کمالوندی

کمالوندی

Jumat, 28 Februari 2014 11:31

Obama Frustasi Hadapi Presiden Afghanistan

Kepala Staf Gabungan Militer Amerika Serikat Jenderal Martin Dempsey melakukan kunjungan mendadak ke Afghanistan, Kamis (27/2).

 

Kunjungan itu dilakukan di tengah berlanjutnya ketegangan dalam hubungan antara Washington dan Kabul mengenai penandatanganan perjanjian keamanan bilateral.

 

Meskipun Dewan Adat Afghanistan (Loya Jirga) menyetujui perjanjian keamanan bilateral, namun Presiden Hamid Karzai tetap menentang penandatanganan kesepakatan kontroversial itu.

 

Menghadapi penolakan tersebut, pemerintah Amerika telah menggunakan berbagai cara untuk menekan Karzai agar menandatangani kesepakatan itu, tapi sampai sekarang belum berhasil.

 

Selain mengutus delegasi Kongres AS dan penasehat keamanan nasional untuk bertemu Karzai di Kabul, para pejabat Gedung Putih juga menggunakan instrumen ancaman demi mencapai tujuannya.

 

Karzai dalam wawancara dengan koran Perancis belum lama ini, membeberkan ancaman-ancaman Amerika yang dialamatkan kepada pemerintah Afghanistan, termasuk ancaman untuk menghentikan bantuan finansial dan mengobarkan perang saudara di negara itu.

 

Pemutusan bantuan finansial Amerika ke Afghanistan tentu saja sudah lebih dari sekedar ancaman dan sudah sampai pada tahap pelaksanaan. Kongres AS baru-baru ini memangkas dana program bantuan pembangunan Afghanistan sampai 50 persen dibanding tahun lalu dan untuk tahun 2014, lembaga itu hanya menyetujui 1,12 miliar dolar dana bantuan.

 

Pemerintah Barack Obama dalam rancangan anggaran tahun 2014 mengajukan sekitar 2,19 miliar dolar dana untuk program bantuan pembangunan Afghanistan, tapi Kongres hanya menyetujui sekitar setengah dari bantuan itu. Para politisi dan media-media Afghanistan menilai keputusan itu untuk menekan Karzai agar segera mengabulkan tuntutan Gedung Putih.

 

Pemerintah Amerika sedang mencari cara untuk kehadiran permanen di Afghanistan dan mengesankan ketidakmampuan pemerintah Kabul dalam menjamin keamanan negara itu pasca penarikan pasukan asing pada Desember 2014.

 

Sejalan dengan kebijakan itu, mantan kepala pasukan Amerika Serikat dan NATO di Kabul, Jenderal Stanley McChrystal memperingatkan Afghanistan akan berubah menjadi medan tempur jika Amerika menarik seluruh tentaranya pada akhir 2014.

 

Klaim itu disampaikan pada saat beberapa panglima pasukan asing di Kabul mengakui bahwa kemampuan militer dan polisi Afghanistan sudah lebih dari yang diharapkan. Juru bicara NATO di Afghanistan Gunter Katz mengatakan, kekerasan dan konflik menurun di daerah-daerah yang terjadi penyerahan tanggung jawab keamanan dari pasukan asing kepada militer Afghanistan dan negara itu tidak akan menghadapi kendala spesifik pasca 2014.

 

Di penghujung masa jabatannya ini, Karzai sepertinya tidak akan menandatangani perjanjian keamanan bilateral dengan AS. Oleh karena itu, kunjungan Martin Dempsey kecil kemungkinan mampu mengubah pendirian Karzai.

 

Di sisi lain, semakin lama Amerika memperoleh kepastian tentang masa depannya di Afghanistan, maka akan semakin mahal biaya yang harus dikeluarkan untuk penarikan penuh. Sebab, waktu yang sedikit akan memaksa AS untuk menggunakan transportasi udara dalam memindahkan pasukan dan peralatan tempurnya dari Afghanistan dan ini jelas lebih mahal dibanding biaya transportasi darat.

 

Pentagon saat ini berencana untuk mengurangi total kekuatan AS di Afghanistan ke level 20.000 personel pada pertengahan musim panas. Langkah itu akan memberi kesempatan kepada Pentagon untuk menarik semua pasukan pada 31 Desember jika tidak tercapai kesepakatan. Saat ini ada sekitar 33.600 tentara Amerika di Afghanistan.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry mengatakan, Washington berkewajiban untuk mengejar perundingan nuklir dengan Tehran sebelum opsi-opsi lainnya. Kerry pada Rabu (26/2) kepada wartawan menandaskan, "Kami telah mengambil inisiatif ini dan bertanggung jawab atas pengarahan upaya-upaya terkait hal itu hingga kami dapat menentukan apakah sebelum dimulainya perang benar-benar ada sebuah solusi damai  yang dapat dicapai atau tidak."

 

Ia menambahkan, "Saya telah belajar dari Perang Vietnam dan saya percaya pada masalah ini bahwa sebelum mengirim orang-orang Anda untuk berperang, Anda harus mengkaji dan melihat apakah masih ada opsi yang lebih baik atau tidak."Menlu AS lebih lanjut mengatakan, "Kami sebagai pelopor dalam proses ini memiliki kewajiban bahwa sebelum kamimempertimbangkan opsi militer, kami akan mempertimbangkan semua pilihan."

 

Para pejabat AS sepenuhnya mengetahui ke arah mana mereka melangkah dan secara bertahap mereka juga terpaksa melaksanakan kewajiban-kewajibannya berdasarkan kesepakatan nuklir sementara di Jenewa pada 24 November 2013. Dengan demikian, pernyataan Kerry memiliki tujuan ganda: satu sisi untuk menarik kepuasan pihak-pihak Zionis menjelang pertemuan tahunan AIPAC (American Israel Public Affairs Committee), dan dari sisi lainya untuk menjustifikasi perilaku dan kebijakan ganda AS terhadap kesepakatan nuklir Kelompok 5+1 (Rusia, Cina, Perancis, Inggris, Amerika Serikat ditambah Jerman) dengan Republik Islam Iran.

 

Komite lobi Zionis paling penting di AS yang dikenal dengan AIPAC baru-baru ini menuntut Kongres AS memberikan syarat-syarat untuk kesepakatan final dengan Iran dalam perundingan nuklir. Salah satu dari syarat-syarat tersebut adalah pembongkaran dan pelucutan agenda nuklir Tehran. Persyaratan itu dinilai tidak logis mengingat subyek utama dan isi kesepakatan nuklir antara Iran dan Kelompok 5+1 sangat jelas bahwa Tehran berhak memperkaya uranium.

 

Hal itu semakin jelas ketika Wendy Sherman, Wakil Menlu AS mengakui bahwa hak Iran untuk memperkaya uranium akan tetap terjaga dalam kesepakatan final. Pengakuan itu dilontarkan Sherman  dalam pertemuannya dengan Perdana Menteri Rezim Zionis Benyamin Netanyahu beberapa hari lalu ketika ia berkunjung ke Palestina pendudukan (Israel). Sherman adalah salah satu perwakilan AS dalam perundingan  nuklir dengan Iran.

 

Dalam beberapa sisi, statemen Kerry sejalan dengan sikap Angela Merkel, Kanselir Jerman ketika ia bertemu dengan Netanyahu dalam kunjungannya ke Palestina pendudukan. Dengan berpegang pada klaim-klaim palsu dan usang tentang program nuklir Iran dan klaim palsu tentang HAM dan tidak adanya kebebasan di negara itu, Merkel berusaha memutarbalikkan fakta di Iran. Sikap Kanselir Jerman itu merupakan langkah yang sesuai dengan tuntutan Israel.

 

Upaya-upaya yang bertujuan menekan Iran dalam perundingan nuklir tersebut bukan lagi masalah baru. Namun demikian, sebagian statemen para pejabat AS itu menunjukkan bahwa mereka telah memahami "sebuah fakta."Pernyataan Kerry bahwa dirinya telah belajar dari Perang Vietnam telah memperkuat asumsi itu. Sebenarnya mereka seharusnya tidak hanya belajar dari Perang Vietnam saja, tetapi juga harus belajar dari pengalaman-pengalaman pahit lainnya di masa lalu. Perang di Irak, Afghanistan dan berbagai kesalahan AS lainnya di Timur Tengah merupakan pelajaran yang seharusnya diambil oleh para pejabat Washington.

 

Sejak kemenangan Revolusi Islam Iran, AS telah menggunakan berbagai opsi untuk menumbangkan Republik Islam, namun upaya-upaya itu menemui kegagalan. Perang Delapan Tahun yang dipaksakan rezim Saddam Irak terhadap Iran, blokade ekonomi, sanksi dan berbagai cara ilegal lainnya dan bahkan dukungan AS terhadap kelompok-kelompok teroris yang ingin mengacaukan keamanan di Iran adalah sederet opsi yang telah digunakan Washington hingga sekarang.

 

Sebenarnya AS sekarang telah menyadari bahwa sanksi, tekanan politik dan ekonomi, dan bahkan ancaman serangan militer tidak bisa menghentikan tekad bangsa Iran untuk mencapai kemajuan dan kemandirian. Meskipun banyak kebijakan para pejabat Washington terhadap Tehran telah merugikan AS sendiri, namun mereka tetap melanjutkan kebijakan itu demi menuruti keinginan Israel dan lobi-lobi Zionis.

Jumat, 28 Februari 2014 10:44

Ancaman Hizbullah terhadap Israel

Gerakan Perlawanan Islam Lebanon (Hizbullah) berjanji akan membalas serangan udara militer Rezim Zionis Israel ke wilayah Lebanon. Hizbullah Rabu (26/2) seraya merilis statemen menyatakan jet-jet tempur militer Israel Senin (24/2) sore menyerangan pangkalan muqawama di dekat perbatasan Suriah-Lebanon di wilayah Bekka.

 

Seraya menekankan bahwa serangan militer Israel ke Lebanon tidak akan dibiarkan tanpa jawaban, kubu muqawama ini mengeaskan akan memberi balasan dalam waktu yang tepat. Hizbullah dalam statemennya menilai serangan terbaru Israel ini sebagai pelanggaran nyata terhadap kedaulatan Lebanon. Ditambahkan, dalam serangan ini tidak ada pejuang yang menjadi korban dan kerugian yang dialami kubu muqawama pun sangat ringan.

 

Televisi al-Mayadeen memberikan analisa bahwa serangan militer Israel ke wilayah perbatasan Suriah dan Lebanon ini ditujukan untuk membantu perimbangan kekuatan demi keuntungan teroris Damaskus. Ulah Israel ini kian memperjelas eksistensi terorisme rezim ilegal tersebut dan perannya dalam menebar terorisme di kawasan.

 

Tak diragukan lagi, pelanggaran Israel ke Lebanon dan pelanggaran terhadap kedaulatan negara ini dalam beberapa hari terakhir, menunjukkan upaya besar rezim Tel Aviv mencari peluang untuk memajukan kerakusannya di Lebanon. Menurut anggapan Israel, melemahkan muqawama rakyat Lebanon dimaksudkan untuk menghapus segela bentuk kendala yang mencegah arogansi lebih besar Tel Aviv di kawasan.

 

Langkah Israel kali ini menunjukkan bahwa Tel Aviv setelah menelan kekalahan memalukan menghadapi perlawanan muqawama Lebanon, meski kerap melontarkan ancaman, namun rezim ilegal ini tidak berani menggelar serangan total terhadap Beirut. Dalam kondisi seperti ini, Tel Aviv merasa cukup melancarkan serangan berkala yang mereka istilahkan sebagai pukulan bertahap.

 

Namun dengan menyaksikan hasil dari serangan berkala dan terbatas Israel, dapat dipahami bahwa aksi rezim ilegal ini tak lebih sekedar serangan membabi buta. Hal ini malah semakin menunjukkan bahwa rezim ini semakin lemah dalam menghadapi Lebanon.

 

Bagaimanapun juga tindakan Israel kembali menunjukkan sikap keras kepala dan kecongkakan Tel Aviv dalam melanggar kedaulatan Lebanon. Dan tak dapat dipungkiri dalam kasus ini, kebungkaman masyarakat internasional dalam menyikapi Israel memiliki andil besar dalam mendorong Tel Aviv semakin brutal.

 

Seperti biasanya serangan Israel kali ini ke wilayah perbatasan Suriah-Lebanon disikapi dingin oleh masyarakat internasional. Berbagai pihak internasional memilih bungkam atau merasa cukup dengan merilis protes tanpa melakukan tindakan yang nyata.

 

Bagaimana pun juga berlanjutnya pelanggaran kedaulatan Lebanon oleh Israel membutuhkan jawaban tegas dari Beirut. Dalam kondisi seperti ini yang ditunggu-tunggu rakyat Lebanon dari petinggi mereka, termasuk pemerintah baru pimpinan Tammam Salam adalah selain mengambil keputusan yang diperlukan untuk memberi reaksi serius atas ulah Israel, mereka juga menantikan berlanjutnya dukungan terhadap muqawama dalam melawan Israel dicantumkan dalam program kerja pemerintah.

 

Dalam kondisi saat ini, Hizbullah Lebanon dengan bersandar pada terjaganya hak Beirut untuk membalas pelanggaran Israel menekankan akan membalas serangan Tel Aviv. Sikap muqawama ini menunjukkan kembali rasa tanggung jawab Hizbullah sebagai salah satu pilar pertahanan nasional Lebanon dalam menghadapi agresi dan petualangan Israel.

Jumat, 28 Februari 2014 10:40

28 Rabiul Tsani, Ibnu Arabi Wafat

Ibnu Arabi Wafat

 

Tanggal 28 Rabiul Tsani tahun 638 hijriyah, Abu Bakar Muhyiddin Muhammad yang dikenal dengan sebutan Ibnu Arabi, sufi dan ulama terkenal muslim meninggal dunia di kota Damaskus. Beliau lahir pada tahun 560 hijriyah di Andalusia atau Spanyol. Selain giat menimba ilmu, Ibnu Arabi tekun menjalani kehidupan ruhaninya, sehingga beliau dikenal sebagai seorang arif dan sufi besar.

 

Dalam berbagai perjalanannya ke sejumlah negeri Islam seperti Tunisia, Mekah, Baghdad dan Halab, Ihnu Arabi mendapat sambutan yang hangat dan penghormatan dari masyarakat dan ulama.

 

Banyak karya penulisan yang ditinggalkannya. Sebagian ahli sejarah menyebutkan bahwa Ibnu Arabi menulis lebih dari 500 makalah dan buku, yang salah satunya adalah kitab tafsir al-Kabir yang terdiri atas beberapa jilid. Kitab beliau yang paling terkenal adalah Fushul al-Hikam yang mengungkap pandangan dan pemikiran irfani dan sufistik ulama besar ini.

 

Adibul Mamalik Wafat

 

Tanggal 28 Rabiul Tsani tahun 1336 hijriyah, Adibul Mamalik Farahani, penulis dan sastrawan terkemuka Iran meninggal dunia. Sebagai penulis yang amat menyenangi profesinya, dia menerima tawaran sebagai penanggung jawab penerbitan surat kabar Adab, Majles, dan surat kabar Aftab.

 

Selain di bidang penulisan dan penerbitan, Adibul Mamalik juga aktif di dunia politik. Dia bergabung dalam kelompok para pejuang gerakan Revolusi Konstitusional. Syair-syair Adibul Mamalik lebih banyak menceritakan kehidupan sosial dan aktifitas politiknya.

Pemerintah Filipina dan pemberontak Muslim akan menandatangani kesepakatan damai guna mengakhiri konflik separatisme terpanjang dan paling berdarah di Asia "pada akhir Maret", kata Perdana Menteri Malaysia Najib Razak, Jumat (28/2) setelah pertemuan dengan timpalannya dari Filipina.

Perdana Menteri Najib Razak mengatakan Presiden Benigno Aquino mengundangnya untuk menyaksikan acara ketika "perjanjian komprehensif yang akan ditandatangani pada akhir bulan Maret nanti".

Seorang pejabat di kantor penasihat Aquino pada perundingan perdamaian itu mengkonfirmasikan rencana penandatanganan tersebut akhir bulan depan meskipun belum ditetapkan tanggal pasti.

"Kesimpulan keberhasilan proses perdamaian Mindanao ... memungkinkan pemberdayaan seluruh rakyat Mindanao," kata Aquino kepada para wartawan mengacu pada wilayah Filipina selatan, sarang pemberontakan yang telah berlangsung selama puluhan tahun dan merenggut lebih dari 150.000 jiwa, yang sebagian besar warga sipil.

Aquino berbicara kepada para wartawan di ibukota administratif Malaysia Putrajaya, pada kunjungan perdananya ke negara itu.

Pemerintah Filipina dan Front Pembebasan Islam Moro (MILF)ÔÇöberanggotakan 12.000 militanÔÇömengakhiri perundingan bulan lalu untuk mengatur pembagian kekuasaan dengan minoritas Muslim di selatan Filipina.

Pemimpin Al-Qaeda Afghanistan merencanakan kebangkitan kekuatannya jika negara tersebut ditinggalkan pasukan asing pimpinan Amerika Serikat, demikian ungkap para pejabat Washington.

 

Farouq Al-Qahtani Al-Qatari dilaporkan telah mempererat hubungan lokal dan menggalang sejumlah militan berpengalaman untuk melatih para pejuang generasi baru.

 

Para pejabat militer dan intelijen AS mengklaim mereka telah meningkatkan serangan drone dan jet terhadap pemimpin Al-Qaeda itu dan para pengikutnya di provinsi di bagian timur pegunungan Kunar dan Nuristan.

 

Tujuannya adalah untuk mencegah pembentukan kamp-kamp pelatihan besar yang pernah merekrut ratusan militan sebelum perang pimpinan AS di Afghanistan dimulai.

 

Para pejabat mengatakan kampanye kontra terorisme merupakan utama pemerintahan Obama untuk mempertahankan pasukan di Afghanistan setelah 2014.

 

Ketua Komite Intelijen DPR Mike Rogers mengatakan jumlah anggota Al-Qaeda di Afghanistan meningkat namun tidak jauh lebih tinggi daripada beberapa ratus.

 

"Saya pikir sebagian besar sedang menunggu AS untuk sepenuhnya keluar pada tahun 2014," katanya.

 

Presiden Amerika Serikat Barack Obama, Selasa (25/2/2014), telah berunding dengan mitranya asal Afghanistan Hamid Karzai guna membahas penandatanganan Kesepakatan Keamanan Bilateral (BSA).

 

Karzai bersikeras tidak menandatangani kesepakatan itu sebelum AS memenuhi sejumlah persyaratan, termasuk penghentian operasi malam hari ke rumah-rumah warga Afghanistan, serangan udara ke wilayah permukiman, dan juga pengadilan terhadap pasukan AS yang melakukan kejahatan.

 

Selain itu, Karzai menegaskan bahwa kehadiran pasukan AS dan NATO tidak memulihkan keamanan dan kondisi Afghanistan belum keluar dari krisis.

 

Militer AS menegaskan bahwa setiap pasukannya harus dihukum dalam wilayah jurisdiksi AS.

 

Kemacetan kesepakatan BSA juga mengancam keberadaan pasukan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Anders Fogh Rasmussen, Sekjen NATO menyatakan tidak dapat mempertahankan pasukannya di Afghanistan tanpa penandatanganan BSA.

Seorang menteri senior Thailand menolak tawaran perundingan dari pemimpin gerakan protes anti-pemerintah pada Jumat (28/2) menyusul demonstrasi di kementerian dalam rangka menekan Perdana Menteri Yingluck Shinawatra untuk mundur.

Suthep Thaugsuban pemimpin protes mengusulkan perundingan dengan Yingluck dalam debat televisi.

"Yingluck adalah pemimpin sah negara dan Suthep adalah seorang lelaki dengan surat perintah penangkapannya karena memimpin sebuah gerakan ilegal. Perdana menteri tidak harus berunding dengan Suthep," kata Menteri Tenaga Kerja Thailand Chalerm Yoobamrung, yang mengawasi pemberlakuan kondisi darurat bulan lalu.

"Suthep mengusulkan perundingan, meskipun ia menolak sebelumnya, hanya karena jumlah protes berkurang."

Senin, 24 Februari 2014 19:59

Tafsir Al-Quran, Surat Hud Ayat 50-56

Ayat ke 50

 

┘ê┘ÄÏÑ┘É┘ä┘Ä┘ë Ï╣┘ÄϺϻ┘ì Ïú┘ÄÏ«┘ÄϺ┘ç┘Å┘à┘Æ ┘ç┘Å┘êÏ»┘ïϺ ┘é┘ÄϺ┘ä┘Ä ┘è┘ÄϺ ┘é┘Ä┘ê┘Æ┘à┘É ÏºÏ╣┘ÆÏ¿┘ÅÏ»┘Å┘êϺ Ϻ┘ä┘ä┘æ┘Ä┘ç┘Ä ┘à┘ÄϺ ┘ä┘Ä┘â┘Å┘à┘Æ ┘à┘É┘å┘Æ ÏÑ┘É┘ä┘Ä┘ç┘ì Ï║┘Ä┘è┘ÆÏ▒┘Å┘ç┘Å ÏÑ┘É┘å┘Æ Ïú┘Ä┘å┘ÆÏ¬┘Å┘à┘Æ ÏÑ┘É┘ä┘æ┘ÄϺ ┘à┘Å┘ü┘ÆÏ¬┘ÄÏ▒┘Å┘ê┘å┘Ä (50)

 

Artinya:

Dan kepada kaum 'Ad (Kami utus) saudara mereka, Huud. Ia berkata: "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain Dia. Kamu hanyalah mengada-adakan saja. (11: 50)

 

Ayat-ayat sebelumnya dari surat Hud ini mengisahkan riwayat Nabi Nuh as. Mulai ayat ke 50 ini, Allah Swt melalui firman-Nya menceritakan kehidupan Nabi Hud dan kaumnya. Karena itu pula, surat ini dinamakan dengan nama Hud. Berdasarkan berbagai riwayat, sewaktu Nabi Nuh as akan menjemput ajal, beliau mengatakan kepada para sahabat beliau, "Setelahku akan tiba masa-masa gaib (ketiadaan utusan Allah), dan pada masa-masa tersebut akan muncul para taghut dan penguasa-penguasa zalim. Maka saat itulah Allah Swt mengutus seorang laki-laki dari keturunanku. Dia akan bangkit memberantas kezaliman dan taghut-taghut tersebut. Namanya adalah Hud. Dia akan menunjukkan jalan keluar bagi kesulitan manusia pada zaman itu."

 

Sebagaimana Nabi-Nabi lainya, Nabi Hud menyeru kepada kaumnya, yaitu kaum Ad, agar menyembah Allah Yang Maha Esa.

 

Dari ayat tadi terdapat tiga pelajaran yang dapat dipetik:ÔÇÄ

1. Seruan tauhid atau seruan menyembah kepada Tuhan Yang Maha Esa, merupakan inti dari dakwah dan ajakan para Nabi. Mereka senantiasa menyeru manusia kepada Allah dan bukan kepada diri mereka.

2. Syirik dan menyekutukan Allah merupakan tindakan penghinaan atau yang mengada-ada terhadap Allah, karena menganggap bahwa Sang Penguasa Jagat Raya ini tidak mampu mengelola alam semesta ini, sehingga memerlukan sekutu atau pembantu.

 

Ayat ke 51-52

 

┘è┘ÄϺ ┘é┘Ä┘ê┘Æ┘à┘É ┘ä┘ÄϺ Ïú┘ÄÏ│┘ÆÏú┘Ä┘ä┘Å┘â┘Å┘à┘Æ Ï╣┘Ä┘ä┘Ä┘è┘Æ┘ç┘É Ïú┘Äϼ┘ÆÏ▒┘ïϺ ÏÑ┘É┘å┘Æ Ïú┘Äϼ┘ÆÏ▒┘É┘è┘Ä ÏÑ┘É┘ä┘æ┘ÄϺ Ï╣┘Ä┘ä┘Ä┘ë Ϻ┘ä┘æ┘ÄÏ░┘É┘è ┘ü┘ÄÏÀ┘ÄÏ▒┘Ä┘å┘É┘è Ïú┘Ä┘ü┘Ä┘ä┘ÄϺ Ϭ┘ÄÏ╣┘Æ┘é┘É┘ä┘Å┘ê┘å┘Ä (51) ┘ê┘Ä┘è┘ÄϺ ┘é┘Ä┘ê┘Æ┘à┘É ÏºÏ│┘ÆÏ¬┘ÄÏ║┘Æ┘ü┘ÉÏ▒┘Å┘êϺ Ï▒┘ÄÏ¿┘æ┘Ä┘â┘Å┘à┘Æ Ï½┘Å┘à┘æ┘Ä Ï¬┘Å┘êÏ¿┘Å┘êϺ ÏÑ┘É┘ä┘Ä┘è┘Æ┘ç┘É ┘è┘ÅÏ▒┘ÆÏ│┘É┘ä┘É Ïº┘äÏ│┘æ┘Ä┘à┘ÄϺÏí┘Ä Ï╣┘Ä┘ä┘Ä┘è┘Æ┘â┘Å┘à┘Æ ┘à┘ÉÏ»┘ÆÏ▒┘ÄϺÏ▒┘ïϺ ┘ê┘Ä┘è┘ÄÏ▓┘ÉÏ»┘Æ┘â┘Å┘à┘Æ ┘é┘Å┘ê┘æ┘ÄÏ®┘ï ÏÑ┘É┘ä┘Ä┘ë ┘é┘Å┘ê┘æ┘ÄϬ┘É┘â┘Å┘à┘Æ ┘ê┘Ä┘ä┘ÄϺ Ϭ┘ÄϬ┘Ä┘ê┘Ä┘ä┘æ┘Ä┘ê┘ÆÏº ┘à┘Åϼ┘ÆÏ▒┘É┘à┘É┘è┘å┘Ä (52)

 

Artinya:

Hai kaumku, aku tidak meminta upah kepadamu bagi seruanku ini. Upahku tidak lain hanyalah dari Allah yang telah menciptakanku. Maka tidakkah kamu memikirkan(nya)?" (11: 51)

 

Dan (dia berkata): "Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa". (11: 52)

 

Dari dua ayat tadi terdapat dua pelajaran yang dapat dipetik:ÔÇÄ

1. Bertaubat dan kembali kepada Allah Swt akan diberi pahala duniawi, yaitu berkah dan meningkatnya kekayaan dan kemampuan masyarakat.

2. Terbentuknya masyarakat yang sehat, kuat dan selalu mendapatkan nikmat Allah adalah salah satu tujuan para Nabi dan agama-agama samawi.

 

Ayat ke 53-55

 

┘é┘ÄϺ┘ä┘Å┘êϺ ┘è┘ÄϺ ┘ç┘Å┘êÏ»┘Å ┘à┘ÄϺ ϼ┘ÉϪ┘ÆÏ¬┘Ä┘å┘ÄϺ Ï¿┘ÉÏ¿┘Ä┘è┘æ┘É┘å┘ÄÏ®┘ì ┘ê┘Ä┘à┘ÄϺ ┘å┘ÄÏ¡┘Æ┘å┘Å Ï¿┘ÉϬ┘ÄϺÏ▒┘É┘â┘É┘è Ïó┘Ä┘ä┘É┘ç┘ÄϬ┘É┘å┘ÄϺ Ï╣┘Ä┘å┘Æ ┘é┘Ä┘ê┘Æ┘ä┘É┘â┘Ä ┘ê┘Ä┘à┘ÄϺ ┘å┘ÄÏ¡┘Æ┘å┘Å ┘ä┘Ä┘â┘Ä Ï¿┘É┘à┘ÅÏñ┘Æ┘à┘É┘å┘É┘è┘å┘Ä (53) ÏÑ┘É┘å┘Æ ┘å┘Ä┘é┘Å┘ê┘ä┘Å ÏÑ┘É┘ä┘æ┘ÄϺ ϺÏ╣┘ÆÏ¬┘ÄÏ▒┘ÄϺ┘â┘Ä Ï¿┘ÄÏ╣┘ÆÏÂ┘Å Ïó┘Ä┘ä┘É┘ç┘ÄϬ┘É┘å┘ÄϺ Ï¿┘ÉÏ│┘Å┘êÏí┘ì ┘é┘ÄϺ┘ä┘Ä ÏÑ┘É┘å┘æ┘É┘è Ïú┘ÅÏ┤┘Æ┘ç┘ÉÏ»┘ŠϺ┘ä┘ä┘æ┘Ä┘ç┘Ä ┘ê┘ÄϺÏ┤┘Æ┘ç┘ÄÏ»┘Å┘êϺ Ïú┘Ä┘å┘æ┘É┘è Ï¿┘ÄÏ▒┘É┘èÏí┘î ┘à┘É┘à┘æ┘ÄϺ Ϭ┘ÅÏ┤┘ÆÏ▒┘É┘â┘Å┘ê┘å┘Ä (54) ┘à┘É┘å┘Æ Ï»┘Å┘ê┘å┘É┘ç┘É ┘ü┘Ä┘â┘É┘èÏ»┘Å┘ê┘å┘É┘è ϼ┘Ä┘à┘É┘èÏ╣┘ïϺ Ͻ┘Å┘à┘æ┘Ä ┘ä┘ÄϺ Ϭ┘Å┘å┘ÆÏ©┘ÉÏ▒┘Å┘ê┘å┘É (55)

 

Artinya:

Kaum 'Ad berkata: "Hai Huud, kamu tidak mendatangkan kepada kami suatu bukti yang nyata, dan kami sekali-kali tidak akan meninggalkan sembahan-sembahan kami karena perkataanmu, dan kami sekali-kali tidak akan mempercayai kamu. (11: 53)

 

Kami tidak mengatakan melainkan bahwa sebagian sembahan kami telah menimpakan penyakit gila atas dirimu". Huud menjawab: "Sesungguhnya aku bersaksi kepada Allah dan saksikanlah olehmu sekalian bahwa sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan. (11: 54)

 

Dari selain-Nya, sebab itu jalankanlah tipu dayamu semuanya terhadapku dan janganlah kamu memberi tangguh kepadaku. (11: 55)

 

Meski Nabi Hud as telah menyeru dan mengajak masyarakat untuk menjauhi perbuatan syirik, bertaubat, lalu kepada ajaran tauhid, akan tetapi orang-orang musyrik tetap saja keras kepala dan berpegang teguh pada akidah-akidah yang batil. Mereka mengatakan, "Kami tidak mau melepas keyakinan kepada tuhan-tuhan kami, kami yakin kamu akan ditimpa kemurkaan mereka dan kamu akan menjadi orang gila."

 

Dari tiga ayat tadi terdapat tiga pelajaran yang dapat dipetik:ÔÇÄ

1. Dalam berdakwah, para Nabi selalu menghadapi kesulitan akibat sikap keras kepala dari orang-orang musyrik, namun mereka tetap tabah dan konsisten dalam berdakwah.

2. Label gila yang dilekatkan kepada para pembaharu atau nabi-nabi merupakan tradisi para penentang kebenaran dan perilaku seperti ini bukanlah hal yang baru.

3. Para nabi sama sekali tidak takut terhadap penguasa-penguasa zalim, bahkan mereka menggalang ummat untuk memerangi penyelewengan dan kesewenang-wenangan.

 

Ayat ke 56

 

ÏÑ┘É┘å┘æ┘É┘è Ϭ┘Ä┘ê┘Ä┘â┘æ┘Ä┘ä┘ÆÏ¬┘Å Ï╣┘Ä┘ä┘Ä┘ë Ϻ┘ä┘ä┘æ┘Ä┘ç┘É Ï▒┘ÄÏ¿┘æ┘É┘è ┘ê┘ÄÏ▒┘ÄÏ¿┘æ┘É┘â┘Å┘à┘Æ ┘à┘ÄϺ ┘à┘É┘å┘Æ Ï»┘ÄϺϿ┘æ┘ÄÏ®┘ì ÏÑ┘É┘ä┘æ┘ÄϺ ┘ç┘Å┘ê┘Ä Ïó┘ÄÏ«┘ÉÏ░┘î Ï¿┘É┘å┘ÄϺÏÁ┘É┘è┘ÄϬ┘É┘ç┘ÄϺ ÏÑ┘É┘å┘æ┘Ä Ï▒┘ÄÏ¿┘æ┘É┘è Ï╣┘Ä┘ä┘Ä┘ë ÏÁ┘ÉÏ▒┘ÄϺÏÀ┘ì ┘à┘ÅÏ│┘ÆÏ¬┘Ä┘é┘É┘è┘à┘ì (56)

 

Artinya:

Sesungguhnya aku bertawakkal kepada Allah Tuhanku dan Tuhanmu. Tidak ada suatu binatang melatapun melainkan Dialah yang memegang ubun-ubunnya. Sesungguhnya Tuhanku di atas jalan yang lurus". (11: 56)

 

Dalam rangka menghadapi berbagai ancaman dan tuduhan kaum musyrikin, Nabi Hud as berkata, kumpulkan dan satukan kekuatan kalian untuk melakukan konspirasi terhadapku, akan tetapi ketahuilah bahwa aku punya Tuhan Yang Maha Berkuasa, dan aku bertawakkal kepada-Nya. Karena itu janganlah kalian menyangka bahwa Dia hanya Tuhanku saja, dan kalian bisa dengan leluasa keluar dari kekuasaan dan cengkraman-Nya. Sebenarnya bukan saja aku dan kalian, bahkan seluruh makhluk melata di jagat raya ini berada di bawah kekuasaan-Nya.

 

Dari ayat tadi terdapat dua pelajaran yang dapat dipetik:ÔÇÄ

1. Kelebihan orang-orang mukmin di hadapan orang-orang kafir adalah bahwa orang-orang mukmin memiliki Tuhan Pencipta Jagat Raya ini.

2. Kita harus percaya kepada pemimpin yang tawakal kepada Allah, memiliki kekuatan, dan keadilan, serta terjaga dari segala bentuk penyimpangan.

Senin, 24 Februari 2014 19:58

Tafsir Al-Quran, Surat Hud Ayat 45-49

Ayat ke 45-46

 

┘ê┘Ä┘å┘ÄϺϻ┘Ä┘ë ┘å┘Å┘êÏ¡┘î Ï▒┘ÄÏ¿┘æ┘Ä┘ç┘Å ┘ü┘Ä┘é┘ÄϺ┘ä┘Ä Ï▒┘ÄÏ¿┘æ┘É ÏÑ┘É┘å┘æ┘Ä ÏºÏ¿┘Æ┘å┘É┘è ┘à┘É┘å┘Æ Ïú┘Ä┘ç┘Æ┘ä┘É┘è ┘ê┘ÄÏÑ┘É┘å┘æ┘Ä ┘ê┘ÄÏ╣┘ÆÏ»┘Ä┘â┘Ä Ïº┘ä┘ÆÏ¡┘Ä┘é┘æ┘Å ┘ê┘ÄÏú┘Ä┘å┘ÆÏ¬┘Ä Ïú┘ÄÏ¡┘Æ┘â┘Ä┘à┘ŠϺ┘ä┘ÆÏ¡┘ÄϺ┘â┘É┘à┘É┘è┘å┘Ä (45) ┘é┘ÄϺ┘ä┘Ä ┘è┘ÄϺ ┘å┘Å┘êÏ¡┘Å ÏÑ┘É┘å┘æ┘Ä┘ç┘Å ┘ä┘Ä┘è┘ÆÏ│┘Ä ┘à┘É┘å┘Æ Ïú┘Ä┘ç┘Æ┘ä┘É┘â┘Ä ÏÑ┘É┘å┘æ┘Ä┘ç┘Å Ï╣┘Ä┘à┘Ä┘ä┘î Ï║┘Ä┘è┘ÆÏ▒┘Å ÏÁ┘ÄϺ┘ä┘ÉÏ¡┘ì ┘ü┘Ä┘ä┘ÄϺ Ϭ┘ÄÏ│┘ÆÏú┘Ä┘ä┘Æ┘å┘É ┘à┘ÄϺ ┘ä┘Ä┘è┘ÆÏ│┘Ä ┘ä┘Ä┘â┘Ä Ï¿┘É┘ç┘É Ï╣┘É┘ä┘Æ┘à┘î ÏÑ┘É┘å┘æ┘É┘è Ïú┘ÄÏ╣┘ÉÏ©┘Å┘â┘Ä Ïú┘Ä┘å┘Æ Ï¬┘Ä┘â┘Å┘ê┘å┘Ä ┘à┘É┘å┘Ä Ïº┘ä┘ÆÏ¼┘ÄϺ┘ç┘É┘ä┘É┘è┘å┘Ä (46)

 

Artinya:

Dan Nuh berseru kepada Tuhannya sambil berkata: "Ya Tuhanku, sesungguhnya anakku termasuk keluargaku, dan sesungguhnya janji Engkau itulah yang benar. Dan Engkau adalah Hakim yang seadil-adilnya". (11: 45)

 

Allah berfirman: "Hai Nuh, sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu (yang dijanjikan akan diselamatkan), sesungguhnya (perbuatan)nya perbuatan yang tidak baik. Sebab itu janganlah kamu memohon kepada-Ku sesuatu yang kamu tidak mengetahui (hakekat)nya. Sesungguhnya Aku memperingatkan kepadamu supaya kamu jangan termasuk orang-orang yang tidak berpengetahuan". (11: 46)

 

Dalam pembahasan lalu, kami telah sebutkan bahwa putra Nabi Nuh as "Kan'an" tidak mau naik ke bahtera (perahu), sehingga dia termasuk dalam golongan orang-orang kafir yang ditenggelamkan oleh Allah dalam banjir itu. Kemudian kedua ayat yang baru disebutkan tadi menyebutkan bahwa Nabi Nuh as memohon kepada Allah,  "Wahai Tuhanku? Engkau telah berjanji akan menyelamatkan keluargaku, dan aku tahu bahwa janji-Mu itu adalah benar, lalu kenapa anak dan istriku yang merupakan keluargaku Engkau tenggelamkan?" Allah Swt dalam menjawab pernyataan Nuh as bersabda, "Janji-Ku adalah benar. Putramu tidak terhitung sebagai keluargamu, karena dia tidak mau beriman dan enggan menerima seruangmu. Dia malah pergi bergabung bersama orang-orang kafir, sehingga dia digolongkan bersama mereka."

 

Sikap Nabi Nuh as dalam kejadian ini dapat dipahami sebagai berikut. Nabi Nuh sebenarnya tidak mengetahui bahwa putranya itu telah menjadi kafir, dan termasuk orang-orang yang bakal ditenggelamkan oleh Allah Swt. Karena itu meskipun beliau as diperintahkan Allah untuk untuk hanya menaikkan orang-orang mukmin ke dalam bahtera besar itu, beliau juga menyeru putranya agar naik ke bahtera. Kepada putranya itu, Nabi Nuh tidak berkata "Janganlah engkau bersama orang-orang kafir". Atas dasar ini Allah Swt berfirman kepada Nabi Nuh as, "Karena itu janganlah kamu memohon kepada-Ku mengenai sesuatu yang kamu tidak mengetahuinya. Sesungguhnya Aku mengingatkan kepadamu supaya kamu jangan termasuk orang-orang yang tidak mengerti."

 

Dari dua ayat tadi terdapat empat pelajaran yang dapat dipetik:ÔÇÄ

1. Keterikatan terhadap agama dan ajaran Islam lebh diutamakan daripada keterikatan terhadap keluarga. Para pengikut Nabi Nuh as adalah orang-orang yang boleh dinaikkan ke dalam bahtera dan merekalah orang-orang yang diselamatkan oleh Allah. Namun, karena Kan'an adalah orang yang kafir, sekalipun ia putra Nabi Nuh, ia tetap mendapatkan azab.

2. Dalam pandangan Allah, kemuliaan seorang manusia adalah dari sisi keimanannya. Karena itu putra Nabi tidak ada bedanya dengan manusia lainnya, dia tidak memiliki konsesi atau kelebihan apapun.

3. Sewaktu kita berdoa kepada Allah, pastilah kita menginginkan sesuatu dari Penguasa Jagat Raya ini. Akan tetapi bila doa kita tidak dikabulkan, kita tidak perlu marah atau sedih, karena Allah Maha Tahu tentang apa yang terbaik bagi kita.

4. Manusia memiliki ikhtiar atau kemampuan untuk memilih. Bahkan anak dan istri Nabi sekalipun tidak dipaksa harus beriman dan mengikuti risalah Nabi. Mereka bebas memilih jalan yang ingin ditempuh, namun juga harus mempertanggungjawabkan sendiri jalan pilihan mereka itu.

 

Ayat ke 47

 

┘é┘ÄϺ┘ä┘Ä Ï▒┘ÄÏ¿┘æ┘É ÏÑ┘É┘å┘æ┘É┘è Ïú┘ÄÏ╣┘Å┘êÏ░┘Å Ï¿┘É┘â┘Ä Ïú┘Ä┘å┘Æ Ïú┘ÄÏ│┘ÆÏú┘Ä┘ä┘Ä┘â┘Ä ┘à┘ÄϺ ┘ä┘Ä┘è┘ÆÏ│┘Ä ┘ä┘É┘è Ï¿┘É┘ç┘É Ï╣┘É┘ä┘Æ┘à┘î ┘ê┘ÄÏÑ┘É┘ä┘æ┘ÄϺ Ϭ┘ÄÏ║┘Æ┘ü┘ÉÏ▒┘Æ ┘ä┘É┘è ┘ê┘ÄϬ┘ÄÏ▒┘ÆÏ¡┘Ä┘à┘Æ┘å┘É┘è Ïú┘Ä┘â┘Å┘å┘Æ ┘à┘É┘å┘Ä Ïº┘ä┘ÆÏ«┘ÄϺÏ│┘ÉÏ▒┘É┘è┘å┘Ä (47)

 

Artinya:

Nuh berkata: Ya Tuhanku, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari memohon kepada Engkau sesuatu yang aku tiada mengetahui (hakekat)nya. Dan sekiranya Engkau tidak memberi ampun kepadaku, dan (tidak) menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku akan termasuk orang-orang yang merugi".(11: 47)

 

Setelah Nabi Nuh as diperingatkan Allah karena telah memohon sesuatu di luar pengetahuannya, beliau pun memohon ampunan dan rahmat Allah. Para nabi mengetahui dengan pasti bahwa dalam menghadapi keputusan dan ketentuan Allah, mereka haruslah tunduk, patuh dan tawadhu tanpa ada sedikitpun mengulur-ulur waktu. Karena sesungguhnya Allah Swt Maha Mengetahui segala kebaikan dan kemaslahatan semua orang. Semua keputusan dan ketetapan Allah selalu berdasarkan kemaslahatan manusia.

 

Dari ayat tadi terdapat dua pelajaran yang dapat dipetik:ÔÇÄ

1. Taubat dan beristighfar merupakan penyelamat bagi manusia ketika ia telah melakukan pekerjaan yang salah ataupun mengatakan sesuatu yang tidak pada tempatnya.

2. Tanpa rahmat dan pertolongan Allah, para Nabi sekalipun tidak akan pernah sampai pada tujuan mereka. Para nabi memahami bahwa bila sesorang dijauhkan dari rahmat dan pertolongan Allah, maka dia akan tergolong orang-orang yang merugi.

 

Ayat ke 48

 

┘é┘É┘è┘ä┘Ä ┘è┘ÄϺ ┘å┘Å┘êÏ¡┘ŠϺ┘ç┘ÆÏ¿┘ÉÏÀ┘Æ Ï¿┘ÉÏ│┘Ä┘ä┘ÄϺ┘à┘ì ┘à┘É┘å┘æ┘ÄϺ ┘ê┘ÄÏ¿┘ÄÏ▒┘Ä┘â┘ÄϺϬ┘ì Ï╣┘Ä┘ä┘Ä┘è┘Æ┘â┘Ä ┘ê┘ÄÏ╣┘Ä┘ä┘Ä┘ë Ïú┘Å┘à┘Ä┘à┘ì ┘à┘É┘à┘æ┘Ä┘å┘Æ ┘à┘ÄÏ╣┘Ä┘â┘Ä ┘ê┘ÄÏú┘Å┘à┘Ä┘à┘î Ï│┘Ä┘å┘Å┘à┘ÄϬ┘æ┘ÉÏ╣┘Å┘ç┘Å┘à┘Æ Ï½┘Å┘à┘æ┘Ä ┘è┘Ä┘à┘ÄÏ│┘æ┘Å┘ç┘Å┘à┘Æ ┘à┘É┘å┘æ┘ÄϺ Ï╣┘ÄÏ░┘ÄϺϿ┘î Ïú┘Ä┘ä┘É┘è┘à┘î (48)

 

Artinya:

Difirmankan: "Hai Nuh, turunlah dengan selamat sejahtera dan penuh keberkatan dari Kami atasmu dan atas umat-umat (yang mukmin) dari orang-orang yang bersamamu. Dan ada (pula) umat-umat yang Kami beri kesenangan pada mereka (dalam kehidupan dunia), kemudian mereka akan ditimpa azab yang pedih dari Kami". (11: 48)

 

Setelah banjir surut dan bahtera Nabi Nuh berlabuh di sebuah tempat yang ditetapkan Allah, Nabi Nuh as bersama para pengikut beliau turun dari bahtera dengan memperoleh nikmat dan berkah dari Tuhan mereka. Setiap pasang dari mereka akan melanjutkan mata rantai ummat manusia. Poin yang menarik dalam ayat ini adalah perintah "turun" yang dulu juga diucapkan kepada Nabi Adam as. Dengan demikian, Nabi Nuh adalah ayah kedua bagi umat manusia. Setelah itu, anak-anak Nabi Nuh akan terbagi ke dalam dua kelompok yaitu Mukmin dan Kafir, dan proses itu terus berlanjut hingga akhir zaman.

 

Dari ayat tadi terdapat dua pelajaran yang dapat dipetik:ÔÇÄ

1. Berbagai nikmat Allah yang diperoleh oleh orang-orang mukmin merupakan unsur keselamatan dan keberkahan. Namun, bagi orang-orang kafir, nikmat-nikmat itu malah merupakan kerugian dan petaka di dunia.

2. Allah Swt tetap memberikan kenikmatan dunia kepada orang-orang kafir. Akan tetapi Allah memberikan batas waktu dari nikmat tersebut untuk menguji apakah orang itu memanfaatkan nikmat untuk mencari pahala, atau malah mencari siksa.

 

Ayat ke 49

 

Ϭ┘É┘ä┘Æ┘â┘Ä ┘à┘É┘å┘Æ Ïú┘Ä┘å┘ÆÏ¿┘ÄϺÏí┘É Ïº┘ä┘ÆÏ║┘Ä┘è┘ÆÏ¿┘É ┘å┘Å┘êÏ¡┘É┘è┘ç┘ÄϺ ÏÑ┘É┘ä┘Ä┘è┘Æ┘â┘Ä ┘à┘ÄϺ ┘â┘Å┘å┘ÆÏ¬┘Ä Ï¬┘ÄÏ╣┘Æ┘ä┘Ä┘à┘Å┘ç┘ÄϺ Ïú┘Ä┘å┘ÆÏ¬┘Ä ┘ê┘Ä┘ä┘ÄϺ ┘é┘Ä┘ê┘Æ┘à┘Å┘â┘Ä ┘à┘É┘å┘Æ ┘é┘ÄÏ¿┘Æ┘ä┘É ┘ç┘ÄÏ░┘ÄϺ ┘ü┘ÄϺÏÁ┘ÆÏ¿┘ÉÏ▒┘Æ ÏÑ┘É┘å┘æ┘Ä Ïº┘ä┘ÆÏ╣┘ÄϺ┘é┘ÉÏ¿┘ÄÏ®┘Ä ┘ä┘É┘ä┘Æ┘à┘ÅϬ┘æ┘Ä┘é┘É┘è┘å┘Ä (49)

 

Artinya:

Itu adalah di antara berita-berita penting tentang yang ghaib yang Kami wahyukan kepadamu (Muhammad); tidak pernah kamu mengetahuinya dan tidak (pula) kaummu sebelum ini. Maka bersabarlah; sesungguhnya kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa. (11: 49)

 

Ayat ini merupakan akhir dari kisah Nabi Nuh as dan kaumnya yang telah diterangkan dalam 25 ayat. Di penghujung rangkaian ayat-ayat ini, Allah Swt berfirman kepada Nabi Muhammad Saw, "Pelajaran dari peristiwa ini akan tetap berguna bagimu dan umatmu, yaitu bahwa keberhasilan dalam melewati ujian semacam ini hanya akan dicapai oleh orang yang suci, bertakwa, sabar, dan konsisten. Hal inilah yang dilakukan oleh Nabi Nuh as, beliau selama berabad-abad sabar dan tabah, sehingga akhirnya memperoleh kemenangan dan keselamatan."

Senin, 24 Februari 2014 19:56

Tafsir Al-Quran, Surat Hud Ayat 42-44

Ayat ke 42

 

┘ê┘Ä┘ç┘É┘è┘Ä Ï¬┘Äϼ┘ÆÏ▒┘É┘è Ï¿┘É┘ç┘É┘à┘Æ ┘ü┘É┘è ┘à┘Ä┘ê┘ÆÏ¼┘ì ┘â┘ÄϺ┘ä┘ÆÏ¼┘ÉÏ¿┘ÄϺ┘ä┘É ┘ê┘Ä┘å┘ÄϺϻ┘Ä┘ë ┘å┘Å┘êÏ¡┘î ϺϿ┘Æ┘å┘Ä┘ç┘Å ┘ê┘Ä┘â┘ÄϺ┘å┘Ä ┘ü┘É┘è ┘à┘ÄÏ╣┘ÆÏ▓┘É┘ä┘ì ┘è┘ÄϺ Ï¿┘Å┘å┘Ä┘è┘æ┘Ä ÏºÏ▒┘Æ┘â┘ÄÏ¿┘Æ ┘à┘ÄÏ╣┘Ä┘å┘ÄϺ ┘ê┘Ä┘ä┘ÄϺ Ϭ┘Ä┘â┘Å┘å┘Æ ┘à┘ÄÏ╣┘Ä Ïº┘ä┘Æ┘â┘ÄϺ┘ü┘ÉÏ▒┘É┘è┘å┘Ä (42)

 

Artinya:

Dan bahtera itu berlayar membawa mereka dalam gelombang laksana gunung. Dan Nuh memanggil anaknya, sedang anak itu berada di tempat yang jauh terpencil: "Hai anakku, naiklah (ke kapal) bersama kami dan janganlah kamu berada bersama orang-orang yang kafir". (11: 42)

 

Pada pembicaraan pekan lalu, kami telah menyebutkan bahwa karena sikap keras kepala dan pembangkangan kaum Nabi Nuh as terhadap seruan tauhid, Allah Swt memberitahukan kepada Nabi Nuh bahwa Dia akan menurunkan azab dan siksaan-Nya kepada orang-orang kafir itu. Allah memerintahkan Nabi Nuh agar membuat sebuah bahtera besar sehingga sewaktu azab tersebut turun, bahtera itu akan menjadi alat perantara bagi orang-orang mukmin untuk menyelamatkan diri. Akhirnya datanglah azab Allah. Air yang meluap dari perut bumi dan turunnya hujan lebat, telah menimbulkan banjir yang besar dan dahsyat. Seperti yang diungkapkan oleh ayat ini, gelombang air itu tinggi seperti gunung dan menghempaskan segala suatu di muka bumi.

 

Namun sayangnya putra Nabi Nuh as sendiri memilih berpisah dari jalan ayahnya dan bergabung bersama orang-orang kafir. Karena itu, dia tidak mau naik bahtera Nabi Nuh. Akan tetapi, naluri seorang ayah terhadap anaknya membuat Nabi Nuh sampai pada detik-detik terakhir memanggil-manggil Kan'an dan berusaha mengajaknya agar beriman kepada Allah dan meninggalkan orang-orang kafir.

 

Dari ayat tadi terdapat dua pelajaran yang dapat dipetik:ÔÇÄ

1. Setiap orang tua bertanggung jawab terhadap nasib anak-anak mereka. Meskipun seseorang memiliki tanggung jawab atau posisi kemasyarakat, namun dia tetap memiliki tanggung jawab dalam mendidik anak-anaknya sendiri.

2. Bergabung bersama orang-orang kafir akan menjauhkan manusia dari jalan kebenaran, meskipun seandainya dia adalah anak Nabi sekalipun.

 

Ayat ke 43

 

┘é┘ÄϺ┘ä┘Ä Ï│┘ÄÏó┘Ä┘ê┘É┘è ÏÑ┘É┘ä┘Ä┘ë ϼ┘ÄÏ¿┘Ä┘ä┘ì ┘è┘ÄÏ╣┘ÆÏÁ┘É┘à┘Å┘å┘É┘è ┘à┘É┘å┘Ä Ïº┘ä┘Æ┘à┘ÄϺÏí┘É ┘é┘ÄϺ┘ä┘Ä ┘ä┘ÄϺ Ï╣┘ÄϺÏÁ┘É┘à┘Ä Ïº┘ä┘Æ┘è┘Ä┘ê┘Æ┘à┘Ä ┘à┘É┘å┘Æ Ïú┘Ä┘à┘ÆÏ▒┘É Ïº┘ä┘ä┘æ┘Ä┘ç┘É ÏÑ┘É┘ä┘æ┘ÄϺ ┘à┘Ä┘å┘Æ Ï▒┘ÄÏ¡┘É┘à┘Ä ┘ê┘ÄÏ¡┘ÄϺ┘ä┘Ä Ï¿┘Ä┘è┘Æ┘å┘Ä┘ç┘Å┘à┘ÄϺ Ϻ┘ä┘Æ┘à┘Ä┘ê┘ÆÏ¼┘Å ┘ü┘Ä┘â┘ÄϺ┘å┘Ä ┘à┘É┘å┘Ä Ïº┘ä┘Æ┘à┘ÅÏ║┘ÆÏ▒┘Ä┘é┘É┘è┘å┘Ä (43)

 

Artinya:

Anaknya menjawab: "Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat memeliharaku dari air bah!" Nuh berkata: "Tidak ada yang melindungi hari ini dari azab Allah selain Allah (saja) Yang Maha Penyayang". Dan gelombang menjadi penghalang antara keduanya; maka jadilah anak itu termasuk orang-orang yang ditenggelamkan. (11: 43)

 

Meskipun Nabi Nuh telah menyeru anaknya agar meninggalkan kekufuran dengan naik ke dalam bahtera, namun putra Nabi Nuh itu tetap bersikeras memilih jalan yang sesat. Dia menyangka akan dapat menyelamatkan diri dari azab dan siksaan Allah dengan cara naik ke puncak gunung tertinggi. Padahal, puncak gunung pun berada di bawah kekuasaan Allah. Karena itu, apabila Allah sudah menghendaki untuk mengazab seseorang, tidak ada lagi tempat bersembunyi bagi orang itu. Saat Nabi Nuh tengah bercakap-cakap dengan putranya itu, tiba-tiba datanglah sebuah ombak besar yang menghempaskan putra Nabi Nuh itu. Diapun tenggelam dalam keadaan kafir.

 

Dari ayat tadi terdapat tiga pelajaran yang dapat dipetik:ÔÇÄ

1. Dalam menghadapi berbagai mara bahaya, orang-orang mukmin pastilah akan berlindung kepada Allah, sementara orang-orang musyrik akan mengandalkan kekuasaan dan harta benda duniawi.

2. Air merupakan sumber kehidupan bagi semua makhluk bernyawa, akan tetapi karena perintah Allah air dapat berubah menjadi alat penghancur yang membinasakan.

3. Dalam sistem pemberian pahala dan siksaan dari Allah, hubungan darah, kekerabatan, dan kekeluargaan tidak bisa memberi pengaruh sedikit pun. Walaupun seseorang adalah putra Nabi, namun bila dia kafir dan mengingkari Allah, pasti dia akan mendapatkan azab yang setimpal, sedang ayahnya yang Nabi tidak bisa berbuat apapun untuk membantunya.

 

Ayat ke 44

 

┘ê┘Ä┘é┘É┘è┘ä┘Ä ┘è┘ÄϺ Ïú┘ÄÏ▒┘ÆÏÂ┘ŠϺϿ┘Æ┘ä┘ÄÏ╣┘É┘è ┘à┘ÄϺÏí┘Ä┘â┘É ┘ê┘Ä┘è┘ÄϺ Ï│┘Ä┘à┘ÄϺÏí┘Å Ïú┘Ä┘é┘Æ┘ä┘ÉÏ╣┘É┘è ┘ê┘ÄÏ║┘É┘èÏÂ┘Ä Ïº┘ä┘Æ┘à┘ÄϺÏí┘Å ┘ê┘Ä┘é┘ÅÏÂ┘É┘è┘Ä Ïº┘ä┘ÆÏú┘Ä┘à┘ÆÏ▒┘Å ┘ê┘ÄϺÏ│┘ÆÏ¬┘Ä┘ê┘ÄϬ┘Æ Ï╣┘Ä┘ä┘Ä┘ë Ϻ┘ä┘ÆÏ¼┘Å┘êÏ»┘É┘è┘æ┘É ┘ê┘Ä┘é┘É┘è┘ä┘Ä Ï¿┘ÅÏ╣┘ÆÏ»┘ïϺ ┘ä┘É┘ä┘Æ┘é┘Ä┘ê┘Æ┘à┘É Ïº┘äÏ©┘æ┘ÄϺ┘ä┘É┘à┘É┘è┘å┘Ä (44)

 

Artinya:

Dan difirmankan: "Hai bumi telanlah airmu, dan hai langit (hujan) berhentilah," dan airpun disurutkan, perintahpun diselesaikan dan bahtera itupun berlabuh di atas bukit Judi, dan dikatakan: "Binasalah orang-orang yang zalim". (11: 44)

 

Ayat-ayat yang kami bahas dalam pertemuan kita kali ini menunjukkan sebuah hakikat sejarah yang terjadi pada zaman Nabi Nuh as. Menurut pandangan ahli-ahli linguistik dan ahli bahasa Arab, ayat ini merupakan salah satu dari ayat-ayat al-Quran yang paling baligh, fasih dan dalam susunan yang pendek, namun tegas, telah menjelaskan sebuah kejadian dan peristiwa besar. Atas perintah Allah, terjadi sebuah banjir besar disertai angin topan dan hujan lebat yang melanda sebagian besar permukaan bumi. Setelah itu, atas perintah Allah pula, air kembali surut dan ketenteraman kembali muncul di muka bumi sehingga berlanjutlah generasi orang-orang mukmin.

 

Bahtera Nabi Nuh berlabuh di atas bukit bernama "Judi", di suatu tempat yang masih diperselisihkan oleh para mufassir dan sejarawan. Sebagian sejarawn mengatakan bahwa berlabuhnya bahtera Nabi Nuh itu di pegunungan "Ararat" yang terletak di Turki, sementara sebagian yang lain mengatakan di perbatasan Mosul, Irak. Namun yang pasti, banjir besar yang menenggelamkan orang-orang kafir itu memang terjadi dan al-Quran menyebutnya sebagai kemurkaan Allah. Karena itu, kita harus waspada, bisa jadi berbagai bencana alam seperti banjir atau gempa bumi yang menimpa kita adalah tanda kemurkaan dan peringatan Allah bagi kita.

 

Dari ayat tadi terdapat dua pelajaran yang dapat dipetik:ÔÇÄ

1. Bumi dan langit berada di bawah perintah dan kekuasaan Tuhan. Allah Swt lah yang menetapkan hukum alam dan Allah tidak terikat dengan hukum alam tersebut.

2. Meskipun orang-orang yang zalim telah binasa, bukan berarti kezaliman dan keangkara murkaan telah musnah di muka bumi. Karena itu, bendera perlawanan terhadap kezaliman harus terus dikibarkan sepanjang sejarah.