangkan keceriaan dan berkah dari kehidupannya.[1]

 

Dalam riwayat juga disebutkan, "Barangsiapa yang mendapatkan harta dari jalan haram, maka haji, umrah dan silaturahminya tidak akan diterima."[2] Atau dalam memakan barang haram, maka shalat seseorang tidak akan diterima hingga 40 hari.[3] Begitu juga dengan hadis yang menyebut beribadah dengan memakan barang haram sama dengan membangun gedung di atas air atau kerikil.[4]

 

Semua ini berarti ibadah seseorang yang memakan harta haram tidak ada artinya dan tidak akan menyelamatkannya. Dalam hadis lain disebutkan setiap gempalan makanan haram yang masuk ke dalam perut seseorang, maka semua malaikan langit dan bumi akan melaknatnya.[5] Bahkan yang lebih buruk dari semua ini adalah sebuah riwayat dari Rasulullah Saw yang menyebutkan, "Allah Swt mengharamkan surga kepada jasad yang tumbuh dari makanan haram."[6] Semua ungkapan ini menunjukkan dampak buruk duniawi dan ukhrawi dari memakan barang haram.

 

Sumber: Hoshdar-ha va Tahzir-haye Qorani, Hamid Reza Habibollahi, 1387 Hs, Markaz-e Pajuhesh-haye Seda va Sima.

 

Baca juga:

Peringatan dalam Al-Quran: Berteman dengan Orang Buruk

Peringatan dalam Al-Quran: Mengungkit Kebaikan



[1]
. Tafsir Nour, jilid 3, hal 119.

[2] . Bihar al-Anwar, jilid 99, hal 125.

[3] . Mizan al-Hikmah, jilid 2, hal 372.

[4] . Bihar al-Anwar, jilid 103, hal 12.

[5] . Ibid, hal 16.

[6] . Mizan al-Hikmah, jilid 2, hal 372.

Ayat ke 74-75

 

┘é┘ÄϺ┘ä┘Å┘êϺ ┘ü┘Ä┘à┘ÄϺ ϼ┘ÄÏ▓┘ÄϺÏñ┘Å┘ç┘Å ÏÑ┘É┘å┘Æ ┘â┘Å┘å┘ÆÏ¬┘Å┘à┘Æ ┘â┘ÄϺÏ░┘ÉÏ¿┘É┘è┘å┘Ä (74) ┘é┘ÄϺ┘ä┘Å┘êϺ ϼ┘ÄÏ▓┘ÄϺÏñ┘Å┘ç┘Å ┘à┘Ä┘å┘Æ ┘ê┘Åϼ┘ÉÏ»┘Ä ┘ü┘É┘è Ï▒┘ÄÏ¡┘Æ┘ä┘É┘ç┘É ┘ü┘Ä┘ç┘Å┘ê┘Ä Ï¼┘ÄÏ▓┘ÄϺÏñ┘Å┘ç┘Å ┘â┘ÄÏ░┘Ä┘ä┘É┘â┘Ä ┘å┘Äϼ┘ÆÏ▓┘É┘è Ϻ┘äÏ©┘æ┘ÄϺ┘ä┘É┘à┘É┘è┘å┘Ä (75)

 

Artinya:

Mereka berkata: "Tetapi apa balasannya jikalau kamu betul-betul pendusta? "(12: 74)

 

Mereka menjawab: "Balasannya, ialah pada siapa diketemukan (barang yang hilang) dalam karungnya, maka dia sendirilah balasannya (tebusannya)". Demikianlah kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang zalim. (12: 75)

 

Pada pembahasan sebelumnya telah disebutkan bahwa dalam rangka menahan saudaranya Benyamin untuk tetap tinggal di sisinya, guna menarik ayah mereka untuk berhijrah ke Mesir, Yusuf as mengatur suatu rancangan yang telah beliau beritahukan sebelumnya Benyamin. Rencana itu adalah menyembunyikan gelas atau piala berharga milik kerajaan di dalam karung milik saudara beliau ini. Para petugas keamanan kerajaan yang tidak mengerti tentang rencana tersebut, menahan mereka dengan tuduhan telah mencuri. Tentu saja saudara-saudara Yusuf merasa tersinggung dan menolak dengan keras tuduhan tersebut.

 

Maka terjadilah perdebatan diantara mereka dengan para petugas kerajaan. Akhirnya para petugas itu memutuskan untuk memeriksa semua karung gandum mereka. Saudara-saudara Yusuf, yang merasa yakin tidak mencuri, menerima pemeriksaan tersebut dan mengatakan bahwa jika piala tersebut ditemukan dalam salah satu karung-karung mereka maka pemilik karung itulah yang akan menerima hukuman.

 

Dari dua ayat tadi terdapat duapelajaran yang dapat dipetik:ÔÇÄ

1. Dalam bersikap terhadap orang yang telah berbuat kejahatan, seseorang dapat berbicara dengan orang tersebut untuk mengajaknya menyadari jenis hukuman yang akan ia terima, sehingga orang tersebut dengan senang hati pula akan menerima hukuman tersebut.

2. Dalam melaksanakan hukum tidak boleh mengecualikan dan melakukan diskriminasi. Siapa pun yang berbuat jahat harus ditangkap sekalipun orang yang memiliki kedudukan penting.

 

Ayat ke 76

 

┘ü┘ÄÏ¿┘ÄÏ»┘ÄÏú┘Ä Ï¿┘ÉÏú┘Ä┘ê┘ÆÏ╣┘É┘è┘ÄϬ┘É┘ç┘É┘à┘Æ ┘é┘ÄÏ¿┘Æ┘ä┘Ä ┘ê┘ÉÏ╣┘ÄϺÏí┘É Ïú┘ÄÏ«┘É┘è┘ç┘É Ï½┘Å┘à┘æ┘Ä ÏºÏ│┘ÆÏ¬┘ÄÏ«┘ÆÏ▒┘Äϼ┘Ä┘ç┘ÄϺ ┘à┘É┘å┘Æ ┘ê┘ÉÏ╣┘ÄϺÏí┘É Ïú┘ÄÏ«┘É┘è┘ç┘É ┘â┘ÄÏ░┘Ä┘ä┘É┘â┘Ä ┘â┘ÉÏ»┘Æ┘å┘ÄϺ ┘ä┘É┘è┘Å┘êÏ│┘Å┘ü┘Ä ┘à┘ÄϺ ┘â┘ÄϺ┘å┘Ä ┘ä┘É┘è┘ÄÏú┘ÆÏ«┘ÅÏ░┘Ä Ïú┘ÄÏ«┘ÄϺ┘ç┘Å ┘ü┘É┘è Ï»┘É┘è┘å┘É Ïº┘ä┘Æ┘à┘Ä┘ä┘É┘â┘É ÏÑ┘É┘ä┘æ┘ÄϺ Ïú┘Ä┘å┘Æ ┘è┘ÄÏ┤┘ÄϺÏí┘Ä Ïº┘ä┘ä┘æ┘Ä┘ç┘Å ┘å┘ÄÏ▒┘Æ┘ü┘ÄÏ╣┘Å Ï»┘ÄÏ▒┘Äϼ┘ÄϺϬ┘ì ┘à┘Ä┘å┘Æ ┘å┘ÄÏ┤┘ÄϺÏí┘Å ┘ê┘Ä┘ü┘Ä┘ê┘Æ┘é┘Ä ┘â┘Å┘ä┘æ┘É Ï░┘É┘è Ï╣┘É┘ä┘Æ┘à┘ì Ï╣┘Ä┘ä┘É┘è┘à┘î (76)

 

Artinya:

Maka mulailah Yusuf (memeriksa) karung-karung mereka sebelum (memeriksa) karung saudaranya sendiri, kemudian dia mengeluarkan piala raja itu dari karung saudaranya. Demikianlah Kami atur untuk (mencapai maksud) Yusuf. Tiadalah patut Yusuf menghukum saudaranya menurut undang-undang raja, kecuali Allah menghendaki-Nya. Kami tinggikan derajat orang yang Kami kehendaki; dan di atas tiap-tiap orang yang berpengetahuan itu ada lagi Yang Maha Mengetahui.(12: 76)

 

Sesuai dengan rencana Yusuf as, untuk menjaga agar saudara-saudaranya tidak menyadari adanya rencana itu dan agar semuanya berjalan dengan wajar, maka Yusuf memulai pemeriksaan karung saudara-saudaranya yang lebih tua. Pada akhirnya karung Benyamin juga diperiksa dan di dalam karung Benyamin inilah piala kebesaran kerajaan itu ditemukan, sehingga Benyamin pun dinyatakan sebagai pencuri. Sesuai dengan persetujuan saudara-saudara Yusuf, maka Benyamin harus tinggal di Mesir dan tidak diperkenankan untuk pulang.

 

Al-Quran mengatakan bahwa taktik seperti ini telah diajarkan oleh Allah kepada Yusuf. Karena tanpa cara seperti itu, maka berdasarkan undang-undangMesir, Yusuf tidak berhak menahan saudaranya untuk tinggal di sisinya. Selain itu, tindakan Yusuf menahan Benyamin ini, sesuai dengan pengakuan saudara-saudara Yusuf sendiri, yang mengatakan bahwa di kawasan mereka hukuman seorang pencuri ialah dengan menahan pencuri itu. Dengan demikian,taktik yang dilakukan oleh Yusuf as sangat benardalam rangka menahan Benyamin untuk tetap tinggal bersamanya.

 

Dari ayat tadi terdapat duapelajaran yang dapat dipetik:ÔÇÄ

1. Menjanlankan undang-undang setiap negara adalah wajib bagi penduduk negara tersebut, meskipun pemerintahan di negara itu bukan pemerintahan ilahi. Tentunya jika UU tersebut bertentangan dengan hukum Allah, maka jika memungkinkan, warga negara tersebut berhijrah meninggalkan negerinya, kenegara lain yang memberlakukan hukum sesuai dengan hukum Allah.

2. Ilmu pengetahuan merupakan sumber keutamaan dan akan menentukan posisi seseorang sesuai dengan tinggi dan rendahnya pengetahuan orang tersebut.

 

Ayat ke 77

 

┘é┘ÄϺ┘ä┘Å┘êϺ ÏÑ┘É┘å┘Æ ┘è┘ÄÏ│┘ÆÏ▒┘É┘é┘Æ ┘ü┘Ä┘é┘ÄÏ»┘Æ Ï│┘ÄÏ▒┘Ä┘é┘Ä Ïú┘ÄÏ«┘î ┘ä┘Ä┘ç┘Å ┘à┘É┘å┘Æ ┘é┘ÄÏ¿┘Æ┘ä┘Å ┘ü┘ÄÏú┘ÄÏ│┘ÄÏ▒┘æ┘Ä┘ç┘ÄϺ ┘è┘Å┘êÏ│┘Å┘ü┘Å ┘ü┘É┘è ┘å┘Ä┘ü┘ÆÏ│┘É┘ç┘É ┘ê┘Ä┘ä┘Ä┘à┘Æ ┘è┘ÅÏ¿┘ÆÏ»┘É┘ç┘ÄϺ ┘ä┘Ä┘ç┘Å┘à┘Æ ┘é┘ÄϺ┘ä┘Ä Ïú┘Ä┘å┘ÆÏ¬┘Å┘à┘Æ Ï┤┘ÄÏ▒┘æ┘î ┘à┘Ä┘â┘ÄϺ┘å┘ïϺ ┘ê┘ÄϺ┘ä┘ä┘æ┘Ä┘ç┘Å Ïú┘ÄÏ╣┘Æ┘ä┘Ä┘à┘Å Ï¿┘É┘à┘ÄϺ Ϭ┘ÄÏÁ┘É┘ü┘Å┘ê┘å┘Ä (77)

 

Artinya:

Mereka berkata: "Jika ia mencuri, maka sesungguhnya, telah pernah mencuri pula saudaranya sebelum itu". Maka Yusuf menyembunyikan kejengkelan itu pada dirinya dan tidak menampakkannya kepada mereka. Dia berkata (dalam hatinya): "Kamu lebih buruk kedudukanmu (sifat-sifatmu) dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu terangkan itu".(12: 77)

 

Sekalipun sesungguhnya saudara-saudara Yusuf tidak mencuri, dan mereka juga meyakini bahwa Benyamin tidak mencuri; maka seharusnya mereka berusaha membela adik mereka, dan membantah tuduhan tersebut. Akan tetapi tampaknya mereka tidak keberatan bahwa Benyamin tertahan di Mesir dengan tuduhan mencuri, dan mereka harus kembali ke rumah tanpa Benyamin. Karena sesungguhnya mereka juga iri melihat Ayah mereka, yaitu Nabi Ya'qub as, sangat mencintai Benyamin, dan menghendaki agar kecintaan Sang Ayah berpindah kepada mereka. Akan tetapi saudara-saudara Yusuf ini bukan hanya tidak membela adik kecil mereka, bahkan mereka mengatakan kepada para petugas kerajaan bahwa Benyamin ini juga memiliki saudara lain yang juga telah mencuri. Tuduhan tanpa dasar ini membuat para petugas keamanan semakin yakin untuk menahan Benyamin.

 

Lanjutan dari ayat-ayat tadi mengatakan, bahwa meskipun Yusuf as memegang kekuasaan yang besar di Mesir, sehingga beliau dapat dengan mudah menahan pembagian gandum untuk mereka, atau menangkap mereka semua dengan tuduhan mencuri, akan tetapi beliau mengesampingkan semua itu.Bahkan beliau menyembunyikan kemarahan atas tuduhan tak berdasar terhadapnya yang disampaikan oleh saudara-saudaranya itu. Beliau hanya mengatakan bahwa Allah Maha Mengetahui atas apa yangkalian katakan itu. Akan tetapi posisi kalian saat ini adalah lebih buruk daripada tuduhan-tuduhan yang kalian berikan kepada saudara-saudara kalian.

 

Dari ayat tadi terdapat duapelajaran yang dapat dipetik:ÔÇÄ

1. Untuk mencapai tujuan, kita harus sabar menanggung cercaan dan menunjukkan sikap lapang dada.

2. Tidak semua hakikat harus diungkapkan dalam semua keadaan. Kadang-kadang seseorang harus merahasiakan sesuatu dan tidak perlu mengungkapkannya. Terutama bagi para penguasa yang mengendalikan segala urusan rakyatnya, yang sering kali harus mementingkan kemaslahatan umum dan mengorbankan kepentingan pribadi.

Kesiapan Membela Diri, Kebutuhan Masyarakat Islam

 

Allah Swt berfirman:

 

"Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan)." (QS. al-Anfal: 60)

 

Ayat al-Quran ini merupakan perintah kepada umat Islam untuk mempersiapkan diri di segala bidang untuk menghadapi musuh, mulai dari mempersiapkan segala bentuk senjata, fasilitas, alat, metode propaganda bahkan slogan dan lagu. Memperhatikan perintah al-Quran ini membuat musuh takut dari kesiapan bela diri umat Islam.

 

Ketika Nabi Muhammad Saw mendapat berita dari Yaman bahwa ada yang membuat senjata baru, beliau langsung mengirimkan seseorang ke sana untuk membeli senjata itu. Dikutip dari Nabi Saw menyebutkan dengan satu anak panah bisa mengantarkan tiga orang ke surga; pembuat anak panah, orang yang menyiapkan dan yang memanah.[1]

 

Dalam Islam ada lomba memanah dan menunggang kuda serta kalah dan menang dalam lomba ini diperbolehkan demi kesiapan umat Islam untuk membela diri.

 

Kata ganti orang ketiga "Lahum" dalam ayat ini kembalinya kepada orang-orang Kafir dan mereka yang disebutkan dalam ayat sebelumnya, dimana dikhawatirkan akan pengkhianatan mereka. Yakni, umat Islam harus senantiasa siapa dalam menghadapi musuh yang dimungkinan melakukan pengkhianatan, sekalipun dalam perjanjian damai.

 

Sumber: Mohsen Qarati, Daghayeghi ba Quran, Tehran, Markaz Farhanggi Darsha-i az Quran, 1388 Hs, cet 1.

[1]. Tafsir Furqan.

Ayat ke 69

 

┘ê┘Ä┘ä┘Ä┘à┘æ┘ÄϺ Ï»┘ÄÏ«┘Ä┘ä┘Å┘êϺ Ï╣┘Ä┘ä┘Ä┘ë ┘è┘Å┘êÏ│┘Å┘ü┘Ä Ïó┘Ä┘ê┘Ä┘ë ÏÑ┘É┘ä┘Ä┘è┘Æ┘ç┘É Ïú┘ÄÏ«┘ÄϺ┘ç┘Å ┘é┘ÄϺ┘ä┘Ä ÏÑ┘É┘å┘æ┘É┘è Ïú┘Ä┘å┘ÄϺ Ïú┘ÄÏ«┘Å┘ê┘â┘Ä ┘ü┘Ä┘ä┘ÄϺ Ϭ┘ÄÏ¿┘ÆÏ¬┘ÄϪ┘ÉÏ│┘Æ Ï¿┘É┘à┘ÄϺ ┘â┘ÄϺ┘å┘Å┘êϺ ┘è┘ÄÏ╣┘Æ┘à┘Ä┘ä┘Å┘ê┘å┘Ä (69)

 

Artinya:

Dan tatkala mereka masuk ke (tempat) Yusuf. Yusuf membawa saudaranya (Bunyamin) ke tempatnya, Yusuf berkata: "Sesungguhnya aku (ini) adalah saudaramu, maka janganlah kamu berdukacita terhadap apa yang telah mereka kerjakan".(12: 69)

 

Dalam pembicaraan lalu telah disebutkan bahwa Nabi Ya'qub as pada akhirnya rela membiarkan putranya Benyamin pergi ke Mesir bersama saudara-saudaranya untuk mengambil saham dan bagiannya. Ayat tadi mengatakan,"Sewaktu mereka masuk untuk menemui Yusuf, maka Yusuf pun melakukan langkah-langkah tertentu untuk dapat berbicara secara terpisah dengan Benyamin. Yusuf pun mengenalkan dirinya kepada saudaranya seibu ini agar ia tidak lagi bersedih dan cemas. Karena Benyamin sendiri merasa khawatir terhadap perilaku saudara-saudaranya, dan takut bahwa dia pun akan mengalami nasib seperti Yusuf dan terpisah dari ayahnya. Karena itu Yusuf menarik kepercayaan Benyamin dan memintanya agar mau tinggal bersama Yusuf, dan Benyamin pun menerima.

 

Dari ayat tadi terdapat duapelajaran yang dapat dipetik:ÔÇÄ

1.Bohong memang tidak boleh dan terlarang, akan tetapi kadang kala seseorang tidak perlu menjelaskan setiap kebenaran. Selama Yusuf memandang tidak ada perlunya, maka beliau tidak memperkenalkan diri kepada saudara-saudaranya, dan mengungkapkan rahasia ini hanya kepada satu dari semua saudara beliau.

2. Setiap kali anda mendapat nikmat, maka lupakanlah kepahitan masa lalu. Tatkala Yusuf dan Benyamin saling bertemu, mereka pun melupakan semua kesedihan masa lalu.

 

Ayat ke 70

 

┘ü┘Ä┘ä┘Ä┘à┘æ┘ÄϺ ϼ┘Ä┘ç┘æ┘ÄÏ▓┘Ä┘ç┘Å┘à┘Æ Ï¿┘Éϼ┘Ä┘ç┘ÄϺÏ▓┘É┘ç┘É┘à┘Æ Ï¼┘ÄÏ╣┘Ä┘ä┘Ä Ïº┘äÏ│┘æ┘É┘é┘ÄϺ┘è┘ÄÏ®┘Ä ┘ü┘É┘è Ï▒┘ÄÏ¡┘Æ┘ä┘É Ïú┘ÄÏ«┘É┘è┘ç┘É Ï½┘Å┘à┘æ┘Ä Ïú┘ÄÏ░┘æ┘Ä┘å┘Ä ┘à┘ÅÏñ┘ÄÏ░┘æ┘É┘å┘î Ïú┘Ä┘è┘æ┘ÄϬ┘Å┘ç┘ÄϺ Ϻ┘ä┘ÆÏ╣┘É┘èÏ▒┘Å ÏÑ┘É┘å┘æ┘Ä┘â┘Å┘à┘Æ ┘ä┘ÄÏ│┘ÄϺÏ▒┘É┘é┘Å┘ê┘å┘Ä (70)

 

Artinya:

Maka tatkala telah disiapkan untuk mereka bahan makanan mereka, Yusuf memasukkan piala (tempat minum) ke dalam karung saudaranya. Kemudian berteriaklah seseorang yang menyerukan: "Hai kafilah, sesungguhnya kamu adalah orang-orang yang mencuri".(12: 70)

 

Nabi Yusuf bermaksud menahan Benyamin di sisinya, sehingga dengan cara itu maka dalam perjalanan berikutnya saudara-saudara Yusuf akan terpaksa membawa ayah mereka ke Mesir. Sebelum itu beliau telah membicarakan masalah ini dengan Benyamin bahwa ia telah merancang suatu siasat, sebagaimana ketika beliau mengembalikan harga gandum yang mereka serahkan, agar mereka kembali dengan saudaranya. Kali ini siasat Yusuf as dilakukan dengan memasukkan sebuah bejana berharga mahal ke dalam karung gandum milik Benyamin. Para pegawai Yusuf as yang tidak mengerti tentang masalah ini, dengan sendirinya menganggap mereka itu telah mencuri bejana tersebut, ketika mereka menyadari bahwa salah satu bejana milik kerajaan telah hilang.

 

Dari ayat tadi terdapat duapelajaran yang dapat dipetik:ÔÇÄ

1. Merancang dan menciptakan kondisi tertentu untuk suatu maslahat yang lebih penting adalah sesuatu yang boleh dilakukan, dengan syarat tidak ada kezaliman terhadap seseorang, sedangkan orang tak berdosa, yang akan ditampilkan sebagai korban dalam rencana tersebut, sudah diberitahu sebelumnya.

2. Kita harus senantiasa berhati-hati dan teliti terhadap teman-teman satu rombongan dan orang-orang yang bersama kita. Karena dengan adanya seorang yang berbuat kesalahan, maka masyarakat akan memandang seluruh anggota rombongan tersebut telah berbuat salah.

 

Ayat ke 71-72

 

┘é┘ÄϺ┘ä┘Å┘êϺ ┘ê┘ÄÏú┘Ä┘é┘ÆÏ¿┘Ä┘ä┘Å┘êϺ Ï╣┘Ä┘ä┘Ä┘è┘Æ┘ç┘É┘à┘Æ ┘à┘ÄϺÏ░┘ÄϺ Ϭ┘Ä┘ü┘Æ┘é┘ÉÏ»┘Å┘ê┘å┘Ä (71) ┘é┘ÄϺ┘ä┘Å┘êϺ ┘å┘Ä┘ü┘Æ┘é┘ÉÏ»┘Å ÏÁ┘Å┘ê┘ÄϺÏ╣┘Ä Ïº┘ä┘Æ┘à┘Ä┘ä┘É┘â┘É ┘ê┘Ä┘ä┘É┘à┘Ä┘å┘Æ Ï¼┘ÄϺÏí┘Ä Ï¿┘É┘ç┘É Ï¡┘É┘à┘Æ┘ä┘Å Ï¿┘ÄÏ╣┘É┘èÏ▒┘ì ┘ê┘ÄÏú┘Ä┘å┘ÄϺ Ï¿┘É┘ç┘É Ï▓┘ÄÏ╣┘É┘è┘à┘î (72)

 

Artinya:

Mereka menjawab, sambil menghadap kepada penyeru-penyeru itu: "Barang apakah yang hilang dari pada kamu?"(12: 71)

 

Penyeru-penyeru itu berkata: "Kami kehilangan piala raja, dan siapa yang dapat mengembalikannya akan memperoleh bahan makanan (seberat) beban unta, dan aku menjamin terhadapnya". (12: 72)

 

Para petugas kerajaan yang telah memahami bahwa bejana milik kerajaan, yang dipakai untuk menakar gandum telah hilang, segera memeriksa barang-barang milik rombongan saudara-saudara Yusuf. Sementara itu untuk menyemangatkan para pegawainya, Yusuf mengumumkan bahwa siapa yang menemukan kembali bejana tersebut, akan mendapat hadiah bahan makanan seberat beban seekor unta dan beliau  sendiri yang akan menjaminnya.

 

Dari dua ayat tadi terdapat duapelajaran yang dapat dipetik:ÔÇÄ

1. Menentukan hadiah guna menumbuhkan semangat persaingan dan mendorong orang-orang untuk melakukan pekerjaan yang konstruktif, merupakan sesuatu yang diterima oleh Allah dan sunnah para nabi.

2. Hadiah haruslah sesuai dengan kondisi dan tuntutan zaman; bukan sekedar basa-basi yang tidak ada manfaatnya. Pada masa paceklik maka sebaik-baik hadiah adalah bahan makanan (gandum) seberat beban muatan seekor unta.

 

Ayat ke 73

 

┘é┘ÄϺ┘ä┘Å┘êϺ Ϭ┘ÄϺ┘ä┘ä┘æ┘Ä┘ç┘É ┘ä┘Ä┘é┘ÄÏ»┘Æ Ï╣┘Ä┘ä┘É┘à┘ÆÏ¬┘Å┘à┘Æ ┘à┘ÄϺ ϼ┘ÉϪ┘Æ┘å┘ÄϺ ┘ä┘É┘å┘Å┘ü┘ÆÏ│┘ÉÏ»┘Ä ┘ü┘É┘è Ϻ┘ä┘ÆÏú┘ÄÏ▒┘ÆÏÂ┘É ┘ê┘Ä┘à┘ÄϺ ┘â┘Å┘å┘æ┘ÄϺ Ï│┘ÄϺÏ▒┘É┘é┘É┘è┘å┘Ä (73)

 

Artinya:

Saudara-saudara Yusuf menjawab "Demi Allah sesungguhnya kamu mengetahui bahwa kami datang bukan untuk membuat kerusakan di negeri (ini) dan kami bukanlah para pencuri".(12: 73)

 

Sewaktu saudara-saudara Yusuf menyadari bahwa mereka dituduh telah mencuri, maka mereka pun membela diri danberkata, "Kami sebelumnya juga pernah datang ke negeri ini, dan kami tidak berbuat sedikit pun pencurian dan kejahatan. Mengapa kalian memperlakukan kami semacam ini? Kalian pun tahu bahwa kami bukan orang-orang yang melakukan perbuatan semacam ini!

 

Dari ayat tadi terdapat duapelajaran yang dapat dipetik:ÔÇÄ

1.Masa lalu yang baik, merupakan bukti kebaikan seseorang. Kecuali jika terdapat bukti kuat yang menunjukkan bahwa orang tersebut telah berbuat kejahatan.

2. Pencurian adalah salah satu perbuatan merusak di atas bumi yang dapat mengakibatkan rusaknya kehidupan masyarakat di sebuah kawasan.

Berteman dengan Orang Buruk

 

Allah Swt berfirman, "Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zalim menggigit dua tangannya, seraya berkata, ÔÇÿAduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rasul.' Kecelakaan besarlah bagiku, kiranya aku (dulu) tidak menjadikan sifulan itu teman akrab(ku). Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari al-Quran ketika al-Quran itu telah datang kepadaku. Dan adalah setan itu tidak mau menolong manusia." (QS. al-Furqan: 27-29)

 

Berteman dengan orang lain merupakan satu ciri khas manusia, sehingga setiap orang dalam kehidupan sosialnya pasti mencari dan memilih teman. Biasanya orang yang memiliki kemampuan lebih dalam menciptakan hubungan dengan orang lain lebih sukses dan secara kejiwaan lebih sedikit dalam menghadapi masalah. Tapi ada satu hal yang lebih penting dari sekadar memilih teman dan itu adalah memilih teman yang benar. Karena satu dari variabel penting yang mempengaruhi sikap dan keputusan seseorang adalah teman. Dalam hadis disebutkan bahwa bila engkau ingin mengenal seseorang, maka perhatikan siapa temannya.[1]

 

Ungkapan hadis ini menunjukkan pengaruh penting teman terhadap seseorang dan pengalaman menjadi bukti dari semua ini. Mereka yang melewati jalan kehidupan ini dengan baik biasanya orang-orang yang memiliki teman yang baik. Sementara para pelaku kejahatan sampai pada perbuatan itu diakibatkan memiliki teman yang tidak baik.

 

Di sini, al-Quran memperingatkan manusia dalam memilih teman. Dalam ayat 27 hingga 29 surat al-Furqan, Allah Swt mengingatkan nasib orang yang setelah beriman kepada Nabi Muhammad Saw dan menerima al-Quran, akhirnya menolak al-Quran dikarenakan pengaruh teman yang tidak beriman. Ia tidak lagi mengikuti wahyu dan Rasulullah Saw, tapi dipengaruhi oleh perasaan pertemanan dan akhirnya mengikuti ucapan tidak logis dan berdasar temannya. Dikarenakan teman yang tidak benar, seseorang akhirnya memilih kesesatan, ketimbang hidayah. Orang ini di Hari Kiamat akan menyesali pilihannya ini, tapi pada waktu itu penyesalan sudah tidak berguna.

 

Dari ayat ini dapat dipahami bahwa teman yang tidak baik saat ini akan menjadi bahaya yang mengancam seseorang di kemudian hari dan mempengaruhi nasibnya.[2] Ayat ini juga menjelaskan tentang parameter teman yang buruk, dimana ia senantiasa mengajak orang lain kepada kesesatan dan kebodohan. Bila seseorang melihat teman atau kelompok yang diikutinya ada ciri khas melupakan Allah dan ajaran ilahi serta setiap harinya mengajaknya untuk berbuat dosa lebih besar, maka ketahuilah bahwa akhir dari pertemanan itu adalah kesesatan dan hanya menyisakan penyesalan. Setiap orang yang melihat mereka harus segera meninggalkan pertemanan dengan orang-orang seperti ini,[3] sehingga ia tidak menjadi contoh ayat ini dan di Hari Kiamat hanya bisa berkata, "Kecelakaan besarlah bagiku, kiranya aku (dulu) tidak menjadikan sifulan itu teman akrab(ku)."

 

Sekaitan dengan masalah ini ada ayat lain yang membahas, "Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa." (QS. az-Zukhruf: 67)

 

Sesuai dengan ayat ini, Allah Swt mengingatkan hanya pertemanan yang berdasarkan ketakwaan yang tidak memiliki akhir buruk dan menyebutkan bahwa pertemanan tanpa takwa akan berubah menjadi permusuhan. Oleh karenanya, semua pertemanan yang berdasarkan hawa nafsu, kenikmatan seksual non syariat, tujuan ekonomi dan menjarah akan berubah menjadi musuh terburuk di Hari Kiamat. Selain masalah hari akhir, di dunia ini saja pertemanan yang tidak berdasarkan ketakwaan biasanya akan menjadi permusuhan hanya dengan munculnya sedikit perbedaan, dimana cepat atau lambat akan muncul di antara keduanya.

 

Sumber: Hoshdar-ha va Tahzir-haye Qorani, Hamid Reza Habibollahi, 1387 Hs, Markaz-e Pajuhesh-haye Seda va Sima.