کمالوندی

کمالوندی

Kota Madinah pada 3 SyaÔÇÖban tahun 4 Hijriah menjadi tuan rumah kelahiran anak dari keluarga Nabi. Keluarga yang kerap disebut Rasulullah sebagai Ahlul Bait Nabi pasca turunnya ayat Tathir. Nabi pun senantiasa mengucapkan salam kepada keluarga ini. Di hari yang berbahagia tersebut, Nabi berdiri di samping pintu rumah Fatimah. Beliau menunggu terbitnya cahaya Husein as. Ketika dunia diterangi cahaya suci Husein, nabi kemudian berkata, AsmaÔÇÖ bawa kesini anakku! AsmaÔÇÖ menjawab, Ya Rasulullah! Aku belum membersihkan bayi ini dan menyiapkannya. Dengan penuh keheranan Nabi bertanya, Kamu membersihkannya? AsmaÔÇÖ kemudian memandang Nabi dan akhirnya ia memahami pertanyaan beliau. AsmaÔÇÖ pun membawa Husein kepada Rasulullah. Nabi kemudian merangkul cucunya, menciumnya dan secara perlahan berbicara kepadanya.

Husein adalah kecintaan Rasulullah. Ia akan tenang ketika dalam pelukan Nabi dan hati Rasulullah akan gembira saat bertemu dengan Husein. Masa kecil Husein dilalui dengan kenangan manis bersama kakek tercintanya, Rasulullah. Terkadang pundak Rasulullah menjadi tempat duduk Husein dan terkadang tangan beliau menggandeng sang cucu kesana kemari. Semua orang menyaksikan ciuman Rasulullah ke wajah Husein. Nabi berbicara dengan Husein menggunakan bahasa anak-anak serta sangat menyayanginya.

Terkait kasih sayangnya yang besar terhadap Husein, Nabi dengan transparan menjelaskan, ÔÇ£Kasih sayang yang Aku limpahkan kepada Husein, lebih besar lagi dari apa yang kalian saksikan.ÔÇØ Sabda Nabi ini telah mengarahkan manusia pada hakikat bahwa kasih sayang yang dilimpahkan Rasulullah kepada anak kecil ini, bukan sekedar kecintaan keturunan dan keluarga, namun sebuah kecintaan Ilahi. Telah jelas bahwa Nabi bukan manusia biasa. Menurut al-Quran, seluruh perilaku dan ucapan Nabi bukan bersumber dari pribadi dan hawa nafsu, seperti yang dijelaskan dalam Surat An-Najm ayat 3-4 yang artinya, ÔÇ£Dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Quran) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).ÔÇØ

Oleh karena itu, Allah Swt berfirman dalam Surat al-Ahzab ayat 21 yang artinya, ÔÇ£Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.ÔÇØ Kecintaan besar Rasulullah Saw kepada Husein banyak dimuat di berbagai kitab, bahkan kitab-kitab dari Ahlu Sunnah pun banyak menukilnya.

Di antaranya adalah sebuah riwayat yang menyebutkan, sekelompok orang bersama Rasulullah pergi bertamu, Nabi pun berjalan di depan dan mendahului kelompok ini. Di tengah jalan, Nabi bertemu dengan Husein. Nabi ingin memeluk Husein, namun cucunya tersebut lari kesana kemari. Nabi menyaksikan tingkah laku cucunya dan kemudian mengejarnya. Ketika berhasil memegang Husein, Rasul kemudian memeluk dan menciumnya. Selanjutkan Nabi menghadap kepada masyarakat dan bersabda, ÔÇ£Husein dariku dan Aku dari Husein. Siapa saja yang mencintai Husein, maka Allah akan mencintainya.ÔÇØ (Hadis ini diriwayatkan dari Musnad Ahmad jilid 4, Sunan Ibnu Majah jilid 1 dan Manaqib Ibn Sharashub jilid 3)

Imam Husein memiliki karakteristik unggul di berbagai dimensi. Imam bahkan unggul dari manusia lain di seluruh kesempurnaan, keutamaan dan ibadah. Imam Husein memiliki ibadah dan penghambaan khusus, karena sejak masih berada di kandungan ibunya, Fatimah as hingga kepala beliau dipenggal oleh jahiliyah Umawiyah, Imam Husein senantiasa sibuk dengan memuji dan bertasbih kepada Allah Swt serta bacaan al-Quran terus terdengar dari mulut suci beliau. Imam Ali Zainal Abidin as-Sajjad, putra beliau menceritakan tentang ibadah sang ayah dan bersabda, ÔÇ£Ayahku, Husein bin Ali bin Abi Thalib menghabiskan waktu malamnya dengan rukuÔÇÖ, sujud dan berdoa kepada Allah Swt. Setiap malam, ayahku banyak mengerjakan shalat.ÔÇØ

Imam Husein adalah penjaga ajaran agama dan sunnah Rasulullah. Beliau dengan gigih memajukan tujuan dan misi suci Islam. Salah satu karakteristik Imam Husein adalah cinta kebebasan dan membenci kezaliman. Beliau adalah pahlawan yang tidak pernah bersedia berdampingan dengan kezaliman dan depotisme. Beliau dikenal sebagai peletak metode kebebasan dan nilai-nilai kemanusiaan, di mana seluruh pencinta kebebasan dan anti kezaliman serta pejuang di jalan keadilan harus mengambil teladan darinya.

Sikap anti kezaliman dan keberanian Imam Husein tercermin nyata ketika dipaksa untuk berbaiat kepada Yazid bin Muawiyah yang jelas-jelas fasid dan melakukan dosa secara terang-terangan. Beliau bersabda, ÔÇ£Husein tidak akan tunduk pada kehinaan...ÔÇØMenghormati kepribadian seseorang merupakan karakteristik unggul lain Imam Husein. Dalam hal ini Imam akan berbuat sedemikian hati-hati dalam menegur kesalahan orang lain sehingga orang tersebut tidak akan merasa malu akan kesalahannya tersebut.

Diriwayatkan bahwa Imam Husein menyaksikan seseorang melakukan kesalahan dalam berwudhu dan orang tersebut membutuhkan bimbingan wudhu yang benar. Namun karena takut membuat malu orang tersebut, Imam akhirnya memikirkan cara yang lebih baik supaya tidak menyinggung orang ini. Imam Husein kemudian mengajak saudaranya, Imam Hasan as untuk berlomba wudhu dan meminta orang tersebut sebagai wasit. Dengan demikian Imam telah memberikan pelajaran wudhu yang benar secara tidak langsung kepada orang ini.

Akhirnya orang tersebut memahami kesalahannya dan mendapat pelajaran wudhu yang benar. Orang tersebut berkata kepada kedua cucu Rasulullah, ÔÇ£Kalian berdua telah wudhu dengan benar, dalam hal ini Aku yang keliru dan tidak memahami kewajibanku dengan benar. Kalian berdua dengan tepat telah memberi pelajaran kepadaku bagaimana wudhu yang benar.ÔÇØ

Imam Husein juga terkenal sangat menghormati hak-hak orang lain. Diceritakan seorang bernama Abdurrahman telah mengajari surat al-Fatihah kepada salah satu anaknya, kemudian Imam memberinya hadiah seribu dinar dan seribu pakaian serta berbagai hadiah lainnya. Orang tersebut sangat takjub dengan pemberian Imam. Imam Husein yang menyaksikan kondisinya, lantas berkata, ÔÇ£Semua hadiah ini tidak berarti dengan apa yang telah kamu lakukan.ÔÇØ

Karakteristik lain Imam Husein as adalah kelembutan beliau kepada orang lain dan suka bersahabat, khususnya kepada mereka tertimpa kemurungan dan kesedihan dalam mengarungi kehidupan yang pasang surut ini, atau mereka menghadapi kesulitan besar dan menemui jalan buntu. Diceritakan Imam Husein pergi mengunjungi Usamah bin Zaid. Sesampainya di rumah Usamah, Imam menyaksikannya dalam kondisi murung dan sedih. Imam kemudian bertanya kepada Usamah apa yang menyebabkannya terlihat begitu sedih. Usama pun kemudian mengungkapkan kesedihannya dihadapan Imam Husein.

Usamah berkata, ÔÇ£Aku memikul hak orang lain di pundakku. Aku berhutang kepada orang lain dan Aku berharap selama masih hidup mampu mengembalikan hutang tersebut. Aku tidak ingin mati dengan membawa beban hutang.ÔÇØ Setelah mendengar penuturan Usamah, Imam Husein langsung memerintahkan untuk melunasi hutang Usamah. Saat itulah, Usamah dengan hati lapang meninggalkan dunia yang fana ini.

Salah satu karakteristik unggul lain Imam Husein adalah infak secara ikhlas baik itu infak secara terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi, kepada orang yang tak dikenal atau tidak. Malam hari Imam Husein tak segan-segan memanggul bahan makanan dan kebutuhan hidup bagi mereka yang membutuhkan dan anak-anak yatim serta meletakkannya di depan pintu rumah mereka.

Oleh karena itu, di hari Asyura, terlihat bekas-bekas di pundak beliau yang menunjukkan bahwa beliau sering memanggul barang berat. Ketika Imam Sajjad ditanya sebab dari bekas-bekas tersebut, beliau berkata, ÔÇ£Itu adalah bekas dari memanggul sedekah dan hadiah secara sembunyi-sembunyi yang dipikul ayahku pada malam hari dan diberikan kepada anak yatim serta orang-orang miskin.ÔÇØ

Ciri Khas Wali Allah

Allah Swt berfirman:

"Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa." (QS. Yunus: 62-63)

Dua ayat ini menjelaskan ciri-ciri wali Allah. Prinsip utama wali Allah adalah "Sesungguhnya kami takut akan (azab) Tuhan kami"[1] dan hasil dari ketakutan itu adalah takwa. Sementara hasil dari takwa itu sendiri adalah "Mereka tidak disusahkan oleh kedahsyatan yang besar (pada Hari Kiamat)".[2] Para wali Allah tidak memiliki rasa takut tidak hanya di dunia, tapi juga di akhirat. Karena siapa saja yang takut kepada Allah, maka dia tidak akan memiliki rasa takut yang lain. "Orang yang bersih perhitungannya di Hari Kiamat, tidak akan pernah merasa takut".

Nabi Muhammad Saw bersabda, "Diamnya wali Allah adalah zikir, pandangannya mengambil pelajaran, ucapannya penuh hikmah dan aktivitasnya di tengah masyarakat menjadi sumber berkah."[3]

Imam Ali as berkata, "Allah Swt menyembunyikan wali-Nya di tengah-tengah masyarakat. Oleh karenanya, jangan pernah menghina seorang muslim. Karena mungkin saja ia adalah wali Allah, sementara engkau tidak mengetahuinya."[4]

Seseorang yang menjadi wali Allah, niscaya Allah menjadi walinya. "Allah Pelindung orang-orang yang beriman",[5] "Allah adalah Pelindung semua orang-orang yang beriman"[6] dan "Allah adalah pelindung orang-orang yang bertakwa".[7]

Sumber: Mohsen Qaraati, Daghayeghi ba Quran, Tehran, Markaz Farhanggi Darsha-i az Quran,

1388 Hs, cet 1.

 

[1] . QS. al-Insan: 10.
[2] . QS. al-Anbiya: 103.
[3] . Tafsir as-Shafi.
[4] . Tafsir Nur at-Tsaqalain.
[5] . QS. al-Baqarah: 257.
[6] . QS. Ali Imran: 68.
[7] . QS. al-Jatsiyah: 19.

Lari dari Medan Perang

Allah Swt berfirman, "Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bertemu dengan orang-orang yang kafir yang sedang menyerangmu, maka janganlah kamu membelakangi mereka (mundur). Barangsiapa yang membelakangi mereka (mundur) di waktu itu, kecuali berbelok untuk (siasat) perang atau hendak menggabungkan diri dengan pasukan yang lain, maka sesungguhnya orang itu kembali dengan membawa kemurkaan dari Allah, dan tempatnya ialah neraka Jahannam. Dan amat buruklah tempat kembalinya." (QS. al-Anfal: 15-16)

Satu dari pengertian yang berkali-kali disampaikan dan termasuk perintah ilahi yang paling penting kepada umat Islam adalah perintah jihad dan berperang melawan musuh Islam. Perintah dan pengertian ini disebutkan berkali-kali dalam ayat-ayat al-Quran. Sebagai contoh disebutkan dalam ayat-ayat ini:

"Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci." (QS. al-Baqarah: 216)

"Hai Nabi, kobarkanlah semangat para mukmin untuk berperang." (QS. al-Anfal: 65)

"Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu." (QS. al-Baqarah: 190)

Ketiga ayat ini dan ayat-ayat al-Quran yang lain menyeru umat Islam untuk melakukan jihad, tapi pada ayat 15 dan 16 surat al-Anfal gaya penyampaikan dalam bentuk peringatan. Allah Swt dalam ayat 15 memperingatkan orang-orang yang beriman yang tengah berada di medan perang dan berhadap-hadapan dengan musuh agar tidak melarikan diri dari sana, sekalipun jumlah musuh sangat banyak.[1]

Sementara pada ayat 16 surat al-Anfal ada dua hal yang dikecualikan; berbelok sebagai taktik perang dan bergabung dengan pasukan yang lain, mereka yang lari dari medan pertempuran akan mendapat murka ilahi dan tempat kembalinya nanti adalah di neraka. Tidak hanya di akhirat, tapi di dunia ini mereka akan terhina dan tertekan. Itulah mengapa Imam Ridha as dalam sebuah ucapannya menjelaskan filosofi pengharaman lari dari medan perang bahwa perbuatan itu akan membuat musuh semakin berani terhadap Islam, umat Islam akan menjadi tawanan mereka dan akhirnya program yang telah dicanangkan para nabi dan imam tidak akan berhasil yang berujung pada tercerabutnya agama Allah.

Imam Ali as juga dalam petunjuknya menyinggung ayat ini bahwa takut akan jihad akan menciptakan penyimpangan dalam agama dan pelakunya layak dibakar di api neraka, bahkan menjadi sumber kefakiran di dunia, terhina dan ternistakan. (IRIB Indonesia / Saleh Lapadi)

Sumber: Hoshdar-ha va Tahzir-haye Qorani, Hamid Reza Habibollahi, 1387 Hs, Markaz-e Pajuhesh-haye Seda va Sima.

Sabtu (23/5), Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Khamenei, bertemu dengan para peserta MTQ Internasional Tehran ke-32 menyeru umat Islam untuk melawan upaya-upaya perpecahan. Menyinggung berbagai tantangan dunia Islam saat ini yang muncul dari kelemahan, kemiskinan, perselisihan dan perang internal, adalah akibat dari tekanan rezim-rezim jahiliyah.

Menciptakan perpecahan di antara umat Islam merupakan salah satu tujuan utama musuh. Perpecahan dengan menggunakan isu Syiah, Sunni, Arab, ajam, etnis, kebangsaan dan fanatisme nasional, menurut Rahbar adalah bagian dari program kerja musuh umat Islam.

Pada pertemuan tersebut, beliau menekankan pentingnya kehadiran al-Quran di semua dimensi kehidupan pribadi dan sosial umat Islam, serta perlawanan terhadap upaya-upaya perpecahan dengan memanfaatkan dua elemen tekad dan kesadaran. Solusi masalah dunia Islam saat ini adalah penyerahan diri di hadapan perintah al-Quran dan perlawanan menghadapi pemaksaan nilai-nilai jahiliyah moderen serta perjuangan menghadapi kesewenang-wenangan jahiliyah.

Penekanan Rahbar atas perlawanan di hadapan gerakan fitnah dengan bersandarkan perintah al-Quran berdasarkan kondisi kawasan sangat penting sekali mengingat umat Islam sekarang tengah menjadi sasaran serangan gerakan-gerakan distorsif berkedok Islam dan pemanfaatan musuh atas fenomena jahiliyah tersebut.  Kondisi dunia Islam sekarang menunjukkan bahwa persatuan telah menjadi rantai esensial yang hilang dari tubuh umat Islam. Salah satu faktor perpecahan tersebut adalah dangkalnya wawasan umat terkait ajaran al-Quran, sebagai kitab persatuan umat Islam.

Menciptakan jurang antara umat Islam dan al-Quran juga bagian dari strategi Barat untuk mencegah perluasan perspektif pemersatu umat. Hasilnya adalah meluasnya gerakan-gerakan yang muncul karena kebodohan atau sebagai lengan makar perpecahan musuh, yang mengadu domba umat Islam termasuk Syiah dan Sunni. Ini adalah bahaya besar yang mengancam dunia Islam. Gerakan-gerakan perusak itu dibentuk dengan busana agama namun

berasaskan prinsip khurafat dan ekstrimisme Salafi-Takfiri.

Mereka sesungguhnya adalah senjaga untuk kehancuran umat Islam. Oleh karena itu, gerakan-gerakan distorsif itu berupaya memudarkan seluruh elemen pemersatu dan keyakinan kolektif yang ditekankan dalam al-Quran dan berkaitan dengan seluruh nasib umat Muslim. Bahkan mereka dengan berani mengesankan kebatilan elemen-elemen tersebut agar persatuan sejati Islam tidak dapat mengkristal menjadi simbol kekuatan umat Islam.

Silsilah batil ini telah menyebabkan dunia Islam baik Syiah atau Sunni tidak dapat melalui berbagai rintangan dan tantangan kolektif mereka dalam mencapai kemajuan dan juga sampai pada posisi luhur Islam. Contoh dari politik tersebut dapat disaksikan dalam keselarasan sejumlah negara regional termasuk Arab Saudi dengan politik Amerika Serikat, dalam mengguankan kekuatan dan kekayaan mereka untuk menumpas uamt Islam di Bahrain, Yaman, Suriah, Irak dan Lebanon, serta melakukan intervensi luas sehingga menciptakan perpecahan mazhab, sosial dan nasional di negara-negara Islam.

Pemerintah Myanmar menyatakan siap bekerjasama dengan masyarakat internasional dalam penanganan masalah pengungsi minoritas Muslim Rohingya. Pernyataan ini mengemuka setelah publik dunia mengecam kebijakan pemerintah Myanmar yang tidak mampu menghentikan eksodus Muslim Rohingya ke wilayah mereka.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menggambarkan kelompok Rohingya sebagai minoritas yang paling teraniaya sedunia.Meskipun sudah tinggal sejak lama di Myanmar, namun etnis Rohingya tetap dianggap bukan bagian dari warga negara Asia Tenggara ini. Ironisnya, otoritas Myanmar lebih memilih istilah "warga Bengal" yang menunjukkan mereka imigran ilegal dari Bangladesh.Etnis Rohingya yang berjumlah sekitar 1,1 juta jiwa hidup tanpa memiliki kewarganegaraan dan terus-menerus menerima diskriminasi di Myanmar. Pada 2012, sekitar 140 ribu mengungsi setelah bentrok dengan mayoritas umat Buddha di Rakhine.

Pemerintah Naypyidaw membantah diskriminasi terhadap kelompok minoritas Rohingya dan mengklaim kondisi yang menimpa Rohingya saat ini bukan sumber masalah. Kepala militer Myanmar Jenderal Min Aung Hlaing meragukan asal mayoritas pengungsi. Min menyatakan bahwa para "manusia perahu" itu sebagian besar berasal dari Bangladesh, bukan Myanmar. "Sebagian besar mengaku diri mereka adalah etnis Rohingya dari Myanmar dengan harapan menerima bantuan dari UNHCR," kata Min kepada harian pro pemerintah, Global New Light of Myanmar, dikutip dari Reuters, Jumat (22/5).

Dilaporkan, juru bicara Presiden Myanmar, Zaw Htay menyatakan pemerintah Naypyidaw bersedia hadir dalam pertemuan darurat dengan pejabat sejumlah negara ASEAN untuk membahas isu Rohingya di Bangkok pada 29 Mei 2015.

Nasib masyarakat Rohingya semakin tidak menentu setelah Presiden Myanmar Thein Sein menandatangani undang-undang keluarga berencana baru-baru ini. Aktivis mencemaskan UU bakal menyasar minoritas yang rentan bertahan di Myanmar.

Alih-alih memikirkan masa depan etnis Rohingya, Undang-Undang Perawatan Kesehatan Kendali Populasi justru hendak membatasi pertumbuhan penduduk komunitas Muslim. UU ini ditandatangani Thein Sein pada 19 Mei lalu. Lewat UU ini, pemerintah Myanmar akan mengadopsi kebijakan kontrol populasi di negara-negara bagian.

Kelompok pemerhati hak asasi manusia serta lembaga pengawasan kesehatan menyebut pemerintah Naypyidaw sudah menetapkan kebijakan dua anak di negara bagian Rakhine. Di sana, jumlah penduduk Muslim melampaui kelompok Budha.

UU keluarga berencana terbaru Myanmar didukung biksu-biksu Budha garis keras. Mereka terus mendesak pemerintah menangkal apa yang mereka sebut ÔÇ£pengaruh kelompok minoritas Muslim.ÔÇØ Menurut kelompok pendukung UU, warga minoritas berencana memiliki anak yang lebih banyak ketimbang populasi Buddha.

Jumlah Muslim Myanmar sekitar 4% dari keseluruhan penduduk 51 juta jiwa. Namun, beberapa perkiraan menyebut jumlahnya mendekati 10%. Zin Mar Aung, salah seorang aktivis terkemuka Myanmar menilai UU tersebut sebagai bentuk ÔÇ£tirani mayoritas.ÔÇØ

Sikap tidak perduli terhadap penderitaan Rohingya juga ditampilkan Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) Myanmar pimpinan Aung San Suu Kyi, yang menentang pemberian hak kewarganegaraan buat Muslim Rohingya. Penolakan tersebut kontras dengan pemberitaan berbagai media pada hari Sabtu (23/5) yang mengutip statemen Aung San Suu Kyi mengenai permohonan ketua NDL Myanmar kepada pemerintah Myanmar untuk memberikan hak kewarganegaraan bagi etnis Muslim Rohingya.

Tampaknya, selama pemerintah Naypyidaw tidak mengakui Rohingya sebagai warga negara Myanmar, yang harus diberikan hak-haknya terutama perlindungan hukum dari tirani pihak lain, maka akar masalah eksodus manusia perahu tidak akan terpecahkan. Sebab, sebagian masalah justru terletak di tangan pemerintah dan rakyat Myanmar sendiri.

Militer Irak telah memulai operasi pembebasan kota al-Ramadi dari cengkeraman kelompok teroris ISIS. Sumber keamanan Irak hari Sabtu (23/5) menyatakan militer Irak yang didukung relawan rakyat dan pasukan suku melancarkan serangan terhadap kelompok teroris di sekitar kota al-Ramadi. Serangan tersebut menjadi yang pertama kalinya dilancarkan pasukan Irak setelah ibukota provinsi al-Anbar jatuh ke tangan ISIS. Terkait hal ini, Syeikh Rafi Abdul Karim al-Fahdawi, ketua suku adat terbesar di wilayah Houssayba menyatakan serangan yang dilancarkan terhadap kelompok teroris ISIS mengalami kemajuan signifikan, dan hingga kini sejumlah wilayah berhasil direbut kembali dari kendali kelompok teroris.

Pekan lalu, kelompok teroris takfiri ISIS menyerang kota al-Ramadi dan menguasai ibukota provinsi al-Anbar itu. Jatuhnya al-Ramadi menunjukkan kegagalan koalisi internasional anti-ISIS pimpinan AS, yang telah memulai membombardir wilayah Irak dengan dalih memerangi teroris. Sejak operasi pembebasan al-Ramadi dimulai, pasukan Irak berhasil merebut kota Houssayba yang terletak di sebelah timur ibukota provinsi al-Anbar.

Sementara itu, Sekjen gerakan Badr mengungkapkan dimulai operasi keamanan menjaga Baghdad dari kemungkinan serangan ISIS yang berambisi menguasai ibukota Irak. Belajar dari pengalaman jatuhnya al-Ramadi, militer Irak harus memperkuat keamanan Baghdad.Hadi al-Amiri menyatakan, sangat keliru orang yang berpandangan koalisi internasional anti-ISIS akan mencapai keberhasilan dalam memerangi kelompok teroris di Irak.

Sekjen Badr menegaskan, relawan rakyat dan militer Irak selama 10 hari melancarkan operasinya telah berhasil merebut delapan ribu kilometer persegi di provinsi Salahuddin dari tangan teroris.Tapi kemudian, pasukan relawan meninggalkan wilayah itu setelah media pendukung teroris ISIS dan Baath melancarkan serangan propaganda merusak citra mereka. Tujuan utama media pro-ISIS dan Baath tersebut adalah menghalangi masuknya relawan rakyat demi mencegah direbutnya kembali al-Ramadi dari tangan teroris. Oleh karena itu, Hadi al-Amiri menegaskan urgensi penyelidikan terhadap faktor penyebab jatuhnya al-Ramadi dan Mosul, serta menghukum orang-orang yang terlibat di dalamnya.

Khatib Shalat Jumat Najaf, Sayyid Sadruddin Qabanchi mengatakan faktor penyebab jatuhnya provinsi Al-Anbar adalah pengkhianatan, bukan kekuatan ISIS. Menurut Sayyid Sadruddin dalam khutbah yang disampaikan hari Jumat (22/5), sebanyak 12 ribu polisi provinsi al-Anbar menyerahkan senjata dan melarikan diri meninggalkan kota al-Ramadi. Terkait hal ini, Menteri Pertahanan Irak akan menindaklanjuti penyebab jatuhnya kota al-Ramadi. Menurut Khalid al-Abidi, larinya pasukan keamanan kota al-Ramadi tidak dapat diterima dan mereka harus diadili. Larinya pasukan keamanan kota al-Ramadi meninggalkan tugas mereka mengamankan provinsi al-Anbar dari serangan ISIS menjadi jalan bagi kelompok teroris menguasai wilayah tersebut.

Seorang juru runding senior nuklir Iran menyatakan Republik Islam mengupayakan kesepakatan dengan Kelompok 5+1 yang menghormati semua hak bangsa Iran.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran untuk Urusan Eropa dan Amerika, Majid Takht-e-Ravanchi, mengemukakan pernyataan itu dalam pertemuan dengan Wakil Menteri Luar Negeri Austria Michael Linhart di Tehran, Senin (25/5).

Pejabat Iran menegaskan kembali hak Tehran dalam menggunakan energi nuklir untuk tujuan damai, menyatakan Kelompok 5+1 harus menahan diri mengajukan "tuntutan yang berlebihan" pada masalah nuklir Tehran.

Linhart, pada bagiannya, menyatakan optimis terkait penandatanganan kesepakatan antara Iran dan Kelompok 5+1 pada program nuklir Republik Islam, dan mengatakan Wina sepenuhnya siap memperluas hubungan dengan Tehran di semua sektor.

Iran dan Kelompok 5+1 - Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Rusia dan Cina ditambah Jerman ÔÇô mengakhiri putaran perundingan terbaru mereka di Wina pada 22 Mei dalam upaya mempersempit jurang perbedaan yang tersisa dan membuka jalan bagi kemungkinan tercapainya kesepakatan nuklir final.

Kedua belah pihak saat ini sedang melanjutkan upaya pencapaian kesepakatan tentang program nuklir Iran hingga akhir Juni.(

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif menyatakan, Republik Islam tidak akan mengizinkan wawancara pihak asing dengan para ilmuwan nuklirnya sebagai bagian dari kesepakatan final potensial dengan Kelompok 5+1.

Pada Senin (25/5), Zarif menyinggung penentangan Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Sayid Ali Khamenei untuk peninjauan situs militer Iran dan juga mewawancarai para ilmuwan nuklir negara itu, dan mengatakan "tim perunding Iran pasti akan mematuhi instruksi Rahbar di semua masalah yang berkaitan dengan perundingan nuklir."

Pada 20 Mei, Ayatullah Khamenei mengatakan bahwa tutnutan pihak asing 'untuk mewawancarai para ilmuwan nuklir Iran berarti "interogasi" dan menekankan bahwa beliau tidak akan mengijinkan pihak asing mewawancarai para ilmuwan Iran baik di sektor nuklir dan "pada sektor sensitif lainnya."

Namun Zarif menilai isu mewawancarai ilmuwan nuklir Iran "marjinal", dan subjek yang "tidak ada hubungannya" dengan perundingan yang sedang berlangsung dengan Kelompok 5+1.

Selama sepuluh tahun terakhir, Zarif mengatakan, Iran telah mengambil langkah-langkah untuk menghapus ambiguitas terkait program nuklirnya.

Dikatakannya bahwa pada pemerintahan Iran sebelumnya, Badan Energi Atom Internasional (IAEA) telah melakukan beberapa wawancara dengan para ilmuwan nuklir Republik Islam.

Tidak ada ambiguitas yang ditemukan, katanya seraya menambahkan, Barat mencari-cari alasan untuk menekan Tehran.(

Panglima Angkatan Darat Republik Islam Iran, Brigjen Ahmadreza Pourdastan, menyatakan kesiapan angkatan bersenjata Iran untuk menghadapi segala ancaman musuh.

IRNA melaporkan, Pourdastan pada Senin (25/5) di sela-sela manuver Bait al-Maqdis 27 di Isfahan, menyinggung ancaman baru terhadap Iran dan mengatakan, ÔÇ£Keberadaan kelompok-kelompok teroris, telah menciptakan ancaman baru dan angkatan bersenjata Iran siap penuh untuk terjun ke medan perang proxy.ÔÇØ

Ditambahkannya bahwa militer Iran memiliki kesiapan prima dalam menjaga perbatasan dan menciptakan keamanan penuh di Iran. Selain itu, semua gerakan musuh di perbatasan, regional dan transregional juga terus dimonitor.

Di bagian lain, Pourdastan menilai manuver Bait al-Maqdis 27 sebagai contoh baik bagi semua angkatan bersenjata Iran dalam hal meningkatkan kapasitas yang dimiliki.

Tahap akhir manuver Bait al-Maqdis 27 dimulai Senin (25/5) di wilayah Nasrabad, Isfahan, melibatkan unit-unit infanteri, teknis, kavaleri dan artileri.

Wakil Panglima Angkatan Laut Militer Republik Islam Iran menyatakan, ÔÇ£Sejumlah kapal perusak baru sedang dibangun di Industri Pertahanan Republik Islam.ÔÇØ

Gholamreza Khadem Bigham, Senin (25/5), dalam wawancaranya dengan IRNA mengatakan, ÔÇ£Angkatan Laut Iran sedang memproduksi kapal perusak Jamaran di berbagai kelas.ÔÇØ

 Kapal perusak Jamaran adalah jenis pertama kapal perusak Iran yang telah bergabung dalam armada AL Iran sejak lima tahun lalu.

Angkatan Laut Iran beberapa bulan lalu juga telah mengoperasikan kapal perusak Damavand, hasil garapan Kementerian Pertahanan Iran, di Laut Kaspian, Iran utara.

Menyinggung kapal perusak Sahand sebagai prototipe baru kapal perusak Republik Islam, Khadem Bigham mengatakan, ÔÇ£Kapal perusak ini sekarang sedang diproduksi dan telah berada pada tahap-tahap awal.ÔÇØ

Ditegaskannya pula bahwa selain kapal perusak Sahand, sejumlah kapal perusak lain juga sedang diproduksi.

Sebelum mengakhiri wawancaranya, Khadem Bigham mengkonfirmasikan tahap akhir dari produksi kapal selam generasi baru bernama Fateh.